Sampul Novel Cokelat Valentine Rasa Darah

Cokelat Valentine Rasa Darah

8.9 / 10.0
Dalam novel misteri horor modern Cokelat Valentine Rasa Darah, seorang ibu harus menghadapi kenyataan pahit saat suaminya menelantarkan anak mereka demi cinta pertamanya di hutan kelabu. Temukan kisah mencekam ini saat Anda baca novel online gratis yang penuh teror balas dendam ini.
Ringkasan Cokelat Valentine Rasa Darah
Seorang suami tega menelantarkan anaknya di dalam mobil di tengah hutan demi bersenang-senang dengan cinta pertamanya. Saat sang anak dikepung kawanan serigala, sang suami tidak bisa dihubungi. Ketika sang istri menyusul ke lokasi, ia hanya menemukan cokelat valentine berlumuran darah di mobil yang kosong. Di tengah duka mendalam, sang suami justru menelepon dan menuduhnya merusak suasana hari kasih sayang. Amarah sang istri pun tersulut untuk mengirimkan balasan yang tak kalah berdarah.
Baca Selengkapnya

Cokelat Valentine Rasa Darah Bab 1

Suamiku mengajak anak kami pergi jalan-jalan bersama cinta pertamanya ke sebuah hutan.

Tapi di tengah jalan, suamiku meninggalkan anak kami sendirian dan pergi berdua dengan cinta pertamanya.

Ketika si kecil dikelilingi serigala di dalam mobil, nomor suamiku tidak dapat dihubungi.

Aku pergi menyusul ke sana, tapi yang tersisa di dalam mobil hanya cokelat valentine yang berlumuran darah.

Di tengah pedihnya hatiku, suamiku menelepon.

"Kita sedang merayakan hari kasih sayang, haruskah kamu merusak suasana?"

Oh? Selamat hari kasih sayang!

Izinkan aku mengirimkan cokelat rasa darah untukmu!

Aku membuka pintu rumah, dan pemandangan yang menyambutku membuat kakiku hampir ambruk.

Lampu ruang tamu menyala terang benderang, diwarnai gelak tawa. Meja bundar di tengah ruangan dipenuhi hidangan mewah. Aroma manis cokelat menyeruak memenuhi udara. Pemandangan yang sangat menggembirakan.

Tapi hatiku serasa jatuh ke palung laut yang terdalam. Sekujur tubuhku kaku sedingin es.

Dhanu dan Citra duduk bersebelahan di sofa. Keduanya bersentuhan mesra dihiasi senyum bahagia.

Ibu mertuaku duduk di seberang mereka sambil memangku anak laki-laki Citra yang bernama Miko, menyuapinya makan cokelat sedikit demi sedikit.

Sekitar mulut anak itu berlumuran cokelat. Dia tertawa-tawa kecil, persis seperti anak perempuanku dulu.

Cokelat .... Anakku ....

Jantungku tiba-tiba tersentak keras. Pandangan mataku kabur, seperti akan pingsan.

"Widya sudah pulang? Sekarang hari kasih sayang loh, kenapa wajahmu cemberut begitu?" Mata tajam Citra yang paling cepat melihatku berdiri di depan pintu. Nada suaranya seperti memanas-manasi.

Dia sengaja bersandar lebih dekat kepada Dhanu, seolah menegaskan kemenangannya.

Dhanu pun menoleh kepadaku. Wajahnya sedikit tidak senang. "Jangan pasang wajah kusam terus setiap hari. 'Kan aku sudah bilang berkali-kali, belajarlah dandan seperti Citra. Paling nggak rapikan bajumu."

Pakaianku berantakan dan berlepotan. Seharusnya terlihat jelas bahwa aku telah melalui suatu masalah.

Tapi dia tidak peduli sedikit pun. Matanya hanya dipenuhi rasa tidak suka dan jijik.

Aku menarik napas dalam-dalam untuk mengendalikan emosiku, lalu menatapnya dengan dingin. "Dhanu, kamu tahu anakmu pergi ke mana?"

Mendengar pertanyaan ini, ibu mertuaku menepuk-nepuk anak yang ada di pangkuannya. Dia menggerutu, "Masih berani kamu bicara begitu? Anakmu itu sama bodoh dan nakalnya denganmu! Sudah malam, masih keluyuran nggak jelas. Nggak penurut seperti Miko."

