Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dikhianati Saat Hati Masih Percaya

Dikhianati Saat Hati Masih Percaya

Arkan Ravendra kehilangan pengantinnya, Nayara, yang terpaksa menikah siri dengan Darryl Adraya akibat penebusan utang. Arkan bersumpah merebutnya kembali, sementara istri sah Darryl, Laras, merasa dikhianati hingga terjebak hubungan gelap dengan pria lain. Nayara kini terhimpit di antara keluarga Arkan yang obsesif dan keluarga Darryl yang merendahkannya. Akankah cinta tumbuh dari keterpaksaan ini, atau semua hancur saat masa lalu menuntut balas?
Bab
Bagikan

Bab 3

Matahari pagi menyinari kamar Nayara, namun kehangatannya tak mampu menembus gumpalan ketegangan yang mengganjal di dada. Ia duduk di tepi tempat tidur, menatap ponsel yang tergeletak di sampingnya. Pesan-pesan dari Arkan dan panggilan masuk dari Darryl membuat hatinya berdebar tak menentu. Hatinya terbelah, bingung antara dua pria yang kini menjadi pusat dunianya.

Rasa bersalah menyelimuti setiap gerakan Nayara. Ia tahu, memilih salah satu dari mereka bukan hanya soal hati, tetapi juga menyangkut keluarga, reputasi, dan masa depan hidupnya sendiri. Tekanan yang ia rasakan semakin berat ketika ibunya, Sofia Ramadhani, mulai menyinggung masalah masa depan dan tanggung jawab keluarga.

"Nayara, kau harus berpikir jernih," kata ibunya saat sarapan, nada suaranya tegas namun lembut. "Aku mengerti hatimu rumit, tapi kau juga harus mengingat siapa yang ada di sisimu sekarang. Jangan biarkan perasaan lama merusak hidupmu."

Nayara menunduk, menelan ludah. "Ibu... aku mencoba. Tapi hatiku masih... untuk Arkan."

Sofia menghela napas panjang, matanya menyiratkan kekhawatiran sekaligus ketegasan. "Aku tahu... tapi Arkan bukanlah bagian dari kehidupan nyata kita sekarang. Darryl adalah suamimu secara sah, dan kau harus menyesuaikan diri."

Di sisi lain kota, Arkan Ravendra Mahesa tengah merancang langkah baru. Ia tidak ingin terburu-buru atau bertindak gegabah. Hatinya dipenuhi tekad dan cinta yang tak pernah padam. Ia tahu, menghadapi Darryl bukan hanya soal hati Nayara, tetapi juga tentang strategi, perhitungan, dan risiko yang bisa menghancurkan semua.

"Aku tidak akan membiarkan mereka mengambilnya begitu saja," gumam Arkan, menatap foto-foto kenangan mereka bersama. "Aku akan membuat Nayara melihat... hatinya selalu milikku."

Hari itu, Arkan menghubungi sahabat dekatnya, meminta bantuan untuk membuat situasi di sekitar Nayara sedikit lebih jelas. Ia ingin Nayara melihat pilihan yang ia miliki dan menyadari siapa yang benar-benar mencintainya. Namun, ia harus berhati-hati agar rencananya tidak menimbulkan masalah baru.

Sementara itu, Darryl Adraya Kesuma menghadiri rapat penting di kantor perkebunan. Laporan-laporan proyek melintas di depannya, namun pikirannya tetap melayang pada Nayara. Ia sadar, pernikahan siri ini bukan sekadar formalitas-ada hati yang harus dijaga, ada perasaan yang mulai tumbuh.

Laras Anindya, di sisi lain, semakin merasa terperangkap. Hubungannya dengan Darryl mulai memperlihatkan tanda-tanda ketertarikan yang membingungkan. Ia tahu, Darryl kini terikat dengan Nayara, tapi hatinya sendiri mulai tergoda oleh perhatian seorang pria yang membuatnya merasa hidup kembali.

Malam harinya, Nayara menerima pesan dari Arkan: "Aku di depan rumahmu. Jangan berpikir panjang."

