
Dikejar Oleh Sang Miliarder
Bab 3
Mendapat pertanyaan ini, Faris Wagiman langsung tersenyum cerah dan mengedipkan mata pada Kiran.
Dia berkata, "Mungkin kamu belum pernah mendengarnya karena kamu baru saja pulang dari luar negeri, tapi hal ini sudah menjadi buah bibir di Jepa! David memiliki adik angkat yang sangat dia sayangi seperti sebuah permata yang berharga. Demi menikah dengan David, Kayla menyuntikkan dana investasi bagi David sehingga dia bisa menyelamatkan keuangan Keluarga Wilarso."
"Tapi, apa balasan yang didapat Kayla? Setahun kemudian, adik David masih terus menemani David di setiap acara sosial. Seluruh Keluarga Wilarso memujanya, sementara Kayla, yang merupakan putri Keluarga Herdian, diperlakukan seperti pelayan dan tidak dihargai."
Faris mendecakkan lidah dan melanjutkan, "Aku tidak habis pikir dengan David. Dari segi penampilan dan kepribadian, Kayla, yang merupakan dulunya sosialita nomor satu di Jepa karena kecantikan dan kekayaannya, jauh lebih baik daripada adik angkat David. Bagaimana bisa dia mengabaikan wanita cantik seperti itu dan malah mengagumi adik angkatnya yang tidak diketahui asal-usulnya?"
Setelah sekian lama tidak mendapat tanggapan, Faris berbalik dan mendapati pria yang duduk di sofa telah menghilang.
"Hei, Kak, tunggu aku ...."
Ketika Kayla baru saja selesai membubuhkan tanda tangan dan sedang mencari tempat untuk mengambil minuman, sebuah teriakan marah terdengar dari belakangnya. "Kayla, siapa yang mengizinkanmu datang ke acara ini sendirian tanpa seizinku?"
Ketika berbalik, Kayla melihat Vanessa, yang berdandan begitu glamor, memeluk lengan David. Wanita itu tampak begitu lembut dan polos, tetapi tidak bisa menyembunyikan kesombongan di sorot matanya.
"Kak David, jangan marah pada Kak Kayla. Mungkin dia kesal karena aku yang menjadi pendampingmu, sehingga dia datang ke sini lebih awal untuk membuat masalah. Sebaiknya aku pulang saja. Aku tidak ingin membuat Kak Kayla kesal," ucap Vanessa sambil menatap David dengan memasang raut wajah sedih.
David menatap Kayla dengan ekspresi dingin.
Kayla telah menanggalkan gaun yang tidak sesuai dengan gayanya menjadi gaun yang menonjolkan ketenangan dan keanggunannya dengan sempurna. Sosoknya yang elegan dan sikapnya yang penuh percaya diri seolah-olah membangkitkan kenangan saat dia menjadi sosialita nomor satu di Jepa, yang dingin dan penuh percaya diri.
David mencibir dan berkata, "Membiarkan seorang wanita manja dan sombong di sisiku akan merusak reputasi Keluarga Wilarso di acara seperti ini."
Kemudian, dia menepuk tangan Vanessa dengan penuh kasih sayang dan berkata dengan lembut. "Dari kamu masih kecil sampai dewasa, kamu selalu menjadi pendampingku di setiap acara, dan kamu akan menjadi satu-satunya kelak."
Kekompakan mereka membuat Kayla tampak begitu remeh di hadapan semua orang.
"Kenapa Nyonya Kayla repot-repot datang ke sini? Dia tahu suaminya lebih menyukai adik angkatnya, tapi dia terus mencoba bersaing, yang akhirnya malah mempermalukan diri sendiri," bisik para penonton.
Namun, Kayla menanggapi dengan tersenyum tenang dan berkata, "Ya, aku justru merasa lega jika Vanessa yang mendampingimu."
Semua orang tidak menyangka Kayla, yang sebelumnya begitu emosional dan keras kepala, menjadi seorang istri yang berbudi luhur dan penuh perhatian.
Vanessa tertegun sejenak dan mengira Kayla menjadi jinak setelah ditegur David. Namun, dia hanya merasa senang sampai Kayla menyelesaikan kalimatnya. "Setidaknya dia lebih baik dari pelacur."
Kilatan kemarahan melintas di mata Vanessa.
Dengan berlinang air mata, dia menegur Kayla, "Kak Kayla, aku tahu kamu sengaja mengincarku di setiap kesempatan karena Kak David selalu baik padaku. Aku tidak keberatan. Berasal dari keluarga kaya, kamu mungkin merasa berhak memandang rendah kami. Tapi ingat, Keluarga Wilarso bukanlah keluarga biasa yang bisa kamu hina begitu saja. Jika kamu punya masalah, katakan langsung padaku, bukan malah mengumbarnya ke publik."
Mendengar kata-kata itu, Kayla hanya mencibir di dalam hati.
Saat David menikahi Kayla, Keluarga Wilarso sedang mengalami kemerosotan, sehingga media menuduhnya bergantung pada kekayaan istri dan membuatnya merasa harga dirinya terinjak-injak.
Setiap kali latar belakang keluarga dibahas, dia akan merasa Kayla sedang memandang rendah dirinya, padahal sebenarnya dia sendiri yang merasa rendah diri.
Hal ini dimanfaatkan oleh Vanessa untuk memicu pertengkaran di antara mereka, yaitu dengan membuat Kayla terlihat seperti memamerkan latar belakang keluarganya, sehingga memicu amarah David terhadap Kayla.
Seperti yang diduga, David menoleh tajam ke arah Kayla dan menegur, "Kamu harus minta maaf padanya! Dulu aku pikir kamu hanyalah wanita manja, yang angkuh dan sok berkuasa. Tapi sekarang kamu menjadi begitu liar dan kasar. Apa ini cara Keluarga Herdian membesarkan putri mereka? Apa istimewanya keluargamu?"
Dia memelototi Kayla dengan kilatan peringatan di matanya dan melanjutkan, "Minta maaf pada Vanessa sekarang juga dan serahkan kalung yang kamu kenakan. Minta maaflah dengan tulus dan aku mungkin akan memaafkanmu!"
Cara bicara David terhadap Kayla terdengar begitu memerintah.
Dulu, Kayla paling takut ditegur seperti ini, sehingga dia langsung menyetujui permintaan David yang paling tidak masuk akal sekalipun, hanya agar pria itu tidak mendiamkannya selama berbulan-bulan.
Sekarang, ketika dia harus berhadapan dengan kata-kata kasar David lagi, dia sudah tahu bagaimana menanggapinya.
"Apa? Kamu menyuruhku berlutut di hadapan adik angkatmu?"
Anda Mungkin Juga Suka





