Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dibuang Seperti Sampah, Kini Dicari

Dibuang Seperti Sampah, Kini Dicari

Delapan tahun pernikahan rahasia Risa hancur saat Teguh melamar Selia. Merasa dikhianati, Risa memilih bercerai dan meninggalkan restoran mereka. Teguh yang angkuh justru mengusir Risa dan adiknya, Heru, demi wanita simpanannya. Namun, saat bisnisnya hancur akibat ulah Selia, Teguh menyusul Risa ke Swiss untuk memohon maaf. Risa kini bangkit dan mengungkap kebenaran pahit tentang malam yang menjebaknya di masa lalu, membiarkan Teguh menyesal dalam kehancuran.
Bab
Bagikan

Bab 3

Risa Irawan POV:

Pagi itu, aku bangun sebelum matahari terbit, dengan kepala yang terasa ringan dan hati yang kosong. Tidak ada lagi beban, tidak ada lagi harapan. Hanya tekad yang membara. Aku menuangkan secangkir kopi hitam dan mulai mempersiapkan berkas-berkas cerai.

Saat Teguh turun, rambutnya acak-acakan dan matanya merah, dia berhenti di pintu dapur. Dia melihat kue ulang tahun Heru yang kubuat, diletakkan di sudut meja, seolah tidak disentuh. Ekspresinya kosong, seperti sebuah patung lilin.

"Risa," Teguh memulai, suaranya serak. "Aku... aku minta maaf soal semalam. Ada kekacauan besar di restoran, Selia membutuhkan bantuanku untuk siaran langsung. Itu sangat mendadak."

Aku menatapnya. Inilah kebohongan lain yang akan dia ucapkan, setelah semua yang terjadi? Aku hanya bisa tersenyum pahit. "Tentu saja," kataku. "Prioritasmu selalu jelas, Teguh."

Aku meletakkan amplop putih itu di atas meja, di dekat cangkir kopinya. Amplop yang sama seperti yang kuberikan padanya kemarin di kantor.

Teguh mengerutkan kening. "Apa ini?"

"Surat cerai kita," jawabku datar. "Dan surat pengunduran diriku dari Adiwangsa."

Wajah Teguh pucat. Dia hendak berkata sesuatu, tapi ponselnya berdering di sakunya. Dia mengambilnya, dan kudengar suara Selia dari seberang telepon, setengah menangis, setengah marah.

"Teguh! Kamu di mana? Semuanya berantakan! Aku butuh kamu!"

Teguh menghela napas, berusaha menenangkan Selia. "Aku datang sekarang. Tenang, sayang." Kata "sayang" itu diucapkan dengan nada yang tidak pernah kudengar selama bertahun-tahun.

Dia melirikku, seolah ingin mengatakan sesuatu, tapi dia hanya mengambil pena, menandatangani surat-surat itu tanpa membacanya lebih lanjut. Lalu, tanpa sepatah kata lagi, dia bergegas keluar.

Aku hanya menatap pintu yang tertutup di belakangnya. Tawa pahit keluar dari tenggorokanku. Keluarga kami hancur, dan dia bahkan tidak peduli untuk melihat alasannya.

Sore harinya, sebuah paket tiba. Itu dari Teguh. Aku membukanya dengan hati-hati. Di dalamnya, ada sebuah boneka Barbie edisi terbatas yang sangat mahal. Aku tahu Teguh membelinya sebagai hadiah ulang tahun Heru.

Aku ingat bagaimana Heru kecil pernah menangis ketakutan saat melihat boneka Barbie. Itu gara-gara Selia. Saat itu, Selia masih sering berkunjung ke kedai kami. Dia selalu membawakan Heru mainan yang tidak sesuai usianya, atau mainan yang justru membuatnya tidak nyaman. Suatu kali, ia bersikeras memberi Heru boneka Barbie. Heru tidak suka. Dia takut dengan mata boneka yang terlalu besar itu, dan Selia malah menertawakannya. Heru kecil trauma, dan sejak itu, dia membenci boneka Barbie.