Jantung Nayara berdegup kencang. Ia tahu pertemuan ini bisa menjadi titik balik-atau menghancurkan sisa ketenangannya. Hujan gerimis menambah dramatis suasana malam itu.

Ketika Arkan tiba, Nayara membuka pintu. Mereka berdua berdiri berhadapan, hujan menetes di jas Arkan, namun sorot matanya tetap tajam dan penuh tekad.

"Nayara, aku tidak bisa menunggu lagi," kata Arkan. "Kau harus melihat hatimu sendiri."

"Aku... aku tidak bisa, Arkan. Aku sudah menikah," Nayara berbisik, suaranya hampir hilang ditelan hujan.

"Dan itu membuatmu tidak bahagia, kan?" tanya Arkan. "Aku tahu hatimu tetap untukku. Kau tidak bisa membohongi diri sendiri."

Percakapan itu terhenti ketika telepon Nayara bergetar. Panggilan masuk dari Darryl. Hatinya hancur, terjebak di antara dua dunia: Arkan yang selalu mencintainya, dan Darryl yang kini mulai menunjukkan sisi lembut yang menenangkan.

"Aku harus menjawabnya," Nayara berbisik.

Arkan menatapnya penuh perasaan, kemudian mengangguk. "Jawablah. Aku akan menunggu."

Percakapan dengan Darryl berlangsung lama, penuh pertanyaan, pengakuan, dan kejujuran. Nayara merasa berat hatinya terbagi dua: di satu sisi ada Arkan, cinta pertamanya; di sisi lain ada Darryl, yang kini mulai menunjukkan sisi lembut dan perhatian yang membuatnya bingung.

Hari-hari berikutnya, ketegangan meningkat. Arkan semakin sering muncul, membuat Nayara merasa bersalah sekaligus terhibur. Darryl mencoba mendekati Nayara dengan cara yang berbeda, menunjukkan bahwa ia bisa menjadi suami yang baik, meski hubungan mereka lahir dari pernikahan yang salah.

Laras, di sisi lain, semakin terperangkap dalam dilema cintanya sendiri. Ia tahu, hubungannya dengan Darryl bisa berisiko, namun ia tidak bisa menahan perasaannya.

Keluarga Arkan mulai menekan Nayara secara halus, mengingatkan tentang janji dan tanggung jawab masa lalu. Sementara keluarga Darryl menuntut agar Nayara menyesuaikan diri dengan status barunya, menimbulkan tekanan sosial dan tatapan heran dari teman-teman lama dan tetangga.

Di satu sisi, Nayara mulai menyadari satu hal: hidupnya kini penuh jebakan. Setiap keputusan memiliki konsekuensi besar. Ia harus menyeimbangkan cinta, tanggung jawab keluarga, dan keinginan hatinya sendiri.

Suatu sore, Arkan datang lagi ke rumah Nayara, membawa sekuntum mawar merah basah karena hujan. Ia menatap Nayara dengan serius.

"Kau harus memilih, Nayara. Tidak ada waktu lagi untuk ragu. Hatimu tidak bisa dibagi. Kau harus memutuskan siapa yang sebenarnya kau cintai," kata Arkan tegas.

Nayara terdiam. Ia menunduk, menahan air mata. "Aku... aku takut menyakiti semua orang."

Arkan mendekat, menggenggam tangannya dengan lembut. "Kau tidak akan menyakiti siapa pun jika kau jujur pada hatimu sendiri."

Malam itu, Nayara duduk di balkon rumahnya, menatap langit gelap bertabur bintang. Angin malam membawa aroma hujan, menenangkan pikirannya yang kacau. Bayangan Arkan dan Darryl silih berganti hadir dalam kepalanya.

Hatinya berbisik: Aku harus memilih... tapi aku tidak tahu siapa yang benar-benar dimiliki hatiku.

Di sisi lain kota, Arkan menatap bintang-bintang, meneguhkan tekadnya. "Aku tidak akan menyerah. Suatu hari, Nayara akan kembali padaku," gumamnya.

