Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dilema Cinta Narkoboy

Dilema Cinta Narkoboy

Andrean Kenzo, seorang gembong narkoba, terjebak dalam perjodohan dengan Tita Shanum yang menawan. Demi memenangkan hati gadis itu, Andrean harus bersaing sengit melawan musuh bebuyutannya sendiri. Namun, situasi semakin rumit saat Tita menyadari sebuah rahasia besar bahwa pria yang selama ini ia patuhi bukanlah ayah kandungnya. Di tengah konflik mafia dan asmara, siapakah yang akhirnya akan dipilih oleh Tita untuk mendampingi hidupnya?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Gimana kerjamu hari ini?" tanya Kenzo yang menjemputku.

"Tadi sempet bersitegang, cuma keburu bel. Pasti besok rame," jawabku.

"Loh, kamu ribut sama siapa? bilang, dia ngapain kamu? "

Aku kaget melihat reaksi Kenzo, dia kenapa

ya.

"Gak, Ken. Orang lain yang kena, bukan aku."

"Oh, kalo ada yang jahatin kamu, bilang ya,"

"Mana ada, Ken. ah"

"Kali saja"

Lama kami terdiam di mobil, cuma sesekali saling pandang.

"Ken," panggilku.

"Iya"

"Kamu gak cape antar jemput aku?"

Ngiiiik ... Kenzo mengerem mobil secara tiba-tiba.

"Kamu bosen?"

Astaga kenapa dia malah melempar pertanyaan seperti itu.

"Bu--"

"Turun sana!" Bentaknya sedikit kasar. Sungguh, adrenalinku terpacu sekali. Ada apa dengan Kenzo.

"Ken, aku tak bermaksud. Tolong dengerin dulu." Kutautkan kedua telapak tangan memohon padanya.

"Turun!" sekali lagi dia membentakku. Akupun mengikuti perintahnya dengan berat hati. Kenapa Kenzo jadi sekasar itu?

Bagaimana kalau dia mengadu pada ayah, ya Tuhan ada apa ini. Siapa sebenarnya calon suamiku itu.

Kenzo menurunkan aku di jalanan, ah, pria macam apa kamu.

Tiba-tiba langit muram, titik-titik air mulai turun. Ya Tuhan, mulai menggigil aku membayangkan hujan besar dilengkapi petir yang bersahutan.

Ah, terlalu kau Tita. Santai saja, dibawa happy. Pikiranku mulai kudoktrin dengan hal hal yang baik.

Namun, duarrrr ...!

"Ayaaaah," jeritku duduk dengan melingkarkan tangan pada kaki yang kulipat. Masih dalam guyuran hujan dan rasa takut yang memuncak, kuberanikan berdiri saat mataku tertumpu pada dua orang lelaki bertato yang kuyakini teman Kenzo. Mau apa mereka, pikirku.

Mereka mengendarai motor berboncengan, berhenti dekat tong sampah samping pohon mangga.

Kupaksa seret langkahku sedikit mendekat, hujan mulai mereda tapi bajuku lumayan basah.

Dua orang berbadan tegap itu mengambil bungkusan dalam tong sampah, tak mungkin mereka pemulung. Apa yang mereka ambil, bungkusan itu rapi seperti baru terbungkus.

Lalu,

Oh My God, Rio menghampiri dua orang tersebut. Sepintas kulihat dua orang yang tadi mengambil bungkusan berbincang dengan Rio lalu mereka memberikan uang lumayan banyak kepada Rio. Apa yang mereka lakukan? pikirku. Mereka melakukan transaksi apa. Teman-teman Kenzo dengan Rio, apa hubungannya? Aku sedikit membungkuk takut Rio melihatku.

Aku sembunyi di balik pohon besar, memantau mereka.

Hanya sebentar, mereka lantas pergi. Apa sebenarnya usaha Kenzo, siapa juga Rio. Pertahananku mulai oleng, dingin menyergap menusuk pori- pori kulitku. penglihatanku sedikit mengabur karena pusing yang dahsyat, dan brakk ...!

Entah bagaimana ceritanya, aku tersadar sudah berada di kamarku sendiri. kulihat sekeliling, ayah dan ibu tersenyum menyambutku.

"Tita kenapa, Yah?"

"Gak papa, Sayang. Kamu hanya pingsan,"

"Siapa yang antar aku pulang?"

"Kenzo,"

Kenzo? dia tidak ada di tempat waktu itu. Kenapa bisa dia yang mengantarku pulang. Kuraih ponselku, ku kirim message ke nomor Kenzo.

