Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dikejar Cinta Sang Billionaire Muda

Dikejar Cinta Sang Billionaire Muda

Claire terjebak dalam obsesi Nathan, bos muda yang terus mengejarnya meski ia mengaku sudah bersuami. Ironisnya, Claire tidak sadar bahwa Nathan sebenarnya adalah Jonathan, suaminya sendiri yang sengaja mendekatinya demi memicu perceraian agar bisa kembali ke sang mantan. Namun, keteguhan hati Claire justru membuat rencana Jonathan berantakan. Saat bencana besar melanda dan Claire memilih pergi, akankah Jonathan sanggup merelakan wanita yang kini ia cintai?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Lagi! Lagi! Lagi!" teriak sekumpulan remaja di sebuah ballroom hotel yang sedang digunakan untuk acara pesta ulang tahun salah satu remaja itu. Claire Charlotte salah satu gadis yang selalu kalah dalam menghadapi tantangan. Harus mendapatkan hukuman untuk menenggak wine dalam jumlah sebanyak mungkin. Hingga saat Claire sudah terlihat sangat mabuk. Mereka membawa Claire ke depan sebuah lorong hotel.

"Ingat! Cari kami di salah satu kamar hotel ini. Jika kau tidak menemukan siapapun. Maka kartu Mahasiswamu ini akan kami tahan. Hahaha," ujar salah satu gadis sambil menunjukkan kartu mahasiswa milik Claire.

"Kembalikan itu! Besok aku tidak bisa mengikuti ujian tanpa menggunakan benda bodoh itu." Sambil berbicara ngelantur Claire berusaha mengambil kartu itu, tapi berhasil digagalkan oleh teman-temannya.

"Kalau begitu temukan kami dulu. Cepat putar dia tiga kali!" Seorang lelaki yang berdiri paling dekat langsung memutar tubuh Claire sebanyak tiga kali. Setelah itu mereka semua tunggang langgang masuk ke beberapa kamar hotel di lorong itu. Claire yang sedang mabuk ditambah pusing karena diputar-putar barusan. Hanya bisa berjalan sempoyongan sambil menyandar pada dinding.

"Kemana kalian semua! Katakan padaku!" ujar Claire semakin tak jelas.

Di saat yang sama seorang lelaki berjas hitam berkelas layaknya seorang CEO muda berjalan di lorong yang sama dengan diiringi seorang asisten. Ia melewati Claire begitu saja lalu sang asisten membuka salah satu pintu kamar hotel.

"Silahkan istirahat dulu, Tuan Joe! Jika Mr. Wilson sudah datang. Aku akan segera melapor padamu!"

"Baiklah. Tolong jangan ganggu jika tidak ada hal penting."

"Baik, Tuan." Sang Asisten pun pergi.

Tepat saat Sang CEO menutup pintu kamar itu. Claire langsung menahannya.

"Siapa kau?" tanya lelaki itu. Bukannya menjawab Claire malah nyengir kuda.

"Hehehe. Aku bisa menemukanmu jauh lebih cepat dari yang kau bayangkan, bukan? Sekarang kau tidak bisa menyebutku pecundang lagi," kata Claire ngelantur. Ia mendorong lelaki itu ke dalam. Kemudian meraba tubuhnya yang kekar meskipun masih dalam balutan kemeja mahal.

"A... Apa yang sedang kau cari?"

"Apalagi kalau bukan ini!" Claire mengeluarkan sebuah Mastercard kelas Platinum member dari saku dalam jas lelaki itu. Dia berpikir jika benda itu adalah kartu mahasiswanya. Claire tersenyum puas karena berpikir ia sudah berhasil memenangkan tantangan. "Lain kali kau harus lebih pintar lagi!" kata Claire sambil menepuk pipi lelaki itu dengan pelan. Belum sempat lelaki itu menghilangkan wajah bingungnya. Tiba-tiba Claire menarik kerah bajunya dan seketika muntah di kemeja lelaki itu begitu saja.

"Aaaa! Shit!" umpat lelaki itu.

Beberapa hari kemudian.....

"Tapi, Mom. Tak bisakah kau memikirkan perasaanku sedikit saja? Menikah itu akan mempengaruhi masa depanku. Aku ingin mengaturnya sendiri," kata Jonathan Nicole pada sang ibu melalui sambungan teleponnya. Sang Billionaire tampan itu masih berada di kantor. Padahal, hari sudah semakin larut dan para karyawan pun sudah pulang. Hanya tinggal dia dan asisten pribadi yang selalu setia menemaninya, Jacob Hans.

