Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua

Dari Abu: Kesempatan Kedua

Seumur hidup aku mencintai Bima Wijoyo, tunanganku. Namun, saat studio seniku terbakar, dia justru membiarkanku tewas demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Pengkhianatan itu menjadi akhir tragis hidupku yang pertama. Kini, keajaiban membawaku kembali ke masa lalu, tepat sebelum rapat dewan keluarga dimulai. Dengan ingatan pahit tentang api dan luka, aku berdiri tegak di hadapan semua orang untuk membatalkan pertunangan kami. Aku tidak akan mati dua kali.
Bab
Bagikan

Bab 3

Bima menyetujui persyaratannya dengan semangat putus asa yang nyaris menyedihkan.

"Aku akan melakukannya, Aira. Aku akan mengatur agar dia belajar di luar negeri. Kehidupan baru, awal yang baru. Dia akan pergi pada akhir bulan ini," janjinya, suaranya tulus.

Selama seminggu berikutnya, dia adalah tunangan yang sempurna dan penuh penyesalan. Dia membawakannya sarapan di tempat tidur, mengajaknya berkendara santai di sepanjang pantai, dan duduk bersamanya di studionya saat dia membuat sketsa, tidak pernah memaksa, tidak pernah menuntut.

Bagi dunia luar, itu tampak seperti sebuah rekonsiliasi. Ayahnya lega. Ibu tirinya memuji pengabdian Bima. "Lihat?" katanya pada Aira dengan senyum puas. "Dia mencintaimu. Itu semua hanya kesalahpahaman konyol."

Aira tahu yang sebenarnya. Dia mengamatinya, hatinya sedingin batu di dadanya. Dia melihat cara mata Bima melirik ponselnya setiap beberapa menit. Dia memperhatikan hadiah yang dibawanya—syal sutra dengan warna biru yang disukai Clara, novel karya penulis yang selalu dibicarakan Clara. Dia mencoba menyenangkan Aira dengan hal-hal yang akan menyenangkan saingannya. Pria itu bodoh.

Sandiwara itu berakhir pada suatu Selasa sore.

Aira berada di studionya, membersihkan kuasnya, ketika pintu terbanting terbuka. Bima berdiri di sana, wajahnya topeng amarah yang menggelegar. Dia terengah-engah, dadanya naik turun.

"Apa yang kau lakukan?" geramnya, berjalan ke arah Aira.

Aira dengan tenang meletakkan kuasnya di dalam toples terpentin. "Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan."

"Jangan bohong padaku!" raungnya, suaranya menggema di ruang yang besar dan lapang itu. "Clara! Apa yang kau katakan padanya?"

Dia mencengkeram bahu Aira, jari-jarinya menancap di kulitnya. "Dia di rumah sakit, Aira! Dia mencoba bunuh diri! Dia menelan sebotol pil!"

Kata-kata itu menggantung di udara di antara mereka. Clara mencoba bunuh diri. Trik manipulatif yang sama dan melelahkan.

Aira tidak merasakan apa-apa. Tidak ada keterkejutan, tidak ada rasa kasihan. Hanya kekosongan yang mendalam dan melelahkan.

"Dia sekarat, Aira," suara Bima pecah, amarahnya berganti dengan suara yang mentah dan hancur. "Dan ini salahmu. Kau dan tuntutanmu yang kejam dan jahat. Kau yang mendorongnya melakukan ini."

Aira menatapnya, pada pria yang pernah dicintainya, wajahnya berkerut karena duka untuk wanita lain. "Begitukah?"

Mata Bima, yang dipenuhi air mata yang belum tumpah, berkobar dengan kebencian. "Bagaimana kau bisa begitu dingin? Dia kakakmu! Apa kau tidak punya hati? Apa kau bahkan manusia?"

Dia menuduhnya tidak punya hati sementara dialah yang meninggalkannya terbakar. Kemunafikan itu sungguh luar biasa.

"Jadi apa yang akan kau lakukan?" tanya Aira, suaranya bisikan yang terlepas dan klinis. "Kau akan menghukumku?"

"Menghukummu?" Bima tertawa, suara yang kasar dan jelek. "Itu tidak cukup. Kau akan menebus dosamu. Kau akan menemuinya, kau akan berlutut, dan kau akan memohon pengampunannya."

Dia belum selesai. Cengkeramannya mengencang, wajahnya hanya beberapa senti dari wajah Aira.

"Dan kau akan terus memohon, setiap hari, selama sisa hidupmu. Kau akan menjadi pelayannya. Kau akan melakukan apa pun yang dia minta. Itulah harga untuk rasa sakitnya."

Rasa sakit yang tajam dan tak terduga menusuk dada Aira. Itu adalah rasa sakit hantu, hantu dari cinta yang dulu dia rasakan. Kenapa? Kenapa, setelah semuanya, kata-katanya masih bisa menyakitinya? Dia telah mati. Dia telah dilahirkan kembali. Rasa sakit ini seharusnya sudah terbakar habis darinya.

