Sampul Novel PETAKA STATUS WHATSAPP

PETAKA STATUS WHATSAPP

9.1 / 10.0
Dalam PETAKA STATUS WHATSAPP, Hilda menghadapi kenyataan pahit saat rahasia besar Rian terbongkar melalui unggahan media sosial. Mystery story ini mengupas tuntas pengkhianatan dalam modern novel yang penuh teka-teki. Temukan kebenaran di balik tipu daya mereka dalam romance novel ini.
Ringkasan PETAKA STATUS WHATSAPP
Kehidupan Hilda mendadak berubah drastis setelah sebuah rahasia besar yang selama ini disembunyikan oleh Rian terungkap. Tanpa pernah ia duga sebelumnya, segala kebohongan dan pengkhianatan pasangannya terbongkar melalui sebuah ketidaksengajaan yang sangat fatal. Hanya lewat sebuah unggahan status WhatsApp, tabir penipuan Rian akhirnya terbuka lebar. Kini Hilda harus menghadapi kenyataan pahit mengenai sosok pria yang selama ini sangat ia percayai.
Baca Selengkapnya

PETAKA STATUS WHATSAPP Bab 1

Aku dan Mas Rian baru saja menikah tiga bulan lalu. Seperti pengantin baru pada umumnya, kami pasangan yang sangat bahagia. Apalagi kami juga baru saja berbulan madu. Setelah beberapa bulan lalu terlalu sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

Mas Rian bekerja di sebuah perusahaan yang cukup besar. Sedangkan aku mempunyai sebuah usaha konveksi yang masih berkembang.

Kami berbulan madu di pulau Bali dengan menyewa hotel yang lumayan mewah. Meski Mas Rian harus merogoh kocek agak dalam, tetapi itu tak masalah demi bisa memiliki waktu berdua yang berkualitas.

Senja ini kami menghabiskan waktu di pantai Sanur. Kami duduk berdua beralaskan pasir putih. Kami saling bercerita, sesekali mengungkapkan rasa cinta yang menggema di dada.

"Kamu bahagia, Dek?" tanya Mas Rian sambil memandangku penuh cinta.

"Sangat. Mas sendiri?"

"Enggak bisa diungkapkan dengan kata-kata," sahutnya. "Terima kasih, ya, Dek. Terima kasih sudah melengkapi hidupku."

Mas Rian meraih jemariku dan menciumnya mesra. Angin sepoi seolah ikut merayakan kebahagiaan yang tercipta di antara kami. Diantara manusia-manusia yang sedang menghabiskan waktu di bibir pantai ini seolah kami berdualah yang paling bahagia.

Melihat matahari yang hendak kembali keperaduan, aku meminta Mas Rian mengambil potretku. Berbagai pose dengan berlatar belakang sunset pun diabadikan melalui ponsel pintar yang kami bawa. 

Tak terasa matahari telah usai melaksanakan tugasnya hari ini. Mas Rian mendekatiku kemudian mengajakku meninggalkan pantai.

"Udah mulai gelap, nih, Dek. Kita mau makan di kafe atau di hotel aja?" tawar Mas Rian saat aku melihat-lihat hasil jepretannya di ponselnya.

"Emmm. Kita makan di kafe aja deh, Mas. Mumpung kita liburan di Bali, jarang-jarang loh kita bisa liburan di sini," jawabku dengan sumringah.

"Iya juga, ya. Ya udah, ayo kita makan di kafe itu!" ajak Mas Rian sambil menunjuk kafe yang menjual makanan laut.

Setiba di kafe sana, aku memutuskan untuk makan makanan kesukaanku yaitu kepiting jumbo asam manis. Sedangkan Mas Rian memilih menu cumi udang tepung porsi besar. Kami makan dengan lahap di temani es kelapa muda yang segar.

Setelah kenyang kami memutuskan untuk kembali ke kamar hotel.

"Mas mau mandi nih, udah gerah," kata Mas Rian sambil mengambil handuk yang di gantung di balik pintu. 

"Iya, Mas. Kalau begitu kamu mandi duluan saja, ya!" jawabku sambil melepas hijabku.

"Kenapa kita nggak mandi berdua aja, Hil? Mas kangen nih mandi berdua dengan kamu," goda Mas Rian.

"Ah, Mas! Kan, kita sudah sering melakukannya di rumah. Hehe," balasku malu-malu.

"Ya udah. Kalau begitu, aku mandi duluan, ya?" Mas Rian mengeringkan matanya dengan manja kepadaku.

Aku kembali mengambil ponsel Mas Rian karena aku ingin mengirim foto-foto tadi ke ponselku. Muncul keinginanku untuk mengupload salah satu foto tadi. Selama ini Mas Rian jarang memasang foto kami berdua. Baik sewaktu masih pacaran dulu maupun sekarang kami telah menikah. Alasannya karena katanya kurang nyaman memamerkan hal-hal bersifat pribadi kepada publik.

Aku pun memasang fotoku sebagai status di WA Mas Rian. Kuberi judul, "kecantikanmu seperti indahnya senja di hari ini." Terkesan berlebihan memang, tetapi sekali-kali, kan, tidak apa-apa. 

Beberapa menit kemudian sebuah pesan muncul. Tertera nama Anita sebagai pengirimnya. Sepertinya Anita ini temannya Mas Rian. Karena sebelumnya Mas Rian pernah bercerita tentang Anita. 

