Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dalam Pelukan (Sang ) CEO

Dalam Pelukan (Sang ) CEO

Kevin Hadiwajaya, CEO sukses berjuluk monster berwajah malaikat, terobsesi menjadikan asisten pribadinya, Sarah Rania, miliknya seutuhnya. Namun, langkah Kevin terhalang oleh Hansen Rudolf, sahabat kecilnya yang juga mencintai Sarah dengan kelembutan. Di tengah persaingan sengit dua pria ini, Sarah terjebak dalam pertarungan emosi yang memilukan. Akankah ia bertahan dalam pelukan sang bos yang tegas, atau berpaling pada Hansen yang selalu menyapanya dengan kasih?
Bab
Bagikan

Bab 2

***

Sophia merasa sangat bahagia karena kali ini dia mendapatkan dua keranjang boneka. Biasanya sangat sulit baginya untuk mendapatkan boneka, tetapi hari ini pertemuannya dengan Sarah membuatnya bahagia dan menghilangkan kekesalannya pada Kevin, sang ayah.

“Shopia lapar, Kak,” rengek Sophia, dan Sarah sadar bahwa mereka sudah terlalu lama bermain dan sekarang waktunya untuk makan siang.

“Ayo, kita makan. Biar kakak yang traktir,” ajak Sarah sambil menggandeng tangan Shopia menuju food court, dan Sophia mengangguk senang dengan mata berbinarnya.

“Sayang, apakah kamu sering bermain di sini?” tanya Sarah.

“Sering, Kak. Bahkan hampir tiap minggu ke sini,” balas Shopia.

“Tapi kenapa Kakak tidak pernah bertemu denganmu sebelumnya, padahal Kakak juga sering datang ke sini? Apa jamnya Shopia datang ke sini tak menentu?” tanya Sarah heran.

“Mungkin Kakak datang ke sini hanya pada hari Sabtu ya?” tanya Sophia sambil menyeruput minumannya.

“Iya, tapi bagaimana denganmu? Apakah kamu datang ke sini setiap Sabtu dan Minggu?” tanya Sarah.

“Biasanya hari Minggu sama ayah, dan kebetulan ayah janji akan menemaniku hari Sabtu ini, tapi tiba-tiba di tengah jalan ayah tidak bisa datang karena ada urusan mendadak. Shopi sedih, Kak. Ayah selalu tidak memenuhi janjinya. Jadi setiap kali ke sini, Shopia hanya ditemani oleh Pak Tono dan Mbak Ningsih,” wajah Sophia menunjukkan kesedihan, membuat Sarah ikut merasa sedih. Sarah tahu bahwa di mata gadis kecil ini terdapat kesedihan dan kesepian yang dalam.

“Jangan khawatir, nanti ada Kakak. Kakak akan selalu menemanimu di sini,” janji Sarah sambil meremas pipi Sophia dengan lembut.

“Benarkah, Kak? Kakak janji mau datang dan bermain sama Shopia?” tanya Sophia dengan bersemangat.

“Benar,” jawab Sarah sambil mereka menautkan jari mereka untuk membuat perjanjian.

“Aku boleh minta nomor WhatsApp kakak?” tanya Sophia dengan antusias.

“Tentu,” Sarah terkejut ketika Sophia mengeluarkan gadgetnya, karena gadget Sophia sama dengan empat kali gajinya.

“Siapa yang akan menjemputmu untuk pulang? Apakah Kakak boleh mengantarmu?” tawar Sarah, khawatir dengan keamanan Sophia.

“Shopia akan dijemput oleh Pak Tono dan Mbak Ningsih, Shopia sudah menyuruh mereka menunggu di mobil karena Shopia sedang kesal dengan ayah, tapi Shopia sudah memberitahu Mbak Ningsih untuk datang ke sini,” jawab Sophia.

Sarah mengangguk dan merasa tenang setelah mendengar jawaban anak perempun itu. Sarah membelai rambut Sophia sambil memberikan nasihat agar Sophia tidak keluar sendirian dari rumah dan menjaga barang berharganya.

Cupp.

Tiba-tiba Sophia mencium pipi Sarah, berhasil membuat Sarah terkejut, dan Sophia memberikan senyum menggemaskan.

“Itu sebagai tanda terima kasih dari Shopia karena Kakak telah membuat hari ini indah. Terima kasih ya, Kak. Oh, ngomong-ngomong, di mana hadiah untuk Shopia?” tanya Sophia sambil menahan tawa, dan tanpa ragu Sarah langsung menggelitik Sophia sampai Sophia meminta ampun agar Sarah menghentikannya.

“Ini hadiahnya!” balas Sarah sambil terus menggelitik anak itu.

***

Suasana kantor mendadak ramai karena kedatangan CEO baru yang akan menggantikan Pak Irawan. Beredar gosip bahwa CEO baru ini adalah lelaki tampan, tegas, dan tidak pernah dikenal sebagai orang yang murah hati. Siapapun yang membuat sang CEO murka, maka akan bersiap-siap menerima kemalangan dan juga kutukan!

