Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dikhianati Saudara Tiri

Dikhianati Saudara Tiri

Dunia Kiana Putri hancur saat Salsabila, saudara tirinya, dan sahabatnya sendiri, Dara, mengkhianatinya. Terusir dari rumah penuh kenangan, ia bangkit dan sukses menjadi desainer perhiasan setelah lima tahun berjuang. Meski mandiri membesarkan putranya, Haidar, hati Kiana tetap tertutup rapat. Tiba-tiba, Alif muncul membawa tawaran mengejutkan: pernikahan dan janji untuk menjaga Haidar. Di tengah keraguan akibat luka lama, Kiana harus menghadapi kehadiran pria misterius ini.
Bab
Bagikan

Bab 3

Pagi itu, sinar matahari tidak cukup cerah untuk mengusir kabut di hati Kiana. Meskipun jendela dapur membuka pemandangan ke taman yang penuh bunga, hatinya terasa seberat batu. Haidar duduk di meja makan, menikmati sarapan yang dibuatnya, dengan senyuman ceria yang bisa menghapus segala duka. Namun, Kiana tahu bahwa di balik senyuman itu ada sesuatu yang lebih dalam, sesuatu yang mungkin tidak bisa ia jelaskan, tetapi pasti ada.

"Bu, hari ini aku ingin bermain bola di taman, boleh?" tanya Haidar dengan mata berbinar. Suaranya yang ceria membangunkan seberkas kebahagiaan di hati Kiana, meski ia masih terjaga dalam kebimbangan yang melanda.

"Pastinya, sayang," jawab Kiana sambil membungkuk untuk mencium kening Haidar. "Tapi ingat, jaga dirimu baik-baik, ya?"

Haidar mengangguk dengan semangat, melompat dari kursi dan berlari keluar menuju taman. Kiana mengamati kepergiannya, menyaksikan sosok anaknya yang lincah dan penuh keceriaan. Kiana tahu bahwa Haidar tidak tahu apa yang sedang terjadi, tidak tahu bahwa ayahnya yang dulu pergi dengan alasan yang tidak jelas, kini muncul kembali dengan niat untuk menjadi bagian dari hidup mereka. Dan di sisi lain, Kiana tidak tahu harus bagaimana. Apakah ia akan membiarkan Alif masuk ke dalam kehidupan mereka, atau apakah ia harus menjaga batas-batas yang ada?

Tak lama kemudian, terdengar ketukan di pintu, membuat Kiana menahan napas. Ia tidak perlu melihat siapa yang berdiri di balik pintu itu. Suara itu, langkah itu, sudah cukup untuk membuat jantungnya berdegup kencang. Kiana menghela napas, menguatkan dirinya, lalu membuka pintu dan mendapati Alif berdiri di sana, dengan senyuman kecil dan mata yang penuh harap.

"Kiana, aku datang untuk membicarakan ini lebih lanjut," kata Alif, suaranya lembut namun penuh tekad. "Aku ingin membuat semuanya jelas, terutama untuk Haidar."

Kiana melirik Alif sejenak sebelum akhirnya mengangguk, mempersilakan pria itu masuk. Ruang tamu rumah mereka sepi, hanya diisi oleh gema suara hujan yang masih terdengar di luar. Alif duduk di kursi sambil memandang Kiana, mencoba menilai ekspresi wajahnya.

"Aku tahu aku membuatmu terjaga dalam kebingungan," kata Alif. "Tapi aku tidak ingin menunda lagi. Aku ingin memulai dari awal, untuk Haidar, dan untuk kita."

Kiana mengalihkan pandangan ke jendela, melihat tetesan hujan yang jatuh satu per satu, seolah ingin membasuh segala rasa yang terpendam di dalamnya. "Alif, ini tidak semudah itu. Haidar sudah cukup menderita. Aku tidak ingin dia terluka karena keputusan kita."

"Dan aku tidak akan pernah memaksa, Kiana," jawab Alif, suaranya semakin dalam. "Aku tahu aku salah. Tapi aku ingin menunjukkan bahwa aku bisa berubah, bahwa aku bisa menjadi ayah yang layak bagi Haidar. Tidak ada yang lebih penting bagiku sekarang selain itu."

Kiana memandang Alif, mencoba mencari kebohongan dalam setiap kata yang diucapkannya, tetapi yang ia temui hanya kejujuran. Alif memang terlihat berbeda, lebih matang, lebih serius. Namun, apakah itu cukup? Kiana menggigit bibirnya, ingin menyuarakan kebimbangan yang semakin menyesakkan dada, tetapi kata-kata itu terjebak di tenggorokannya.

