Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa

Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa

Nalula Diandra mengalami tragedi memilukan saat kesuciannya dirampas di hadapan kekasihnya sendiri akibat rencana keji kakek sang pria. Alih-alih membela, kekasihnya justru memilih menikahi wanita lain. Di tengah kehancuran, Lula ditemukan oleh orang tua kandungnya yang merupakan konglomerat kuat. Bersama mereka, ia merancang pembalasan dendam untuk menghancurkan pria itu beserta keluarganya. Namun, akankah kepuasan batin ia temukan setelah semua hancur?
Bab
Bagikan

Bab 2

Olan membiarkan Lula menenangkan diri terlebih dahulu.

Olan kembali ke rumah untuk meyakinkan Kakek, serta orang tuanya jika Lula gadis yang pantas untuk mendampinginya.

Namun setelah perdebatan panjang dengan sang Kakek, nyatanya Olan tidak bisa membuat Kakeknya luluh.

Olan kembali menuju kosan Lula karena mengingat tujuan awal Olan datang saat Kakek menemui Lula yaitu menemui Ibu Lula di Rumah sakit.

Tok! Tok! Tok!

"Assalamualaikum, Lula!" Salam Olan sambil mengetuk pintunya Lula.

"Waalaikumsalam Olan, ada apa lagi? Biarkan aku sendiri terlebih dahulu," sahut Lula dari dalam kamar kosnya.

"Tidak Lula, ini soal ibu. Ibu kritis dan kita harus ke rumah sakit sekarang juga!" jawab Olan.

Cklek!

"Ibu?" tanya Lula dengan ekspresi yang sulit diartikan.

"Iya, ayo kita ke rumah sakit sekarang!" kata Olan sambil menatap mata Lula yang membengkak dengan intens.

Setelahnya mereka menuju rumah sakit.

Lula yang tengah bersedih karena kisah cintanya dengan sang kekasih terhalang oleh latar belakang dirinya itu semakin menangis terisak karena takut kehilangan satu-satunya keluarganya di dunia ini.

Olan hanya diam disepanjang jalan menuju rumah sakit.

Karena tidak ingin mengganggu Lula yang tengah sangat bersedih.

Sesampainya di rumah sakit, Lula langsung berlari menuju ruang isolasi ibunya dan bertemu dengan dokter yang menangani ibunya.

"Dok, bagaimana keadaan ibu saya?" tanya Lula cemas saat melihat dokter keluar dari ruang isolasi.

"Maaf Mbak, saya harus meminta maaf sebesar-besarnya, mungkin ini terakhir kalinya kamu bertemu dengan Ibumu. Temuilah, Mbak." kata dokter itu.

Lula langsung berlari masuk ke dalam ruang isolasi.

Melihat ibunya sedang menatapnya dengan tatapan yang meredup sambil menahan nafas yang tersengal.

"Nak!" lirih ibu.

"Ibu ... Ibu harus kuat. Lula takut sendirian di dunia ini, Bu. Lula takut menghadapi dunia ini sendirian, Bu!" kata Lula mengiba pada ibunya.

Derai air mata tak bisa lagi Lula hentikan.

"Lula, ka—kamu tidak sendirian di dunia ini. A—ada Olan yang sangat mencintaimu. Lula dengarkan ibu baik-baik!" kata Ibu Lula tersengal.

Lula hanya menangis menanggapi perkataan ibunya dengan suara lirih dan tersengal.

Lula merasa sangat tidak tega melihat keadaan ibunya.

Kemudian dia merasakan tangan ibunya menggapai tangan nya dan memberikan sesuatu.

"Pakailah nak!" kata Ibu Lula memberikan sebuah liontin berwarna putih dengan butiran diamond yang mengelilingi.

Bias cahaya dari liontin putih itu tampak menyilaukan mata Lula.

"Apa ini, Bu?" tanya Lula sambil melihat liontin yang diberikan oleh Ibunya.

"Itu .... Satu-satunya benda berharga yang I—ibu temukan bersama dirimu, di d—depan sampah Bar saat bekerja 24 tahun lalu,"

Ibu menjeda ucapannya karena merasa semakin sedikit oksigen yang bisa dihirup.

"Ma—maafkan ibu tidak pernah jujur. Temukan orang tua kandungmu dengan liontin itu,Nak!" kata Ibu dengan pandangan semakin melemah.

Jedar!

Seperti tersambar petir disiang hari.

Kenyataan yang diterima Lula sore itu membuat seluruh tulangnya seolah tak memiliki tenaga.

Tak pernah ada dalam pikiran Lula, jika ibunya bukanlah ibu kandung Lula karena cinta yang begitu besar dia dapat dari ibunya.

