Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dilahirkan Sebagai Ancaman

Dilahirkan Sebagai Ancaman

Zaira Callista Ramadhani tumbuh dalam kebencian ibunya sendiri. Meski sang kakek memberi nama 'Kliwon' sebagai pelindung, Zee tetap menjadi sasaran amarah dan hukuman tanpa alasan di rumahnya. Kontras dengan kakaknya, Ayla, yang dimanja, Zee justru dianggap aib masa lalu. Kelelahan batin mengubah Zee menjadi gadis dingin yang mulai memberontak. Saat sebuah rahasia besar tentang kelahirannya terungkap, ia akhirnya berani melawan takdir yang selama ini menindasnya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Malam itu, hujan turun dengan derasnya. Suara rintiknya memecah kesunyian, menutupi isak tangis yang bersembunyi di balik tirai kamar Zaira. Gadis itu duduk di tepi tempat tidurnya, memeluk lutut dengan erat, matanya kosong menatap dinding yang penuh dengan bayang-bayang masa lalu.

Pikiran-pikiran itu terus mengalir tanpa henti. Kenangan akan kata-kata kasar sang ibu, tatapan dingin sang ayah, dan senyum penuh kebohongan dari kakaknya, Ayla. Hatinya terasa terkepung oleh luka yang tak kunjung sembuh.

Keesokan harinya, Zaira terbangun dengan badan yang lemas. Namun, hatinya semakin dipenuhi dengan tekad untuk menemukan jawaban atas pertanyaan yang selama ini menggantung di pikirannya.

Ia memutuskan untuk menemui kakeknya, Sedano, yang menjadi satu-satunya tempat ia merasa aman. Di ruang tamu rumah kakeknya yang hangat, Zaira menemukan pria tua itu sedang menyalakan perapian.

"Kakek," suara Zaira lembut namun penuh keberanian. "Aku ingin tahu... kenapa aku selalu diperlakukan seperti ini? Kenapa Ayah dan Ibu tidak pernah menerima aku?"

Sedano menarik nafas panjang, matanya tampak berat. "Zee... ada sesuatu yang harus kamu tahu. Sesuatu yang selama ini kami sembunyikan untuk melindungi kamu."

Sedano membuka laci meja dan mengeluarkan sebuah kotak kayu kecil. Ia menyerahkannya kepada Zaira dengan tangan bergetar.

"Ini milik ibumu, dan juga milikmu," katanya. "Di dalamnya ada surat-surat dan dokumen yang mungkin bisa menjawab semua pertanyaanmu."

Zaira membuka kotak itu perlahan. Di dalamnya terdapat beberapa surat tua, foto-foto hitam putih, dan sebuah buku harian yang usang. Saat membuka halaman pertama buku itu, Zaira mulai membaca dengan seksama.

Isi buku harian itu menceritakan kisah seorang wanita muda bernama Rania-ibunya-yang terjebak dalam pernikahan yang penuh tekanan dan ketidakadilan. Rania menulis tentang rasa terpaksa, pengorbanan, dan bagaimana ia harus menutupi rahasia besar demi menjaga nama baik keluarga.

Dalam salah satu halaman, tertulis:

"Aku berharap anakku nanti tidak merasakan penderitaan yang aku alami. Tapi aku takut, kebenaran akan menghancurkan segalanya."

Zaira merasakan jantungnya berdegup kencang. Apakah kebenaran itu tentang dirinya?

Hari-hari berikutnya, Zaira mulai menyelidiki lebih jauh. Dengan bantuan kakeknya, ia mulai membuka kotak-kotak penyimpanan lama dan menemukan dokumen-dokumen yang selama ini tersembunyi.

Satu demi satu fakta mulai terkuak: Ternyata, kelahiran Zaira bukan hanya sesuatu yang diabaikan oleh orang tuanya, tapi ada alasan yang jauh lebih rumit.

Zaira menemukan sebuah surat dari ayahnya, yang berisi instruksi keras agar Rania-ibunya-membuang bayinya yang baru lahir. Surat itu membekas dalam hati Zaira seperti pisau yang menusuk.

Sedano menatap cucunya dengan sedih. "Mereka menganggap kamu sebuah beban, Zee. Bukan hanya karena mereka tidak siap, tapi karena ada rahasia besar yang mereka takutkan akan terbongkar."

Zaira menatap ayah dan ibunya dengan perasaan campur aduk antara marah dan sedih. Selama ini, ia mengira itu semua karena dirinya tak berharga, tapi sekarang ia tahu ada sesuatu yang lebih kelam yang membayangi keluarganya.

Keesokan harinya, di sekolah, sikap Zaira mulai berubah. Ia tak lagi membiarkan kata-kata kasar dan tatapan sinis menembus hatinya. Dengan keberanian baru, ia mulai melawan-baik secara lisan maupun sikap.

Teman-temannya mulai memperhatikan perubahan itu. Arga, yang sejak kemarin mulai dekat dengannya, terlihat bangga dengan sikap baru Zaira.

"Ternyata kamu bisa juga jadi pemberani, Zee," katanya dengan senyum tulus.

Zaira tersenyum balik, sesuatu yang sudah lama tidak ia lakukan.

Namun, konflik di rumah semakin memuncak. Ibunya yang mengetahui ada sesuatu yang berubah pada Zaira mulai curiga dan semakin memperketat pengawasannya.

"Apa yang kamu lakukan di sekolah? Kenapa kamu jadi seperti itu?" suara ibu mengancam suatu malam ketika Zaira terlambat pulang.

Zaira menatap ibunya tanpa takut. "Aku tidak mau terus diperlakukan seperti bayangan yang tak pernah ada. Aku berhak hidup dan dihargai, Bu."

