Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Delayed Love

Delayed Love

Lima tahun berlalu sejak Reina Valeria berjuang mengubur luka hati dan melupakan sosok pria dari masa lalunya. Namun, takdir berkata lain saat ia justru dipertemukan kembali dengan Rian Nataharja, yang kini menjabat sebagai manajernya di kantor. Pertemuan ini membangkitkan memori lama saat mereka masih sekolah. Apa rahasia di balik hubungan si siswa teladan dan siswi bodoh ini? Reina pun harus menghadapi kembali perasaan yang sempat tertunda.
Bab
Bagikan

Bab 2

Senin pagi adalah waktu tersibuk bagi siapa pun, tak terkecuali bagi seorang Reina Valeria, yang pagi itu harus segera berangkat kerja karena dapat Jadwal shift satu. Jadwal kerja yang memaksanya harus bangun lebih pagi karena takut jika perjalanannya akan terhambat dengan banyaknya orang yang melakukan aktifitas pagi hari, sama sepertinya.

"Buu! Aku berangkat yah?" teriak Reina dari arah ruang tamu memanggil ibunya yang sedang sibuk di dapur.

"Kamu enggak sarapan dulu?" tanya sang ibu dengan teriakan yang sama.

"Enggak. Di kantin saja. Aku takut terlambat."

Tak lama sang ibu pun muncul dengan tangan yang masih belepotan adonan terigu. Kegiatan setiap pagi di mana wanita itu membuat berbagai macam jenis kue untuk dititipkan di pasar atau toko yang menjajakan beraneka macam panganan tersebut.

"Ya sudah, hati-hati di jalan!" seru sang ibu ketika putri semata wayangnya sudah menaiki kendaraan roda duanya hendak keluar halaman rumah.

"Iya, Bu," jawab Reina sambil mendorong motornya, menghampiri sang ibu untuk mencium telapak tangannya.

Ibu Cintya adalah seorang single mother yang sudah hampir lima tahun berjuang menghidupi keluarganya, ia dan Reina saja. Sang suami yang meninggal ketika Reina baru saja lulus SMA, membuatnya banting tulang untuk membiayai kehidupannya yang otomatis berubah paska ditinggal sang kepala keluarga. Cita-cita Reina yang sebelumnya ingin kuliah setelah lulus sekolah, tak mampu Bu Cintya kabulkan karena keterbatasan biaya yang ia miliki.

Suaminya bukanlah seorang pegawai negeri yang mewariskan uang pendidikan setiap bulannya atau seorang pengusaha yang memiliki banyak uang dan harta. Lelaki yang meninggal karena serangan jantung itu, hanyalah seorang buruh karyawan biasa yang mengandalkan gaji sesuai upah yang berlaku. Otomatis ketika ia meninggal maka tak ada simpanan apapun yang bisa sang istri gunakan untuk membiayai putrinya kuliah.

Setelah akhirnya Reina lulus sekolah dengan keterbatasan IQ yang dimilikinya, sang ibu bersyukur sebab anak gadisnya bisa diterima kerja di sebuah hotel bintang lima sesuai dengan disiplin ilmu yang ia miliki ketika menempuh pelajaran di bangku SMA.

"Semua tentunya berkat doa Ibu. Reina tidak mungkin bisa bekerja di tempat bagus seperti ini dengan nilai dan otak Reina yang Ibu tahu sendiri, terbatas," kekehnya kala itu, yakni lima tahun lalu ketika ia baru beberapa bulan lulus sekolah, setelah hampir putus asa karena tak ada perusahaan yang tidak mau menerima dirinya karena nilai pelajarannya yang rendah.

"Ditambah usaha dan kerja kerasmu yang membuat Tuhan akhirnya menggerakkan kuasa-Nya sehingga putri Ibu bisa mendapatkan pekerjaan yang diinginkan."

Ya, itulah Reina. Setelah diberi tahu jika orang tuanya tidak sanggup untuk membiayai kuliahnya, gadis itu sama sekali tidak protes atau marah, ia justru memutuskan untuk langsung mencari pekerjaan setelah lulus sekolah.

"Aku ingin membantu Ibu. Tak penting kuliah bagiku saat ini sebab ada hal yang lebih penting selain menghabiskan uang untuk para dosen dan universitas," ujar Reina seraya tertawa.

Kini, lima tahun sudah Reina bertahan dengan bekerja sebagai seorang room girl di bagian room attendant. Bagian pekerjaan yang salah satunya mengurusi dan membersihkan area kamar tamu hotel, baik yang sudah ditinggalkan tamu check out atau kamar yang masih bersih belum terisi.

Bu Cintya tentu sangat bersyukur, Reina masih bertahan selama ini meski drama pekerjaan yang ia lalui kerap mampir terjadi dan ia alami.