"Claire itu gadis yang cantik, baik dan pintar. Ibu yakin kau pasti akan menyukainya."

"Tetap saja. Dia orang asing yang tidak aku kenal, Mom. Jika kita berhutang budi pada ayahnya. Kenapa tidak kita berikan saja uang dalam jumlah banyak untuknya? Kenapa aku harus menikahi anaknya? Merepotkan saja. Aku masih ingin sendiri dan menikmati karirku."

"Kau sudah cukup dewasa, Nathan. Kau juga sudah memiliki perusahaan paling besar di negara ini. Kau sudah terkenal dengan kesuksesanmu menjadi Billionaire muda. Apalagi yang akan kamu cari? Dan mau sampai kapan lagi kau akan menjadi workaholic seperti ini? Pikirkan juga masa tuamu nanti. Kau harus memiliki anak untuk meneruskan karirmu. Sebelum kau sadar jika kau sudah terlalu tua untuk mendapatkannya. Dan lupakanlah Angelica. Gadis itu tidak baik untukmu, Sayang," omel Grace pada sang anak laki-lakinya.

"Tapi, Mom. Ini terlalu cepat. Bahkan, aku dan dia belum pernah bertemu. Dan kudengar dia masih kuliah, kan? Jadi, kenapa harus terburu-buru."

"Mommy yakin sekali kalian pasti pernah bertemu di Universitas dulu. Claire kuliah satu tingkat di bawahmu di Universitas yang sama denganmu dulu dan Mommy tau jika tidak lama lagi dia akan lulus."

"Apa? Jangan-jangan gadis ini yang sering Mommy ceritakan padaku. Gadis yatim piatu yang selama ini hidupnya kita biayai?" Joe bertanya dengan cepat.

"Iya. Betul sekali, Nathan. Mommy sudah lama mengenalnya. Dan tampaknya banyak lelaki juga menginginkan dia. Jadi, ibu mohon padamu. Menikahlah dengannya secepatnya. Sebelum ada lelaki lain yang mendahuluimu. Ibu sudah merasa sangat cocok dengan Claire. Hanya dia yang ibu inginkan untuk menjadi seorang menantu di keluarga kita."

"Tapi, Mom–"

"Aduh," pekik Grace yang membuat ekspresi wajah Jonathan langsung terlihat khawatir.

"Ada apa, Mom?"

"Dada Mommy langsung merasa sakit mendengar kenyataan. Jika putra semata wayang Mommy tidak mau memenuhi keinginan terbesar Mommy. Padahal, Mommy sudah tua dan sangat kesepian setelah kematian Daddy-mu dulu. Mungkin Mommy sakit pun kau sudah tidak peduli." Jonathan memijat pelipisnya sendiri. Ia tau Grace sedang berpura-pura agar dia bisa menurutinya.

"Mommy. Tapi aku–"

"Mommy mohon, Sayang. Kali ini saja kabulkan permintaan Mommy." Grace pura-pura batuk dan menggunakan nada bicara yang lemah. Dia sangat mengetahui jika Jonathan begitu mencintainya dan tidak ingin terjadi hal-hal buruk padanya.

"Baiklah, Mom. Aku setuju," balas Jonathan pasrah.

"Jadi, kau setuju?" Suara Grace terdengar bersemangat kembali.

"Iya," balas lelaki itu lemah.

"Baguslah. Karena aku sudah merencanakan acara pernikahan kalian besok lusa."

"Apa? Pernikahan? Tapi, Mom. Kenapa semuanya mendadak?"

"Sudah kubilang, kan? Aku tidak ingin kehilangan kesempatan untuk memiliki putri menantu seperti dia. Lebih cepat akan lebih baik. Sudah dulu ya. Mommy harus memesan cincin dan gaun terbaik untuknya. Bye, Nathan!" Sambungan telepon terputus.

"Mom. Mom. Tunggu sebentar! Aku ingin bicara!" ujar Jonathan yang sudah tidak digubris lagi oleh Grace. Sebab, Grace langsung jingkrak-jingkrak di salah satu meja Cafe dengan sangat bahagia. Claire yang bekerja di Cafe itu sampai mengerutkan keningnya saat melihat tingkah Grace.

"Mom. Apakah Mommy baik-baik saja?" tanya Claire sambil mendekati Grace. Bukannya menjawab, Grace malah memeluknya dengan erat.

"Sayang. Nathan sudah setuju, Sayang. Nathan sudah setuju."

