Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dijodohkan Hantu

Dijodohkan Hantu

Erina, yatim piatu yang selamat dari tragedi kebakaran, memiliki kemampuan melihat hantu. Selama seminggu, sesosok arwah wanita terus menguntitnya demi sebuah permintaan ganjil: menghibur suaminya yang berduka. Meski sempat menolak, Erina akhirnya luluh dan menemui Eldrick Damiano. Pertemuan itu justru menumbuhkan benih cinta di hati Erina. Namun, Eldrick telah menutup rapat hatinya dan bersumpah hanya akan mencintai mendiang istrinya selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Erina menutup meja kasir setelah selesai menghitung omset, hari ini dia tidak perlu lembur karena memang dari jam sembilan tadi, toko sudah sepi. Hari ini dia bernapas lega karena tidak ada barang yang minus.

"Klop, Rin?" tanya teman satu shift-nya. Putri namanya.

"Iya," jawab Erina pendek, "kamu sudah selesai? Butuh bantuan?" Erina balik bertanya. Putri sedang membersihkan lantai minimarket agar besok pagi tidak perlu bersih-bersih lagi. Hal ini memang sudah menjadi aturan tertulis. Saat tutup, toko harus di tinggalkan bersih.

"Sudah kok, ini tinggal buang air bekas ngepel tadi." Erina mengangguk lalu masuk ke dalam ruang khusus karyawan, lalu dia membuka pintu kantor Raditya. Erina menghampiri brankas yang tersembunyi di balik lemari kabinet, dia menyimpan omset di sana lalu menguncinya lagi.

Saat dia keluar, Putri sudah siap untuk dengan tas yang menggantung di bahunya. Erina mengambil tas miliknya lalu mereka bergegas keluar dari toko. Karena sama-sama membawa motor keduanya berpisah di parkiran.

Erina membuka pintu rumahnya dengan wajah lelah. Dia menyalakan seluruh penerangan lalu pergi ke kamar untuk membersihkan dirinya. Setelah membersihkan diri, Erina pergi ke dapur kemudian membuka bungkusan nasi goreng yang dia beli di jalan tadi.

Erina teringat lagi hal yang dia alami hari ini. Bertemu dengan Eldrick benar-benar membuatnya kesal. Hal itu terbawa sampai ke pekerjaannya. Erina akui kalau hari ini tidak profesional dalam bekerja. Penyebabnya tentu saja Eldrick Sialan Damiano.

***

Eldrick mendadak bersin dengan keras. Pria itu sedang duduk di balkon kamarnya sembari mengisap batang rokok dengan frustrasi. Sejak istrinya meninggal, dia kesulitan untuk tidur. Eldrick rutin mengonsumsi obat tidur agar dia bisa beristirahat.

"Aku merindukan kamu, Sayang," bisik Eldrick lirih. Sampai saat ini dia belum bisa memaafkan dirinya sendiri karena istrinya meninggal tepat ketika dia berada di Luar Negeri. Sera, mendiang istrinya saat itu sedang hamil besar. Usia kandungannya memasuki minggu ke tigapuluh enam. Dokter memperkirakan kalau Sera akan melahirkan dua minggu atau tiga minggu lagi namun, dua hari setelah dia berada di Amerika untuk urusan pekerjaan, dia mendapat kabar kalau istrinya meninggal setelah melahirkan putri mereka. Tidak lama setelah istrinya meninggal putrinya pun menyusul sang Ibu.

Jika saja saat itu Eldrick tidak pergi mungkin dia masih bisa melihat istrinya sekarang. Hal ini merupakan penyesalannya seumur hidup.

Eldrick berdiri lalu pindah ke kamarnya. Di sana dia berhenti tepat di tengah ruangan menghadap sebuah foto pernikahan yang menggantung di atas kepala ranjang tidurnya. Ada ribuan kata yang ingin dia ucapkan. Tatapannya menyiratkan rasa bersalah yang begitu dalam.

Perhatian Eldrick teralihkan ketika pintu kamarnya di ketuk dari luar. Pria itu berjalan menunju pintu kemudian membukanya.

