Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dikejar Cinta Sang Billionaire Muda

Dikejar Cinta Sang Billionaire Muda

Claire terjebak dalam obsesi Nathan, bos muda yang terus mengejarnya meski ia mengaku sudah bersuami. Ironisnya, Claire tidak sadar bahwa Nathan sebenarnya adalah Jonathan, suaminya sendiri yang sengaja mendekatinya demi memicu perceraian agar bisa kembali ke sang mantan. Namun, keteguhan hati Claire justru membuat rencana Jonathan berantakan. Saat bencana besar melanda dan Claire memilih pergi, akankah Jonathan sanggup merelakan wanita yang kini ia cintai?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Kau benar-benar keterlaluan, Nathan! Bisa-bisanya kau melewatkan acara penting yang sudah ibu atur dengan baik," kata Grace dengan nada tinggi. Nathan hanya menutup matanya sesaat sambil menjauhkan ponselnya dari telinga. Tak tahan mendengarkan omelan dari sang ibu. Dia memang belum pulang ke rumah sejak hari itu. Ia tak ingin mendapatkan ocehan sang ibu secara langsung makanya ia lebih memilih pulang ke apartemennya.

"Maaf, Mom. Aku sungguh tidak punya pilihan. Aku harus pergi ke Paris untuk pertemuan penting dengan klienku. Jika aku sampai terlambat sedikit saja. Karirku bisa hancur. Apa Mommy lebih suka melihat hal itu?" balas Nathan berbohong.

"Tentu saja tidak. Aku sangat bersyukur karena Claire begitu sabar. Sehingga dia terus menunggumu meskipun akhirnya kau tidak datang."

"Ya. Aku akui aku salah. Tapi, aku ragu dengan semua kebaikan gadis itu. Jangan-jangan dia menyimpan sesuatu di balik semua itu," gumam Nathan.

"Apa? Kau masih meragukan gadis sebaik Claire. Makanya coba kau temui dia. Kenali dia dari dekat. Kau pasti akan berpikiran yang sama denganku," kata Grace cepat.

"Ya. Bisa ku atur nanti." Nathan membalas dengan nada tak bersemangat.

"Apa? Kenapa harus menunggu nanti?"

"Sekarang hari sudah siang, Mom. Aku harus berangkat ke kantor."

"Baiklah. Kalau begitu nanti pulanglah ke rumah. Mommy juga akan mengundang Claire untuk makan malam bersama. Kalian harus saling mengenal satu sama lain."

"Aku... Aku tidak bisa berjanji, Mom. Pekerjaanku masih sangat padat dan semuanya aku simpan di Apartemen ini."

"Tolong usahakanlah, Sayang. Malam ini saja," bujuk Grace.

"Ehms.... Aku tidak bisa berjanji, Mom. Tetapi, akan ku usahakan nanti malam."

"Itu yang Mommy ingin dengar sejak tadi. Selamat bekerja, Sayang. Sampai jumpa nanti malam."

Nathan menggaruk pelipisnya yang tidak gatal. Lalu menghembuskan nafas beratnya. Ia harus mengatur acara untuk malam ini. Jika tidak ibunya pasti akan terus menerornya sampai dia pulang ke rumah dan makan malam bersama gadis asing itu.

"Sampai kapan aku akan terus begini. Ini benar-benar membuatku muak," gumam Nathan kesal. Ia berjalan mendekati sebuah meja. Di sana tersimpan puluhan jam tangan mewah dengan harga puluhan juta yang menjadi koleksinya. Saat hendak meraih salah satu jam itu. Nathan mengalihkan pandangannya pada deretan dasi yang juga tersimpan rapi di balik meja kaca itu juga. Nathan mengambil salah satu. Ia mencoba memakainya. Akan tetapi, sejak dulu Nathan tidak bisa membuat simpul yang baik untuk dasinya. Itu kenapa dia terlihat tidak pernah memakai dasi selama ini. Dia terlalu malu jika ada orang lain yang tau akan kebodohannya ini.