Darryl, di ruang kerjanya, menyadari bahwa menjaga pernikahan siri ini bukan hanya soal formalitas. Ia harus memahami Nayara, menjaga hatinya, dan memastikan hubungan mereka tetap berjalan. Namun ia juga tahu, cinta bukan sekadar kewajiban-ia harus berjuang untuk mendapatkan hati Nayara sepenuhnya.

Laras menatap cermin di kamarnya, menyadari satu hal: cinta, meski terlarang, selalu memiliki konsekuensi. Setiap tindakan yang diambil akan menentukan arah hidupnya, antara kebahagiaan dan kesalahan yang sulit diperbaiki.

Di malam yang sama, keluarga Arkan dan Darryl mulai melakukan pertemuan diam-diam. Tekanan keluarga semakin memuncak. Keduanya tidak ingin konflik ini merusak nama baik keluarga dan bisnis. Mereka mulai merancang cara untuk memastikan Nayara "memilih" jalan yang sesuai harapan keluarga, tanpa mengetahui pilihan hatinya sendiri.

Namun Nayara, meski bingung dan lelah, mulai merasa kekuatannya tumbuh. Ia sadar bahwa hidupnya bukan hanya tentang menuruti keinginan keluarga atau perasaan orang lain. Ia juga berhak memilih, mencintai, dan menentukan jalannya sendiri.

Pagi itu, rumah Nayara terasa hening, meski udara terasa sesak dengan ketegangan yang belum terselesaikan. Ia duduk di ruang tamu, menatap secangkir kopi yang mulai dingin. Pikiran-pikiran tentang Arkan dan Darryl berputar seperti pusaran tak berujung. Ia tahu, setiap keputusan yang ia buat akan menentukan arah hidupnya, namun hatinya terasa terbelah.

Suara ketukan di pintu membuat Nayara tersentak. Ia menghela napas panjang sebelum membuka pintu, dan di sana berdiri Arkan, jasnya sedikit basah karena hujan yang semalam. Tatapannya tajam, penuh tekad dan perasaan yang tak bisa disembunyikan.

"Nayara," Arkan memulai, suaranya tegas namun lembut, "aku tidak bisa menunggu lagi. Kau harus membuat keputusan sebelum semuanya terlambat."

Nayara menunduk, air matanya mulai menetes. "Arkan... aku takut. Aku takut salah langkah dan menyakiti semua orang."

Arkan mendekat, menggenggam tangannya. "Kau tidak akan menyakiti siapa pun jika kau jujur pada hatimu sendiri. Hatimu selalu milikku, Nayara. Jangan biarkan pernikahan ini mengaburkan perasaanmu."

Di sisi lain kota, Darryl sedang menunggu di rumahnya, gelisah. Ia merasakan ada sesuatu yang berbeda pada Nayara akhir-akhir ini-ketegangan, kerinduan yang tak tersampaikan, dan perasaan yang semakin rumit. Ia menyadari bahwa menjaga pernikahan siri ini tidaklah mudah, dan hatinya mulai terasa berat.

Laras, yang juga merasa semakin terperangkap dalam dilema cintanya sendiri, duduk di kamar, menatap cermin. Ia menyisir rambutnya perlahan, namun pikirannya tetap pada Darryl. Ia tahu, setiap perhatian dan kedekatan yang muncul di antara mereka bisa menjadi bom waktu, menghancurkan hubungan yang sudah ada.

Hari itu, Nayara menerima pesan dari Arkan: "Aku akan menunggu di taman kota. Aku ingin berbicara denganmu, jujur dan terbuka."

Jantung Nayara berdegup kencang. Ia tahu pertemuan ini bisa menjadi titik balik dalam hidupnya. Ia memutuskan untuk pergi, meninggalkan rumah sejenak, meski hatinya penuh rasa bersalah.

Di taman kota, Arkan sudah menunggu. Ia menatap Nayara dengan intensitas yang membuatnya hampir gemetar. "Aku tidak ingin menekanmu, Nayara. Tapi kau harus memilih. Aku tidak bisa terus menunggu tanpa kejelasan."