"Alif," Kiana memulai, suaranya lembut, "mengizinkanmu masuk ke dalam hidup Haidar bukan hanya soal kita. Ini tentang dia, tentang kebahagiaannya. Aku tidak ingin melihatnya terluka lagi."

Air mata mulai menggenang di mata Alif. "Aku mengerti, Kiana. Aku tak pernah menginginkan melukaimu atau Haidar. Aku hanya ingin dia tahu bahwa dia punya ayah yang mencintainya. Bahkan jika aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri, aku ingin dia merasa lengkap."

Kiana merasakan ada getaran yang mengguncang hatinya, sebuah rasa yang sudah lama terkubur di dasar jiwanya. Cinta, penyesalan, dan rasa takut bercampur aduk dalam dirinya. Ia mengingat masa lalu, bagaimana Alif meninggalkannya tanpa penjelasan, dan bagaimana ia merasa dunia runtuh saat itu. Namun, di sisi lain, ada suara kecil dalam dirinya yang berkata bahwa mungkin, hanya mungkin, Alif bisa berubah.

"Aku tidak tahu harus bagaimana, Alif," Kiana akhirnya berkata, suaranya pecah. "Haidar tidak layak menjadi korban dari segala keraguan ini."

"Dan aku tidak akan pernah membiarkan dia menjadi korban, Kiana," Alif menjawab dengan suara yang tegas, namun penuh emosi. "Aku ingin memperbaiki semua kesalahan yang pernah aku buat. Bahkan jika itu berarti aku harus mulai dari awal, aku akan melakukannya. Demi Haidar."

Kiana menatapnya, merasakan air mata yang mulai mengalir di pipinya. "Kau harus tahu, Alif, jika aku memberimu kesempatan ini, kau harus membuktikan bahwa kau layak mendapatkannya. Tidak ada ruang untuk kesalahan lagi."

Alif mengangguk, matanya penuh tekad. "Aku tidak akan mengecewakanmu lagi, Kiana. Aku berjanji."

Hari-hari berikutnya, Kiana mencoba menghadapi kenyataan baru ini. Alif mulai datang lebih sering, menghabiskan waktu di rumah, bermain dengan Haidar di taman, membantu Kiana dengan pekerjaan rumah, dan bahkan mendesain perhiasan bersama-sama. Haidar, dengan polosnya, menerima Alif tanpa keraguan, seolah ayahnya itu tidak pernah pergi. Melihat Haidar tertawa gembira, Kiana merasa campur aduk, antara bahagia dan takut. Apa yang terjadi jika kehadiran Alif hanya sementara, atau jika ia kembali dengan niat yang tak jelas?

Satu malam, setelah makan malam, Alif duduk bersama Kiana di ruang tamu. Haidar sudah tertidur, dan rumah itu terasa sepi, seperti menunggu jawaban dari pertanyaan yang belum terucapkan.

"Kiana," kata Alif, suaranya hampir berbisik. "Aku ingin kamu tahu bahwa aku tidak akan pernah lelah berjuang. Aku tahu ini tidak mudah, tapi aku siap menghadapi semua ini. Aku ingin kita semua bahagia."

Kiana memandangnya, melihat kejujuran yang terpancar di mata Alif. "Haidar layak mendapatkan kebahagiaan, Alif. Itu yang terpenting bagiku. Aku hanya ingin tahu, apa yang sebenarnya kamu cari di sini?"

Alif menarik napas dalam-dalam, seolah sedang mencari kata-kata yang tepat. "Aku mencari kesempatan untuk menebus kesalahan, dan aku mencari cara untuk membuktikan bahwa aku bisa menjadi ayah yang baik untuk Haidar. Dan... aku mencari kamu, Kiana. Aku tidak bisa hidup dalam penyesalan selamanya."

Kiana merasa hatinya terhentak mendengar kata-kata itu. Cinta lama yang sempat mati kini seolah terbangun kembali, meskipun masih rapuh dan penuh keraguan. Namun, ada sesuatu dalam diri Alif yang membuatnya teringat pada masa lalu, saat cinta mereka masih murni dan penuh harapan.

"Jika kau ingin buktikan itu, maka tunjukkan," Kiana berkata, suaranya lembut namun penuh harapan. "Tunjukkan bahwa kamu bisa menjadi ayah yang baik, dan tunjukkan bahwa kamu bisa melindungi Haidar, bahkan jika itu berarti aku harus memaafkan masa lalu."