"Kenapa kamu yang marah?!" Aku menggeram kepada ibu mertuaku dengan tangan terkepal.

Suaraku tajam dan tanpa hormat, menggelegar seperti guntur menyambar bumi, mengguncang semua orang yang ada di sana.

Mereka tidak pernah melihatku bersikap seaneh ini.

Dhanu yang paling cepat tersadar dari rasa terkejutnya. Sontak berdiri dari sofa dan menudingkan jarinya kepadaku, berteriak-teriak. "Widya! Kamu sudah gila, ya?! Jaga sikapmu!"

Tapi aku seolah tidak mendengar dan hanya berjalan menuju ibu mertuaku selangkah demi selangkah. Mataku seperti belati yang terhunus tepat kepada anak dalam pelukannya.

"Kalian nggak pantas menyebut nama anakku! Kalian semua terlalu kotor!" Suaraku semakin keras, hampir berteriak.

Dadaku naik turun dengan hebat. Mataku semerah darah. Seperti ada gelombang kemarahan yang menyala, membakar seluruh tubuhku dari dalam.

Ledakan amarahku mengagetkan Dhanu. Matanya menatapku tidak percaya, diselingi rasa jijik dan marah.

"Widya, apa sih maumu?!" Dia kembali menuding wajahku dan berkata tanpa perasaan, "Lihat sendiri seperti apa penampilanmu sekarang. Apa kamu masih terlihat seperti seorang istri dan ibu?!"

Bibirku gemetar. "Ibu? Apa kamu tahu anak kita ..."

"Dhanu, jangan marah. Widya mungkin tersinggung melihatku di sini ...." Suara lembut Citra memotong perkataanku. Dia menatap Dhanu dengan memelas, matanya sedikit berkaca-kaca. "Aku dan Miko pergi dulu saja. Aku nggak mau membuat Kak Widya kesal ...."

"Citra, jangan pergi. Yang seharusnya pergi itu dia!" Dhanu menolak tanpa pikir panjang, lalu lanjut menyerangku. "Widya, sudah cukup ribut-ributnya? Keluar dari sini sekarang juga! Pikirkan sendiri apa salahmu. Aku akan memberimu pelajaran nanti!"

"Aku ..." Satu kata sudah terucap, tapi aku tiba-tiba merasa terlalu lelah untuk menjelaskan.

Aku sudah putus asa. Pria yang pernah berkata bahwa dia mencintaiku kini terasa seperti orang asing. Dingin dan tidak punya perasaan.

Aku berbalik tanpa ragu dan berjalan dengan langkah berat menuju kamar anakku di lantai atas.

"Dhanu, kamu harusnya nurut kata Ibu sejak awal, jangan menikah dengan dia! Lihat sekarang, dia seperti habis keluar dari got, bikin malu keluarga kita saja!"

"Bu, jangan marah! Ayo lanjut makan dengan tenang, jangan pikirkan dia!"

Suara-suara itu terdengar jelas dari belakangku. Hatiku saat ini benar-benar tenggelam ke dalam jurang tak berdasar.

Aku berjalan terhuyung-huyung ke kamar putriku dan terjatuh lemas di tempat tidurnya.

Air mataku berderai tanpa suara, membasahi seprai merah muda kesayangan putriku. Air mataku itu juga seolah meresap ke dalam hatiku, membuatku menggigil kedinginan.

Kamar ini masih beraroma seperti wangi khas putriku, manis seperti permen. Tapi aku tidak bisa merasakan manisnya sedikit pun.

Ini semua salahku. Kalau saja aku tidak lemah dan tidak memilih untuk menyerah. Kalau saja aku tidak terlalu mudah percaya kepada Dhanu dan bersikeras ikut dengan putriku, dia tidak akan ...

Aku menutupi wajahku. Hatiku pilu. Perasaan menyesal dan menyalahkan diri sendiri melilit di sekujur tubuh seperti ular berbisa, membuatku tidak bisa bernapas.

Ada suara "pluk", sesuatu terlepas dari tanganku dan jatuh ke lantai.

Aku melihat ke bawah, melihat boneka kesayangan putriku tergeletak di lantai dengan sepasang mata kosong, seolah meratap tanpa suara, menangisi takdir yang tidak adil.