"Ish!" Dengan kesal Nathan menggulung benda itu sembarangan lalu mengembalikannya ke tempat semula. Ia meraih jam tangannya kemudian segera pergi.

Sampai di depan pintu masuk Apartemen Jacob sudah menunggu Nathan dengan mobil mewah milik Nathan. Ia buru-buru membukakan pintu sebelum lelaki itu masuk ke dalam.

"Apa malam ini kita ada jadwal pertemuan dengan klien?" tanya Nathan. Jacob melirik sang Bos Muda dari spion yang menggantung di depannya.

'Kalau sudah begini. Pasti Tuan Joe ingin melarikan diri dari perintah Nyonya Grace,' pikir Jacob.

"Ehms.... Sepertinya tidak, Tuan. Kita bahkan tidak ada pertemuan sama sekali pada minggu ini," jawab Jacob jujur.

"Apa? Tak bisakah kau mengatur acaraku untuk nanti malam?"

"Maaf, Tuan. Tapi, sepertinya Nyonya Grace sudah lebih dulu memintaku untuk mengosongkan jadwalmu malam ini. Dia terus memohon sehingga aku tidak kuasa untuk melawannya," balas Jacob.

"Apa? Hei! Sebenarnya kau berpihak kepada siapa? Kau lupa jika aku yang membayarmu selama ini?" ujar Nathan dengan nada yang semakin meninggi. Jacob menundukkan kepalanya dengan wajah takut.

"Maaf, Tuan. Aku tidak akan melupakan hal itu. Begitu juga dengan bantuan dari ibumu pada ayah dan ibuku dulu. Aku tidak akan pernah melupakannya."

"Ish. Kau ini. Terlalu setia pada seseorang," protes Nathan yang hanya dibalas dengan tawa kecil dari Jacob. Dulu saat kedua orang tua Jacob jatuh miskin dan hampir mati kelaparan di jalan. Memang ditolong oleh Nyonya Grace yang tak sengaja bertemu dengan mereka. Nyonya Grace memberi mereka pekerjaan dan uang yang layak. Sehingga mereka bisa hidup dan membesarkan Jacob sampai bersekolah tinggi. Sekarang Jacob bekerja dengan Nathan pun sebagai salah satu tanda terima kasih mereka pada keluarga Nicole yang baik hati.

Di perusahaan Golden Eagle Company. Seorang staf Manager sedang menjelaskan tugas-tugas yang harus dilakukan oleh sekelompok pekerja magang. Mereka datang untuk melatih dan menerapkan ilmu yang sudah dipelajari di kampus pada kehidupan berbisnis yang sesungguhnya. Selain itu, tentunya acara ini sebagai ujian terakhir mereka agar bisa lulus dengan nilai yang bagus. Salah satu diantara mereka tampak Claire sudah berdiri dengan tenang. Mendengarkan semua penjelasan yang diberikan oleh sang Manager. Hingga tak lama kemudian datang temannya yang terlambat dengan wajah panik.

"Aduh. Aku sangat terlambat. Bagaimana penampilanku, Claire? Kudengar kita memiliki CEO muda yang tampan. Jadi, aku harus mempersiapkan penampilanku sebaik mungkin. Apakah aku terlihat berantakan karena berlari tadi?" kata Jane yang langsung membuyarkan konsentrasi Claire. Dengan senyum manisnya Claire menatap sahabatnya itu.

"Kau sudah terlalu rapi untuk masuk ke kantor, Jane. Tak bisakah kau fokus dengan pekerjaanmu saja, Sayang?" kata Claire setengah menyindir. Lalu ia kembali memperhatikan sang Manager di depan.

"Ayolah, Claire! Hentikan omong kosongmu. Aku tau kau sudah memiliki tunangan meskipun kau belum pernah bertemu dengannya. Tapi, lihat diriku. Aku masih sendirian. Tak ada pasangan. Aku pikir akan bahagia juga jika bisa berpasangan dengan CEO tampan kita," balas Jane dengan nada berbisik sambil terus melihat penampilannya di cermin kecil yang ada di dalam genggaman tangannya.