Dengan penasaran kubuka pesan itu. Biasanya aku tak pernah mau membuka pesan dari teman Mas Rian karna menurutku itu privasi masing-masing tetapi entah mengapa hatiku tergerak untuk membuka pesan dari Anita. 

Kuusapkan jariku pada layar ponsel Mas Rian. Kubuka pesan dari Anita.

[Loh, ini yang namanya Hilda ya, Yan?]

[Iya, emang kenapa, Nit?] Aku membalas pesan dari Anita berpura-pura seolah Mas Rian yang membalas. 

Karena penasaran aku tak langsung menutup chat Anita. Aku malah menggeser chat Anita dan Mas Rian ke atas karena ingin tahu apa saja yang mereka bicarakan lewat WA.

Aku pun membaca satu persatu chat mereka dari awal. Dadaku dibuat panas oleh pesan-pesan yang Mas Rian kirim pada Anita. Mas Rian membahas usiaku yang terpaut beberapa tahun darinya. Malukan dia?

Ia juga membahas tentang uang yang ia berikan padaku. Bukankah memang seorang suami wajib menafkahi istrinya?

Lalu uang untuk kedua orang tuaku pun diungkit juga. Dadaku benar-benar terbakar membacanya. Apa maksudnya Mas Rian membahas semua ini pada Anita?

Sampai akhirnya mataku terpaku pada sebuah nama disebut Mas Rian dalam percakapan itu. Sekar. Hatiku benar-benar terbakar.

Benarkah? Benarkah Mas Rian telah menipuku?

Ponsel di tangan akhirnya terjatuh memecah keheningan kamar ini.

***

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi PETAKA STATUS WHATSAPP

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Alena dan Andrio (Sekuel Dendam Anak Tiri)
8.9
Alena sempat meyakini bahwa membangun kehidupan rumah tangga bersama Andrio akan selalu dipenuhi kebahagiaan tanpa celah. Namun, realita pernikahan mereka ternyata jauh lebih rumit dan penuh rintangan dari yang ia duga. Meski berbagai konflik dan lika-liku tajam terus menguji kekuatan cinta mereka, Alena tetap bertekad mempertahankan sang suami. Inilah perjalanan romantis penuh haru yang membuktikan bahwa Andrio akan selalu menjadi milik Alena selamanya.
Sampul Novel Anna : Liontin Karma
8.0
Anna, model cantik berdarah Perancis, nekat menikahi pria pilihannya meski terhalang perbedaan iman. Demi cinta, ia rela mengorbankan segalanya, termasuk berpindah keyakinan menjadi mualaf. Namun, pengorbanan itu justru membawanya pada penderitaan mental dan hidup yang hancur. Di tengah kepedihan, Anna mulai meragukan keputusan besarnya memeluk Islam. Mampukah ia bangkit dari keterpurukan dan menemukan kembali jati dirinya yang sempat hilang tertelan duka?
Sampul Novel Dikejar Mantan Suami
8.1
Ningsih Widyastuti menutup rapat pintu hatinya bagi pria mana pun setelah resmi bercerai dari Haris Prayoga. Ia kini bekerja sebagai pelayan di warung makan milik Faiz Wibisono. Meski keduanya sama-sama enggan menjalin asmara, benih cinta perlahan tumbuh di antara mereka. Namun, hubungan itu terhambat oleh obsesi Haris. Sang mantan suami yang penuh penyesalan kini terus mengejar Ningsih, memicu berbagai kekacauan demi merebut kembali cintanya.
Sampul Novel Gejolak Hati dan Logika
7.8
Olivia terjebak dalam dilema antara perasaan cinta dan trauma masa lalu. Meski mencintai Rendra, bosnya yang mapan, logika Olivia menolak pernikahan karena tragedi yang menimpa keluarganya. Kematian ibunya akibat KDRT serta kegagalan asmara saudara perempuannya menciptakan ketakutan akan pengkhianatan. Kakak dan adiknya pun menentang hubungan ini. Di tengah bayang-bayang luka lama, mampukah Olivia mempercayai Rendra dan memilih kebahagiaannya sendiri?
Sampul Novel Kisah Kejatuhan Seorang Ibu yang Kesepian
9.3
Seorang ibu yang kesepian kehilangan kendali di ambang jendela pada suatu malam. Teman sekelas anaknya dari sekolah olahraga merobek stoking hitamnya dengan kasar dan menjamah tubuhnya. Remaja itu berbisik menggoda, mempertanyakan apakah anaknya mengetahui sisi liarnya. Ketegangan memuncak ketika ayah dari remaja tersebut tiba-tiba masuk ke kamar. Bukannya menghentikan aksi sang anak, pria dewasa itu justru memutuskan untuk turun tangan dan mengajarkan hal yang belum dipahami putranya.
Sampul Novel Rumah Tanggaku
9.0
Pasangan baru sering memimpikan pernikahan yang selalu indah, namun realita yang kuhadapi justru penuh cobaan. Tinggal satu atap dengan keluarga suami memaksaku untuk terus bersabar di tengah konflik yang muncul. Tak hanya harus mahir mengelola keuangan rumah tangga yang membengkak, aku pun berjuang menghadapi tekanan karena belum hadirnya buah hati. Di tengah badai masalah yang datang bertubi-tubi ini, sanggupkah aku mempertahankan rumah tanggaku?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan