Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dangerous Girl

Dangerous Girl

Aliya kehilangan segalanya saat kekayaan orang tuanya memicu tragedi berdarah. Gadis lembut ini bertransformasi menjadi dewi kematian yang haus balas dendam demi mengungkap dalang pembunuhan keluarganya. Di tengah teka-teki rumit di sekolah, ia harus mencari Samudra, pangeran bermata biru yang kini tak lagi mengenalinya. Meski penolakan terasa menyakitkan, Aliya tetap mengejar jawaban di balik badai rahasia yang mengancam nyawanya. Darah harus dibayar darah.
Bab
Bagikan

Bab 1

Lautan telah terombang ambing karena badai, perahu yang di naiki sekitar lima orang begitu panik. Salah satu dari mereka berteriak begitu keras kepada para bawahanya untuk membuang barang bawaan mereka yang begitu berat. 

"Buang semua barang yang berat sekarang, agar perahu kita tidak tengelam!" teriak sang kapten. Mereka semua segera menuruti perintah sang kapten. 

Bukan hanya mereka saja yang berada di perahu itu, tapi ada dua orang anak kecil yang sedang bersembunyi di balik tong untuk menyimpan ikan. 

Dua anak kecil itu membuka penutup tong, karena penasaran dengan suara-suara yang begitu keras. 

Dua anak kecil berbeda genre itu segera keluar dari tempat persembunyian yang selama dua jam mereka tempati. 

"Aya pegang baju belakang aku erat-erat. Sutttt, jangan nangis kita akan selamat." Anak laki-laki itu menenangkan anak perempuan yang sedari tadi menangis ketakutan. 

Dengan langkah kaki yang begitu kecil keduanya segera mengendap-endap, sesekali mereka berdua terombang-ambing oleh kapal. 

Badai bergejolak, petir bergemuruh seakan lautan murka. 

"Kapten semua barang-barang berharga berharga sudah kami buang, tapi air laut semakin naik kapten!"

Terdengar suara yang membuat telinga kedua anak itu merasa kesakitan. 

Sirine pertanda bahaya terdengar. 

Sang kapten kapal berpikir dengan frustrasi, tiba-tiba matanya melihat anak buahnya yang berdiam diri menunggu perintah darinya. Dengan otak yang begitu licik sang kapten mendorong satu persatu anak buahnya ke lautan yang begitu dasyat. Asalkan dirinya selamat cara apapun dia akan lakukan. 

"Pria itu jahat Kak," ucap anak perempuan yang dipanggil Aya tadi. 

Samudra juga takut, dia takut mati melihat pria yang berada tak jauh di depan mereka mendorong orang-orang begitu kejamnya. 

Samudra harus segera menyelamatkan diri dan sahabatnya sebelum pria itu berbuat yang sama.

"Akhhhh! Sa-kit."

Tapi...

Sebelum dirinya akan berlari ia dicegat oleh pria iblis itu dengan segera dirinya melindungi sahabatnya. Dirinya terlambat karena Aya, sahabatnya telah didorong oleh pria iblis itu. 

Samudra segera berlari kesisi kapal. Sial! Aya sudah terjatuh!

Bugh! 

"Dasar iblis!"

Samudra mengigit pria iblis itu dengan kencang. Tiba-tiba gelombang air laut bergerumuh ke arah mer—

"Sial! Mimpi itu lagi!" geram Pria yang berhasil bangun dari mimpinya. Dengan napas memburu. Kenapa mimpi itu kembali lagi! Pria itu membantingkan vas yang berada di nakas.

Pyarr! 

"Aya siapa sebenarnya kamu?"

*****

Bunyi suara knalpot terdengar begitu nyaring membuat seorang yang sedang duduk di halte Bus sedari tadi berdecak kesal. 

"Woy setan!" Dia sudah kesal karena kedua orang tuanya menyita motor dan menyuruh dirinya untuk pergi ke sekolah menaiki Bus, sekarang ada lagi kesialan karena telinganya kesakitan mendengar suara knalpot yang terdengar sangat membagongkan. Dia ingin tenang sejenak malah di ganggu dengan suara bising knalpot.

Mungkin teriakannya terdengar begitu keras sampai para geng yang berpakaian serba hitam berhenti lalu berjalan ke arahnya. 

