Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cute My Husband

Cute My Husband

Zalfa merupakan guru PNS sekaligus janda dua anak yang tak menyangka akan berjodoh dengan Edgar. Edgar sendiri adalah mantan muridnya yang berkepribadian pendiam dan sulit bersosialisasi. Meski baru lulus SMA dan sedang menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian, Edgar mantap menikahi Zalfa. Namun, hubungan mereka terhalang restu ayah Edgar yang menentang keras pernikahan tersebut. Sanggupkah keduanya melewati ujian berat demi mempertahankan cinta mereka?
Bab
Bagikan

Bab 3

Terkadang cinta memang tidak tahu kapan datangnya. Zalfa menatap mata hitam Edgar, tatapan tajamnya begitu menyihir dirinya, ia merasa seperti tak bisa bernapas. Edgar berdiri menunduk menatap Zalfa, tanpa ekspresi.

"Bu.. Edgar menyukai bu guru." ucapnya kemudian, Zalfa merasa terkejut, di tempat umum Edgar tanpa malu menyatakan perasaannya.

Membuat dirinya salah tingkah, lalu ia menoleh ke sekelilingnya, banyak mata yang menatap mereka berdua, membuat Zalfa seakan malu di buatnya. 

"Sudah, ayo lanjutin belanjanya." Zalfa, berusaha mengalihkan perhatian, ia berbalik, ingin mengambil troli isi belanjaannya tadi, namun tiba-tiba Edgar memeluknya dari belakang, Membuat tubuh kecil Zalfa menegang saking terkejutnya. Zalfa akui, ia memang merindukan sentuhan seorang laki-laki, sebab sepeninggalan suaminya, Zalfa masih tetap ingin menjalani hidup sendiri, ia tak ingin memulai hubungan jika tidak bisa menerima kehadiran si kembar yang sangat ia cintai.

"Lepaskan!" Zalfa sedikit meronta,"Nggak mau, sebelum ibu jawab pernyataan tadi," jawabnya, suaranya di tekan, matanya terpejam. Ia menikmati aroma tubuh Zalfa yang begitu wangi di indera penciumannya. 

"Lepaskan!" tegasnya sekali lagi, "kamu tak malu, di lihatin banyak orang!" kesal Zalfa. Bahkan tanpa di sadari mereka berdua, ada yang merekam adegan keduanya dan di siarkan langsung lewat instagramnya.

"I don't care. I love you so much, and i hope you too, are you marry me, Please." mohonnya. Pelukannya semakin erat, seakan ia tak rela Zalfa menjauh walau sejarak detik jarum jam saja. 

Zalfa memejamkan mata, ia menarik napas dalam. Lalu berujar.

"Baiklah, tapi ada syarat." jawabnya, ragu."Apa?" tanya Edgar, "Nanti aku kasih tahu, tapi lepas dulu pelukanmu." pintanya. Dengan ragu Edgar pun melepas pelukannya, meskipun tak rela.

"Bayar dulu belanjaannya," suruh Zalfa, Edgar pun mendorong troli nya, sedikit tepaksa, ia merasa belum puas dengan jawaban Zalfa, Zalfa sendiri berjalan mendahului dengan menunduk, sebab malu karena menjadi pusat perhatian. 

"Kamu bayar, aku tunggu di mobil," suruh Zalfa, ia memberikan dompetnya ke Edgar. 

"Edgar saja yang bayar," jawab Edgar, Zalfa tak peduli, ia segera pergi dari depan kasir, ia sudah merasa malu."Berjilbab sih, tapi pelukan di tempat umum," ejek salah satu pengunjung,

"Zaman sekarang tuh jeng, jilbab tidak bisa jadi jaminan. Banyak kok yang berjilbab tapi hamil di luar nikah." sahut Ibu pengunjung lain.

"Eh ternyata mereka guru dan muridnya." sahut salah satu, pengunjung. Yang merekam live kejadian tadi. 

"Beneran 'kah?" dengan kepo nya, beberapa ibu-ibu menghampiri pengunjung yang merekam mereka.

Mereka membaca komentar-komentar netizen, dan beberapa orang ikut berkomentar tidak baik. 

"Guru seperti ini harus di laporkan, jangan mentang-mentang muridnya ganteng. Terus di pacarin," gerutunya."Aku tak mau anakku sekolah di mana dia mengajar, nanti anakku di pacarin juga lagi." sahut yang lainnya,

Begitulah komentar-komentar mereka, Edgar cuma geleng-geleng kepala, mereka shok tahu sekali, gumannya.

"Kalian nggak punya kerjaan ya?" sindir Edgar, saat setelah dirinya selesai membayar belanjaan yang belum semua sempat mereka beli "Mau gue pacaran sama bu guru gue, itu bukan urusan kalian, kalian nggak bisa melarang!" sahutnya lagi. 

Lalu ia menghubungi nomor seseorang kenalannya, untuk menghack akun sosmed seseorang yang telah menayangkan kejadian yang mereka lakukan tadi.

Edgar pun berlalu dengan santai, setelah menutup teleponnya. Ia menyunggingkan senyum miring, "Awas mulut kalian, bisa jadi boomerang!" Katanya sambil tersenyum, licik. Lalu ia berlalu pergi. 

"Duuh.. muridnya ganteng banget sih!!" gumam, seseorang di sebelah ibu-ibu kepo tadi. Namun Edgar, cuek tak peduli.

Dengan langkah pasti, Edgar keluar. Ia melangkah dengan pasti, menjauh dari kerumunan Ibu-ibu kurang kerjaan. 

Beberapa langkah kemudian ia sudah sampai tempat parkiran, Zalfa berdiri di sebelah mobil. Tanpa merasa bersalah Edgar, menyunggingkan senyum yang begitu manis. 

Lalu ia membuka pintu mobil, dan memasukan belanjaan yang baru buah-buahan saja yang mereka beli. Zalfa masuk ke mobilnya, saat Edgar akan masuk ke mobilnya, sebuah notif masuk lewat gawainya.

Pesannya akun sosmed yang menyebarkan video, sudah di hapus dan di banned. Edgar pun tersenyum, lalu ia masuk ke mobilnya, 

"Maaf, lama ya?" ucap Edgar, cengengesan."Hhmmm." Zalfa, hanya berdehem.

"Ibu kalau ngambek cantik, ngambek aja terus ya, Bu," ledek Edgar, membuat Zalfa tak bisa menahan tawanya."Kamu tuh ya, nyebelin! nyebelin banget jadi orang!" kesalnya.

"Nggak papa, nyebelin gini ibu juga suka," jawabnya, matanya melirik meledek."Aaiih... PD banget jadi orang!!" Zalfa mencubit kesal lengan Edgar, Edgar meringis. 

"Ih Sayang, jangan di cubitin, ntar habis kalau di cubitin mulu. Huahahaha." Tawa Edgar, pecah, Lalu ia menangkap tangan Zalfa yang ingin mencubitnya lagi.

"Eeith.. tak bisa bergerak." tangan Edgar yang berotot menggenggam tangan kecil dengan jari yang lentik zalfa. 

"Kamu tuh nyebelin banget!" "Udah tahu, dari tadi bilangnya nyebelin mulu, tapi.. Edgar akan buat ibu jatuh cinta kepadaku," katanya, dengan PD. Lalu ia mencium lembut tangan Zalfa, Zalfa terpaku. Ia tak bisa mengelak saat bibir Edgar mendarat di punggung tangannya yang halus. Sedangkan tatapan matanya tertuju ke mata indah Zalfa.

Membuat Zalfa seakan tak mampu bergerak. Zalfa mengetahui satu fakta dari muridnya yang satu ini, Edgar begitu cerewet saat bersamanya. Beda saat di kelas, ia irit bicara. Cuek dan terkesan kaku, sehingga tidak ada yang betah berteman denganya, sebab sikapnya yang cuek. 

"Bu, habis maghrib. Ikut Edgar ke suatu tempat ya?" pinta Edgar."Ke mana?" tanya Zalfa, "Ikut saja, sekarang nyari tempat shalat dulu." ungkap Edgar. 

Lalu ia menyalakan mesin mobilnya, Dan dengan pelan mobil melaju keluar parkiran. Tidak ada obrolan yang keluar dari mereka, Zalfa masih menelan apa kata Edgar tadi, Sedangkan Edgar sendiri ia menyetir dengan menyunggingkan senyum sumringah. Ia merasa bu gurunya memberi lampu hijau kepadanya. 

***

Selepas shalat maghrib, keduanya kembali ke mobil. Dan melanjutkan perjalanan. Entah kemana Edgar akan mengajaknya pergi, Zalfa hanya bisa menyimpan rasa penasarannya. Ia yakin muridnya tidak akan berani macam-macam kepadanya. 

Lampu jalan raya bercahaya dengan indahnya, jalan padat merayap, membuat sedikit macet. Padahal bukan di Jakarta. 

Setelah menempuh perjalanan setengah jam, Mereka sampai di sebuah coffee. Keduanya masuk ke tempat tersebut. Kafe dengan nuansa islami, waiters nya memakai seragam dan berjilbab pink nyala dan gamis hitam motif pink nampak elegant. 

"Pemesanan private room atas Nama Edgar Emmanuel Raditya," ucap Edgar, di kasir.

"Oh Tuan Edgar, biar di antar pelayan kami, tunggu sebentar," jawab sang penjaga kasir, dengan begitu ramah. 