[Ken, Thanks ya, dah nganterin aku pulang]

Hmm, ceklis satu. Dia off, tumben amat.

Hampir 20 menit tak ada balasan dari Kenzo.

[Lain kali gak usah ujanan] akhirnya dia balas juga.

[Iya, terimakasih]

[Aku otewe ke sana, tunggu]

[Iya, Hati-hati]

[Sip]

aku yakin Kenzo orang baik, kemarin mungkin sedang kecewa urusan pekerjaan. Tapi, apa pekerjaan dia sebenarnya?

"Makan, nih, "

Kenzo datang bawa makanan, dia itu perhatian sekali.

"Makasih,"

Ingin sekali aku bertanya apa hubungan dengan Rio dengan pekerjaannya.

Aku takut dia marah seperti kemarin, lagipula ada ayah di rumah takut beliau kepikiran.

"Eh, ada nak Kenzo," sapa ayah menghampiri. Kenzo langsung menyalami tangan ayah. Ya Allah, aku semakin bimbang. dia sopan pada orangtuaku, tapi kemarin ...,

"Ayah ke luar dulu, kalian lanjut ya"

"Iya, Yah," jawab Kenzo masih sangat sopan sekali.

"Ta, soal kemarin aku--"

"Gak papa, Ken,"

"Aku lagi pusing kemarin,"

"Sabar ya,"

"makasih, ta,

Kuperhatikan gestur tubuhnya saat dia menerima pesan yang entah dari siapa.

Dia gugup, terkesan marah juga. Lalu dia menelpon seseorang.

"Bawa dia, jangan jadiin tumbal dulu. Dia harus dapat balasan dari gue"

Sontak aku kaget mendengar itu, apa ada hubungannya dengan kejadian tadi. Ada apa dengan mereka, apa tumbal yang dimaksud Kenzo.

***

Pagi kembali hadir, membuatku semangat menjalani hari kembali ceria. Kenzo izin tidak mengantarku ke tempat kerja, dan aku harus bawa motor sendiri ke pabrik.

"Hati-hati, Nak," ujar ayah dan ibu saat ku pamit.

"Iya, Assalamu'alaikum,"

"Wa'alaikumsalam"

Dengan hati-hati kukendarai motor yang kubeli dari hasil kerjaku, lumayan, meski second tapi layak dipakai. Daripada aku harus kredit motor baru bikin pusing kepala juga riba dan pantang bagiku.

Di depan ruanganku sudah kulihat sosok tinggi dan putih yang tak lain Mister Lee, masya Allah pasti dia bakal bahas soal sampel kemarin. Ah, Lisa kamu harus kena wejangan dari mister Lee. Ngeyel si, sudah kukasih pola yang dah di Acc mister malah buat sendiri sesuai idemu. Nyari penyakit saja.

"Pagi, Mister," sapaku.

"Pagi, mana Lisa?"

Kan, dia kalau belum tuntas marahnya pasti dilanjut episode berikutnya.

"Belum datang, kayaknya, Mister,"

"Pengawas macam apa dia hah, hari siang sudah belum datang" katanya kebolak-balik.

"Macet, barangkali"

"Ada mana jam macet hari pagi," serunya belepotan, maklum dia belum sepenuhnya menguasai bahasa Indonesia.

"Ya saya tidak tahu, Mister,"

"Lagi kamu saja ada ada,"

Ya Tuhan, ada-ada saja kali. Dasar mister bloon. Untung cakep, kalau jelek pengen tak toyor.

Aku celingak-celinguk mencari Rio, tumben sekali dia belum datang. Biasanya dia on time, dan selalu menyapaku. Astaga, bagaimana jika yang dimaksud Kenzo itu Rio yang akan dijadikan tumbal. Ah, tak mungkin.

"Melamun malah kamu," mister menarik ujung jilbabku.

"Sorry, Mister, saya keingetan sesuatu tadi"

"Pacar hah"

"Bukan,"

Kepo banget si mister Lee itu. Lisa kulihat dia seperti tegang memasuki ruangan kerja, hampir saja aku tertawa meledeknya.

"Ini jam masuk baru, kemana pergi dulu?" tanya mister Lee.

"Maaf, Mister. Tadi ban motor saya bocor, jadi saya tambal dulu," jawab Lisa sedikit menundukan pandangannya.

"Sudah, kamu kemarin kerja cara apa hah? Tita kamu kasih sampel betul kenapa salah kamu buat hah?"

"Tita salah ngasih pola kali," eits playing victim.

"Kalau gue salah kasih pola, sampel gue sudah pasti salah jahit peak," cecarku.

"Marah kenapa jadi kamu Tita, biar saja saya buat dia marah"

"Maaf, Mister, mungkin mesin ganti tensyen"

Astaga, alasan apalagi. Macam anak kecil saja tingkahnya. Harusnya dia akui saja kalau dia salah, kelar urusan. Ini malah muter-muter tak jelas kemana arah pembicaraannya.

"Masih kerja mau di sini? "

"Masih, Mister,"

"Buat macam Tita sekarang."

Mister Lee mendorong sedikit tubuh Lisa, saling kesal kuyakin. Lisa menatapku penuh benci, kubalas tatapannya sambil menyeru "Ape lu?"

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95FYS" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95FYS
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 49 Hari Bersama Tawanan Sexy
7.9
Tamara Levinka, model ternama sekaligus tunangan CEO produsen senjata Roger Jenandra, mendadak hilang tanpa jejak. Meski pencarian besar-besaran telah dilakukan, keberadaannya tetap misterius. Namun, setelah empat puluh sembilan hari, Tamara muncul kembali dengan kabar yang mengguncang semua pihak. Di balik kepulangannya, ada Jeff yang terobsesi memilikinya dan Tamara yang rela mengorbankan segalanya demi pria itu. Cinta mereka tumbuh di tengah konflik yang berbahaya.
Sampul Novel Ibu Tiri yang Buta Hati
9.3
Kiara kehilangan satu mata demi melindungi ayahnya, Ditya Danaraja, yang menderita bipolar. Sejak itu, siapa pun yang mengusiknya selalu berakhir tragis. Namun, setelah Kiara menjalani pengobatan medis di luar negeri dan berhasil melihat kembali, ia disambut oleh kabar pernikahan sang ayah. Alih-alih mendapatkan kasih sayang dari ibu tiri baru yang katanya lembut, Kiara justru diculik dan diikat di sebuah pabrik kosong. Ibu tirinya menuduhnya sebagai perebut suami dan pencuri perhiasan, bahkan mengancam akan mengulitinya hidup-hidup.
Sampul Novel Kembalinya Mantan Istriku yang Luar Biasa
8.8
Tiga tahun Elsa menikah tanpa pernah bertatap muka dengan suaminya yang misterius. Saat diceraikan demi wanita lain, Elsa memilih bangkit dan meninggalkan identitas lamanya. Dunia pun terkejut saat mengetahui ia adalah peretas jenius, agen rahasia, hingga ilmuwan hebat. Melihat bakat luar biasa sang mantan istri, pria itu kini bersujud memohon ampun. Ia rela menyerahkan harta dan nyawanya demi mendapatkan kembali cinta Elsa yang dulu ia sia-siakan.
Sampul Novel King Of King
8.2
Di Negeri Awan, Elisabet yang merupakan selir keempat Kaisar Oro melahirkan putra bernama Starling di bawah naungan bintang raksasa. Namun, hasutan dukun keji membuat Kaisar percaya bahwa bayi itu hasil perselingkuhan Elisabet dengan Jenderal Robert. Demi keselamatan abadi istana, sang Kaisar dituntut untuk menjadikan darah dagingnya sendiri sebagai tumbal persembahan. Akankah ambisi kekuasaan mengalahkan naluri ayah saat nyawa Starling terancam di tangan Oro?
Sampul Novel MAFIA DI KEJAR GADIS OBSESI
9.2
Dunia berlutut di hadapan bos mafia kejam yang dikenal sangat agresif dan tak kenal ampun. Namun, otoritasnya mendadak goyah saat menghadapi seorang gadis pemberani berjiwa pejuang. Berbeda dari orang lain, pebisnis tangguh ini justru berani membangkang, berdebat, hingga menggoda sang mafia tanpa rasa takut. Meski sang bos mencoba segala cara untuk mengintimidasi, keberanian gadis itu justru membalikkan keadaan. Akankah kekejaman sang mafia luluh oleh obsesi unik ini?
Sampul Novel Pemalas Penantang Dewi
7.9
Ken dikutuk dan dibuang ke sarang monster setelah menolak perintah Dewi Aria sebagai Pahlawan. Meski terpuruk, kecerdasannya membuat Ken mampu mengubah kutukan tersebut menjadi sumber kekuatan baru. Namun, ia kembali terjebak dalam konflik besar antara manusia dan iblis. Situasi kian rumit saat Ken menyadari bahwa Raja Iblis adalah sahabat lamanya. Kini ia harus memilih pihak sambil menyusun rencana matang demi menuntut balas pada sang Dewi.