"Bilang apa lo barusan?!"

Dewa berdecih, kenapa hari ini dirinya selalu sial?! Oke, mungkin sekarang dirinya lah yang salah karena meneriaki mereka. 

"Lo ganteng, mirip Set*n," ucap Dewa dengan santai. 

Sekitar dua orang yang yang berada di belakang tertawa dengan keras.

"Wah bos hajar tuh cowok belagu amat sama kita." Satu anggota dari The felix menimpal. 

Dewa tau mereka bertiga yang berada di depannya. The Felix, orang-orang yang selalu menyiksa para korban di sekolah yang 2 bulan ia tempati.

"Lo ... Dewa kan? Cowok yang terkenal sombong dan suka menyendiri. Ck, kasihan banget idup lo."

Kemarahan Dewa tersulut, selama satu jam dua puluh menit ia sudah tahan kemarahannya dan sekarang ia bisa melampiaskan amarahnya kepada mereka. 

Bugh!

Bugh!

Pertempuran pun tak terlelakan, Dewa dan ketika geng The Felix berkelahi. Oke, untuk pertamakalinya dirinya berkelahi setelah kejadian dua bulan lalu di sekolah lamanya.

Mungkin setelah ini Dewa akan mendapatkan ceramah yang sangat panjang lagi oleh Ayahnya. 

"Bagus juga bela diri lo. Mau gabung ke geng kita?"

Dasar bajingan tengik ini, tadi lima menit lalu marah-marah sekarang malah menawarkan dirinya untuk bergabung ke geng mereka. Sorry gak mina ia sudah mempunyai geng lebih berkelas dari pada geng rendahan seperti mereka. 

"Gak minat," ucap Dewa lalu pergi begitu saja. Ah, ia akan jalan kaki hari ini karena Bus yang sedari tadi ia tunggu sudah lewat saat dirinya berkelahi.

******

Di Draft High Scool atau sering orang bilang DHS, Sma ini penuh dengan misterius, banyak orang-orang yang sekolah disini selalu mengatakan jika banyak sekali korban yang bunuh diri. Sudah hal yang lumrah setiap sekolah pasti selalu ada yang bunuh diri kan? Tapi Aliya tau jika para korban yang bunuh diri itu bukan kemauan mereka tapi, ada suatu alasan Aliya yakin itu. Karena itulah dirinya berada di sekolah ini, sekolah yang penuh dengan teka-teki didalamnya. 

Bruk!

Ini yang ke delapan dalam satu minggu dirinya selalu di tabrak oleh geng Wilona. Jika saja dirinya tidak berpura-pura menjadi Nerd dan bersikap menjadi orang yang baik, mungkin geng Wilona akan merasa ketakutan. Sial! Jika saja Bosnya tidak memerintahkan untuk bertugas di sini mungkin ia sekarang berada di Amerika untuk bersenang-senang bersama teman-teman setimnya. 

"Ma-af," ucap Aliya dengan wajah menunduk sambil meremas Rok panjangnya. 

"Mata lo ada 4 kan?! kenapa gak bisa liat gue!" bentak Wilona. Para ciclenya berada di belakang tersenyum sinis melihat Aliya.

Aliya semakin meremas roknya dengan kuat. Itukan cara orang yang ketakutan, meremas rok serta memasang wajah ketakutan? 

Plak! 

Tamparan dari Wilona membuat pipi kirinya berdenyut nyeri. 

Saat Wilona akan menampar Aliya lagi, tiba-tiba datang gerombolan The Felix yang berjalan dengan wajah angkuhnya. 

Aliya semakin tersiksa saja karena sudah datang lagi The Felix yang selalu membullynya. Sebelum The Felix memgetahui keberadaanya ia dengan segera berlari. Untung Wilona lengah Aliya bisa kabur dengan aman ke arah gudang. 

Aliya mengendap-endap masuk ke dalam gudang.

"Lo telat." Gumaman dari suara dingin Regan begitu terdengar sangat dekat di telinga Aliya saat masuk kedalam gudang, padahal Regan sangat jauh berada di depanya tapi telinga Aliya yang tajam membuatnya bisa mendengar gumaman Regan. 

"Ada kendala tadi," ucap Aliya. Aliya tau Regan juga mengetahui apa yang diucapkannya.

Regan menangguk lalu menyuruh Aliya untuk duduk di kursi yang berada di depannya. 

"Gimana?" 

Sial! Sudah satu minggu dan sekarang Regan pasti ingin mengetahui informasi yang ia dapatkan. Aliya menyengir lalu berdehem memasamg ekpresi serius. 

"Lo tau kan kasus di sekolah ini belum menemukan titik terang? Jadi gue juga belum mengetahui orang itu bunuh diri atau di bunuh," ucap Aliya dengan serius, kacamata yang di pakainya ia lepaskan. "Tapi ... Gue nemu ini di rooftrop kemarin." Aliya menyerahkan gelang berwarna merah kepada Regan. 

Regan menangguk dengan segera meneliti gelang yang di temukan Aliya. 

"Oke lo inggat Tuan kita hanya kasih lo 5 bulan untuk mengusut kasus ini. 5 bulan sudah waktu yang terlama di tetapkan oleh Tuan. Mengerti?"

"Mengerti!"

"Lo boleh keluar dan ini tugas dari Tuan lagi untuk lo," ucap Regan sambil tersenyum miring. 

Ya Tuhan apalagi ini?!

Aliya mengumpat dalam hati Tuannya sangat menyusahkan.

"Dua jam."

Aliya sangat mengerti kata 'dua jam' dari Regan, dirinya harus selesai dalam waktu dua jam untuk menyelesaikan tugas yang baru saja dalam tangannya. 

"Rey siala-"

"Awas loh Tuan Reynaldo bakalan tau, diakan ada mata-mata dimana-mana."

Aliya segera pergi dari gudang meninggalkan Regan seorang diri.

"Ck, anak tak tau diri."

Suara dari telinga yang sedari tadi terdengar dari headset Regan disusul tawa yang begitu bahagia. 

"Anda seharusnya tidak memberikan tugas yang baru kepada Aliya Tuan Rey," ucap Regan dengan wajah yang masih tetap sama, Datar. 

"Tugas itu mungkin akan membawa dirinya untuk mengetahui keluarganya."

******

Posisi Aliya sekarang berada di rooftrop sedang mencari data tentang perusahaan Delton Cross, perusahaan yang terkaya di indonesia.

Aliya meregangkan jari-jarinya yamg pegal akibat kelelahan. Jadi Delton Cross di miliki oleh Nagama Mahendra, dalam data yang ia cari Keluarga Mahendra memiliki dunia gelap yang selalu di sembunyikan kepada khalayak. Keluarga Mahendra adalah keluarga yang tersembunyi mereka selalu menyembunyikan data-data dalam dunia gelap mereka, tapi semua data itu telah bocor oleh Aliya jadi apakah dirinya harus menyebarkan data ini? 

Drett drett!

"Haloo Tuan Rey ada apa gerangan?" 

"Sudah mencari data tentang keluarga Mahendra? Kalo sudah simpan baik-baik data itu tidak boleh jatuh ketangan orang lain. Mengerti?"

"Mengerti."

Tapi Sebenarnya untuk apa Tuan Reynold memerintahkan dirinya agar menyimpan data dunia gelap keluarga Mahendra? Apa ada hubungan dengan masalalu dirinya? 

"Untuk apa aku harus menyimpan data ini?" Aliya mendengar decakan dari sebrang sana. Mungkin Tuan Rey kesal karena ia belum juga mengerti. 

"Dasar gadis bodoh! Keluargamu yang hancur masih ada hubungan dengan keluarga Mahendra."

Degh! 

Jantunya berdetak dengan kencang, benarkan apa yang ia pikirkan tadi. 

"Apakah Keluarga Mahendra dalang dibalik kematian kedua orang tua ku Tuan?"

"Belum ada bukti, masih kemungkinan. Sekarang kamu fokus menemukan siapa pelaku pembunuhan di sekolah kamu Aliya."

"Siap Tuan Rey."

"Tetap waspadalah."

Setelah mendengar perkataan Tuan Reynold, sambungan telepon langsung terputus. Aliya menghela napas dalam-dalam wajahnya menengadah ke atas langit, dengan perlahan sudut bibirnya tertarik ke samping. 

"Sedikit lagi akan aku balaskan dendam kedua orang tuaku."