“Sarah, nanti kamu ikut saya menemui CEO baru di ruangannya,” pinta Bu Sonia.

“Apa? S-saya? Mengapa harus saya, Bu?” tanya Sarah heran. Ia tidak tahu kenapa karyawan biasa sepertinya di perusahaan sebesar ini harus menemui sang CEO baru.

“Karena Pak Kevin butuh seorang Personal Assistant, dan dia sudah melihat CV kamu serta ingin kamu menjadi PA-nya,” ucap Bu Sonia. Sejujurnya dalam hatinya ia juga terkejut karena atasannya mendadak menginginkan Sarah, padahal Sarah bukanlah opsi yang ia tawarkan pada Kevin. Sebagai kepala HRD, ia sudah mempertimbangkannya dan selama ini kinerja Sarah memang bagus, jadi ia juga tidak mempermasalahkan pilihan dari CEO baru itu.

“Tapi, Bu, saya tidak pernah berniat mengikuti seleksi untuk menjadi PA, dan menjadi asisten CEO bukanlah keahlian saya,” ungkap Sarah bingung.

“Jangan banyak protes, jangan sampai membuat Pak Kevin marah. Sudahlah, ayo ikuti saja, jangan biarkan Pak Kevin menunggu,” tegas Bu Sonia.

Sarah akhirnya mengikuti langkah kepala HRD untuk masuk ke ruang CEO yang baru. Ketika berada di dalam ruangan, mata Sarah dan Kevin bertemu, dan Sarah terkejut karena lelaki di depannya adalah orang yang dua hari lalu dia berhadapan dan berdebat di lampu merah.

“Astaga! Lelaki ini! Apa dia mengingat kejadian itu? Tuhan... bagaimana ini? Kenapa aku malah bertemu dengan si boss lampu merah.” batin Sarah, sementara Kevin menyuruh Bu Sonia untuk meninggalkan mereka berdua di ruangan, membuat hati Sarah berdegup tak karuan.

“Nama kamu Sarah Rania, yang akan menjadi asisten saya sekarang. Tapi sepertinya saya pernah melihatmu, apakah kamu pernah bertemu dengan sayasebelumnya?” tanya Kevin. Ia memasang wajah datar dan terkesan angkuh.

“Tidak, Pak, saya yakin ini pertama kali kita bertemu,” jawab Sarah pelan.

“Mungkin saya salah, saya tidak pernah berharap bertemu dengan seseorang sepertimu yang tak mungkin ada dalam dunia saya,” ujar Kevin dingin, membuat Sarah merasa kesal, bahkan ia tidak ingin mengenal Kevin.

“Siapa juga yang ingin hadir dalam dunia pria yang seperti kamu! Kalau aku nggak butuh uang, tadi aku langsung pergi saja dan resgin saja! Huh! Pria aneh!” batin Sarah menggerutu.

Kevin masih sibuk membaca berkas dokumen dan membiarkan Sarah berdiri di depannya.

“Maaf, Pak. Apakah Bapak membutuhkan sesuatu?” tanya Sarah, ia tak tahan kalau waktu berharganya hanya dihabiskan melihat pria aneh itu.

“Tunggu,” balas Kevin.

Sarah menghela napas dan sepuluh menit waktu pun berlalu percuma.

“Bolehkah saya pergi, Pak?” tanya Sarah setelah berdiri terlalu lama.

“Belum,” jawab Kevin singkat.

“Lalu, apa yang harus saya lakukan?” tanya Sarah kebingungan.

“Saya akan memberitahukanmu kalau mulai hari ini, kamu akan mengurus semua kebutuhan saya, mulai dari menyeduh kopi hingga menyiapkan makanan,” perintah Kevin.

Sarah terkejut, tidak mengerti mengapa tugasnya seperti itu, bukan tugas seorang asisten CEO. Sarah merasa dianggap seperti pelayan serba bisa oleh atasannya.

“Baik, Pak. Mau saya buatkan kopi?” tanya Sarah pelan. Ia berusaha sabar.

“Iya, tapi harus dengan gula aren dan agak pahit,” jawab Kevin.

“Baik, Pak. Saya izin untuk membuatnya dulu,” ucap Sarah hati-hati meninggalkan ruangan atasannya.

Kevin tersenyum puas setelah Sarah pergi.

“Akhirnya aku menemukanmu, gadis sombong, rasanya akan menarik,” gumam Kevin dengan senyum.

***

Hari ini Sarah sudah membuat kopi sebelas kali, karena kopi yang dia buat tidak sesuai dengan selera bosnya yang sangat spesifik. Hingga pada kopi yang kesebelas, Kevin akhirnya puas.