Nayara menunduk, menahan air mata. "Aku... aku bingung, Arkan. Hatiku terbagi dua, dan aku tidak ingin menyakiti Darryl. Tapi aku juga tidak bisa mengingkari perasaanku padamu."

Arkan meraih tangannya, menggenggamnya dengan lembut. "Kau tidak akan menyakiti siapa pun jika kau jujur pada hatimu sendiri. Pilihlah hatimu, Nayara. Jangan biarkan rasa takut menghalangi kebahagiaanmu."

Sementara itu, Darryl menerima pesan dari Nayara yang memberitahukan bahwa ia akan keluar sejenak. Hatinya terasa campur aduk-khawatir, cemburu, dan takut kehilangan. Ia memutuskan untuk mengikuti intuisi dan pergi menemuinya, meski tanpa sepengetahuan Nayara.

Saat Nayara dan Arkan berbicara di taman, Darryl muncul dari kejauhan. Ia menyaksikan adegan itu, jantungnya berdegup kencang, dan perasaan cemburu mulai muncul. Ia tahu, jika ia tidak bertindak, hatinya dan hubungan mereka bisa hancur.

Tanpa berpikir panjang, Darryl mendekati Nayara dan Arkan. "Nayara!" suaranya terdengar tegas, memecah keheningan taman.

Nayara terkejut, menatap Darryl dengan mata membesar. "Darryl... kau...?"

Arkan menatap Darryl dengan tatapan menantang. "Darryl... kau ikut campur dalam urusan kami?"

"Ini bukan urusanmu, Arkan. Ini urusan Nayara dan aku," balas Darryl, suaranya bergetar karena campuran emosi-marah, cemburu, dan rasa takut kehilangan.

Nayara berdiri di tengah, merasa seolah dunia runtuh di sekelilingnya. "Tolong... jangan bertengkar di sini. Aku tidak ingin..." suaranya terputus, menahan tangis.

Arkan mendekat, menatap Nayara. "Nayara... kau harus membuat keputusan. Aku tidak akan mundur."

Darryl juga menatap Nayara, suaranya lebih lembut kali ini. "Aku tidak akan pergi, Nayara. Aku ingin kau tahu, aku serius dan akan menjaga hatimu. Tapi kau harus jujur pada dirimu sendiri."

Situasi itu begitu menegangkan. Nayara menunduk, menahan air mata, hatinya bergetar. Ia tahu, keputusan yang ia ambil akan menentukan masa depan mereka bertiga-antara cinta, pengkhianatan, dan penebusan.

Malam itu, Nayara duduk di balkon rumahnya, menatap langit gelap bertabur bintang. Angin malam membawa aroma hujan yang tersisa, menenangkan pikirannya yang kacau. Bayangan Arkan dan Darryl silih berganti hadir dalam kepalanya.

Hatinya berbisik: Aku harus memilih... tapi aku tidak tahu siapa yang benar-benar dimiliki hatiku.

Di sisi lain kota, Arkan menatap bintang-bintang, meneguhkan tekadnya. "Aku tidak akan menyerah. Suatu hari, Nayara akan kembali padaku," gumamnya.

Darryl, di ruang kerjanya, menyadari bahwa menjaga pernikahan siri ini bukan hanya soal formalitas. Ia harus memahami Nayara, menjaga hatinya, dan memastikan hubungan mereka tetap berjalan. Namun ia juga tahu, cinta bukan sekadar kewajiban-ia harus berjuang untuk mendapatkan hati Nayara sepenuhnya.

Laras menatap cermin di kamarnya, menyadari satu hal: cinta, meski terlarang, selalu memiliki konsekuensi. Dan setiap tindakan yang diambil akan menentukan arah hidupnya, antara kebahagiaan dan kesalahan yang sulit diperbaiki.

Keluarga Arkan dan Darryl mulai melakukan pertemuan diam-diam. Tekanan keluarga semakin memuncak. Keduanya tidak ingin konflik ini merusak nama baik keluarga dan bisnis. Mereka mulai merancang cara untuk memastikan Nayara "memilih" jalan yang sesuai harapan keluarga, tanpa mengetahui pilihan hatinya sendiri.

