
DESTINY OF LOVE
Bab 3
William adalah teman Reyna sewaktu SMA dari kelas 1-3 SMA selalu satu kelas. Reyna terkenal sebagai gadis tomboy kesayangan para guru karena segudang prestasi nya, gadis periang dan berhati mulia yang tak pernah membeda-bedakan teman. Reyna dikenal sebagai murid yang selalu aktif dengan ketomboyan nya.
Memanjat pagar sekolah saat terlambat datang, perempuan satu satunya yang sering dihukum guru didepan kelas karena terlambat datang,, suka bolos jam pelajaran bersama anak laki-laki dan salah satunya William si cowok pendiam.
Reyna selalu mencair kan suasana kelas yang tegang. Gadis satu satunya yang berani mewarnai rambut dan memakai anting anting Doble. Hanya Reyna yang bisa melakukan itu semua tetapi tidak dimarahi oleh guru walau semua guru tahu hal itu.
Pasti kalian bertanya kok bisa tidak dimarahi guru padahal itu sangat tidak baik??
Karena Reyna juga menunjukkan prestasi diberbagai bidang akademik dan non-akademik. Dia juara kelas 3tahun berturut-turut. Sempat salah seorang guru meragukan hasil ujiannya. Guru tersebut mengira jika itu hasil mencontek. Dan dipanggilah Reyna ke ruang Guru.
-------
Di Ruang Guru
Teman-teman yang penasaran termasuk William, mengintip Ruang guru yang ditutup rapat itu. Reyna berada di tengah tengah para guru.
Ada 10orang guru disana dari berbagai mata pelajaran. Salah seorang guru menjelaskan mengapa Reyna dipanggil ke ruang Guru dan guru tersebut menunjukkan buku catatan Reyna yang kosong berbeda dengan buku milik teman-temannya.
Guru tersebut menantang Reyna untuk menjawab beberapa pertanyaan dari masing-masing guru secara lisan dengan imbalan jika Reyna bisa menjawab dengan benar semua pertanyaan dari para guru, Reyna tidak perlu mengerjakan tugas dan ulangan harian lagi. Dan Reyna akan langsung mendapatkan nilai 90 disetiap mata pelajaran.
Awalnya Reyna Ragu takut jika tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, tapi Reyna yakin bahwa Tuhan selalu ada untuk menolongnya karena Reyna pun tidak mau dikatakan jika hasil nilainya adalah hasil mencontek.
Satu jam dia di dalam ruang guru dan menjawab dengan benar pertanyaan para guru.
"Reyna, Bapak bangga denganmu."
Seorang guru menjabat tangan Reyna.
"Terimakasih Pak,"
"Ohc ya, bapak mau tanya. Bagaimana cara kamu bisa menjawab semua pertanyaan dari kami padahal kamu tidak pernah mencatat dan ada juga beberapa soal yang tadi belum kami ajarkan dikelas?"
"Iya pak, memang benar saya tidak mencatat sama sekali. Tapi saat bapak dan guru lain menerangkan di depan kelas saya menggambar anime. Dan yang saya ingat anime apa yang saya gambar waktu guru menerangkan materi tersebut. Dan untuk yang belum diterangkan, untungnya saya sudah membaca buku pelajaran di saat waktu luang juga saya menggambar anime disebelah materi yang saya baca."
"Jadi kamu mengingatnya hanya dengan menggunakan gambar?"
"Iya pak kurang lebih seperti itu."
"Kamu memang luar biasa Reyna."
-------
Semenjak saat itu para guru hingga kepala sekolah sangat menghormati Reyna. Pernah sekali dia terlibat Perkelahian antar sekolah tapi dia bisa lolos.
Pernah juga dia menonjokan seorang siswa dikarenakan dia membela teman perempuannya disakiti. Dan lagi guru BK malah membela Reyna karena BK sangat hafal sifat Reyna yang selalu membela kebenaran.
Pada suatu saat tiba-tiba Reyna dipanggil oleh guru BK. Sang Guru memasang muka masam yang membuat Reyna dan teman-teman sekelasnya bertanya-tanya. Reyna pun langsung pergi ke ruang BK.
"Tidak biasanya Reyna dipanggil ke ruang BK?"
"Ya biar sekali-kali lah dia dapat marahan guru."
"Tidak bisa gitu dong, dia kan baik dan pintar. Tapi bener juga ya dia sering melanggar peraturan tapi selalu lolos dari marahan guru."
