Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dikejar Cinta Sang Billionaire Muda

Dikejar Cinta Sang Billionaire Muda

Claire terjebak dalam obsesi Nathan, bos muda yang terus mengejarnya meski ia mengaku sudah bersuami. Ironisnya, Claire tidak sadar bahwa Nathan sebenarnya adalah Jonathan, suaminya sendiri yang sengaja mendekatinya demi memicu perceraian agar bisa kembali ke sang mantan. Namun, keteguhan hati Claire justru membuat rencana Jonathan berantakan. Saat bencana besar melanda dan Claire memilih pergi, akankah Jonathan sanggup merelakan wanita yang kini ia cintai?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Tapi... Tapi, Madam!" Jane berusaha menjelaskan, tapi Madam Lim tak mau mendengarkannya.

"Diam! Aku tidak butuh pembelaan dari siapapun. Kau harus mendapatkan hukuman dari kecerobohanmu, Claire Charlotte!" teriak Madam Lim. Tanpa sengaja Nathan mendengar teriakkan Madam Lim saat melintas. Mendadak ia pun menghentikan langkahnya saat mendengar nama yang cukup fenomenal itu disebut.

"Claire Charlotte," gumam Nathan. Seketika ia menoleh ke sumber suara.

"Cepat ikut aku sekarang!" Madam Lim menarik paksa tangan Claire agar mengikutinya.

"Hentikan!" ujar Nathan yang tiba-tiba datang.

"Tuan Joe," gumam Madam Lim. Wajahnya langsung berubah takut dan seketika menundukkan kepalanya. Jane langsung menatap girang lelaki tampan itu. Sedangkan Claire hanya bisa melangkah mundur sambil menundukkan kepalanya juga.

"Apa yang sedang terjadi disini?" tanya Nathan dengan nada tegas.

"Claire Charlotte ini adalah pekerja magang di perusahaan kita, Tuan. Tapi, baru saja diberikan tugas pertama. Dia sudah melakukan hal ceroboh. Maaf, Tuan. Saya harus memberinya sedikit teguran," kata Madam Lim tanpa berani mengangkat wajahnya. Claire juga merasa takut tak berani mengangkat wajahnya sedikitpun.

"Siapa diantara kalian yang bernama Claire Charlotte?" tanya Nathan. Claire dan Jane saling melempar pandang. Sebelum akhirnya Claire memberanikan diri untuk mengangkat tangannya.

"Saya, Tuan," jawab Claire dengan nada takut. Seketika Nathan pun terkejut melihat wajah gadis yang sangat familiar di matanya itu.

'Dia! Dia gadis malam itu. Sudah kuduga sebelumnya. Dia bukan gadis baik-baik. Bisa-bisanya dia membohongi Mommy seperti itu,' batin Nathan dengan wajah menahan emosi. 'Tunggu! Aku tidak boleh gegabah. Aku harus mencari cara untuk menjebak gadis ini dan membuka topengnya agar Mommy percaya! Ini kesempatan yang baik untuk menyingkirkan gadis tak bermoral ini,' Nathan menghembuskan nafas beratnya.

"Baiklah. Kalau begitu temui saya di atas. Saya punya hukuman yang pantas untuk kamu," kata Nathan sebelum pergi dan langsung diikuti dengan setia oleh Jacob. Claire dan Jane saling melempar pandangan dengan ekspresi ketakutan. Bahkan, mendadak tangan Claire gemetaran.

"Sebenarnya saya memiliki hukuman yang lebih ringan, Claire. Tetapi karena Tuan Joe sudah mengatakan seperti itu. Saya tidak bisa membantahnya. Banyak-banyaklah berdoa agar kau tidak dipecat hanya gara-gara ini," kata Madam Lim kemudian ikutan berlalu. Meninggalkan Claire dan Jane yang terlihat semakin kebingungan.

"Bagaimana ini, Claire? Aku tidak mungkin membiarkanmu dipecat karena kesalahanku. Kita harus pergi ke ruangan Tuan Joe bersama-sama." Claire langsung menahan langkah Jane.

"Aku tau bagaimana kedua orang tuamu sangat bangga saat mendengar kau diterima magang di perusahaan ini. Biarkan aku saja yang pergi. Aku tidak akan melihat siapapun kecewa jika sampai aku dipecat nanti."

"Tapi, Claire?"

"Kau harus bertahan, Jane. Demi aku dan orang tuamu yang sudah berusaha keras mencari uang. Agar kau bisa berkuliah di universitas kita yang mahal itu." Jane tak bisa berkata-kata lagi. Mereka hanya saling berpelukan dengan air mata yang mengalir deras. Claire tau seperti apa keluarga Jane sebenarnya. Mereka bukanlah orang kaya yang mudah mendapatkan uang. Sehingga untuk membiayai kuliah Jane disana mereka harus benar-benar memeras keringat.

