Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dendam Sang Pewaris Genius

Dendam Sang Pewaris Genius

Yuvina kembali ke keluarganya sebagai pewaris sah yang terabaikan. Meski telah menyerahkan identitas dan karyanya demi saudari angkatnya, ia justru dibalas dengan pengabaian. Kecewa, Yuvina memutus ikatan emosional dan bangkit sebagai sosok jenius. Kini ia menguasai bela diri, medis, desain, serta delapan bahasa. Dengan kekuatan barunya, ia bersumpah tidak akan membiarkan siapa pun di keluarga itu meremehkannya lagi. Dendam sang pewaris kini dimulai.
Bab
Bagikan

Bab 3

Yuvina melangkah keluar dari kediaman Keluarga Eldrian, tatapannya perlahan tertuju pada jalan yang sunyi dan kosong. Meskipun rasa sakit masih terasa dalam dadanya, rasa ringan yang aneh tumbuh dalam dadanya.

Saat merenungkan tahun yang dihabiskannya bersama Keluarga Eldrian, dia menyadari betapa menyesakkannya keberadaan dirinya di sana. Didorong oleh hasrat yang mendalam akan kehangatan keluarga, dia rela membelenggu keinginannya sendiri, berharap untuk mendapatkan sedikit kasih sayang mereka.

Sedihnya, yang dia hadapi hanyalah sikap apatis dan tuntutan yang tiada henti.

Yuvina melemparkan pandangan terakhir ke arah kediaman itu, dindingnya memancarkan kemegahan yang angkuh, bukti bisu kebanggaan aristokrat.

"Mari kita lihat berapa lama kehebatan kalian akan bertahan tanpa kehadiranku," gerutu Yuvina dengan pelan, sambil memalingkan kepala. Saat dia melangkah menuju kebebasan barunya, sebuah suara tiba-tiba menghentikannya.

"Nona Yuvina, kamu sungguh penuh kejutan."

Yuvina berbalik. Di hadapannya, dipandu oleh seorang pengawal, ada seorang pria yang duduk di kursi roda.

Wajahnya sangat tampan—lekuk wajahnya yang tajam mencolok, kehadirannya dengan mudah menguasai cahaya di sekitarnya meskipun posisinya sedang duduk.

Namun, dia adalah seorang pria yang cacat. Kecacatan ini telah menyebabkan Desi mencemoohnya, sehingga memaksa Keluarga Eldrian untuk membawa Yuvina kembali dan menggantikan Desi dalam perjodohan dengannya.

"Tuan Muda Arya, apa maksudmu?" Suara Yuvina terdengar tajam, matanya menyipit dengan intensitas nyata, menunjukkan bahaya yang akan segera terjadi.

Arya Gandhi, dengan sedikit mengangkat alis, menatapnya dengan ekspresi ingin tahu. "Aku harus mengakui, aku terkejut. Aku tidak menyangka kamu yang biasanya lemah dan penurut, akan memperlihatkan sisi yang begitu hebat. Itu sungguh tidak terduga."

"Apakah kamu mengawasiku?" Nada bicara Yuvina menjadi semakin dingin, tangannya mengepal pelan saat dia mempersiapkan diri menghadapi konfrontasi apa pun yang mungkin terjadi.

Tidak merasa terganggu dengan pertanyaan itu, Arya memberi isyarat dengan gerakan halus agar pengawalnya mempertahankan posisi mereka. "Menganggapmu sebagai tunanganku, aku rasa wajar saja jika aku tertarik dengan urusanmu, tidakkah kamu setuju?"

"Ya," aku Yuvina, melembutkan postur tubuhnya saat dia melangkah mendekati Arya. "Tapi apakah kamu benar-benar siap menerimaku sebagai tunanganmu? Aku ingat betul sikapmu sebelumnya terhadapku—agak meremehkan, bahkan mendekati menghina."

"Itu di masa lalu," jawab Arya, suaranya terhenti saat dia menatap tajam ke arah Yuvina, yang tatapannya tidak lagi menunjukkan tanda-tanda kerentanan. Pada saat ini, dia merasakan perubahan dalam diri Yuvina, seolah-olah wanita itu adalah orang yang sama sekali berbeda. "Sekarang aku yakin kamu memang cocok berdiri di sampingku."

Senyum Yuvina menari-nari tertiup angin malam, rambutnya berkibar bagaikan benang sutra. Senyumnya, meski cantik, tampak sangat dingin. "Tuan Muda Arya, langsung saja ke intinya. Apa sebenarnya tujuanmu?"

Arya mengangkat alis, merasa tertarik. Perubahan yang dialami wanita itu bahkan lebih signifikan dari apa yang dibayangkannya. "Mari kita buat kesepakatan," usulnya dengan lancar.

"Baiklah, lanjutkan," desak Yuvina, matanya menatapnya dengan sikap tenang dan mantap.

"Kamu telah memutus hubungan dengan Keluarga Eldrian. Begitu Kori kembali, dia tidak akan membiarkan hal ini berlalu begitu saja." Suara Arya terdengar rendah dan menawan. "Aku berada dalam posisi untuk melindungimu dari reaksi keras mereka dan menawarkan dukungan yang kamu perlukan untuk mengejar ambisimu. Kamu membenci mereka sekarang, 'kan? Kamu ingin membalas dendam, benar?"

Mata Yuvina menyipit, secercah pengakuan berkelebat dalam dirinya. Arya telah menembus topengnya. Keluarga Eldrian berasumsi bahwa membawanya kembali merupakan suatu tindakan amal. Namun, dia akan membuktikan bahwa mereka salah. Dia akan menunjukkan kepada mereka betapa bodohnya mereka dan betapa besar kekayaan dan kemakmuran yang telah mereka lewatkan.

"Dan apa yang kamu inginkan?" tanyanya dengan suara tenang.

"Ayo, kita daftarkan pernikahan kita besok."

Perkataan Arya membuat Yuvina tertegun sejenak, tetapi kemudian bibirnya membentuk senyuman. "Sepakat."

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Istri Penguasa Tak Terlihat
8.5
Hidup Roxelle Clementia Evelyn berubah total saat Hendrik Ou Gang mengungkap identitas aslinya sebagai pewaris Ou Gang Grup. Setelah bertahun-tahun menderita akibat kemiskinan dan penghinaan, wanita Asia-Amerika ini ternyata cucu yang selama ini dikira telah tiada. Kehadirannya memicu ketegangan besar bagi Margarita dan Donna yang selama ini berkuasa. Mampukah Roxelle memimpin perusahaan finansial raksasa di Kota Luo dan menghadapi intrik keluarga tersebut?
Sampul Novel Lawon Abang (Kafan Merah)
9.4
Mbah Karso menyaksikan cucunya, Mawar, tewas mengenaskan setelah difitnah dan dikejar warga Ledokombo hingga jatuh ke tebing. Dendam membara menyelimuti hatinya karena gadis bermata merah itu dibunuh secara keji. Demi membalas sakit hatinya, ia membangkitkan Nyai Larapati, sosok iblis kuno yang telah lama tertidur. Raga Mawar yang sudah mati dipaksa bangkit kembali untuk menuntaskan kesumat berdarah tanpa ampun terhadap para penduduk desa tersebut.
Sampul Novel Mahkota Pewaris yang Dikhianati
9.0
Emilia, pewaris sah Keluarga Hewitt, nyaris tewas akibat pengkhianatan orang tua dan keempat kakaknya demi seorang penipu. Kini, dia bangkit tanpa rasa takut untuk melawan siapa pun yang menindasnya. Sebagai dokter ternama dan penilai harta karun, ia membungkam setiap ejekan dengan kemampuannya. Saat dikucilkan karena tidak dicintai keluarganya, klan paling terpandang di kota justru muncul melindunginya dan menganggap Emilia sebagai permata yang sangat berharga.
Sampul Novel Menjadi Tahanan Mafia
9.3
Terjebak dalam salah paham antar geng mafia, Demora Salvatrucha bertekad membalas kematian ayahnya. Ia menyamar menjadi Erica, wanita lemah yang masuk ke sarang pemimpin Salvador demi misi balas dendam. Namun, sandiwara ini justru menjebak Demora dalam dilema identitas dan perasaan cinta yang tak terduga. Di tengah gejolak emosi dan konflik berdarah, mampukah ia menuntaskan misinya, atau justru identitas Erica akan selamanya menelan jati diri aslinya?
Sampul Novel Purba Mahkota
8.2
Tujuh putri bersaudara yang dulu hidup rukun kini terjebak dalam konflik berdarah demi memperebutkan takhta Putri Purba. Kekacauan memuncak saat mahkota justru jatuh ke tangan Purbasari, putri yang tidak pernah menginginkan kekuasaan. Purbararang, sang kakak tertua yang ambisius, harus menelan kepahitan di balik jeruji besi. Di tengah kekalahan yang menyakitkan, ia meratapi kasih sayangnya yang tulus kepada adiknya sebagai kesalahan terbesar dalam hidupnya.
Sampul Novel SALAH DIDIKAN: TERJERAT LEMBAH KELAM
9.7
Jihan Diajeng terjerumus ke dunia gelap akibat kehancuran rumah tangga orang tuanya. Tumbuh dalam kekerasan, ia bertransformasi menjadi sosok penipu dan pencuri yang sangat licik. Jihan memanfaatkan paras cantiknya untuk memikat banyak pria, lalu menguras seluruh harta mereka tanpa ampun. Di tengah kemelut dosa tersebut, akankah Jihan menemukan jalan untuk berubah, atau justru ia harus menghadapi karma pahit atas segala kejahatan yang telah ia lakukan?