Kemarahan sang ibu meledak, tapi Zaira sudah tidak peduli lagi. Ini adalah perang yang harus ia menangkan, bukan hanya untuk dirinya, tapi untuk kebenaran yang selama ini disembunyikan.

Di sisi lain, Ayla mulai merasakan perubahan dalam keluarganya. Ia merasa seperti kehilangan tempatnya karena perhatian orang tua kini mulai terpecah. Persaingan dan kecemburuan mulai muncul di antara dua saudari itu, menambah beban emosional yang sudah berat.

Suatu malam, Zaira menemukan sebuah surat lama yang disembunyikan oleh ibunya di dalam lemari. Surat itu berisi pengakuan bahwa Zaira bukanlah anak kandung biologis dari ayah yang selama ini dianggapnya sebagai bapak.

Jantung Zaira berdebar kencang saat membaca kata-kata itu. Ia merasa seluruh dunianya runtuh dalam sekejap.

Pertemuan dengan kakek Sedano berikutnya dipenuhi dengan pertanyaan dan air mata.

"Apa maksud semua ini, Kakek? Siapa aku sebenarnya?"

Sedano menghela napas panjang, lalu memegang tangan cucunya erat-erat.

"Kamu anak dari rahasia yang tidak boleh terungkap, Zee. Tapi aku di sini, aku akan melindungimu. Kita akan jalani semuanya bersama."

Hari-hari berikutnya, Zaira mulai merangkai potongan-potongan teka-teki kehidupan keluarganya yang selama ini tersembunyi. Ia menyadari bahwa ia bukan hanya korban, tapi juga kunci dari sebuah rahasia besar yang bisa mengubah hidup banyak orang.

Perjuangan untuk menemukan jati diri dan mengungkap kebenaran baru saja dimulai. Di balik setiap luka dan pengkhianatan, ada harapan yang tak pernah padam dalam hati Zaira.

Zaira berdiri di depan cermin, menatap bayangannya sendiri dengan mata penuh tekad.

"Aku akan menemukan siapa aku sebenarnya. Dan aku akan menuntut keadilan untuk diriku."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 10 Miliar Menjadi Pelakor
8.3
Demi membiayai operasi ginjal ayahnya, Calla nekat masuk ke klub malam hingga bertemu Lucian Donovan. Lucian menawarkan 10 miliar rupiah jika Calla mampu menghancurkan rumah tangga Caspian Hawthorne. Calla terkejut karena Caspian adalah pria culun yang dulu ia abaikan saat SMP. Kini, Caspian telah berubah menjadi sosok miliarder yang dingin dan berkuasa. Terjepit kemiskinan, Calla harus memilih antara martabat atau menjadi pelakor demi bertahan hidup.
Sampul Novel Abang Boss
9.5
Arinda Putri Samos, gadis Batak yang gigih, berjuang menghadapi kerasnya hidup di Jakarta meski sering meratapi status penganggurannya. Nasibnya berubah drastis berkat keahlian memasak yang memikat hati Eadric. Pria unik tersebut tiba-tiba mengklaim Arinda sebagai miliknya dan langsung melamar dengan penuh keseriusan. Di tengah kebingungan Arinda menghadapi sikap bosnya itu, para sahabat justru mendesaknya untuk bertindak. Ikuti kisah cinta mereka yang penuh kejutan.
Sampul Novel An Affair
9.2
Winter Samantha menyamar demi menghancurkan keluarga Smith yang telah merenggut nyawa orang tuanya. Ia sengaja menjerat Edward Smith dan putranya, David, ke dalam skandal perselingkuhan yang berbahaya. Namun, di tengah misi balas dendam tersebut, muncul Sean William, sahabat masa kecil yang mencintainya dengan tulus. Kini Winter terjebak dalam dilema besar: tetap menghancurkan musuhnya atau memilih hidup bahagia bersama lamaran cinta sejatinya, Sean.
Sampul Novel Balasan Setimpal Untuk Suami & Selingkuhannya
8.2
Kehidupan pernikahan yang semula damai hancur seketika saat pengkhianatan sang suami terungkap. Luka mendalam akibat perselingkuhan itu memicu tekad kuat dalam diri sang istri untuk bangkit dari keterpurukan. Ia tidak lagi tinggal diam meratapi nasib, melainkan menyusun rencana matang demi menuntut keadilan. Inilah perjuangan emosional seorang wanita dalam membalas rasa sakit hatinya dan memberikan ganjaran setimpal bagi mereka yang telah mengkhianatinya.
Sampul Novel Duri Pernikahan
8.6
Sasy Mentari, mahasiswi berusia 19 tahun, mantap menikahi Satya setelah setahun menjalin kasih. Meski sosok dosen itu tampak sempurna, segalanya berubah drastis tepat setelah janji suci diucapkan. Satya yang semula hangat mendadak bersikap dingin dan kasar, seolah cintanya hilang dalam semalam. Di tengah luka batin yang kian mendalam, Sasy harus mencari tahu alasan di balik perubahan sikap suaminya. Mampukah ia bertahan saat setiap detik pernikahannya terasa bagai duri?
Sampul Novel Genderang Perang Manusia Elektrokinesis
8.2
Manfred Argianta Bergmans atau Gian menjalani hidup penuh penderitaan akibat perundungan keluarga dan teman sekolahnya. Hanya Alicia yang setia mendukungnya, meski hal itu memicu intimidasi yang lebih parah. Setelah menolong kucing malang, Gian menerima warisan kekuatan elektrokinesis dari sosok misterius dalam mimpi. Didampingi seekor tikus putih sebagai mentor, ia memulai misi balas dendam. Namun, saat dianggap monster dan Alicia menjauh, sanggupkah Gian memenangkan perang ini?