Claire menghembuskan nafas beratnya tepat sebelum ia mengetuk pintu ruangan Nathan. Keputusannya ini memang berat. Karena jika sampai ia mendapatkan nilai jelek saat magang. Selamanya ia tidak akan mendapatkan pekerjaan yang bagus. Tetapi, ia sudah berjanji pada sahabatnya. Ia tidak ingin hal itu justru terjadi pada Jane.

Tok. Tok. Tok.

"Masuk!" perintah Nathan. Claire pun langsung membuka pintu itu segera.

"Selamat siang, Pak! Saya.... Saya mengaku sudah melakukan kesalahan. Sehingga saya siap untuk dipecat dari perusahaan ini," kata Claire sambil menundukkan kepalanya. Air matanya langsung mengalir deras. Sampai-sampai ia harus mengusapnya berkali-kali. Nathan tersenyum geli sambil berpindah duduk di meja kerjanya yang berhadapan cukup dekat dengan Claire.

"Aku tidak akan memecatmu, tapi hukuman yang akan kuberikan adalah.... Kau harus menjadi sekretaris pribadiku," kata Nathan mantap yang langsung membuat wajah Claire terangkat dengan ekspresi kaget.

"Apa? Sekretaris pribadi? Tapi, saya baru saja masuk di perusahaan ini, Tuan. Saya tidak memiliki kemampuan untuk itu dan saya hanya pekerja magang disini." Nathan mengangkat tangan kanannya seakan meminta Claire untuk menahan ucapannya.

"Aku adalah pemilik perusahaan ini. Jadi, aku bebas menentukan siapapun orang yang aku mau untuk menjadi sekretaris pribadiku. Termasuk kamu."

"Tapi, Tuan–"

"Hust.... Jika kau berani membantah perintahku. Aku akan memberikan nilai terburuk pada ujian magangmu. Sehingga selamanya karirmu akan hancur," ancam Nathan. "Bagaimana?" Claire menatap Nathan curiga, tapi dia tidak punya pilihan lain.

"Baiklah, Tuan. Saya bersedia."

"Bagus! Sekarang kau boleh kemasi barang-barangmu di tempat yang sekarang untuk berpindah ke tempat yang baru."

"Ba... baik, Pak." Claire hanya menurut meskipun ia masih terlihat sangat bingung. Nathan menatap punggung gadis itu pergi. Senyum liciknya semakin terlihat jelas.

"Mom. Akan kubuktikan jika gadis yang selalu kau puja-puja. Hanya seorang gadis licik yang mengincar harta kita saja," gumam Nathan.

Sementara, Claire masih terlihat syok saat ia sampai di ruangannya. Jane yang sudah menunggunya. Langsung menyambut Claire dengan wajah panik.

"Claire! Apa kau benar-benar dipecat?" tanya Jane. Claire menggeleng perlahan.

"Tidak. Tapi, hukuman jauh lebih berat daripada itu," balas Claire dengan wajah yang terlihat semakin bersedih.

"Apa itu?" Jane mulai penasaran.

"Tuan Joe memintaku untuk menjadi sekretaris pribadinya," jawab Claire lemah.

"Apa? Menjadi sekretaris pribadi?" balas Jane setengah berteriak. Claire sampai harus menutup mulut gadis itu. Karena anak-anak yang lain mulai memperhatikan mereka.

"Hust.... Kecilkan suaramu!"

"Maaf-maaf. Aku terlalu terkejut. Lalu apa yang membuatmu takut? Bukankah itu justru baik?"

"Baik bagaimana? Coba pikirkan saja! Aku hanya seorang pekerja magang yang tidak punya pengalaman bagus untuk melakukan itu. Kenapa tiba-tiba saja dia memintaku menjadi seorang sekretaris pribadinya? Aku curiga dia pasti sedang merencanakan sesuatu."

"Merencanakan apa?" tanya Jane polos.

"Aku juga tidak tahu," balas Claire kesal.

"Nona Claire. Apakah anda sudah siap? Karena meja kerja anda yang baru sudah menunggu!" kata Jacob yang tiba-tiba saja datang. Claire dan Jane yang sedang menggosip langsung terlihat gelagapan.

"Iya-iya sebentar. Saya akan segera berkemas." Jane membantu Claire merapikan barang-barangnya. Setelah semuanya selesai. Claire segera mengikuti langkah Jacob menuju tempat kerjanya yang baru. Ia melambaikan tangan dengan wajah sedih kepada Jane yang justru bersorak gembira.

"Tetap semangat!" kata Jane dengan gerakan bibirnya saja dan mengepalkan tangannya ke udara.

Claire hanya bisa berjalan dengan tak bersemangat. Hingga akhirnya ia sampai di meja yang berada tepat di depan pintu masuk ruangan Nathan.

