Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dicampakkan Suami dalam Kebakaran Rumah

Dicampakkan Suami dalam Kebakaran Rumah

Dua bersaudara menikah di hari yang sama dengan sepasang sahabat sejak kecil: seorang kapten pemadam kebakaran dan seorang polisi. Mereka bahkan bertetangga di lantai apartemen yang sama. Namun, saat kebakaran melanda rumah, panggilan darurat mereka diabaikan oleh kedua suami tersebut. Akibat kelalaian ini, satu bayi lahir dalam kondisi meninggal dan yang lainnya keguguran. Terpukul oleh tragedi memilukan ini, kedua istri memutuskan untuk menceraikan suami mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

Orang tua kami meninggal saat kami masih sangat kecil. Kami tumbuh besar mengandalkan satu sama lain. Adikku adalah hartaku yang paling berharga. Satu lecet kecil di jarinya saja membuatku khawatir setengah mati.

Sayangnya, aku buta.

Aku memperkenalkan Dimas kepadanya!

Kami memberikan seluruh isi hati kami dengan setulus-tulusnya. Lalu berjuang tanpa lelah untuk mengandung seorang anak. Tapi pada akhirnya, semua itu hanya alat yang digunakan oleh dua pria tak tahu malu ini untuk menyulut perasaan Monika!

"Hahaha ...."

Adikku tiba-tiba tertawa. Isak tangisnya semakin menjadi-jadi.

Aku menoleh dan melihatnya memegangi ponselnya.

Menatap foto di layar.

Yudha bertelanjang dada, seutas tali melingkar di pinggangnya yang ramping.

Monika menjatuhkan diri ke dalam pelukannya dan diselamatkan ke bawah. Di saat yang sama, Dimas yang mengenakan seragam polisi sedang bergegas berlari ke sana.

Sebuah momen yang diabadikan dengan penuh cerita.

Monika ada di antara mereka, bagaikan tuan putri yang selalu dilindungi oleh kesatria dan tidak perlu lagi merasa takut.

Ini adalah foto yang baru saja Monika unggah di media sosialnya.

Bahkan disertai tulisan yang sangat menggugah pikiran: "Kalau diberi kesempatan lagi, siapa yang harus kupilih dari dua pria berseragam ini?"

Komentarnya juga sangat ramai.

"Kenapa harus memilih? Sikat dua-duanya!"

"Ya Tuhan, semoga kalian nyata. Dari caption-nya saja aku sudah bisa membayangkan cerita panas kalian di kamar!"

"Sekarang juga, aku ingin lihat tiga orang ini menikah!"

Aku tersenyum pahit, dan hatiku semakin sakit.

Sebab, liontin cincin yang melingkar di leher Monika dalam foto itu ternyata versi perempuan dari cincin kawin Yudha dan Dimas, layaknya pasangan.

"Kukira, empat cincin kita sengaja dibuat sama, sebagai bukti besarnya cinta kita."

"Ternyata cincin kita juga model cincin laki-laki."

"Kak, konyol sekali, ya?"

Air mata adikku kembali berderai. Suaranya semakin pilu dan menggetarkan dada.

Aku berjuang untuk bangkit dan mengambil ponsel itu dari tangannya.

Lalu, aku berbaring di sampingnya seperti saat kami masih kecil, menepuk punggungnya dengan lembut untuk menghiburnya. "Tiara, jangan dipikirkan lagi, nanti nggak sembuh-sembuh loh. Walaupun aku menyesal, yang penting kita nggak akan seumur hidup mengurung diri dalam pernikahan yang seperti neraka."

Tapi tenggorokanku semakin tercekat saat mengatakannya.

Kenapa?

Kami bahkan tidak tahu soal Monika sebelum kami menikah. Kenapa kami harus jadi bagian dari permainan mereka dan menanggung penderitaan yang begitu tragis!

Yang lebih konyol lagi, Yudha juga memblokir nomorku.

"Kak, apa kita terlalu menyebalkan?"

"Mereka menjauhkan diri seakan kita punya sakit menular yang sangat berbahaya."

Setelah beristirahat selama beberapa hari, adikku akhirnya mendapatkan semangatnya kembali. Dia menertawakan diri sendiri sambil tergenang air mata.

"Tenang saja, aku akan mencari cara, lalu pergi dari sini."

"Hidup sesuka kita. Jangan dekat-dekat dengan laki-laki lagi. Jangan pernah hamil lagi ...."

Aku mengusap rambut adikku dengan hati sesak. Suaraku tercekat oleh isak tangis.

Kalau dipikir-pikir, cara yang paling efektif adalah dengan menyewa pengacara perceraian. Agar Yudha dan Dimas mengerti bahwa tekad kami sudah benar-benar bulat.

Bukan cari gara-gara saja.

Tapi ...

"Bu Ratna, kami nggak sanggup membantu kalian!"

"Bajingan macam apa suami kalian itu? Punya mulut nggak dipakai untuk bicara! Begitu dia dengar kalau kalian klien kami, dia langsung menendang kursi sampai hancur berkeping-keping. Anjing gila!"