"Setuju untuk apa?" balas Claire bingung. Grace melepaskan pelukannya tanpa menghilangkan senyuman di wajahnya.

"Setuju untuk menikah denganmu besok lusa."

"Apa?" pekik Claire tak percaya.

"Kau tak percaya, kan? Mommy juga tidak percaya. Sebentar lagi kau akan resmi menjadi anak Mommy Claire." Grace kembali memeluk tubuh Claire dengan erat. Sedangkan Claire hanya terdiam dengan tatapan kosong. Sambil pura-pura tersenyum.

Hari pernikahan pun tiba. Grace menyiapkan semuanya dengan sangat baik. Mulai dari dekorasi gedung yang sangat mewah, hidangan yang enak-enak dan gaun pengantin Claire yang sangat cantik. Semuanya seakan tak memiliki cela. Kecuali kehadiran sang mempelai pria yang belum muncul juga hingga melewati waktu pelaksanaan yang sudah dijadwalkan sebelumnya.

"Tunggu sebentar lagi ya! Aku yakin Nathan pasti akan datang," ujar Grace pada pendeta yang terus menanyakan keberadaan Jonathan sekarang.

Claire yang berdiri di samping Grace hanya bisa menahan bibirnya untuk terus tersenyum. Ini sudah kesekian kalinya Grace mengucapkan itu. Akan tetapi, sosok Nathan yang selalu menjadi kebanggaan wanita lima puluh tahun itu tidak kunjung terlihat. Claire yakin jika Nathan juga tidak menginginkan pernikahan ini. Begitu juga dengan dirinya. Namun, andai dia mau datang. Mereka pasti bisa mencari jalan keluar bersama. Karena Claire tak mungkin menolak permintaan wanita yang paling baik yang pernah dia kenal di dunia ini seperti Grace.

"Tapi kita harus segera memulai sekarang! Masih ada beberapa pasangan lain yang harus ku nikahkan hari ini."

"Saya mohon Pak Pendeta. Kasih sedikit waktu lagi untuk anakku. Dia pasti datang. Mungkin jalanan sedang macet. Sehingga menahannya di suatu tempat."

"Baiklah. Saya kasih waktu lima belas menit lagi. Jika sang pengantin pria belum datang juga. Saya harus pergi."

"Iya. Terima kasih." Grace terlihat semakin panik. Kemudian ia berjalan keluar sambil berusaha menghubungi Jonathan.

Tut. Tut. Tut.

Untuk beberapa saat belum juga diterima oleh Jonathan. Tetapi, Grace tak mudah menyerah. Ia terus menghubungi anaknya hingga akhirnya Nathan menerima panggilannya.

"Halo, Mom."

"Kau dimana? Cepatlah kesini. Acara pernikahanmu akan segera dilaksanakan!"

"Aku tidak bisa datang, Mom."

"Apa?" Grace terkejut mendengar pernyataan anak semata wayangnya.

"Aku sudah berada di Paris sekarang. Ada urusan bisnis yang harus diselesaikan."

"Jangan berbohong, Nathan. Aku sudah meminta Jacob untuk membatalkan semua acaramu hari ini. Mommy mohon janganlah bercanda. Semuanya sudah siap hanya menunggu kedatanganmu saja."

"Aku benar-benar tidak bisa datang, Mom. Tolong maafkan aku."

"Lalu bagaimana dengan pernikahan ini? Pokoknya Mommy tidak mau tau. Kau harus datang kesini secepatnya."

"Tidak mungkin, Mom. Aku baru saja sampai. Aku tidak mungkin kembali kesana sekarang."

"Kau ini selalu saja mementingkan pekerjaanmu. Baiklah. Kalau begitu kau bacakan janji pernikahan melalui telepon saja."

"Tapi... Tapi, Mom–"

"Jangan mengelak! Atau kau lebih ingin melihatku mati mendadak. Karena dipermalukan oleh seluruh tamu undangan?"

"Baiklah. Aku setuju!" Lagi-lagi Nathan hanya bisa pasrah.

"Bagus! Jangan matikan teleponnya atau kau ingin hidupku hancur setelah ini!" Cepat-cepat Grace berlari masuk. Lalu ia menarik Claire ke atas altar pernikahan. Ia berbisik sebentar pada sang pendeta.

"Baiklah. Karena sang mempelai pria tak bisa hadir. Maka dia akan mengucapkan janji pernikahan menggunakan sambungan telepon."

