Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dendam Putri Liar Sang CEO

Dendam Putri Liar Sang CEO

Dijual oleh ayahnya sendiri kepada Fahreza Murni, seorang CEO dingin, sang putri liar mengira ia dicintai hingga pengkhianatan menyakitkan terjadi. Fahreza justru memberikan pusaka ibunya kepada Elok, wanita manipulatif yang ia bela meski telah menghina warisan tersebut. Setelah diseret ke rehabilitasi, cinta berubah menjadi dendam membara. Saat Fahreza kembali memohon maaf, ia menerimanya hanya untuk menghancurkan Murni Group dari dalam sebagai pembalasan yang setimpal.
Bab
Bagikan

Bab 3

Alisha POV:

Aku duduk di kursi penumpang mobil mewah Rehan. Perjalanan terasa sunyi, tapi keheningan itu tidak membuatku nyaman. Aku masih merasakan sisa-sisa ketakutan dari insiden tadi. Aku menatap keluar jendela, melihat gedung-gedung tinggi Jakarta yang menjulang. Aku merasa asing di kota ini, meskipun ini adalah tempat kelahiranku.

Rehan melirikku sesekali, tapi tidak berkomentar. Dia mengerti bahwa aku tidak ingin berbicara. Dia membiarkanku dengan pikiran-pikiranku sendiri. Aku bertanya-tanya, mengapa dia selalu muncul di saat aku paling membutuhkan bantuan? Apakah ini kebetulan, atau takdir?

Kami tiba di sebuah kompleks apartemen mewah. Aku mengenali tempat itu. Itu adalah salah satu properti milik Sukarno Corp. Rehan membawaku ke salah satu unit penthouse. Interiornya modern dan elegan, dengan pemandangan kota yang menakjubkan.

"Kau bisa tinggal di sini selama yang kau mau," katanya lembut. "Ini tempat yang aman."

Aku menatapnya. "Kenapa kau melakukan ini?"

Dia tersenyum tipis. "Anggap saja sebagai investasi."

Investasi? Aku mengerutkan kening. Apa yang bisa ia dapatkan dariku? Aku tidak punya apa-apa.

Dia melihat keraguan di mataku. "Kau cerdas, Alisha. Aku melihatnya. Keluarga Wangsadinata terlalu bodoh untuk melihat bakatmu."

Kata-katanya mengejutkanku. Tidak ada yang pernah mengatakan hal seperti itu padaku sebelumnya. Semua orang hanya melihat "putri liar" dan aib keluarga.

"Aku akan menyiapkan kamar tamu untukmu," katanya, lalu berjalan melewati lorong.

Aku mengikutinya. Ini bukan pertama kalinya aku di apartemennya. Aku pernah berada di sini, untuk pertemuan bisnis formal, beberapa tahun yang lalu. Aku ingat betapa mengesankannya tempat ini. Namun, kali ini, rasanya berbeda. Aku bukan lagi Alisha Wangsadinata yang sombong, yang datang dengan kepala tegak. Aku adalah Alisha yang hancur, yang membutuhkan bantuan.

"Ini kamarmu," katanya, membuka pintu. Kamar itu luas dan nyaman, dengan tempat tidur berukuran king dan kamar mandi pribadi.

"Tidak, aku tidak bisa," kataku. Ada sesuatu yang mengganjal. Aku tidak ingin terlalu dekat dengannya, terlalu nyaman. Itu terlalu berbahaya.

Dia menatapku dengan bingung. "Kenapa?"

"Aku hanya butuh sofa," kataku. "Aku tidak bisa tidur di ranjang itu." Aku tahu itu terdengar konyol, tapi aku tidak bisa menjelaskan perasaanku. Aku tidak ingin menjadi beban, atau terlalu bergantung.

Dia mengangkat bahu. "Baiklah, jika itu maumu. Tapi kau harus makan dulu."

Aku mengangguk. Perutku sudah bergejolak sejak tadi.

Malam itu, aku tidur di sofa, di ruang tamu. Aku tidak bisa memejamkan mata. Otakku terus berputar, memikirkan Fahreza, Elok, dan ayahku. Aku merasa seperti boneka yang dimainkan oleh semua orang.

Keesokan paginya, aku terbangun karena bau kopi yang harum. Rehan sudah bangun, menyiapkan sarapan. Ia meletakkan sepiring nasi goreng dan telur mata sapi di depanku.