Alif mengulurkan tangannya, menggenggam tangan Kiana. "Aku akan buktikan itu, Kiana. Dan aku akan melindungi Haidar dan kamu, selamanya."

Di malam itu, di bawah langit yang gelap dan hujan yang berjatuhan, Kiana merasa ada secercah harapan yang muncul di tengah kegelapan. Mungkin, hanya mungkin, cinta dan penyesalan bisa berdamai, dan masa lalu bisa ditebus dengan keberanian untuk memulai dari awal.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95HWC" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95HWC
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bad Duda
9.2
Edeline dihantui trauma mendalam yang membuatnya takut bersentuhan dengan pria. Namun, takdir membawanya menjadi dokter magang di rumah sakit milik Elvis Dalton, seorang duda arogan yang dikenal kejam. Meski awalnya saling membenci, benih kebutuhan mulai tumbuh di antara mereka. Keduanya adalah jiwa yang terluka oleh masa lalu dan penyesalan. Akankah pertemuan ini menyatukan kepingan puzzle hidup mereka, ataukah semesta justru memisahkan dua insan yang penuh luka ini?
Sampul Novel Dari Pengkhianatan Tebing ke Cinta yang Tak Terpatahkan
8.1
Marco menjanjikan piknik romantis di tebing, namun ia justru mendorong Clara ke jurang demi selingkuhannya, Chika. Meski tubuhnya hancur, Clara bertahan hidup dan mendengar rencana keji Marco untuk memalsukan kematiannya sebagai kecelakaan. Di tengah keputusasaan, api balas dendam mulai membara. Harapan muncul saat Julian Suryo, miliarder sekaligus musuh bebuyutan suaminya, datang menyelamatkannya. Kini, Clara siap menghancurkan pria yang telah mengkhianatinya.
Sampul Novel Jerat Cinta Lelaki Muda
8.6
Rafka Mahendra, playboy kampus yang gemar menaklukkan wanita, menerima tantangan teman-temannya untuk memacari dosen baru yang dingin dan tegas, Sarah Adisty Mahira, dalam sebulan. Meski terus diabaikan, Rafka nekat melakukan segala cara, termasuk menyewa mata-mata demi menyelidiki rahasia masa lalu Sarah. Saat menemukan titik lemah sang dosen, Rafka memanfaatkannya sebagai ancaman. Akankah intrik ini memaksa Sarah tunduk, ataukah permainan cinta Rafka justru berujung di luar kendali?
Sampul Novel Kasih Sayang Yang Datang Terlambat
8.8
Murka karena anak dari wanita dambatannya pingsan akibat dehidrasi, seorang ayah tega menghukum putri kandungnya sendiri. Gadis itu diikat dan disekap di dalam bagasi mobil yang terparkir di garasi. Meski memohon ampun, sang ayah memberi perintah dingin agar tidak ada yang melepaskannya. Jeritannya tak pernah terdengar siapa pun. Saat sang ayah kembali setelah tujuh hari untuk membebaskannya, dia tidak menyadari bahwa putrinya telah tewas dalam kesunyian.
Sampul Novel Kisah Penyesalan Masa Lalu Yang Menusuk
9.7
Sepuluh tahun pernikahan dengan Pradipa hanya menyisakan luka pedih karena ia masih terobsesi pada cinta pertamanya. Puncaknya, Pradipa tega memaksaku mendonorkan darah demi wanita itu. Di ambang maut, sebuah penglihatan masa lalu mengungkap dosa besarku yang telah menghancurkan Adam, pria tulus yang mencintaiku. Kini aku terbangun dengan kesempatan kedua. Aku bertekad melepaskan Pradipa dan menebus kesalahan demi menemukan kedamaian sejati.
Sampul Novel Married by Accident
8.7
Hidup Clara hancur setelah dilecehkan oleh dosennya sendiri. Tragisnya, pelaku justru menimpakan kesalahan pada Dev, seorang mahasiswa hukum. Terjebak dalam situasi pelik, Clara terpaksa menikahi Dev meski ia masih memiliki kekasih. Benih cinta mulai muncul saat Dev berjanji menuntut keadilan secara hukum. Namun, pernikahan mereka diguncang rahasia besar yang disembunyikan Dev. Mampukah cinta Clara bertahan di tengah prahara dan misteri masa lalu suaminya?