Hari pertama sebagai PA bosnya, dihabiskannya untuk membuat kopi, padahal seharusnya tugas semacam ini dilakukan oleh staf OB atau paling tidak Kevin bisa meminta orang yang lebih ahli. Bahkan saat waktu istirahat berakhir, Kevin masih pemilih untuk makan siangnya.

Benar kata orang-orang, CEO baru memang rumit dan menantang. Sulit baginya untuk bertahan dengan bos seperti Kevin. Namun, Sarah tidak akan menyerah begitu saja. Dia yakin bisa menghadapi semuanya dengan mudah. Sebab, ini hanyalah tantangan kecil dibandingkan dengan perjuangan hidupnya sebelumnya. Hidup sebagai yatim piatu, dihina, dan hampir dilecehkan. Namun, dia tetap kuat dan bertahan, karena dia yakin bahwa dia layak untuk hidup dengan layak dan bahagia di masa depan.

Sarah bisa santai di toilet, ia menghela napas panjang untuk hari ini.

“Pria lampu merah itu! Rasanya hari esok ingin kuhilangkan saja!” ucap Sarah dengan perasaan campur aduk.

Gadis itu benar-benar lelah, dan masih terkejut dengan pria yang ia telah bersumpah tak ingin bertemu lagi.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Sangat Mencintaimu
9.6
Pasca insiden satu malam, Rossa Saraspati menikah dengan Robert Carlos karena kehamilan yang tak terduga. Robert adalah suami miliarder yang memanjakannya dengan kemewahan luar biasa, memenuhi segala keinginan materi namun melarangnya bekerja. Saat Rossa mencoba mencari nafkah secara sembunyi-sembunyi, ia selalu gagal karena sabotase Robert. Akhirnya, Robert memberi Rossa posisi khusus di kantornya sebagai istri sang bos demi memastikan ia tetap berada di sisinya.
Sampul Novel Bukan Menantu Idaman Mama
8.6
Seorang anak laki-laki dengan tegas melawan kendali ibunya demi menentukan jalan hidupnya sendiri. Meski Mirna mendesak agar dia menikah demi stabilitas perusahaan, sang putra bersikeras memilih Alya sebagai pendamping hidup. Mirna sangat menentang hubungan ini karena latar belakang Alya yang merupakan yatim piatu miskin. Bagi Mirna, pernikahan adalah alat bisnis, namun putranya menolak menyerah pada tuntutan keluarga demi mengejar cinta sejatinya.
Sampul Novel Dinodai Calon Kakak Ipar
8.1
Hidupku hancur setelah calon kakak iparku sendiri menodai kesucianku tepat sebelum hari pernikahan. Alih-alih dibela, aku justru difitnah sebagai penggoda dan diusir dari keluarga. Demi bertahan hidup, aku terpaksa menjual diri kepada pria kaya raya. Bertahun-tahun berlalu, tak disangka pria brengsek itu muncul kembali sebagai pelangganku. Ia bahkan menyewaku secara eksklusif selama sebulan penuh. Apa sebenarnya rencana licik yang ia siapkan kali ini?
Sampul Novel Dulu Istri Bodoh, Sekarang Obsesi Abadi
8.0
Tiga tahun Cathryn bersabar dalam pernikahan dingin, mengira Liam sibuk bekerja. Namun di hari duka ibunya, pengkhianatan Liam dengan adik tirinya terungkap. Cathryn pun memilih cerai meski dicemooh. Tak disangka, Liam justru berlutut memohon di bawah hujan. Saat isu rujuk beredar, Cathryn tak peduli karena kini ada taipan berkuasa yang melindunginya. Pria itu siap menghadapi siapa pun yang berani mengusik Cathryn, istri tercintanya.
Sampul Novel Misi Cinta dan Kenikmatan
9.3
Alex Syarizal adalah pria berusia 28 tahun asal Sumatra yang hidup bergelimang harta warisan orang tuanya. Meski sukses mengelola bisnis pertanian hingga SPBU, ia masih melajang karena kesibukan karier. Di tengah kesendirian setelah kehilangan keluarganya, Alex terlibat dalam momen panas nan intim bersama Mirna. Saat Mirna mulai tersadar dan merespons rangsangan yang memberikan kenikmatan luar biasa, Alex menyapanya dengan lembut di tengah gejolak gairah mereka.
Sampul Novel Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder
8.3
Riani dikhianati oleh kekasih yang selama ini ia nafkahi demi sahabatnya sendiri. Di tengah luka, ia nekat menikahi Rizky, pria asing yang berjanji menanggung segala kebutuhannya. Meski awalnya ragu, Riani justru menemukan sosok suami idaman yang protektif dan suportif hingga kariernya melejit. Namun, misteri menyelimuti identitas Rizky yang selalu punya solusi ajaib. Kejutannya muncul saat ia melihat wajah suaminya di sampul majalah bisnis dunia sebagai miliarder.