"Makanlah," katanya.

Aku mulai makan, perlahan. Rasanya lezat. Aku tidak tahu kapan terakhir kali aku makan makanan enak seperti ini.

"Fahreza Murni," kataku tiba-tiba, tanpa berpikir.

Rehan menatapku. "Ada apa dengannya?"

"Kau tahu tentang Elok Danusastro?" aku bertanya, langsung ke intinya.

Dia mengangguk. "Ya. Rumornya, mereka bertunangan."

Jantungku berdebar kencang. Jadi, rumor itu benar.

"Apa kau tahu latar belakang keluarga Elok?" tanyaku.

Rehan menatapku dengan mata serius. "Aku baru saja menemukan beberapa informasi menarik. Keluarga Danusastro, mereka tidak seperti yang terlihat. Ayah Elok, dia punya beberapa koneksi yang gelap. Dan penculikan Fahreza sepuluh tahun lalu..."

Dia berhenti. Aku menatapnya, mendesaknya untuk melanjutkan.

"Ada bukti baru. Rekaman CCTV dan laporan keuangan yang menunjukkan bahwa penculikan itu... mungkin direkayasa," katanya, suaranya rendah. "Dan Elok... ia terlibat."

Duniaku berputar. Jadi, Fahreza telah dibodohi? Semua ini adalah kebohongan? Rasa marah dan sakit kembali melanda. Fahreza, yang selalu membela Elok karena "hutang nyawa," telah dipermainkan. Dan aku... aku telah menjadi korban dari kebohongan ini.

"Jadi, Fahreza adalah korban kebohongan itu, bukan?" tanyaku, suaraku dipenuhi sarkasme. "Dan aku, aku hanyalah korban dari korbannya."

Rehan tidak menjawab. Dia hanya menatapku dengan tatapan kasihan.

"Apa yang akan kau lakukan?" tanyaku, dengan nada dingin. "Apakah kau akan membantunya? Menyelamatkannya dari wanita manipulatif itu?"

Dia menghela napas. "Alisha, Fahreza adalah pria dewasa. Dia harus menyadari sendiri kebenaran ini."

"Atau kau hanya ingin melihatnya hancur?" aku membalas, mataku menyipit. "Itu akan membuat Murni Group lebih mudah ditaklukkan, bukan?"

Rehan tidak menyangkal. Dia hanya menatapku dengan tatapan kosong.

Sebuah ide melintas di benakku, pikiran yang gelap dan kejam. Aku bisa menghancurkan mereka semua. Ayahku, Fahreza, Elok. Aku bisa menggunakan Rehan. Aku bisa menggunakan kekuatanku, kecerdasanku, untuk balas dendam.

"Jangan libatkan dirimu terlalu dalam, Alisha," katanya, seolah membaca pikiranku. "Fahreza adalah pria yang berbahaya."

"Dan aku? Aku jauh lebih berbahaya," aku membalas, senyum tipis terukir di bibirku. Ini adalah awal dari permainanku. Aku akan membuat mereka semua membayar.

Aku mengangguk pelan. "Aku mengerti. Aku akan menjaga jarak. Aku tidak akan mencampuri urusan Fahreza dan Elok." Aku berbohong. Aku tidak akan menjaga jarak. Aku akan menyeret mereka semua ke neraka bersamaku.

Aku bangkit dan berjalan ke kamar tamu. Aku mengunci pintu. Aku ingin sendirian. Aku ingin merencanakan.

Aku duduk di lantai, bersandar di dinding. Perasaan kosong itu kembali. Aku telah memberikan segalanya untuk Fahreza, dan ia membalasku dengan pengkhianatan. Ia memilih wanita yang memanipulasinya, wanita yang membangun kebahagiaannya di atas kebohongan.

Aku mencoba menenangkan diri, tapi hatiku sakit. Aku merasa seperti pecundang. Aku merasa tidak berharga. Semua cinta yang kuberikan, semua kesetiaan, semuanya sia-sia.

Dulu, aku selalu bermimpi memiliki hubungan yang normal, yang tulus. Aku ingin seseorang yang mencintaiku tanpa syarat, yang tidak akan pernah meninggalkanku. Aku ingin seseorang yang akan berdiri di sisiku, tidak peduli apa pun. Tapi Fahreza... ia bukan orang itu.