"Claire. Sekarang ini adalah tempat anda bekerja. Dan ini adalah tugas-tugas pertama yang harus anda kerjakan sekarang!" kata Jacob. Claire membulatkan matanya melihat tumpukan berkas yang ditunjukkan oleh Jacob.

"Sebanyak ini, Pak?" tanya Claire tak percaya.

"Iya. Jika ada sesuatu yang tidak kau pahami. Kau boleh bertanya langsung dengan Tuan Joe di dalam ruangannya. Apa kau mengerti?"

"Saya mengerti," balas Claire semakin tidak bersemangat.

"Kalau begitu saya permisi dulu. Masih ada urusan lain yang harus saya kerjakan!" kata Jacob kemudian pergi. Claire tak begitu memperdulikannya lagi, sebab ia sedang fokus dengan tugas-tugasnya itu.

"Oh my God. Kapan aku bisa menyelesaikan ini semua," gumam Claire putus asa. Tanpa ia sadari. Nathan sedang memperhatikannya dari sela-sela tirai kaca di ruangannya. Ia pun langsung tersenyum licik melihat gadis itu frustasi dengan semua tugas yang dia berikan.

"Hahaha. Malam ini sepertinya ada gadis yang harus membatalkan janji untuk makan malam dengan seseorang," gumamnya sambil tersenyum penuh kemenangan.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dosa Terindah
8.7
Andika, putra konglomerat, rela melepas segalanya demi Lisna meski ditentang keras oleh orang tuanya. Pengorbanannya berujung getir saat takdir memisahkan mereka. Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu kembali dalam situasi yang menyakitkan: Lisna telah menjadi milik pria lain. Meski begitu, Andika tidak menyerah dan terus memperjuangkan cintanya. Akankah takdir menyatukan mereka dalam ikatan sejati, ataukah mereka memang tidak ditakdirkan bersama?
Sampul Novel Harta, Tahta, Anak Tungal Kaya Raya
9.4
Ella terjebak dalam dilema rasa terhadap William, sahabat masa kecilnya yang kini menjadi pewaris tunggal kaya raya. Meski William menganggap Ella sosok terpenting, ia justru jatuh hati pada Camelia. Posisi Ella kian sulit saat ia dituduh sebagai penghambat asmara mereka, sementara William tidak peka atas penderitaan batin sahabatnya itu. Akankah William tetap memprioritaskan Ella, atau justru Camelia akan memutus ikatan lama mereka selamanya?
Sampul Novel I Love You
8.7
Selama dua dekade, seorang CEO muda yang rupawan menghabiskan hidupnya demi mencari sosok cinta sejati yang ia idamkan. Penantian panjang tersebut akhirnya menemui titik terang saat takdir mempertemukannya dengan orang yang dicari melalui sebuah peristiwa yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Di tengah kemewahan dunianya, ia harus menghadapi momen tak terduga yang akan mengubah seluruh perjalanan asmara serta masa depan hidupnya.
Sampul Novel Istri Bayaran Untuk Bos Galak
8.9
Keinginan Devan untuk memiliki Cecil kembali berujung pada ancaman yang sangat ekstrem. Meski masa kontrak mereka telah berakhir, Devan menolak melepaskan wanita itu begitu saja. Dalam suasana penuh tekanan, sang bos yang angkuh bersumpah akan menghamili Cecil agar ia tak bisa pergi lagi. Cecil yang ketakutan mencoba memohon, namun Devan justru semakin terobsesi untuk mengikatnya melalui kehadiran seorang anak demi mempertahankan hubungan mereka.
Sampul Novel ME AND PRINCE
8.5
Terpisah dari keluarga kaya sejak bayi, Anelies berhasil meloloskan diri dari penculiknya hanya untuk jatuh ke tangan mucikari kejam. Di usia delapan belas tahun yang polos, keperawanannya dilelang kepada seorang raja minyak. Tanpa harta dan petunjuk selain liontin cincin milik sang ibu, ia harus berjuang bertahan hidup di dunia yang keras. Akankah Anelies berhasil menemukan orang tua kandungnya? Inilah sekuel ketujuh dari seri Hot and Dangerous Billionaire.
Sampul Novel Miliarder Mendadak!
8.4
Vera Dianthe terjebak pernikahan paksa dengan Dorian Ashford, CEO kapal pesiar ternama, demi memenuhi wasiat keluarga. Dorian yang merasa kebebasannya terenggut lantas membuat perjanjian berat untuk Vera. Namun, Vera justru tumbuh menjadi sosok berani yang mampu mengguncang hati Dorian saat konfrontasi mereka terjadi. Situasi kian memanas ketika kekasih Dorian, Isabella Moreau, mulai menyerang. Akankah cinta muncul di tengah manipulasi dan kekuasaan ini?