Teguh pasti sudah lupa, atau memang tidak pernah peduli. Boneka Barbie ini adalah simbol sempurna dari ketidakpeduliannya.

Saat aku masih menatap boneka itu, pintu terbuka dan Teguh masuk. Dia tidak sendirian. Selia Rasyid berdiri di sampingnya, dengan koper besar di tangan. Senyum kemenangan terpampang di wajahnya.

"Risa," kata Teguh, suaranya kini terdengar lebih percaya diri, seolah dia sudah memegang kendali sepenuhnya. "Selia akan tinggal di sini bersamaku mulai sekarang."

Aku hanya menatapnya, tanpa ekspresi.

"Jadi," lanjut Teguh, nadanya sedikit melunak, seolah mencoba bersikap baik. "Aku sudah menyiapkan sebuah apartemen untukmu dan Heru. Sementara saja, sampai kita menemukan tempat yang lebih baik. Kamu bisa pindah besok."

Aku tidak bisa menahan tawa. Tawa yang kosong, tanpa kehangatan. "Jadi, aku dan Heru sekarang adalah pengungsi di rumahku sendiri?"

Teguh mengerutkan kening. "Jangan dramatis Risa. Ini semua demi kebaikan kita. Pernikahan kita rahasia, dan kini aku harus menunjukkan pada dunia siapa tunanganku. Kita tidak bisa terus tinggal di bawah satu atap, itu akan menimbulkan skandal." Dia menatapku, matanya memancarkan rasa jijik yang terselubung. "Kamu tahu posisimu, Risa."

Aku hanyalah aib yang harus disembunyikan. Hanya beban. Aku merasakan gumpalan di tenggorokanku, tapi aku menelannya. Aku sudah terlalu lelah untuk melawan.

"Baiklah," kataku, suaraku nyaris tak terdengar. "Aku akan berkemas."

Teguh tersenyum lega. "Begitu lebih baik. Nanti aku akan memberimu uang untuk akomodasi dan tunjangan bulanan. Kita akan sering bertemu, kok." Dia terdengar seperti seorang dermawan, bukan suami yang baru saja menceraikan istrinya.

Aku mengangguk, lalu berbalik dan naik ke atas. Di kamar, tanganku bergerak cepat, mengemasi barang-barangku dan Heru. Bukan ke apartemen yang Teguh siapkan. Aku tidak akan pernah menginjakkan kaki di sana. Aku akan pergi jauh.

Saat aku turun lagi, menyeret dua koper dan membawa tas Heru, Selia sedang berdiri di ruang tamu, tersenyum manis pada Teguh. Teguh sedang memeluknya, seolah baru saja memenangkan lotre.

"Astaga, Risa," seru Selia, ekspresinya pura-pura terkejut. "Kamu masih di sini? Kupikir kamu sudah pergi."

Teguh menoleh padaku, ekspresinya sedikit kaku. "Risa, kamu sudah siap?"

"Ya," kataku. "Kami sudah siap."

"Kemana kamu akan pergi?" tanya Selia, nadanya terdengar seperti seorang majikan yang mengusir pembantunya.

Teguh menyahut, "Dia akan pindah ke apartemen yang kusewa-"

"Tidak," potong Heru, suaranya kecil tapi tegas. Heru berdiri di sampingku, memegang erat tanganku. Dia menatap Teguh, lalu pada Selia. "Kami tidak akan ke sana lagi."

Teguh menatap Heru, kaget. "Heru, apa yang kamu bicarakan?"

"Ayah," kata Heru, suaranya tenang, namun penuh penekanan. "Heru tidak punya Ayah lagi. Yang Heru punya hanya Kakak Risa." Dia menunjuk Teguh. "Kamu bukan Ayah Heru. Kamu adalah CEO Teguh," lalu menunjuk Selia, "dan kamu adalah Tante Selia."