"Maaf, Tuan. Di depan ada Nona Camila," kata pekerja rumah tangga Eldrick. Wanita paruh baya itu terlihat tidak enak hati telah mengganggu waktu istirahat Tuannya.

"Ada perlu apa dia ke mari?"

"Nona Camila bilang ada yang ingin dia bicarakan dengan Anda, Tuan." Eldrick mengangguk. Sebenarnya dia tidak ingin bertemu dengan sahabat mendiang istrinya sekarang. Dia merasa risih dengan wanita itu.

"Maaf mengganggu kamu malam-malam begini, El," ucap Camila lembut, ekspresinya pun menunjukkan. Eldrick tidak mengatakan apapun dia mempersilahkan wanita itu duduk melalui gerakan tangannya.

Selama beberapa saat Camila tidak kunjung membuka mulutnya untuk memulai pembicaraan. Tatapan mata wanita lurus pada foto pernikahan yang digantung indah di ruang tamu rumah itu. Kemudian senyum tipis terbentuk di wajahnya.

"Sera sangat cantik bukan?" katanya memulai pembicaraan. Eldrick ikut menatap foto mendiang istrinya.

"Aku tidak tahu apa yang dia pikirkan ketika dia memberikan surat ini kepadaku." Camila mengeluarkan sebuah kertas dari dalam tas tangan miliknya lalu meletakkannya di hadapan Eldrick.

Tidak menunggu waktu Eldrick langsung membaca isi dari surat itu. Camila mengamati ekspresi Eldrick saat membaca surat itu. Dia sedang mencoba menebak isi hati Eldrick.

"Sebenarnya aku berencana untuk tidak memberitahukan ini sama kamu. Tapi akhir-akhir ini Sera selalu datang ke mimpiku. Aku takut dia marah karena aku tidak memberitahukan kamu masalah wasiat itu." Camila menunduk dengan raut wajah penuh penyesalan.

"Sera tidak mungkin melakukan ini," ucap Eldrick meletakkan surat itu dengan wajah datar. Dia tidak akan mempercayai surat itu dengan mudah terlebih itu bukan tulisan tangan tapi ketikan komputer, iya meskipun tanda tangan Sera jelas tercantum di sana.

"Aku juga tidak mempercayainya. Tapi, Sera sendiri yang memberikan ini pada tepat sebelum dia masuk ruang operasi." Camila mengambil lagi surat itu lalu membacanya. Di sana tertulis keinginan terakhir Sera. Di mana dia menginginkan Camila dan suaminya menikah setelah dia meninggal.

"Maaf, Camila. Aku tidak akan pernah menikahi kamu, sekalipun itu benar-benar keinginan Sera," tegas Eldrick.

"Kita memiliki jawaban yang sama. Aku juga tidak mungkin menikah sama kamu, suami dari sahabat aku sendiri. Makanya sejak awal aku berencana untuk tidak menunjukkan surat itu. Tapi, sepertinya Sera tidak menyukai hal itu, makanya dia terus meneror aku melalui mimpi." Camila kembali mengamati rumah besar milik Eldrick. Dia kemudian tersenyum dalam hati, cepat atau lambat dia akan menjadi nyonya di rumah ini.

"Kalau begitu kita sudah sepakat untuk tidak mengungkit hal ini lagi." Camila menggeleng.

"Aku belum selesai bicara, El."

"Apa lagi?" Eldrick yang hendak berdiri mengurungkan niatnya.

"Awalnya aku memang berpikir untuk menolak, tapi saat mendapat Sera sering datang ke mimpiku. Aku berubah pikiran. Aku ingin mencoba menjalani hubungan dengan kamu," ucap Camila lancar.

"Maaf, Camila. Aku tetap pada pendirian ku. Sera adalah satu-satunya wanita dalam hidupku." Eldrick tidak bisa mengkhianati cintanya pada mendiang istrinya, sekalipun hal itu keinginan istrinya. Di sini Eldrick yang menentukan hidupnya. Tidak satu pun yang dapat mengubah pendiriannya.