Dengan tangan gemetar, aku mengambil boneka itu dan mendekapnya erat-erat di dadaku, ingin merasakan sisa-sisa kehangatan putriku.

"Sedang apa kamu?" Suara tidak sabar Dhanu tiba-tiba muncul dari depan pintu, membuyarkan lamunanku.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Cokelat Valentine Rasa Darah

Ch. 1 Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel DI ATAS RANJANG MAFIA
9.7
Michele Lazzaro Riciteli adalah pemimpin mafia Roma yang kejam dan memiliki kondisi medis langka. Dirinya kebal terhadap rasa sakit fisik, namun ia juga tidak mampu merasakan kepuasan seksual. Hidupnya berubah drastis setelah terlibat cinta satu malam dengan Meghan Crafson, wanita yang secara ajaib bisa menyembuhkan disfungsinya. Demi mempertahankan sensasi yang selama ini hilang, Michele nekat memerintahkan penculikan Meghan. Apa rahasia di balik identitas Meghan sebenarnya?
Sampul Novel Ghost Boyfriend
8.0
Arka terpaksa menjadi arwah penasaran setelah kecelakaan maut merenggut nyawanya di waktu yang salah. Mendapat peluang terakhir untuk kembali ke dunia, ia meminta bantuan Zulfi, seorang pengangguran, demi menuntaskan urusan yang tersisa. Arka ingin memastikan kekasihnya, Ziva, tetap bahagia meski ia telah tiada. Mampukah Arka pergi dengan tenang setelah melihat kedekatan Ziva dan Zulfi? Bisakah ia mengubah hidup Zulfi menjadi lebih baik sebelum waktu habis?
Sampul Novel Istri yang Tidak Disentuh
8.1
Nasib membawaku dari kemiskinan menuju pernikahan dengan pria kaya raya yang mengaku jatuh hati sejak awal. Suamiku adalah sosok sempurna yang tampan dan setia, namun tindakannya justru memicu tanya. Meski tak ada celah untuk beradu argumen, sikap dinginnya terasa sangat janggal bagi pasangan yang saling mencintai. Aku terjebak dalam kebingungan mendalam tentang siapa dia sebenarnya. Rahasia besar apa yang sengaja ia sembunyikan dariku selama ini?
Sampul Novel Light Of Love
8.1
Kayla Pratama, seorang yatim piatu, terpaksa menjalani hidup sebagai istri kedua dari pengusaha sukses bernama Raga Dirgantara. Terjebak oleh beban hutang budi di masa lalu, Kayla tidak memiliki pilihan selain menerima nasibnya yang pahit. Kehadirannya dalam pernikahan itu hanyalah demi memberikan keturunan bagi sang miliarder. Ia harus berjuang menghadapi kenyataan bahwa dirinya cuma dianggap sebagai alat tanpa memiliki posisi yang sesungguhnya.
Sampul Novel Self Satisfaction
9.4
Dalam momen penuh gairah yang tak terkendali, Luna dan Gian terjebak dalam desakan nafsu yang memuncak. Meski sempat merasa ragu dan takut akan konsekuensi yang mungkin terjadi, Luna akhirnya luluh oleh janji tanggung jawab dari Gian. Di tengah kepasrahan itu, sebuah tindakan berisiko pun dilakukan. Kini, rasa puas tersebut seketika berubah menjadi kegelisahan mendalam bagi Luna. Ia pun terpaksa berpacu dengan waktu untuk mencari cara demi mencegah kehamilan.
Sampul Novel Jodoh Hamil Serigala Putih, Ditakdirkan untuk Kesempatan Kedua
8.1
Kabar kehamilan yang kunanti selama dua tahun menjadi pahit saat aku memergoki Damian, Alpha kawanan Batu Hitam, berselingkuh dengan Serafina. Ternyata, dia telah menghamili wanita itu lebih dulu dan menganggapku hanya alat politik tanpa guna. Pengabdianku selama lima belas tahun dibalas pengkhianatan keji oleh keluarganya. Di tengah pesta Bulan Purnama, aku memilih memutus ikatan takdir kami dan menghubungi Kaelan untuk memulai rencana balas dendam yang membara.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan