Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Demi Selingkuhan, Kakak Rela Mengorbankan Kami

Demi Selingkuhan, Kakak Rela Mengorbankan Kami

Akibat keegoisan kakak yang membawa seluruh pengawal demi selingkuhannya, rumah kami diserang musuh lama. Ibu terluka parah demi melindungiku. Meski selamat, aku dituduh menjadi penyebab hilangnya selingkuhan kakak melalui surat fitnah. Kakak yang menyimpan dendam akhirnya membunuhku di malam syukuran setelah ayah menyerahkan takhta perusahaan kepadaku. Namun, kematian itu membawaku kembali ke masa lalu. Aku terbangun tepat saat pintu vila mulai didobrak oleh musuh yang ingin membantai kami.
Bab
Bagikan

Bab 4

Semoga memikirkan semua kenangan di masa lalu, Willy mau selamatkan ibuku.

Kepala pelayan yang berdiri di samping, orang yang sudah melihatku tumbuh besar sejak kecil, akhirnya tak tega juga.

“Pak Willy, mohon maaf, tapi sebaiknya kamu bawa orang untuk periksa ke rumah mereka. Nona Kiana nggak akan berbohong soal hal seperti ini.”

Willy terlihat ragu sejenak. Aku langsung mengambil kesempatan itu dan bersujud.

Membenturkan dahi ke lantai yang dingin dan terdengar bunyi gedebuk.

“Kumohon, kumohon selamatkan ibuku!”

Akhirnya, dengan nada yang masih dingin, Willy berkata,

“Aku bawa pasukan dan lihat ke rumahmu.”

“Tapi, Kiana, kalau ternyata semua ini hanya sandiwara yang kamu rancang sendiri, aku pastikan kamu akan menanggung akibatnya.”

Aku langsung mendongak, cahaya harapan menyala di mataku.

Tak peduli bagaimana pun, yang penting dia mau pergi!

Dia memanggil beberapa pengawal, tapi tepat saat itu, ponselnya berdering.

Itu panggilan dari kakak.

Willy melirik ke arahku, lalu menekan tombol pengeras suara.

Suara kakakku terdengar santai dan dingin dari balik telepon,

“Kiana nggak mencarimu, ‘kan? Jangan percaya omongannya. Barusan ada yang pakai ponsel ibu meneleponku, bahkan mengancamku mau membunuhnya, memang konyol sekali.”

Seluruh tubuhku seakan membeku, darah di nadiku terasa berhenti mengalir.

Aku tak menyangka, kakak yang dulu bilang akan melindungiku seumur hidup bisa begitu dingin dan kejam,

Hanya demi seorang wanita, dia tega menutup mata terhadap kondisi ibu dan mengabaikan semua permohonanku.

Amarah dan ketakutan bercampur jadi satu, aku pun berteriak ke arah ponsel,

“Jack! Kamu sudah gila?! Harus tunggu kami mati dulu baru kamu mau percaya?! Padahal kamu pernah lihat sendiri betapa parahnya kondisiku dan ibu waktu itu!”

Dia malah tertawa dingin, “Itu semua hanya trikmu untuk merebut kekuasaan!”

“Aku sudah tanya pada Bibi Siti di rumah, katanya semuanya aman-aman saja.”

“Kamu itu manusia licik dan kejam, aku nggak akan tertipu lagi kali ini.”

“Kalau sampai terjadi sesuatu pada ibu, itu murni salahmu sendiri!”

Aku benar-benar terpuruk.

Padahal Bibi Siti sudah cuti pulang kampung seminggu yang lalu, mana mungkin dia tahu keadaan di rumah?!

Baru saja aku mau membantah, tapi langsung terdengar panggilan terputus ‘tut tut’ yang tersisa.

Ekspresi Willy pun berubah menjadi muram, dia menatapku tajam dan berkata,

“Jadi kamu benar-benar bohong?! Cepat! Patahkan kakinya, biar dia tahu rasa!”

Beberapa pengawal mendekat, siap menahanku.

Aku menahan rasa sakit di kaki, menggertakkan gigi dan berteriak, “Kalian berani?! Kalau ayahku pulang nanti, nggak akan kulepaskan kalian semua!”

Para pengawal saling melirik dan tampak ragu.

Willy malah tertawa dingin, lalu mengambil tongkat baseball di dekatnya.

Dia melangkah ke arahku, berdiri tegap dengan tatapan sinis dan penuh ejekan.

“Mereka nggak berani, tapi aku berani.”

Aku menatapnya dengan putus asa, semua kelembutan yang dulu pernah dia berikan, kini terasa seperti mimpi yang palsu.

Aku tak percaya dia benar-benar akan menyakitiku.