"Aku mengerti kalau kamu masih sangat mencintai Sera. Karena itu aku tidak memaksa kamu untuk menjalani hubungan sekarang. Kita bisa melakukannya pelan-pelan. Saya membebaskan kamu untuk mengenang Sera sepuas kamu," ucap Camila begitu percaya diri, dia tidak menyadari perubahan air muka Eldrick yang semakin mendingin.

"Aku tidak akan mengucapkan penolakan yang ketiga. Dua kali penolakan seharusnya sudah cukup membuat kamu mengerti." Eldrick kemudian berdiri lalu melangkah menaiki undakan tangga menuju kamarnya.

"El, tunggu!" seru Camila sembari menyusul langkah pria itu.

"Aku pikir kita sudah selesai berbicara," ucap Eldrick dingin.

"Ini sudah malam, El. Tadi aku ke sini naik taksi. Jadi, aku minta izin ke kamu untuk menginap satu malam di sini atau kamu bisa mengantar aku pulang." Camila memperlihatkan senyum manisnya berusaha menarik perhatian Eldrick.

"Silakan minta Bi Irma mengurus kamar tamu untuk kamu tempati satu malam. Hanya satu malam," tekan Eldrick. Jika tidak mengingat kalau wanita itu yang mengurusi semua keperluan Sera saat di rumah sakit, Eldrick tidak akan mengizinkannya untuk tinggal. Bisa saja dia meminta supir untuk mengantarnya pulang. Tapi dia akan berbaik hati untuk membalas kebaikannya terhadap Sera.

"Terima kasih, El," ucap Camila tulus. Sementara Eldrick dia tidak mengatakan apapun, dia hanya berbalik dan meninggalkan Camila seorang diri di sana.

Camila tidak menunggu lama langsung memanggil asisten rumah tangga Eldrick.

"Iya, Non Camila?" wanita paruh baya itu datang teburu-buru karena Camila memanggilnya terus-menerus.

"Bi, kamu punya telinga nggak, sih! Saya panggil berkali-kali tapi tidak kunjung datang," sewot Camila kesal.

"Maaf, Non. Ada yang bisa saya bantu?"

"Saya akan menginap di sini malam ini. Jadi, kamu siapkan kamar tamu yang paling dekat dengan kamar Eldrick," perintah Camila angkuh.

Bi Irma tidak langsung pergi, dia sedang berpikir kamar mana yang paling dekat dengan kamar Tuannya. Namun, menurutnya tidak satu pun kamar tamu yang dekat dengan kamar Tuannya. Karena lantai tiga, hanya ada kamar utama, tempat gym dan juga ruang kerja milik Eldrick. Sementara kamar tamu ada di lantai dua.

"Kenapa masih di situ?" tanya Camila galak.

"Maaf, Nona Camila. Saya sedang berpikir kamar tamu mana yang paling dekat dengan kamar milik Tuan. Dan setelah saya pikir-pikir, sebaiknya Nona tidur di ruang gym milik Tuan Eldrick. Hanya itu ruangan yang paling dekat kamar milik Tuan," kata Bi Irma berpura-pura polos. Sejak pertama kalinya mendiang istri Tuannya mengenalkan wanita itu sebagai sahabatnya dulu, Bi Irma sudah menaruh rasa tidak suka pada wanita itu. Setiap kali datang ke rumah ini, dia selalu memerintah para pekerja dengan sesuka hati.

"Lancang!" ucap Camila marah.

"Kamar tamu hanya ada di lantai dua, Nona Camila. Saya pikir Anda tidak melupakan hal itu."

"Siapkan kamar tamu utama untuk saya," ucap Camila lagi.

"Maaf lagi, Nona Camila. Kamar tamu utama itu khusus untuk Tuan dan Nyonya Besar. Tuan Eldrick tidak mengizinkan orang lain menempati kamar itu kecuali kedua orang tuanya." Bi Irma selalu mengingat jelas pesan majikannya. Dia lebih baik berdebat dengan wanita di depannya dari pada kena tegur oleh majikannya.

"Kalau begitu, siapkan kamar yang biasa saya tempati dulu," kata Camila pada akhirnya.