"kapok!!! aku sudah muak lihat Reyna."
Ternyata William mendengar semua percakapan kedua gadis itu. tanpa aba-aba William menggebrak meja. Membuat seisi kelas terdiam seketika. tanpa ada kalimat keluar dari mulutnya, William langsung keluar kelas. Dan duduk di taman sekolah.
-----
Di Ruang Guru
"Reyna, kamu tahu kenapa kamu dipanggil kesini?," tanya Guru BK.
"Sebelumnya saya meminta maaf bu, jika saya berbuat kesalahan. Tapi sejujurnya saya tidak mengerti kenapa saya dipanggil ke sini."
"Ini yang ibu suka dari kamu. kamu begitu sopan santun. kamu tidak melakukan kesalahan apapun. kamu tahu kan sebentar Minggu depan akan ada study tour ke Bali?"
"Iya Bu, saya mengetahuinya. Tapi maaf Bu... saya tidak ikut study tour."
"Apa boleh ibu tahu apa alasan kamu?"
"Tahun ini adik saya yang nomer 2 lulus SD akan memasuki SMP. Dan adik saya yang nomer 3 juga lulus TK akan memasuki SD. Jadi orang tua saya pasti akan membutuhkan banyak uang untuk biaya sekolah adik-adik saya. Dan itu lebih sangat lebih penting dari sebuah study tour buat saya."
"Terus bagaimana dengan laporan yang harus kamu kerjakan?"
"Saya bisa membuka di internet untuk panduannya."
"Tidak semudah itu Rey... Laporan dibuat berdasar pengalaman langsung. ini ada surat pemberitahuan dari sekolah silahkan dibuka."
Memberikan amplop berwarna putih berlogo SMA tempat Reyna Sekolah.
"Apa ini Bu??"
"Pemberitahuan tentang pentingnya kegiatan study tour."
"Maaf Bu, saya benar-benar tidak bisa mengikuti kegiatan tersebut. saya tidak mau menambahkan beban orang tua saya Bu."
Meletakkan amplop putih tersebut diatas meja guru.
"Buka saja dulu Rey..."
Reyna membuka isi amplop tersebut adalah selembar kertas resmi dari sekolah yang menginformasikan bahwa Reyna mendapatkan kesempatan mengikuti study tour gratis dibiayai langsung dari sekolah sebagai apresiasi siswa berprestasi. Betapa kaget sekaligus bahagia bercampur menjadi satu.
"Apakah ini benar Bu?" dengan raut berkaca-kaca.
"Selamat ya Rey... kamu memang pantas dan berhak mendapatkannya."
"Terimakasih banyak Bu... saya tidak tahu lagi harus berkata apa."
"Dan ini ada satu lagi."
Memberikan uang 500 ribu rupiah kepada Reyna.
"Untuk apa ini Bu?"
"Untuk saku kamu nanti di Bali."
"Tapi Bu, tidak usah repot-repot... diberikan kesempatan untuk ikut study tour gratis dari sekolah saja saya sudah bersyukur."
"Ini juga dari sekolah Rey, kamu harus menerimanya."
"Ya Tuhan... terimakasih atas segala nikmat yang Engkau berikan."
Meneteskan air mata kebahagiaan.
"Selamat ya Rey, jangan kecewakan kami. Kamu harus mempertahankan prestasi kamu."
"Iya Bu, saya janji."
"Sekarang silahkan kembali ke kelas."
"Baik Bu, sekali lagi Terimakasih banyak."
-------
Saat akan kembali ke kelas, Reyna melihat William duduk sendiri sambil meminum minuman kaleng di taman sekolah. Reyna pun menghampirinya.
"wooeee.... (mengagetkan William) kenapa kamu melamun?"
"Kamu kenapa dipanggil Guru BK? Kamu habis nangis Rey?"
"Ditanya kok malah balik nanya."
"Jawab saja apa susahnya sih Rey, ada masalah apa sampai kamu dipanggil Guru BK? Sampai membuat kamu menangis seperti itu?"
"Masalah study tour."
"Kamu benar jadi tidak ikut Rey? Karena faktor biaya kan? Aku bantu ya?"
"Ya ampun Wil, kamu saja masih sering ngutang ke aku dan tidak kamu balikin."
Sambil senyum pergi meninggalkan William.
"Tapi ini beda Rey... wooee Rey tunggu, kamu mau kemana?"
"ke kelas"
"Rey ikut tungguin."
=======00000=======
Anda Mungkin Juga Suka