Ya, Tuhan seolah masih senang bermain dengan kehidupannya. Sikap Reina yang ceroboh terkadang masih saja gadis itu alami ketika sedang bekerja. Tak jarang ia akan dimarahi atau diberikan teguran oleh tamu atau atasannya. Namun, kedisiplinan yang dimiliki serta sikapnya yang menurut, mampu menutupi kesalahan-kesalahan yang ia perbuat sehingga ia masih bertahan selama itu.

Lantas, hari itu di mana katanya akan diadakannya perpisahan sang atasan —Bu Cici, karena berhenti bekerja, membuat Reina ingin segera sampai di hotel. Gadis itu pastinya akan merasa kehilangan sosok sang eksekutif housekeeper tersebut. Seorang wanita dewasa yang harus merelakan pekerjaannya demi keluarga.

Setelah setengah jam perjalanan yang Reina tempuh dari rumah menuju hotel yang berada di kawasan bisnis, di pusat kota, Reina sampai di pelataran parkir gedung. Ia kemudian memarkirkan motor matik kesayangannya yang baru lunas itu di tempat parkir khusus karyawan.

"Pagi, Pak Anto!" sapa Reina pada salah satu security yang tengah berada di lantai parkir basemant.

"Pagi, Reina! Baru datang?"

"Iya, Pak. Loh, mau kemana?"

"Pulanglah. Bapak baru selesai kerja shift malam."

"Oh, iya. Hati-hati di jalan yah, Pak!"

"Ok! Selamat bekerja, yah!"

"Siap, Pak!" balas Reina seraya berbalik dan meninggalkan sang security yang hendak mengeluarkan motor dari parkiran.

"Eh iya, Rein. Denger-denger ada manajer baru di bagian kamu yah?"

Reina berbalik dengan kedua alisnya yang bertaut.

"Reina enggak denger, Pak. Emang iya yah?"

"Kurang tahu juga, cuma semalam Bapak sempat denger aja waktu Tuan Meyer bicara sama Bu Salma di lobi."

Reina tampak diam sembari memandang kosong ke arah lain. Tuan Meyer adalah general manager di hotel tempatnya bekerja. Orang asing yang memegang jabatan tertinggi di hotel tersebut berbicara dengan wakilnya, tentu bukan sesuatu yang main-main.

"Tapi, tidak ada kabar kalau Bu Winda akan resign," gumamnya. "Yang Reina tahu cuma Bu Cici yang sudah mengundurkan diri."

"Bapak juga tidak tahu pasti, mungkin Bapak salah dengar semalam atau mungkin memang akan ada perputaran manajer," kekehnya becanda.

"Pak Anto ada-ada saja." Reina akhirnya tertawa menanggapi. "Ya sudah, Reina ke atas dulu yah, Pak. Sudah siang ini."

"Iya."

Gadis itu pun segera berlari menuju ruang loker khusus karyawan. Jam hampir menunjukkan pukul tujuh pagi sedangkan ia belum berganti pakaian seragamnya.

"Baru datang?" tanya Jefry pada Reina yang baru keluar dari ruang loker laki-laki.

"Eh, iya, Jef. Kamu shift pagi juga? Katanya hari ini masih ekstra off?" ucap Reina seraya berjalan menuju ruang loker khusus karyawan perempuan, yang letaknya bersebelahan dengan ruangan loker temannya itu.

"Kemarin aku ditelepon Mas Ganda supaya libur ekstra-nya diganti pekan depan soalnya si Bayu dari kemarin sakit dan hari ini belum bisa masuk."

"Oh gitu!" sahut Reina dari balik pintu. "Ya udah aku mau ganti baju seragam dulu yah, Jef!" seru Reina yang sudah masuk ke dalam ruangan dan menutup pintu itu kemudian.

"Ya udah, aku ke atas duluan yah, Rein!" ujar Jefry sedikit mengencangkan suaranya supaya temannya itu mendengar.

"Ok!" teriak Reina dari dalam ruangan loker.

Reina tinggal sendiri di dalam ruangan itu. Teman-temannya yang kebagian shift pagi, sepertinya sudah pergi ke lantai atas semua. Mungkin sebagian yang lain sudah mulai bekerja.

Setelah siap dengan penampilannya, Reina pun mengunci pintu loker miliknya. Lalu, memandang wajahnya di cermin kecil yang ia tempel di pintu loker. Wajah yang tampak segar dengan make up sangat tipis memperlihatkan perbedaan wajah Reina aslinya yang sama sekali tidak suka berdandan. Rambut panjang yang masih ia pertahankan meski sifat tomboi masih mendominasi, ia ikat sangat rapi dengan digelung supaya tidak berantakan dan mengganggu aktifitas pekerjaannya seharian nanti.

Setelah semua dirasa cukup dan siap, gadis itu pun keluar ruangan untuk segera menuju ke lantai dua tempat kumpul seluruh karyawan room attendant sebelum memulai pekerjaannya.

Ketika Reina yang terburu-buru karena waktu yang semakin menunjuk ke angka tujuh, tiba-tiba berhenti mendadak ketika sebuah mobil yang muncul dari arah luar gedung menuju parkir basemant melaju cepat.