"Hei! Kau yang baru saja datang!" tegur sang Manager. Claire langsung menyenggol Jane dengan sikunya. Sehingga gadis itu langsung tersadar dan segera bersikap tegap seperti yang lain. "Apakah kau sudah mendengar semua penjelasanku?" tanyanya. Jane langsung mengangguk mantap. "Bagus! Kalau begitu cepat kerjakan tugas-tugas kalian sekarang! Ingat! Jangan melakukan kesalahan sedikitpun. Karena CEO kita tidak menyukai adanya kesalahan sekpun. Apa kalian mengerti?"

"Kami mengerti," balas semuanya serempak.

"Bagus. Pergilah ke tempatmu bekerja sekarang!" Sepuluh pekerja magang itu langsung pergi ke tempat masing-masing untuk mengerjakan tugas-tugas mereka. Namun, Jane yang sebenarnya tidak mendengarkan penjelasan dari sang manajer sama sekali. Tampak kebingungan dengan apa yang akan dia lakukan.

"Claire! Claire!" panggil Jane dengan nada berbisik. Claire yang sedang sibuk dengan komputernya pun langsung menoleh.

"Apa?" balas Claire hanya dengan gerakan bibir saja.

"Aku harus melakukan apa?" Jane bertanya dengan menggerakkan bibirnya.

"Lakukan saja seperti perintah dari Madam Lim barusan."

"Tapi, aku tidak mendengarnya sama sekali. Tolong bantulah aku. Aku tidak ingin dipecat di hari pertama magang. Ini akan berpengaruh dengan masa depanku." Jane memohon pada Claire. Claire tidak bisa membiarkan sahabatnya terkena masalah. Meskipun ini sebenernya karena ulahnya sendiri. Akhirnya dengan langkah menunduk Claire datang ke meja kerja Jane.

"Urus saja laporan keuangan di komputerku. Aku akan mengerjakan tugasmu."

"Kau benar-benar sahabatku, Claire." Jane memeluk erat Claire sesaat.

"Aku melakukan ini hanya untuk kali ini saja. Mengerti!"

"Oke, Sayang." Jane bergegas pergi ke meja Claire dengan posisi menunduk seperti Claire tadi. Claire pun segera duduk di kursi kerja Jane dan mulai mengerjakan tugas teman baiknya itu.

Waktu berlalu. Tiba saatnya Claire dan yang lainnya mengumpulkan hasil pekerjaan mereka. Namun, saat Jane ingin mencetak hasil pekerjaannya pada tugas Claire. Ia justru melakukan kesalahan karena sudah menumpahkan tinta ke atas kertas pekerjaannya.

"Oh my God. Tugas Claire!" pekik Jane dengan panik. Ia cepat-cepat mengambil kertas itu, tapi sebagian tulisan di dalamnya sudah tertutupi tinta hitam.

"Jane. Bagaimana dengan hasil pekerjaanku? Aku sudah mengumpulkan tugasmu tadi." Claire berjalan masuk ke dalam ruang cetak.

"Claire. Claire maafkan aku. Aku benar-benar tidak sengaja melakukannya," ujar Jane sambil menunjukkan kertas itu. Claire langsung merebut kertas itu cepat.

"Apa? Kenapa seperti ini?"

"Apa yang sedang terjadi disini?" ujar Madam Lim yang ternyata sudah berdiri di belakang mereka. Madam Lim meraih kertas itu sebelum berhasil disembunyikan oleh Claire dan Jane.

"Madam. Tolong maafkan saya." Jane berusaha membela Claire agar tidak terkena amarah wanita paruh baya itu.

"Claire! Ini pekerjaanmu? Sungguh sangat memalukan! Laporan ini harus diserahkan pada Tuan Joe segera. Kenapa kau malah membuatnya seperti ini?"