Wajah Teguh langsung pucat pasi. Selia terkesiap, senyumnya lenyap seketika.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95JQS" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95JQS
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Amnesia
7.9
Terbangun dalam kondisi hampa, aku mendapati diriku terperangkap dalam ketidaktahuan yang menyesakkan. Saat mata ini terbuka, segalanya terasa asing; mulai dari ruangan yang kutempati hingga wajah-wajah yang menatapku dengan penuh harap. Tidak ada satu pun memori yang tersisa untuk menjelaskan siapa mereka atau di mana aku berada. Bahkan, bayangan di cermin pun terasa seperti orang asing, meninggalkan pertanyaan besar mengenai identitas asliku yang hilang.
Sampul Novel BUKAN PERNIKAHAN KONTRAK
9.7
Selena terjepit di antara kesetiaan cinta dan tuntutan keluarga. Kematian sang ayah dan biaya medis ibunya yang membengkak memaksa Selena mencari jalan keluar cepat. Saat kekasihnya menghilang tanpa kabar, Daniel hadir menawarkan kesepakatan pernikahan kontrak. Selena terpaksa setuju demi bertahan hidup. Namun, situasi menjadi rumit saat kekasihnya kembali untuk melamar, dan terungkap bahwa Daniel memiliki ikatan keluarga dengan pria tersebut.
Sampul Novel IMPERFECT BOSS
8.1
Kehidupan Elgar sebagai bos sempurna hanyalah topeng belaka. Kedamaiannya terusik sejak Lea, karyawannya sendiri, mengetahui rahasia kelam yang ia sembunyikan rapat-rapat. Takut reputasinya hancur, Elgar melakukan segala cara demi membungkam gadis itu. Namun, tekanan yang ia berikan justru memicu rasa bersalah karena telah menindas sosok yang lemah. Seiring berjalannya waktu, kebencian Elgar luluh dan benih cinta mulai tumbuh mekar di hatinya yang dingin.
Sampul Novel Istri Terlahir Kembali: Sekali Digigit, Dua Kali Pemalu
9.0
Rylie mengira pengabdian tulusnya akan meluluhkan Mathias, namun lima tahun pernikahan hanya berbuah pengabaian hingga ia wafat dalam kesedihan. Saat terbangun di masa lalu, Rylie bertekad menggugat cerai sebelum suaminya bertemu wanita lain. Mathias awalnya menganggap ini taktik belaka, tapi keputusasaan Rylie justru membuatnya panik dan memohon kesempatan kedua. Kini, Rylie terjebak di antara trauma masa lalu dan cinta yang masih tersisa untuk Mathias.
Sampul Novel Love Me Om
9.4
Terjebak dalam rencana pernikahan dengan Ray yang kasar, Lala merasa tertekan demi menuruti keinginan orang tuanya. Namun, sebuah pesta lajang di villa milik Daniel mengubah segalanya. Pertemuan itu membangkitkan kembali perasaan lama Lala pada Daniel, hingga keduanya terlibat hubungan intim. Kelembutan Daniel menyadarkan Lala bahwa ia berhak bahagia, memicu keberaniannya membatalkan pernikahan. Akankah Ray menerima keputusan itu, dan dapatkah Daniel membalas cinta tulus Lala?
Sampul Novel Misi 27 Hari Yura
9.8
Yura Anindita menolak keras perjodohan dari orang tuanya. Ia pun memulai misi nekat untuk mencari calon suami pilihannya sendiri dalam waktu 27 hari, tepat sebelum ulang tahunnya yang ke-27. Di tengah tekanan waktu, dua pria berbeda hadir dalam hidupnya: sosok dari masa lalu dan pria baru yang memikat hatinya. Akankah Yura berhasil menemukan pendamping hidup yang tepat untuk membatalkan perjodohan tersebut, atau justru misinya akan berakhir dengan kegagalan?