"Baik, silakan ditunggu, Nona Camila." Bi Irma lalu meninggalkan Camila di ruang tamu. Dia bergegas memanggil rekannya untuk membersihkan kamar tamu sebelum wanita itu mengamuk lagi.

Bersambung...

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 15 + (Lima Belas Tahun Ke Atas)
8.5
Kehidupan masa SMA di sekolah 15 penuh dengan momen kocak dan tingkah konyol. Tiga orang sahabat menjalani hari-hari mereka dengan tawa serta berbagai kejadian absurd yang mewarnai dunia remaja. Menariknya, rangkaian peristiwa unik ini diangkat dari pengalaman nyata seorang pemuda bernama Vlomontleus. Pembaca akan dibawa menyelami dinamika persahabatan yang autentik, penuh kejutan, serta sangat relevan dengan realitas kehidupan anak muda masa kini.
Sampul Novel Luna Baru Alfa-ku: Hidup yang Dirampas, Pasangan yang Ditelantarkan
9.6
Terbangun dari tidur terkutuk selama lima tahun, aku mendapati Kaelan, Alpha-ku, telah menggantikanku dengan seorang Omega. Keluargaku sendiri menyatakan aku mati secara hukum demi melantik Luna baru. Bahkan anakku lebih memilih wanita itu dan mengharapkan kematianku. Saat aku sekarat setelah dicelakai, Kaelan justru menguras darahku demi menyelamatkan kekasihnya. Melihat pengkhianatan mereka, aku sadar keberadaanku hanyalah beban bagi kebahagiaan mereka.
Sampul Novel Cinta Sang Ladyboy
8.4
Vanya adalah ladyboy menawan yang kecantikannya mengancam wanita tulen. Di sebuah klub, ia terpikat pada Ricardo Esteban, namun ragu akan statusnya. Pesonanya sebagai penari juga memicu obsesi Peter Hallmark, miliarder New York, serta Don Salvatore, bos mafia Italia yang ingin mengubahnya. Di balik karier MUA, Vanya terjebak dalam gelapnya perdagangan manusia. Mampukah ia bertahan hidup dan menemukan cinta sejati di tengah badai penderitaan tersebut?
Sampul Novel I Choose The Villain Crown Prince
8.6
Pembunuh bayaran bereinkarnasi sebagai Athea Dominic, putri bangsawan yang dibenci karena darah Klan Api. Di kehidupan lalu, ia tewas tragis akibat cinta buta pada Pangeran Alexander. Kini, ia bangkit menjadi prajurit elite demi membalas dendam saat keluarganya dibantai. Athea kemudian bersekutu dengan Azrael, pria misterius yang ternyata Putra Mahkota Klan Api. Bersama-sama, mereka berjuang menggulingkan takhta sang pangeran jahat dan menuntut keadilan bagi klan mereka.
Sampul Novel Istri Tetanggaku Kuntilanak
8.1
Alif kembali ke Kampung Menyan dan langsung terjebak di antara Lisa dan Ning. Namun, desa itu dicekam teror hilangnya bayi serta janin secara misterius. Perhatian Alif teralihkan oleh Kumara, istri tetangga yang cantik namun dituduh sebagai kuntilanak karena tabiat anehnya. Kumara mengaku memiliki masa lalu dengan Alif yang telah ia lupakan. Di tengah misteri dan pesona mistis tersebut, Alif harus mengungkap kebenaran di balik sosok Kumara dan anomali di desanya.
Sampul Novel Kembalinya Pewaris yang Ditinggalkan
8.2
Tiga tahun pengabdian Chelsea berakhir pahit saat sang kekasih mencampakkannya di altar demi wanita lain. Namun, status gadis desa itu hanyalah kedok. Chelsea bangkit sebagai pewaris tunggal konglomerat terkaya dan menguasai kekayaan triliunan. Di tengah gempuran musuh yang iri akan kesuksesannya, ia justru menemukan sekutu tak terduga. Nicholas, pria yang dikenal dingin dan kejam, kini berdiri di sisinya untuk mendukung setiap langkah balas dendamnya.