Namun Nayara, meski bingung dan lelah, mulai merasa kekuatannya tumbuh. Ia sadar bahwa hidupnya bukan hanya tentang menuruti keinginan keluarga atau perasaan orang lain. Ia juga berhak memilih, mencintai, dan menentukan jalannya sendiri.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Accidentally Fall For You
9.6
Arsenio Orlando Lazcano adalah CEO Lazcano's Corps yang kaya dan penuh kharisma. Di balik pesonanya, ia menyembunyikan sisi gelap sebagai pria yang tak segan membunuh. Namun, dunianya yang kelam berubah total setelah sebuah insiden mempertemukannya dengan seorang gadis lugu yang sangat baik hati. Perbedaan kepribadian yang kontras justru memicu rasa penasaran Arsen. Ketertarikan mendalam pun muncul saat ia mulai terobsesi pada gadis yang sangat polos tersebut.
Sampul Novel Bos Posesifku
9.5
Richard Lewis awalnya meremehkan Viola, sekretaris barunya yang cantik namun ternyata sangat cerdas dan tangguh. Terpikat oleh pesonanya, Richard berupaya keras memenangkan hati Viola meski sang wanita masih menutup diri akibat trauma pengkhianatan masa lalu. Lewat sikap posesif dan aturan ketat, Richard mencoba membuktikan kesungguhannya. Namun, Viola tetap bergeming. Akankah Richard berhasil meluluhkan Viola di tengah persaingan dengan dua pria lainnya?
Sampul Novel CEO YANG MENKUJGKIRBALIKKAN DUNIAKU
8.3
Delia, mahasiswi sederhana, terjerat asmara dengan Arkan, sang pewaris konglomerat. Namun, kebahagiaan itu sirna saat tunangan Arkan muncul dan mempermalukan Delia. Sikap Arkan yang diam membisu meninggalkan luka dalam. Empat tahun berselang, takdir membawa Arkan kembali sebagai CEO di kantor baru Delia. Di tengah bayang masa lalu, Delia harus memilih antara mengundurkan diri, bertahan, atau menuntut balas atas rasa sakitnya yang belum usai.
Sampul Novel Dari Pion Milik Pria, Menjadi Ratu Milik Wanita
9.5
Kania Halim, jurnalis pemberontak, terjebak dalam hubungan rahasia dengan CEO Elang Solehudin. Ternyata, ia hanyalah alat bagi Elang untuk melindungi Clara. Pengkhianatan Elang mencapai puncaknya saat ia membiarkan Kania dipenjara hingga membiarkannya terluka dalam kecelakaan demi menyelamatkan Clara. Sadar hanya menjadi beban yang dikorbankan, Kania bangkit dari kehancuran. Ia menghancurkan dunia Elang dan memulai hidup baru melalui pernikahan dengan miliarder lain.
Sampul Novel Hello Love Sign
8.7
Sandhya Sheina Aninditha sangat membenci keluarga Levanchois, namun terpaksa bertahan demi sebuah misi rahasia di tengah intrik kantor yang toksik. Saat ingin balas dendam dan mengundurkan diri, ia justru bertemu Samuel Clark Levanchois, pria paling berkuasa di keluarga itu. Samuel menawarkan kontrak bisnis yang menggiurkan demi membebaskan Sheina dari bos lamanya. Terjebak dalam persaingan dominasi, mampukah Sheina lepas dari jerat cinta pria yang sangat ia benci tersebut?
Sampul Novel Jaring Kebohongan Suami Miliarderku
9.6
Sebagai istri miliarder teknologi bernama Kian, aku adalah penenang jiwanya. Namun, ia justru memberikan dana medis adikku kepada selingkuhannya demi suaka kucing. Saat kecelakaan tragis merenggut nyawa adikku, Kian membiarkanku terluka demi wanita itu. Puncak pengkhianatan terungkap saat aku ingin bercerai; pernikahan kami ternyata palsu dan penuh tipu daya. Kini, aku menghubungi pria dari masa laluku untuk membalas dendam dan menghancurkan kerajaan Kian.