Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel DIKIRA MISKIN

DIKIRA MISKIN

Yudi dan Antika kerap menjadi sasaran cemoohan para kakak ipar yang memandang rendah kondisi ekonomi mereka. Di balik hinaan tersebut, pasangan ini sebenarnya telah meraih kesuksesan besar selama menetap di kota. Begitu fakta kekayaan mereka terungkap, sikap sinis keluarga besar seketika berubah menjadi upaya untuk mendekat demi keuntungan pribadi. Akankah Yudi dan Antika menerima perubahan sikap yang mendadak ini setelah sekian lama diremehkan?
Bab
Bagikan

Bab 3

Mbak Ranti jatuh pingsan saat mendengar adiknya punya utang sebesar tiga puluh juta. Suasana menjadi panik, tetapi Mbak Wiwid masih saja santai. Aku harus meminta pertolongan pada beberapa orang yang lewat, tidak mungkin aku mengangkatnya seorang diri, secara tubuh Mbak Ranti lebih besar dari pada aku.

Syukurlah ada beberapa orang yang dengan senang hati membantu kami.

Akhirnya Mbak Ranti berhasil dibawa masuk ke rumah Mbak Wiwid dan dibaringkan di atas kasur.

"Aduh, nyusahin banget, sih, Mbak Ranti ini, gitu aja pakai pingsan segala, lebay," ucap Mbak Wiwid dengan mengerucutkan bibir dan tangan bersedekap.

Aku mengambil minyak kayu putih dan mendekatkan ke lubang hidung Mbak Ranti, semoga saja ia cepat sadar. Syukurlah tidak begitu lama, perlahan-lahan ia mulai membuka mata dan mengerjap-ngerjap kemudian mengamati sekeliling.

"Tiga puluh juta? Tiga puluh juta?" Mbak Ranti berkata lirih seperti orang mengigau.

"Mbak tolong ambilkan teh hangat," titahku pada Mbak Wiwid yang sedari tadi hanya berdiri saja di depan pintu tanpa melakukan apapun. Heran aku, Kakaknya pingsan tak ada simpatinya sama sekali padahal Mbak Ranti pingsan juga karena dia.

"Air putih dingin?" Mbak Wiwid balik tanya meski masih menunjukkan raut wajah kesal.

"Teh hangat, Mbak, biar badannya cepet anget." Aku meralat.

"Aku nggak ada minuman teh, apalagi hangat, kalau air putih dingin ada, es juga ada, aku kan punya kulkas, nggak kaya kamu. Percuma punya kulkas kalau masih minum yang hangat-hangat. Lebih segar minum yang dingin agar rasanya nyes di tenggorokan," ucapnya santai. Ia meraba lehernya.

Meski hatiku gedek melihat kelakuan Mbak Wiwid, tetapi saat melihat Mbak Ranti yang sepertinya begitu lemah, aku jadi kasihan melihatnya. Terpaksa aku pulang ke rumah untuk mengambil minuman teh hangat. Setahuku begitu, kalau baru sadar dari pingsan dan dikasih teh hangat pasti langsung mak pyar alias cepat fresh, mata yang tadinya sepet langsung jreng.

Aku mengambil minuman dengan tergesa sehingga membuat ibu yang sedang duduk bersama Sasya menjadi heran.

"Ada apa, Tik?" tanya ibu.

"Em, enggak ada apa-apa, kok, Bu. Aku ke rumah Mbak Wiwid sebentar, ya, Bu."

"Memangnya kenapa?"

Aku terdiam, aku tidak mau ibu tahu kalau Mbak Ranti baru saja pingsan karena tidak mau membuat ibu khawatir.

"Enggak apa-apa, Bu. Ini Mas Ajun katanya mau minum teh hangat," ucapku berbohong.

Benar saja, setelah minum teh hangat, panas lebih tepatnya, mata Mbak Ranti kembali bugar. Meski masih berulang kaki ia memijit pelipisnya.

"Gimana, Mbak? Udah enakan? Gitu aja pingsan, aku yang punya utang saja santai kok. Kan, Mbak sudah janji mau pinjamin, uangnya ada, kan, Mbak?" tanya Mbak Wiwid. Tanganku jadi gatal ingin mencolek mulutnya, Kakaknya baru saja siuman dari pingsan, sudah ditanya uang.

"Memangnya utang sebanyak itu buat apa? Nggak mungkin kalau hanya untuk beli kulkas sama mesin cuci? Kalau kulkas seperti punya orang kaya yang otomatis dan pernah viral itu atau seperti miliknya artis papan atas sih, Mbak, percaya. Tetapi, Mbak lihat kulkas kamu biasa aja. Paling harganya cuma sekitar dua jutaan," ucap Mbak Ranti setelah duduk, ia masih memijit pelipisnya perlahan.

"Aku pinjam bukan hanya untuk beli kulkas saja, Mbak, tapi juga untuk biaya selamatan Rifki waktu itu," jawab Mbak Wiwid masih santai.

Rifki adalah anak Mbak Wiwid yang pertama. Ia sekarang duduk di Sekolah Dasar kelas enam.

"Apa? Jadi, biaya pesta khitan Rifki itu hasil utang? Aku pikir itu karena memang kamu punya banyak uang, makanya selamatan diadakan secara besar-besaran." Mbak Ranti melotot.

"Nggak usah kaget gitu kenapa, Mbak?" Mbak Wiwid kesal.

Acara syukuran khitan Rifki memang diadakan secara besar-besaran, apalagi anak Mbak Wiwid hanya satu. Aku maklum, memang sudah kebiasaan di kampung ini kalau anak khitanan akan dirayakan layaknya pesta pernikahan. Sebenarnya mau sederhana juga tidak masalah, tetapi sepertinya Mbak Wiwid gengsi.

Beberapa waktu yang lalu aku juga datang saat acara khitan si Rifki itu dan memang acaranya tidak main-main, bahkan berlangsung tiga hari tiga malam. Ada pengajian, orgen tunggal dan dangdutan.

Mbak Wiwid memang seperti itu, ia ingin di anggap orang mampu dengan mengadakan acara di luar kemampuannya. Padahal, aku pernah lihat di televisi, anak sultan saja tidak mengadakan acara besar-besaran, khitan di rumah sakit, selesai. Sedangkan Rifki, sebelum khitan diantar atau lebih tepatnya diarak menggunakan satu bus besar oleh anak-anak seusianya karena memang satu kampung diundang semua. Belum lagi, anak-anak itu juga masih diberi uang saku setelah pulang nanti. Wajar saja kalau Mbak Wiwid harus menggelontorkan uang yang tidak sedikit.

Menurutku, boleh saja mengadakan acara besar-besaran untuk menunjukkan rasa syukur karena anaknya sudah baligh dan untuk menyenangkan anak-anak. Para orang tua biasanya akan malu jika saat anaknya tidak melakukan acara seperti itu karena anaknya sudah biasa diundang oleh temannya, masa nggak mau mengundang balik? Bisa-bisa menjadi bahan gunjingan nanti. Tetapi, itu kalau memang ada dana, lalu bagaimana dengan kasus Mbak Wiwid yang harus rela utang demi mengikuti kebiasaan ini?

"Gimana, Mbak, jadi, kan ngasih pinjaman?" tanya Mbak Wiwid memastikan.

"Harusnya kalau kamu nggak punya uang, nggak usah mengadakan acara besar, repot sendiri, kan?" kata Mbak Ranti mengerucutkan bibir.

"Sudah terlanjur, Mbak," kata Mbak Wiwid.

"Terus Ajun, suamimu, tahu nggak kalau kamu punya utang sebanyak itu?" tanya Mbak Ranti lagi.

"Ya, tahu, lah, Mbak, acara khitanan yang besar-besaran itu memang ide dan maunya dia," jawab Mbak Wiwid.

Oh, pantes, mereka pasangan yang cocok, gengsi dan ingin dianggap wah, padahal sebenarnya zonk. Ini namanya gaya sosialita, dompet menderita.

Mbak Ranti kembali memijit pelipisnya dan bola matanya tampak bergerak ke kiri dan ke kanan, sepertinya ia sedang memikirkan sesuatu. Benar saja, tidak lama kemudian, matanya berbinar, dan menjentikkan jarinya, kalau dalam animasi, kepalanya itu akan muncul gambar lampu yang bersinar terang sebagai pertanda kalau ia mendapat ide cemerlang.

"Aha, Mbak ada ide, kamu nggak usah khawatir, utang itu biar Mbak yang bayar," ucap Mbak Ranti dengan senyum mengembang.

"Mbak juga nggak mau kalau kamu sampai nggak bisa bayar utang, masa adiknya Ranti Anggita nggak bisa bayar utang, malu-maluin, ah," ucap Mbak Ranti lagi dengan membusungkan dada.

Ide apa yang tiba-tiba muncul di kepala Mbak Ranti sehingga ia bisa berubah ceria seperti itu? Padahal sebelumnya ia sampai pingsan saat mendengar tiga puluh juta? Dari mana ia bisa mendapatkan uang itu dalam seminggu?

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BUKAN CINTA LOKASI
8.1
Naomi Clara, seorang aktris menawan, terjebak dalam perasaan mendalam saat terlibat proyek film bersama Azka Dananjaya. Meski sempat menepis perasaannya, kepedulian Azka yang tulus akhirnya meruntuhkan pertahanan Clara. Namun, ikatan mereka diuji oleh restu keluarga Azka yang menentang status Clara karena bukan berasal dari kalangan ningrat. Azka berjanji akan terus mencintai Clara apa adanya, meskipun rintangan perbedaan kasta mengancam hubungan mereka.
Sampul Novel Dendam Putri Liar Sang CEO
9.3
Dijual oleh ayahnya sendiri kepada Fahreza Murni, seorang CEO dingin, sang putri liar mengira ia dicintai hingga pengkhianatan menyakitkan terjadi. Fahreza justru memberikan pusaka ibunya kepada Elok, wanita manipulatif yang ia bela meski telah menghina warisan tersebut. Setelah diseret ke rehabilitasi, cinta berubah menjadi dendam membara. Saat Fahreza kembali memohon maaf, ia menerimanya hanya untuk menghancurkan Murni Group dari dalam sebagai pembalasan yang setimpal.
Sampul Novel Hypersex Of CEO (Penjerat Cinta & Gairah)
8.6
Permainan Truth Or Dare yang awalnya iseng justru menjerat Thea dalam gairah membara bersama Alvaro. Berawal dari satu kecupan panas, sang CEO justru membelenggu Thea dalam dunia BDSM yang penuh kenikmatan. Status Thea pun berubah menjadi istri pura-pura untuk menutupi obsesi Alvaro. Namun, di balik hubungan fisik yang intens dan penuh dominasi tersebut, benih cinta yang nyata mulai tumbuh. Mampukah mereka menghadapi perasaan yang kian besar di balik ikatan palsu ini?
Sampul Novel Kembar Yang Tak Sengaja Disentuh
9.2
Jeremy melamar Dara secara romantis di restoran mewah, disaksikan banyak orang termasuk kembarannya, Dira. Namun, kebahagiaan pernikahan mereka yang baru seumur jagung langsung terancam oleh sebuah kesalahan fatal. Di malam pertama, sebelum Dara tiba di rumah, Jeremy justru tidak sengaja menjalin kontak fisik yang intim dengan Dira. Akankah rahasia gelap ini menghancurkan rumah tangga mereka jika Dara mengetahuinya? Simak kelanjutan konflik pengkhianatan ini.
Sampul Novel Kesempatan Keduaku, Penyesalannya
8.7
Wasiat mendiang ayah mengharuskan Alya menikahi anggota keluarga Adhitama saat ia berusia 22 tahun. Dulu, ia mencintai Bima meski pria itu kejam, berselingkuh dengan Jelita, bahkan tega meracuninya hingga tewas setelah menikah. Namun, keajaiban membawanya kembali ke masa lalu tepat di hari ulang tahunnya. Kini, Alya terbangun dengan ingatan pahit tentang pengkhianatan Bima. Ia bertekad mengubah takdir dan tidak akan memilih pria yang sama lagi.
Sampul Novel Kisah Cinta Naomi
9.0
Hidup Naomi Clara hancur seketika saat suaminya, Adrian, tega menjualnya ke rekan bisnis hingga ia terjebak sindikat perdagangan manusia di Hongkong. Di tengah penderitaan itu, ia bertemu Zhou Tian, bos mafia dingin yang tak pernah mengenal cinta. Namun, situasi kian pelik saat seorang playboy kelas kakap justru turut jatuh hati padanya untuk pertama kali. Kini Naomi terjepit dalam pusaran cinta segitiga rumit yang mempertaruhkan hati dan nasibnya.