Mendengar ucapan sang pendeta semua tamu yang hadir pun langsung berbisik-bisik. Tentu saja ini hal yang tidak umum terjadi. Namun, demi kelangsungan pernikahan Claire dan Nathan. Sang Pendeta melanjutkan prosesi pernikahan hingga selesai. Meskipun Claire tidak bisa bertemu dengan pengantin prianya.

Di tempat lain Nathan sedang memandangi sosok wanita cantik di depannya dengan air mata yang mengalir deras. Sang gadis pun langsung berlari keluar dari area backstage sebuah acara fashion show terbesar di Paris dengan beruraian air mata juga. "Angelica tunggu!" teriak Nathan sambil mengejar gadis itu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Aku, Kamu, dan Gundikmu
8.4
Anisa Amanda, seorang istri berparas jelita, harus menelan pil pahit saat dikhianati oleh suaminya, Hendra, dan adik sepupunya sendiri, Tia. Tak tinggal diam, Anisa bertekad membalas dendam atas sakit hatinya. Di tengah rencananya, ia tak sengaja bertemu Fras Ramadhan, seorang tukang parkir tampan. Siapa sangka, Fras sebenarnya adalah CEO sukses Bintang Group yang menyamar. Pertemuan itu memicu konflik baru sekaligus menumbuhkan benih cinta di antara mereka.
Sampul Novel Asisten Pribadi CEO Dingin
9.7
Elena, desainer berbakat, terpaksa menunda mimpinya demi menjadi asisten Arion, CEO startup yang dingin. Meski awalnya sulit menghadapi sikap kaku sang atasan, Elena mulai menemukan sisi hangat Arion. Saat skandal besar mengancam perusahaan, Elena beraksi heroik membongkar pelaku sabotase. Kedekatan ini memicu perasaan cinta Arion, namun Elena terjebak dilema besar antara mengejar asmara atau mewujudkan ambisi agensi pribadinya yang sempat tertunda.
Sampul Novel Balas dendam sang pewaris yang tak bertopeng
8.1
Saat tiba di bar miliknya, sang pemilik terkejut mengetahui Lucas, kekasihnya yang mengaku bangkrut, memesan ruang mewah. Lewat kamera pengawas, terungkap Lucas hanya menjadikannya bahan taruhan dan memanfaatkannya demi uang. Lucas bahkan menghina dirinya miskin di depan wanita lain. Merasa dikhianati, sang pewaris asli ini akhirnya mengungkap identitas aslinya. Ia mempermalukan Lucas yang berlutut dengan tumpukan uang sebagai pembalasan yang setimpal.
Sampul Novel Hati Terjerat: Jatuh Cinta pada Istriku yang Jelek
8.5
Demi membatalkan pertunangan dengan pria yang tidak setia, Viona menyamar menjadi wanita buruk rupa dan nekat tidur dengan Daniel, paman dari tunangannya sendiri. Setelah malam panas itu berlalu, Daniel yang sangat dihormati di kota justru enggan melepaskannya. Meski rumor tentang kehidupan asmaranya beredar luas, Daniel membuktikan pengabdiannya. Ia bahkan tertangkap kamera bersedia berlutut memasangkan sepatu Viona hanya demi mendapatkan satu kecupan manis.
Sampul Novel Lima Tahun, Cinta yang Memudar
8.3
Lima tahun Aruna mengabdi sebagai asisten Brama demi wasiat Yudha, pria yang ia cintai. Setelah kontrak usai, ia justru dituduh mencari perhatian meski telah mempertaruhkan nyawa dalam balapan maut demi Brama. Kekejaman Brama memuncak saat ia membiarkan Aruna disiksa Cheryl hingga menjualnya di lelang amal. Merasa pengabdiannya dibalas kehinaan, Aruna memilih mengakhiri hidup di jembatan kenangan Yudha, meninggalkan pesan terakhir yang menghancurkan.
Sampul Novel MENJADI BUDAK NAFSU TUAN YUAN
9.8
Sekembalinya dari London, Hani Paulla langsung mengemban tugas sebagai sekretaris di bawah pengawasan kakaknya, Yuan Andersson. Namun, pesona Hani justru memicu obsesi gelap Yuan yang kemudian memaksanya menjadi pemuas hasrat sang billionaire. Meski terjebak dalam hubungan terlarang, sentuhan Yuan perlahan membuat Hani kecanduan. Kini ia bimbang antara melarikan diri atau jatuh cinta, sembari dihantui ketakutan jika rahasia ini tercium orang tua mereka.