Aku ketakutan dan mundur perlahan, tapi dia malah menendangku hingga jatuh ke lantai.

Perutku terasa nyeri hebat, bahkan belum sempat menarik napas, tongkat itu sudah menghantam kakiku yang sudah terluka.

“Aaaaa!”

Aku menjerit keras, tubuhku gemetar hebat. Rasa sakitnya luar biasa hingga nyaris membuatku pingsan.

Namun, Willy hanya berdiri di sana dengan tatapan dingin.

“Ini akibatmu sudah membohongiku.”

Tiba-tiba, ponselku berdering.

Willy memungutnya, bibirnya menyunggingkan senyuman menyindir.

“Coba kita lihat, siapa lagi yang menelepon kali ini.”

“Halo, ini dengan Nona Kiana yang melapor polisi?”

“Kami sudah sampai di rumahmu, para pelaku kabur saat terjadi perlawanan. Kondisi ibumu sangat buruk, harus segera dibawa ke rumah sakit.”

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B21724" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi NovelShort untuk melanjutkan membaca.
B21724
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Perawan Kesayangan Tuan-tuan Gigolo
9.6
Dunia gempar melihat deretan gigolo tampan dan berharta yang justru mengejar cinta seorang gadis desa miskin. Meski dianggap lugu, ia sebenarnya pembunuh berdarah dingin yang telah mencelakai para pria tersebut. Keanehan memuncak saat para gigolo ini justru merasa terhormat jika harus meregang nyawa di tangannya. Mengapa mereka tetap memuja sosok yang berbahaya bagi hidup mereka? Sebuah kisah romansa penuh aksi tentang obsesi yang tidak masuk akal bagi orang awam.
Sampul Novel DENDAM dan JERAT PESONA GADIS yang KUCULIK
9.7
Demi membalas kepedihan atas kematian sang ibu, Anggara nekat menculik Almaira. Ia bertekad menyiksa ayah gadis itu dengan cara memisahkan mereka selamanya. Namun, kedekatan yang terjalin justru menumbuhkan perasaan tak terduga di hati Anggara. Kini ia terjebak dalam dilema antara kebencian masa lalu dan cinta yang mulai bersemi. Mampukah kasih sayang menghapus dendam membara, sementara Almaira sendiri sangat membenci sosok yang telah menyekapnya?
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan mobil, punggungku hancur oleh luka bakar. Selama empat tahun masa komanya, aku setia merawatnya. Namun setelah sadar, ia justru menyatakan cinta pada Stella di depan publik. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat aku diserang preman. Baginya, aku hanyalah beban. Puncaknya, ia membuangku di jalan tol saat hari pernikahan demi Stella. Kini, aku memilih pergi dan meninggalkan segalanya menuju bandara.
Sampul Novel Gadis Yang Terjamah
8.7
Marlina kehilangan segalanya demi ambisi pendidikan, termasuk kehormatan dan status sosialnya. Terbuang dari masyarakat, ia terjerumus ke dunia gelap narkoba di kota besar sebagai pengedar cantik yang diperebutkan para bandar. Meski berniat tobat dan berhijrah, jebakan rival mengirimnya ke penjara. Setelah mendalami agama di balik jeruji, Marlina justru kembali menghadapi penolakan keras saat bebas. Kini ia harus memilih: kembali ke jalan haram atau teguh berhijrah.
Sampul Novel SANG PENGUASA BERKUASA TELAH TERLAHIR KEMBALI
7.8
Terbangun kembali di tubuhnya yang berusia lima belas tahun, seorang Penguasa Ilahi mendapatkan kesempatan kedua untuk mengubah takdir tragis keluarganya. Setelah dikhianati oleh muridnya hingga tewas, ia pulang ke masa lalu berkat pusaka sakti miliknya. Kini, ia bersumpah melindungi orang tuanya dari segala kemalangan. Berbekal pengetahuan masa depan dan harta karun legendaris, ia siap menghancurkan musuh-musuhnya dan menuntut balas dendam yang sangat kejam.
Sampul Novel Setelah Perceraian, Suami Saya Sangat Menyesal
9.5
Tujuh tahun menikah, Alan Begum merahasiakan dunia balapnya dari saya dengan dalih keselamatan. Namun, unggahan Danna Ahmed mengungkap kenyataan pahit: dialah yang selalu ada di sisi Alan, bukan saya. Saat pertengkaran soal anak memuncak, saya sadar cinta monyetnya jauh lebih berharga. Tanpa drama, saya meminta cerai dan melepas cincin pernikahan. Kini, saya kembali mengenakan sarung tangan balap lama saya. Ternyata, lintasan sirkuit tidak pernah semenakutkan itu.