"Apanya yang pelayan masyarakat?! Dia lebih seperti preman sampah masyarakat!"

"Saya sudah kembalikan biayanya. Mohon maaf, kami nggak sanggup!"

Pengacara itu mengeluh penuh amarah dan langsung menutup telepon.

Tak lama kemudian, telepon berdering lagi.

Yudha membuka blokir nomorku. "Ratna, bisa nggak kamu lebih dewasa sedikit?! Kamu tahu sendiri kenapa nomormu kublokir!"

"Kalau semua perempuan di dunia ini separah kalian setiap cemburu, semua laki-laki pasti musnah!"

"Kalian berani sampai panggil pengacara ke kantor Dimas! Bikin malu saja!"

"Kami sial tujuh turunan menikah dengan kalian!"

Masih dengan penghinaannya yang sangat menyakitkan.

Aku sangat marah sampai gigiku terasa ngilu, tapi aku malah tertawa. "Hahaha ...."

Terlalu marah sampai aku hanya bisa tertawa.

Yudha semakin jengkel saat mendengarnya. "Apa yang kamu tertawakan! Jangan kira aku nggak berani menceraikanmu cuma karena kamu sedang hamil!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Seorang Ibu
7.9
Dunia Alana runtuh saat mengetahui Kenzo, suami yang ia puja, berselingkuh dengan adik tirinya, Risa. Meski amarah memuncak, Alana menahan diri demi melindungi masa depan kedua buah hatinya, Arya dan Luna. Ia menolak hancur begitu saja dan mulai menyusun rencana balas dendam yang dingin serta terstruktur. Alana bertekad membuat para pengkhianat itu membayar rasa sakitnya. Ikuti perjuangan Alana menuntut keadilan demi martabatnya sebagai seorang ibu.
Sampul Novel Benih Sang Kakak Ipar
9.7
Pernikahan Aura dengan Gavin membawanya masuk ke lingkaran obsesi keluarga Mahendra. Atas desakan ekonomi, Gavin mengajak Aura tinggal di rumah sang kakak, Adrian Mahendra, seorang pengusaha dingin yang berkuasa. Tanpa diduga, Adrian menyimpan hasrat gelap terhadap istri adiknya tersebut. Dengan karisma dan kekuasaannya, Adrian memanipulasi keadaan hingga Aura terjepit antara kesetiaan pada suami dan godaan sang kakak ipar yang terus menjeratnya.
Sampul Novel Bias: Dari Uncle, Jadi Daddy
9.0
Alexandria Serenata Atmadya pindah ke megapolitan demi pekerjaan baru, namun sifatnya yang sulit menolak justru menjebaknya dalam skema Ragnala Firaz Himawan. Ragnala yang manipulatif memaksa Alexandria masuk ke pernikahan berkedok kesepakatan rahasia. Di tengah persaingan kecerdikan mereka, muncul fakta mengejutkan tentang seorang anak berusia empat tahun. Alexandria pun harus menghadapi taktik manis Ragnala demi memperjuangkan cinta di tengah pahitnya masa lalu.
Sampul Novel Hati yang Remuk dan Mati
8.8
Pernikahan lima tahun Sheila dan Dave hancur saat mantan kekasih Dave kembali dan mengirimkan bukti kemesraan mereka. Alih-alih meratap saat suaminya absen di hari ulang tahun pernikahan mereka demi wanita lain, Sheila mengambil langkah drastis. Dia tidak hanya menandatangani surat perceraian, tetapi juga memerintahkan sekretarisnya untuk mengatur pernikahan Dave dengan selingkuhannya, Steph. Tujuh hari kemudian, Sheila terbang ke Veridia demi memberikan restu langsung untuk mereka.
Sampul Novel Hubungan Sebatas Ranjang
8.1
Jonathan Prawira Maulana adalah CEO Maulana Grup yang jenius dalam bisnis namun buta soal asmara. Kesibukannya membuat orang tua Jo khawatir hingga mereka berencana menjodohkannya dengan anak rekan bisnis. Jo menolak keras rencana tersebut, namun ia justru terjebak syarat berat. Ia hanya punya waktu satu bulan untuk memperkenalkan calon istri pilihannya sendiri. Jika gagal, ia harus menerima perjodohan itu tanpa syarat. Mampukah Jo menemukan cinta dalam waktu singkat?
Sampul Novel Keperkasaan Sang Mertua
8.8
Sebuah ketegangan tak biasa terjadi dalam novel modern Keperkasaan Sang Mertua. Sang menantu merasa sangat malu saat ayah mertuanya menahannya di dekat jendela besar yang transparan. Meski ia memohon untuk dilepaskan, sang mertua justru semakin gencar menyentuh tubuhnya dengan intim. Pria itu menolak berhenti dan malah memintanya menyaksikan kerumunan orang di bawah sana, mengubah situasi menegangkan tersebut menjadi sebuah kepuasan rahasia yang mengasyikkan bagi mereka.