Dia merasakan gelombang pusing, penglihatannya kabur di tepinya. Dia tidak bisa menemukan kata-kata untuk membela diri. Apa gunanya? Bima tidak akan mempercayainya.

"Kau begitu mempercayainya?" bisiknya, kata-kata itu terasa seperti abu. "Kau percaya semua yang dia katakan?"

"Ya," kata Bima tanpa ragu sedetik pun, suaranya berdering dengan keyakinan mutlak. "Clara itu suci. Dia tidak bersalah. Dia tidak akan pernah berbohong. Tidak sepertimu."

Dia sepertinya sadar diri saat itu, secercah sesuatu—mungkin kesadaran akan kekejamannya sendiri—melintas di matanya. Dia sedikit melonggarkan cengkeramannya. "Aira, aku..."

Tapi sudah terlambat.

Tawa pahit yang hancur keluar dari dada Aira. Dimulai sebagai getaran dan tumbuh menjadi tawa terbahak-bahak yang diwarnai air mata. Suara itu liar dan tidak terkendali. Itu adalah suara hati yang hancur untuk kedua dan terakhir kalinya.

Ruangan mulai berputar. Warna-warni lukisannya di dinding kabur menjadi pusaran tak berarti. Hal terakhir yang dilihatnya adalah wajah Bima, amarahnya digantikan oleh kepanikan yang tiba-tiba muncul.

Kemudian, dunia menjadi hitam.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Pengantin Sempurna Sang CEO: Kesepakatan dengan Iblis yang Menyamar
8.1
Leyla sering dicap sebagai wanita licik yang pandai menggoda pria demi ambisinya. Namun, publik terkejut saat ia mendadak dinikahi oleh Colton, sang miliarder playboy, setelah pertemuan singkat. Meski awalnya dianggap sebagai kesepakatan bisnis tanpa rasa, dinamika mereka berubah drastis saat Colton menunjukkan kerapuhannya di sebuah pesta. Leyla akhirnya menyadari bahwa seluruh pertemuan dan pernikahan mereka adalah rencana matang yang telah disusun Colton sejak awal.
Sampul Novel Ex-Husband Or Mr. Ceo
9.4
Pasca kegagalan rumah tangganya, Leira bertekad bangkit demi masa depan sang putra. Ia memutuskan kembali ke Chicago untuk mengejar karier di sebuah perusahaan penerbitan. Namun, situasi menjadi rumit saat ia harus bekerja di tempat yang sama dengan mantan suaminya. Di sisi lain, Leira terjebak dalam kesalahpahaman dengan sang CEO. Akankah ia mampu menjaga hatinya tetap tegar, atau justru menemukan cinta yang baru di tengah konflik ini?
Sampul Novel Gairah Suami Perkasa
8.0
Marvin Rock adalah sosok lelaki yang memiliki segalanya, mulai dari kekayaan melimpah hingga kekuasaan besar. Meski dikelilingi oleh banyak wanita hebat yang memuja statusnya, Marvin tetap mengutamakan ketulusan hati di atas segalanya. Kehidupannya penuh dengan gairah dan dominasi, bahkan sang istri sendiri mengakui keperkasaan suaminya dengan penuh rasa bangga. Inilah kisah tentang kekuatan, harta, dan pesona seorang pria yang tak tertandingi di dunianya.
Sampul Novel Kembalinya Sang Mantan Istri yang Agung
9.5
Bram mengkhianati cinta tulus istrinya demi Hesti yang tiba-tiba muncul. Di tengah vonis kanker dan duka kehilangan orang tua, sang istri dipaksa bercerai atas tuduhan palsu. Setelah memalsukan kematian demi lepas dari penderitaan, ia melepaskan identitas lamanya yang lemah. Tiga tahun berlalu, ia bertransformasi menjadi Aurora Morgan yang berkuasa. Kini ia kembali untuk menuntut balas atas segala luka dan penghinaan yang pernah Bram torehkan di masa lalu.
Sampul Novel Malaikat dalam Gaun Baru
9.0
Keajaiban pertukaran jiwa membawa seorang wanita masuk ke tubuh istri miliarder ternama. Meski hidup bergelimang harta, ia justru menghadapi sikap dingin sang suami. Saat kekasih lama suaminya kembali, permintaan cerai pun diajukan. Ia setuju untuk pergi tanpa beban, namun takdir cinta berkata lain. Perpisahan itu justru menjadi awal dari babak baru yang tak terduga dalam hubungan mereka. Kisah romansa penuh kejutan ini baru saja dimulai.
Sampul Novel Menikah dengan Tuan Muda Aneh
9.3
Sania terjebak dalam kesepakatan pernikahan dengan Devandra Adiwiyatama demi memenuhi wasiat sang ayah. Meski ditentang keras oleh ibu Devan, Nyonya Hartati, Devan tetap memaksa Sania memenuhi kewajibannya sebagai istri untuk memberikan keturunan. Sania yang gugup tak berdaya melawan kontrak yang telah ia tandatangani. Akankah benih cinta tumbuh di tengah tuntutan ini, ataukah Devan akan melepaskan Sania setelah tujuannya memiliki ahli waris tercapai?