Dengan sekali lambaian tangan, seorang waiters cantik menghampirinya.

"Antar tuan Edgar ke ruang atas, VIP, di sana sudah ada pelayan lain yang menunggu," pintanya. 

"Baik Ibu." jawab waitres tersebut. "Mari Mas dan Mbak, saya antar," ucap waitres tersebut. Dengan lembut.

Edgar dan Zalfa mengikutinya. Mereka menuju lift, ruang yang di pesan Edgar ada di lantai paling atas.

Tidak lama kemudian, Mereka sampai di ruang private namun terbuka. Di sana ada live music, sebuah lagu berjudul 'my heart' melantun dengan merdunya. 

Di meja sudah tersaji makan malam yang cukup romantis, Edgar dengan terus tersenyum, menatap Zalfa yang nampak terpukau dengan view  Kafe tersebut, lampu malam yang indah berkelip, live musik dengan penyanyi yang berjilbab modis juga ikhwan yang juga nampak seperti orang timur tengah.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AYAH JANGAN!!
8.7
Kehidupan Putri yang tampak tenang menyimpan rahasia kelam yang menghancurkan jiwanya. Di balik parasnya yang cantik dan sikapnya yang manis, ia terjebak dalam penderitaan tak berujung sebagai pelampiasan nafsu ayahnya sendiri. Terbelenggu oleh rasa takut yang luar biasa dan trauma mendalam, Putri hanya bisa bungkam. Ia tidak berani menceritakan kekejaman sang ayah kepada siapa pun, sementara batinnya terus menjerit menghadapi horor di rumahnya sendiri.
Sampul Novel I Love My Mother's Ex Lover
8.0
Tujuh belas tahun lamanya Song Dasom memendam rasa pada aktor Yoo Junsu. Tak disangka, sang idola membalas perasaannya hingga mereka berkencan. Namun, di balik perhatian itu, Junsu menyimpan rahasia kelam: ia hanya mendekati Dasom karena kemiripannya dengan sang mantan kekasih yang ternyata ibu kandung Dasom sendiri. Saat kebenaran terungkap, Junsu harus menebus dosanya dengan bersimpuh memohon ampun. Di tengah luka dan rintangan, mereka berjuang untuk saling memulihkan.
Sampul Novel Iparku Ayah Anakku
8.0
Andini memulai babak baru sebagai sekretaris di kantor Rama, kakak iparnya sendiri. Namun, sebuah insiden fatal saat Rama mabuk membuat Andini mengandung darah dagingnya. Rama yang sangat mendambakan keturunan memohon agar Andini bersedia menjadi istri kedua. Terjepit antara rasa bersalah pada Anjani dan tuntutan situasi, Andini harus menghadapi dilema besar. Mampukah rahasia ini terkubur, ataukah pengkhianatan tak sengaja ini akan menghancurkan kebahagiaan kakaknya?
Sampul Novel Ketika Mertua Ikut Campur
8.0
Kehidupan pernikahan Salwa dan Lutfan kini di ambang kehancuran akibat campur tangan ibu mertuanya yang berlebihan. Situasi semakin memanas saat sang mertua sengaja membawa seorang asisten rumah tangga baru ke kediaman mereka. Namun, Salwa merasakan adanya niat terselubung di balik kehadiran wanita tersebut. Misteri besar mulai terungkap saat rencana rahasia mereka dijalankan. Sanggupkah cinta Salwa dan Lutfan bertahan menghadapi konspirasi ini?
Sampul Novel Menikah Karena Mata
9.2
Saat tirai pernikahan dibuka, Abimana terpaku melihat Maheswari. Sorot mata sang istri sangat identik dengan mendiang ibunya yang selalu menghantui mimpinya. Maheswari yang bingung hanya mengenal Abimana sebagai asisten dosen sekaligus calon suaminya melalui perjodohan. Namun, rahasia besar terungkap di malam pertama mereka: Maheswari adalah penerima donor mata ibu Abimana. Kini, Abimana terjebak konflik batin mendalam antara cinta dan kenangan masa lalu.
Sampul Novel PANGERAN MALAYSIA MENIKAHI JANDA BIG SIZE ANAK 14
8.4
Zunara berjuang membesarkan 14 anaknya meski penuh lelah. Hidupnya berubah saat Tengku Salman, pangeran Malaysia, menyelamatkan putranya, Zafran, dari maut. Meski hanya ingin kebahagiaan anak-anaknya, Zunara mulai terpikat oleh tatapan sang pangeran. Di sisi lain, Salman yang terbiasa hidup formal merasa tersentuh oleh ketangguhan Zunara. Kini, sang bangsawan bimbang apakah ia harus mengejar cinta wanita itu dan melampaui sekat status sosial mereka.