Ia adalah seorang pengecut yang terjebak dalam jaring kebohongan. Dan aku, aku adalah orang bodoh yang jatuh cinta padanya. Aku merindukan pelukannya, sentuhannya, bahkan bisikannya yang dingin. Aku merindukan malam-malam di penthouse, ketika aku bisa berpura-pura bahwa kami adalah satu-satunya di dunia.

Kini, semua itu telah hilang. Hancur berkeping-keping. Aku melihat kembali pada diriku, Alisha Wangsadinata yang rapuh. Sudah cukup. Aku tidak akan lagi menjadi korban. Aku akan menjadi predator.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95NBH" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95NBH
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Andai Aku Boleh Memilih
7.9
Kenanga Wulan, mahasiswi berprestasi, menderita akibat tekanan ibu tirinya, Mirna, hingga akhirnya diusir dari rumah. Mirna sengaja menyembunyikan kekayaan kiriman ibu kandung Kenanga demi memisahkan Bastian dari kenangan mantan istrinya. Di sisi lain, Firda mendesak putranya, Ghaffarel, untuk menikahi Kenanga demi menyelamatkannya dari hubungan tak wajar dengan Raiya. Meski Kenanga mencintai Arkatama, ia terjebak dalam skema pernikahan yang penuh rahasia dan pengkhianatan.
Sampul Novel Beautiful Hurt
9.1
Marilyn terjebak dalam fitnah keji setelah sebuah pesan singkat menjadikannya kambing hitam atas hancurnya hubungan sang kakak. Christian, sang miliarder yang murka karena reputasinya tercemar, menuduh Marilyn sebagai wanita haus harta yang licik. Sebagai bentuk pembalasan dendam, Christian memaksa Marilyn masuk ke dalam pernikahan yang ia janjikan akan menjadi neraka dunia. Di tengah tuduhan tanpa bukti, Marilyn hanya bisa terdiam menghadapi kebenaran sepihak mereka.
Sampul Novel Cinta Berujung Duka atau Suka
8.8
Saat putri mereka terbaring lemah akibat demam tinggi, Jeffry Aryadi justru sibuk menghadiri rapat sekolah untuk anak dari cinta sejatinya. Panggilan telepon sang istri malah dijawab oleh wanita tersebut yang menangis meminta maaf, memicu kemarahan Jeffry yang membela diri dengan dalih menolong janda dan yatim. Di tengah dinginnya ruang rumah sakit, sang istri akhirnya mengambil keputusan besar. Sambil menemani putrinya yang disuntik, ia menawarkan awal baru bagi mereka untuk hidup berdua saja.
Sampul Novel Dari Pengantin Tercampakkan Menjadi Istri Saingannya
9.2
Pasca menjalin kasih tiga tahun, Claudia ditinggal oleh Antonius di hari pernikahan mereka. Saat para rival menertawakan nasibnya, Claudia mengejutkan publik dengan memamerkan akta nikah sebagai istri dari Bennett Dreskin, saingan terberat Antonius. Meski awalnya dikira hanya formalitas, Bennett menyatakan cintanya secara terbuka di depan media. Claudia berhasil membalikkan keadaan dari pengantin yang terbuang menjadi wanita paling beruntung di sisi Bennett.
Sampul Novel Gadis buta Milik CEO
8.8
Dunia Laras mendadak gelap setelah insiden tragis merenggut penglihatannya. Mantan mahasiswi ceria ini kini hidup menderita akibat perundungan penggemar fanatik Damar, CEO yang dulu ia cintai. Damar sempat menjauh demi kebaikan Laras, namun keputusannya justru berujung kehancuran bagi sang gadis. Kini, Damar kembali dengan penyesalan mendalam. Ia bertekad menebus kesalahan masa lalu dan berharap Laras mampu melihat ketulusan hatinya di balik kegelapan abadi.
Sampul Novel Gairah Nakal Sang Billionaire
8.5
Raisa Aquila Nazara, wanita cantik berusia 25 tahun, terjerat dalam skema jahat Helena, ibu dari kekasihnya sendiri. Jebakan itu membawanya berakhir di satu kamar dengan Raka Mirza Bramantyo, CEO tampan berumur 27 tahun yang dikenal sebagai seorang player. Setelah malam tak terduga itu terjadi, Raisa harus menghadapi kenyataan pahit atas apa yang mereka lakukan. Akankah insiden memalukan ini menjadi akhir segalanya atau justru awal hubungan baru bagi mereka?