Bunyi rem yang berdecit dengan lantai parkiran terdengar menggema di area basemant tersebut. Reina hampir saja tertabrak ketika pengendara itu tidak segera menginjak rem mobilnya.

Gadis itu masih menutup wajah dengan telapak tangannya selama beberapa saat. Tak lama terdengar suara berat milik seorang lelaki menegurnya keras.

"Apakah kamu anak kecil yang masih berlarian di tempat parkir seperti ini!" hardiknya kesal.

Reina seketika terdiam. Suara itu sangat ia kenal. Tapi, di mana? Ia lalu mencoba membayangkan sosok laki-laki yang ia kenal.

"Tak mungkin Jefry," gumamnya pelan.

"Aldo, Juki, Aryan, atau Suripto? Bukan semuanya."

Tak mau terus-terusan menebak yang malah berakhir keliru, Reina pun menarik tangan dari wajahnya. Lalu, menatap wajah lelaki yang sudah berdiri di pintu mobilnya yang terbuka. Lelaki itu menatap angkuh padanya dengan wajah khawatir yang tampak jelas tergambar.

Sedetik, dua detik mereka saling memandang, hingga akhirnya,

"Rian!"

"Reina!"

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Asisten Terkekang Oleh Majikan
8.3
Dian telah mengabdi sebagai asisten di keluarga Firdaus sejak remaja. Namun, ketenangannya terusik saat Niko, sang putra sulung, pulang untuk memimpin bisnis keluarga. Meski sudah beristri, Niko justru terobsesi mengejar Dian dan menjadikannya tawanan asmara yang tersembunyi. Tinggal satu atap membuat tekanan Niko semakin menggila hingga Dian sulit menghindar. Di tengah jeratan obsesi sang majikan, mampukah Dian melepaskan diri dari kungkungan pria itu?
Sampul Novel Cinta Gadis Tanpa Nasab
9.8
Anna Lee, gadis blasteran yang besar di Korea, menghadapi cobaan saat cintanya pada Emran ditentang keluarga karena status kelahirannya. Namun, Shaka yang merupakan adik tiri Emran justru hadir mendekati Anna. Segalanya berubah ketika orang tua Emran menyadari bahwa Anna adalah putri donatur terbesar pesantren mereka. Meski kini mereka berusaha mempersatukan kembali Anna dan Emran, akankah Anna bersedia kembali di saat keadaan dan hatinya telah jauh berubah?
Sampul Novel Kau Curangi Aku
8.4
Maya sangat terpukul saat mengetahui kekasihnya berselingkuh dengan Miya, adik kembarnya sendiri. Namun, alih-alih fokus pada pengkhianatan itu, Maya justru mengungkap rahasia gelap tentang harta keluarga yang menjadi incaran komplotan penjahat. Ternyata, Miya hanyalah alat bagi mereka untuk mencapai tujuan licik tersebut. Kini Maya harus mencari tahu siapa dalang di balik semua ini dan apa motif sebenarnya yang mengancam keselamatan keluarganya.
Sampul Novel Melahirkan Keturunan Untuk CEO
9.5
Kinara Ariana, wanita tiga puluh tahun, terjepit situasi sulit saat ibunya butuh operasi mendesak. Demi biaya medis, ia nekat meminta bantuan bos di kantornya. Namun, permintaan itu justru menjebaknya dalam kehidupan sang CEO. Di sisi lain, sang ibu yang sekarat menuntutnya segera menikah. Tanpa diduga, pria asing itu bersedia menikahinya. Seiring berjalannya waktu, rahasia masa lalu sang CEO mulai terungkap dan mengubah takdir hidup Kinara selamanya.
Sampul Novel MY LOVELY LITTLE WIFE
8.9
Yuki tak mampu menyembunyikan kekesalannya setelah ditolak mentah-mentah oleh pria yang dijodohkan dengannya. Alasan pria itu sangat klise, ia merasa tidak mengenal Yuki sama sekali. Sambil mengumpat dalam hati, Yuki menjuluki calon suaminya itu sebagai pria tua yang menyebalkan. Namun, rasa dongkol itu segera berubah menjadi sebuah rencana licik. Sebuah seringai muncul di wajahnya saat sebuah ide brilian terlintas untuk memberi pelajaran bagi pria itu.
Sampul Novel Sang Pengantin Pengganti: Membuat Kenangan Tentang Kita
8.9
Demi melunasi utang, seorang wanita terpaksa menjadi pengantin pengganti bagi pria berkuasa yang ditakuti layaknya iblis. Di tengah keputusasaan, ia terjebak dengan sosok suami yang kejam dan tidak sabaran. Namun, pesona sang istri perlahan meluluhkan kekerasan hati pria itu hingga ia terjerat dalam gairah yang adiktif. Saat sang pria tak lagi mampu melepaskan diri, akankah hubungan yang berawal dari nafsu dan paksaan ini berubah menjadi cinta sejati?