"Balas dendam untuk apa."

Degh!

Aliya tersentak kaget sampai menjatuhkan sesuatu. Ia berbalik badan lalu dengan perlahan wajahnya memucat. 

Mata pria itu... 

Jantungnya seolah berhenti, udara disekitarnya seakan menghilang, ia tidak bisa menghirup udara. Dengan perlahan bibirnya mengucapkan dua kata yang begitu pelan. 

"K-ak Sam."

Bruk! 

Aliya terjatuh pingsan setelah mengucapkan kalimat itu. 

Bersambung

____________

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cold-hearted girl
9.4
Seorang pembunuh bayaran wanita yang tangguh kini memegang misi baru sebagai pelindung seorang ilmuwan jenius. Keselamatan sang ilmuwan terancam setelah ia berhasil menciptakan sebuah penemuan yang sangat krusial. Namun, di tengah situasi berbahaya yang mengintai nyawa mereka, benih-benih asmara justru mulai tumbuh. Pertemuan intens ini memaksa sang gadis menghadapi konflik batin saat perasaan profesionalnya perlahan berubah menjadi cinta yang mendalam.
Sampul Novel Disekap Wanita Yang Menginginkan Suamiku
8.9
Upaya Laras melarikan diri dari rumah berubah menjadi mimpi buruk saat ia dan ketiga buah hatinya diculik oleh seorang sopir travel. Di dalam penyekapan yang penuh siksaan, Laras harus menelan pil pahit kehilangan salah satu anaknya. Tragedi ini memicu dendam membara dalam dirinya. Ia bertekad mengungkap dalang serta motif keji di balik penderitaan mereka. Mampukah Laras menyelamatkan anak-anaknya yang tersisa dan lolos dari jeratan maut yang mengancam nyawa?
Sampul Novel Harta Tahta Obsesi Gila
8.8
Arleta memiliki paras mempesona, namun hidupnya jauh dari kata indah. Alih-alih gaun putri, ia terpaksa memakai baju zirah demi bertahan hidup dari obsesi gila pamannya, Joshua, yang menyebabkan luka mendalam. Di tengah trauma dan bayang-bayang masa lalu yang kelam, ia menutup hati demi keamanan dirinya. Kini, Arkana Sadewa, seorang fotografer, harus berjuang keras menaklukkan tembok pertahanan Arleta yang menganggap cinta hanyalah kelemahan yang membuang waktu.
Sampul Novel I'm The Queen
8.2
Ratu Elea yang bijak menghadapi kehancuran saat Raja Flynn lebih memilih Beatrice, selir ambisius yang sedang mengandung. Di tengah fitnah kejam dan gugatan cerai yang memalukan, posisi Elea di Istana Landbird terancam runtuh. Namun, Raja Alaric dari Veridion hadir menawarkan perlindungan dan dukungan tak terduga. Kini, Elea terjebak dalam intrik politik dan pengkhianatan, memaksanya memilih antara mempertahankan takhta atau menempuh jalan hidup baru yang penuh risiko.
Sampul Novel Kaum Terakhir (Pembalasan Dendam)
8.8
Dunia menuntut pemusnahan total kaum kegelapan demi kedamaian abadi. Di tengah kerumunan yang haus darah, seorang gadis terbelenggu rantai menghadapi kebencian massa yang menginginkan kematiannya segera. Sorak-sorai penuh amarah terus mendesak agar nyawanya dilenyapkan tanpa sisa. Namun, saat eksekusi tampak tak terelakkan, sebuah teriakan tegas memecah suasana. Sosok penyelamat muncul membela sang ratu, mengubah takdir tragis yang semula sudah di depan mata.
Sampul Novel Mafia In The Night
8.0
William, putra mafia kejam, rela menempuh cara apa pun demi ambisinya. Namun, pengkhianatan fatal merenggut nyawa ayahnya, Ferdinand, dalam insiden tragis. Rosemary yang selama ini tidak tahu sisi gelap suaminya mulai menyadari rahasia tersembunyi. William kini bertekad membalas dendam dan membersihkan nama baik ayahnya dari fitnah keji. Meski seorang polisi wanita terus menghalangi langkahnya, William takkan berhenti hingga peluru terakhir menentukan segalanya.