"Tapi... Tapi, Madam!" Jane berusaha menjelaskan, tapi Madam Lim tak mau mendengarkannya.

"Diam! Aku tidak butuh pembelaan dari siapapun. Kau harus mendapatkan hukuman dari kecerobohanmu, Claire Charlotte!" teriak Madam Lim. Tanpa sengaja Nathan mendengar teriakkan Madam Lim saat melintas. Mendadak ia pun menghentikan langkahnya saat mendengar nama yang cukup fenomenal itu disebut.

"Claire Charlotte," gumam Nathan. Seketika ia menoleh ke sumber suara.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dosa Terindah
8.7
Andika, putra konglomerat, rela melepas segalanya demi Lisna meski ditentang keras oleh orang tuanya. Pengorbanannya berujung getir saat takdir memisahkan mereka. Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu kembali dalam situasi yang menyakitkan: Lisna telah menjadi milik pria lain. Meski begitu, Andika tidak menyerah dan terus memperjuangkan cintanya. Akankah takdir menyatukan mereka dalam ikatan sejati, ataukah mereka memang tidak ditakdirkan bersama?
Sampul Novel Harta, Tahta, Anak Tungal Kaya Raya
9.4
Ella terjebak dalam dilema rasa terhadap William, sahabat masa kecilnya yang kini menjadi pewaris tunggal kaya raya. Meski William menganggap Ella sosok terpenting, ia justru jatuh hati pada Camelia. Posisi Ella kian sulit saat ia dituduh sebagai penghambat asmara mereka, sementara William tidak peka atas penderitaan batin sahabatnya itu. Akankah William tetap memprioritaskan Ella, atau justru Camelia akan memutus ikatan lama mereka selamanya?
Sampul Novel I Love You
8.7
Selama dua dekade, seorang CEO muda yang rupawan menghabiskan hidupnya demi mencari sosok cinta sejati yang ia idamkan. Penantian panjang tersebut akhirnya menemui titik terang saat takdir mempertemukannya dengan orang yang dicari melalui sebuah peristiwa yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Di tengah kemewahan dunianya, ia harus menghadapi momen tak terduga yang akan mengubah seluruh perjalanan asmara serta masa depan hidupnya.
Sampul Novel Istri Bayaran Untuk Bos Galak
8.9
Keinginan Devan untuk memiliki Cecil kembali berujung pada ancaman yang sangat ekstrem. Meski masa kontrak mereka telah berakhir, Devan menolak melepaskan wanita itu begitu saja. Dalam suasana penuh tekanan, sang bos yang angkuh bersumpah akan menghamili Cecil agar ia tak bisa pergi lagi. Cecil yang ketakutan mencoba memohon, namun Devan justru semakin terobsesi untuk mengikatnya melalui kehadiran seorang anak demi mempertahankan hubungan mereka.
Sampul Novel ME AND PRINCE
8.5
Terpisah dari keluarga kaya sejak bayi, Anelies berhasil meloloskan diri dari penculiknya hanya untuk jatuh ke tangan mucikari kejam. Di usia delapan belas tahun yang polos, keperawanannya dilelang kepada seorang raja minyak. Tanpa harta dan petunjuk selain liontin cincin milik sang ibu, ia harus berjuang bertahan hidup di dunia yang keras. Akankah Anelies berhasil menemukan orang tua kandungnya? Inilah sekuel ketujuh dari seri Hot and Dangerous Billionaire.
Sampul Novel Miliarder Mendadak!
8.4
Vera Dianthe terjebak pernikahan paksa dengan Dorian Ashford, CEO kapal pesiar ternama, demi memenuhi wasiat keluarga. Dorian yang merasa kebebasannya terenggut lantas membuat perjanjian berat untuk Vera. Namun, Vera justru tumbuh menjadi sosok berani yang mampu mengguncang hati Dorian saat konfrontasi mereka terjadi. Situasi kian memanas ketika kekasih Dorian, Isabella Moreau, mulai menyerang. Akankah cinta muncul di tengah manipulasi dan kekuasaan ini?