Walaupun dia seorang wanita malam, Lula sangat menyayangi Ibunya.

"I—Ibu berbohong kan?" kata Lula tergagap.

"M—maafkan Ibu yang egois ingin memilikimu seutuhnya dan takut ditinggalkan oleh putri sepertimu!" jawab Ibunya Lula semakin tersengal.

"T—tidak Bu, Ibu adalah ibu kandungku, kan?" tanya Lula.

Lupa tidak percaya dengan kenyataan yang ibunya ungkapkan.

Ibu hanya menggeleng dan kemudian menutup matanya untuk selamanya.

Lula menangis sejadi-jadinya karena telah kehilangan seseorang yang telah menjadi pelindungnya selama ini.

Lula telah luruh ke lantai tak kuat menompang kehidupan dan juga kenyataan bahwa ibunya telah berpulang.

Dokter masuk untuk mengurusi jenazah ibu Lula, dan Olan masuk untuk menguatkan Lula.

Olan memeluk tubuh bergetar kekasihnya itu dalam dekapan hangatnya.

"Istighfar Lul, kamu gadis hebat. Sabar, Sayangku," kata Olan.

Olam membantu berdiri untuk dibawanya keluar agar tidak menghalangi dokter menangani jenazah ibunya yang terkena HIV.

"Ibu pergi Olan, Ibu bilang jika Ibu bukan ibu kandungku. Tapi cintanya luar biasa untukku!" racau Lula.

Lula menunjukkan liontin yang ada di genggaman tangannya.

Olah tidak bisa berkata-kata lagi dengan apa yang terjadi hanya bisa memeluk erat tubuh Lula.

Olan juga tidak menyangka bahwa Lula, bukanlah putri kandung ibunya.

Tapi ada sedikit lega dihati Olan, bahwa ada kemungkinan Kakek Hanu akan menyetujui jika Lula bukan putri dari seorang wanita malam.

Olan kemudian meminta dokter langsung memandikan dan di sholatkan langsung di masjid rumah sakit untuk langsung dikebumikan di TPU terdekat.

Karena lingkungan tempat tinggal Lula adalah rumah kumuh pemukiman para wanita malam.

Selama ini telah ditinggalkan Lula, selama dua tahun semenjak bekerja di perusahaan Olan.

Hanya Olan meminta bantuan tim pemakaman dan juga ustadz yang biasa melakukan itu untuk mensholati jenazahnya.

Setelah semua selesai dan malam itu juga jenazah langsung dimakamkan karena tidak disaran kan untuk dibiarkan terlalu lama.

Pukul sembilan Olan mengantar Lula ke kosannya karena pemakaman sudah selesai.

Olan juga melihat sang kekasih terlihat butuh waktu untuk istirahat.

"Sampai sini saja!" Kata Lula sampai depan kos.

"Aku antar sampai kamar, Lula." jawab Olan.

"Sudah malam, Pulanglah. Terima kasih untuk hari ini Olan. Aku menyayangimu." jawab Lula sambil tersenyum sedikit lebih lebar.

"Aku lebih menyayangimu, Lula. Masuklah dan istirahatlah! Besok aku akan kesini lagi," kata Olan.

Tanpa menoleh Lula masuk ke dalam gerbang dan maruk ke rumah utama.

Srak!

"Aaaaa ... Kalian siapa?" teriak Lula.

Lula merasakan ada beberapa orang memegang tubuhnya.

"Mau apa kalian!" teriak Lula lagi mulai ketakutan.

Kemudian seseorang menggumpal mulut Lula dengan kain namun Lula terus berontak.

Hingga lula tak bisa lagi mengeluarkan suaranya karena tersumpal gumpalan kain yang meredam suaranya.

Dugh!

Bruak!

Detik berikutnya seorang pemuda menerjang dan berusaha menolong Lula.

Namun dengan mudahnya diringkus oleh dua laki-laki berbadan besar itu.

Kemudian Olan diikat dengan tali tambang yang sangat kuat dikursi yang diikat tiang pintu.

"Kalian siapa? Bedebah!" pekik Olan.

Saat ini dirinya sudah terikat sempurna tidak bisa bergerak.

"Periksa pintu depan, dan kunci semua!" perintah ketua bandit itu.

"Siap bos!" jawab salah satu anak buahnya dan pergi.

Kemudian detik berikutnya lampu dinyalakan dan Olan melihat kedua tangan kekasihnya sudah terikat erat dikayu senderan ranjang atas kepalanya.

Dengan mulut tersumpal dan kedua kakinya dipegang oleh dua laki-laki berbadan besar.

Lula terus berontak dengan suara tertahan mencoba melepaskan cengkeraman tangan laki-laki itu.

Lula menatap mata Olan dengan tatapan penuh permohonan agar diselamatkan.

Ya, Olan yang perasaannya tidak enak memilih kembali dan memastikan kekasihnya tidur dengan nyaman.

Namun Olan justru mendapati Lula tengah diserang oleh laki-laki berbadan besar penuh tato dan memakai topeng.

Olan berontak dengan sepenuh tenaga tapi tidak menghasilkan apapun, karena ikatan Olan yang erat dan banyak, juga mulut tersumpal sama seperti Lula.

Mata Olan merah menyala mengisyaratkan kemarahan yang luar biasa.

"Baiklah kekasih yang baik hati, aku akan berbaik hati memberimu kesempatan untuk melihatku mengambil kesucian kekasihmu!" kata laki-laki itu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A MAN IN A TUXEDO
9.7
Psikiater muda Auristela Indira mengemban tugas berat merawat Vincent Oliver, CEO penyiaran yang menderita Anterograde Amnesia pasca insiden tragis. Stela harus menyamar sebagai sekretaris dan pengawal pribadi sebelum akhirnya diminta menikahi Vincent yang ingatannya hanya bertahan sehari. Di tengah dilema itu, misteri besar menyelimuti penyebab kecelakaan Vincent serta hilangnya calon tunangannya tepat di malam sebelum hari pernikahan mereka.
Sampul Novel Aku Menikahi Kakak Pembunuh
8.6
Malam pernikahan berubah maut saat Carlos Fowler membiarkan aku tewas di tangan penculik demi wanita lain. Di saat terakhir, kakak laki-lakinya yang lumpuh, Vincent, datang membalaskan dendamku. Kini aku terlahir kembali untuk memperbaiki takdir. Di depan altar, kubatalkan pernikahan dengan Carlos secara mengejutkan. Aku justru melamar Vincent yang terabaikan di kursi rodanya. Carlos mengira ini hanya gertakan, namun ia akan segera kehilangan segalanya.
Sampul Novel Cinta Kita Sudah Sampai Ujung
7.9
Lima tahun menjalani pernikahan kontrak, Vanesa akhirnya menyadari pengkhianatan Steven saat mengetahui anak yang ia asuh adalah putra kandung suaminya dengan wanita lain. Di tengah kabar kehamilannya sendiri, ia memilih pergi dan mengembalikan anak itu. Vanesa bangkit menjadi sosok mandiri yang kaya raya, membuat keluarga yang dulu menindasnya dan anak tirinya memohon maaf. Saat ia mulai didekati pria lain, Steven yang menyesal justru menolak menandatangani surat cerai mereka.
Sampul Novel Dijodohkan dengan CEO tanpa Hati
8.5
Satu bulan membina rumah tangga, Ana Puspita Ningsih belum pernah disentuh oleh Louis Kusnadi. Pernikahan paksa ini mempertemukan dua kepribadian yang bertolak belakang. Ana dikenal sebagai wanita penyantun yang tulus membantu kaum papa, sementara Louis adalah CEO arogan yang gemar menindas orang lain. Di balik kekayaannya, Louis sangat pelit dan kerap menyakiti hati istrinya. Ana kini harus bertahan menghadapi sikap suaminya yang sedingin es dan penuh amarah.
Sampul Novel Gairah Liar Tuan Xavier
8.5
Bella terjebak dalam situasi yang sangat mencekam saat ia berusaha keras menolak klaim sepihak dari Tuan Xavier. Meski Bella berteriak menentang takdir yang dipaksakan kepadanya, pria berkuasa itu dengan tegas menyatakan bahwa Bella kini menjadi miliknya sepenuhnya. Xavier tidak memberikan ruang sedikit pun bagi Bella untuk melarikan diri atau memberikan bantahan. Kini, Bella harus menghadapi obsesi liar sang tuan yang tidak mengenal kata penolakan.
Sampul Novel Hakikat cinta yang kau nodai
9.1
Hana lelah menghadapi perselingkuhan Devan yang terus berulang meski telah berkali-kali dimaafkan. Setelah delapan tahun bersabar, ia akhirnya memilih bercerai. Di tengah luka, hadir Rama, pewaris Abimana Group yang saleh, sebagai oase ketenangan. Namun, cinta mereka terhalang status Hana sebagai janda dua anak dan hierarki bisnis keluarga Rama. Akankah Rama diterima oleh anak-anak Hana, atau justru Devan kembali mengejar mantan istrinya yang dulu ia khianati?