Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel CLARITTA, KAMU MILIKKU

CLARITTA, KAMU MILIKKU

Claritta Indriana, model populer, terjerat dalam pernikahan rumit dengan pewaris Andromeda Group, Aslan Teryeka. Meski mengaku cinta, Aslan memperlakukan Claritta semena-mena dan bersikap posesif, bahkan tega berselingkuh dengan sekretarisnya. Di tengah pengkhianatan dan kebencian Aslan yang membara, Claritta terjebak dalam dilema besar. Haruskah ia bertahan sebagai boneka dalam hubungan hancur ini, atau memilih menghilang selamanya demi meraih kebebasan?
Bab
Bagikan

Bab 2

Claritta menghela nafas dengan berat. Dia miris dengan jalan hidupnya yang seperti ini. Mengapa? Mengapa dirinya harus menikah dengan orang yang tidak menyukainya. Mengapa dirinya harus terjebak di dalam pernikahan yang tak dia inginkan sama sekali.

Claritta berhenti mengasihi dirinya sendiri. Dia bergegas untuk pergi ke kamar mandi. Dia berencana untuk membersihkan dirinya sebelum tidur.

Nasib sial harus di alami Claritta kali ini. Bagaimana tidak sial, dia ingin segera mandi tapi malangnya dia tidak bisa membuka gaun yang dia kenakan saat ini. Claritta mengutuk orang yang membuat baju ini. Bagaimana bisa ada orang yang membuat baju dengan sempurna seperti ini. Tapi melepaskannya harus butuh orang lain. Claritta benar-benar kesusahan untuk membuka baju ini.

Dengan terpaksa Claritta harus meminta tolong seseorang untuk membantunya. Tapi! Kira-kira siapa yang bisa membantu dirinya? Di ruangan ini hanya ada dirinya dan lelaki yang menjengkelkan yang baru saja menjadi suaminya itu.

Claritta diam sesaat. Dia duduk di atas closet untuk memikirkan cara melepas gaun sialan yang menyusahkannya ini.

Claritta sudah pasrah dia benar-benar sudah menyerah. Segala macam cara sudah dia perbuat untuk mencoba melepaskan gaun yang melekat di tubuhnya ini. Namun usahanya sia-sia. Dia terpaksa keluar dari kamar mandi untuk mencari pertolongan.

Aslan membuka matanya. Dia melihat ke arah kamar mandi. Aslan bertanya-tanya mengapa istrinya lama sekali berada di kamar mandi.

Jangan-jangan Claritta sang istrinya itu bunuh diri karna ucapannya tadi. Aslan sedikit menyesal dengan perbuatannya. Dia belum siap menjadi duda di malam pertama. Akhirnya Aslan berjalan ke arah kamar mandi. Dia ingin memastikan jika istrinya itu tidak melakukan hal-hal yang mengancamnya menjadi duda di malam pertama.

Aslan mendekat ke arah pintu kamar mandi. Semakin dekat dan dekat sekali. Ketika Aslan ingin mendekatkan kupingnya untuk mendengarkan aktifitas Claritta. Tanpa sengaja Claritta juga membuka pintu, alhasil Aslan dan Claritta terjatuh bersamaan dengan bibir mereka yang saling bersentuhan. Mereka terjatuh di lantai kamar mandi dengan posisi Aslan di atas tubuh Claritta.

Mereka berdua terdiam. Mereka syok dengan keadaan ini. Mereka masih terlarut dalam ciuman tak sengaja ini.

Hingga pekikan Claritta membuyarkan lamunan mereka.

“Aakhhhh...” jerit Claritta.

Aslan buru-buru tersadar dari lamunannya. Dia kemudian berdiri dan bersiap mencari alasan yang tepat untuk keadaan dirinya saat ini.

Claritta juga buru-buru berdiri menyusul Aslan. Claritta ingin meminta penjelasan sejelas-jelasnya untuk adegan tadi yang merugikan dirinya. Karna Aslan telah mencium bibir mahalnya ini.

Claritta memicingkan matanya. Dia seperti ibu guru TK yang sedang menghukum muridnya yang nakal.

Aslan yang melihat kemarahan Claritta hanya diam. Dia mengaku salah kali ini. Dia juga merutuki kebodohannya yang mau saja mengikuti kata hatinya untuk menyusul ke kamar mandi.

“Kamu mau mengintip saya?” tunjuk Claritta.

Aslan diam. Dia belum menemukan alasan yang pas untuk membantah Claritta.

“Ayo ngaku! kamu mau mengintip saya yang mau mandi?” Claritta mengulang pertanyaannya.

“Dasar laki-laki mesum.” sosor Claritta.

Aslan menatap tajam Claritta. Dia sudah menemukan alasan yang tepat untuk menyangkal asumsi Claritta.

“Mengintip kamu mandi?” ucap Aslan.

“Hey. Berpikirlah realistis dengan otak kecilmu itu.” Aslan menyentil kening Claritta menggunakan jarinya.

“Bagaimana caranya saya mengintip. Lihatlah semua pintu dan dinding ini! Mana mungkin saya bisa mengintip kamu.” kilah Aslan.

“Lagi pula memang kamu benar sudah mandi?”

Aslan memandang ke arah tubuh Claritta. Aslan merasa orang di depannya ini tidak waras. Bagaimana mungkin dia mengaku sudah mandi tetapi pakaiannya masih sama.

Claritta mengikuti arah mata Aslan. Dia baru sadar bahwa dirinya belum mandi. Claritta merutuki kebodohannya karena terbawa emosi.

Claritta tersenyum menampilkan giginya yang tersusun dengan rapi. Claritta menampilkan senyuman termanisnya kali ini. Dia juga menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Dasar orang aneh.” ujar Aslan.

Aslan ingin kembali ke sofa miliknya. Dia ingin melanjutkan tidur yang telah terganggu. Tetapi Claritta mencekal tangannya dengan tiba-tiba.

Aslan yang melihat Claritta mencekal tangannya berhenti tak jadi melanjutkan langkahnya.

“Bisakah kamu menolongku?”pinta Claritta.

Aslan memicingkan matanya curiga. Dalam hati Aslan bertanya-tanya kira-kira apa yang bisa membuat Claritta meminta tolong padanya.

“Please, Tolong bantu aku melepaskan gaun ini ya.” Claritta menampilkan pup eyesnya untuk menarik simpati Aslan.

“Kamu mau menggodaku?” tanya Aslan.

Claritta memutar bola matanya. Dia ingin mengetuk kepala Aslan yang berpikiran mesum tentangnya.

“Tolong itu otak jangan dibuat traveling ya, Tuan Aslan Teryieka Andromeda yang terhormat.” Sewot Claritta.

“Saya hanya ingin meminta Anda untuk membuka pengait baju ini. Saya sudah mencoba tetapi tidak bisa.”

Aslan diam. Ternyata dia salah berpikir. Dia mengira Claritta sedang ingin menggodanya.

“Berbaliklah.” pinta Aslan.

Claritta segera berbalik badan. Dalam hati Claritta tersenyum, karena Aslan masih mau membantunya. Ternyata di dalam diri Aslan masih menyimpan sedikit kebaikan.

Aslan memegang Pengait gaun yang dipakai Claritta. Menurunkan dengan perlahan pengait gaun itu. Aslan meneguk ludah dengan kasar ketika melihat kulit punggung Claritta yang putih dan halus. Memang kulit punggung Claritta itu putih seputih susu. Aslan terkesima melihat kulit punggung Claritta. Tetapi Aslan segera tersadar dari lamunannya.

“Selesai.” Ucap Aslan.

Tangan Claritta memegang bajunya dari depan agar tidak melorot di depan Aslan.

“Terima kasih.”

Claritta buru-buru masuk ke dalam kamar mandi. Dia akhirnya bisa bernafas lega karna satu masalahnya sudah terselesaikan. Claritta segera membersihkan badannya.

Setelah selesai Claritta bersiap-siap untuk pergi tidur.

Claritta membaringkan badannya, mencari posisi ternyaman agar dia bisa langsung tidur. Tak butuh waktu lama, akhirnya Claritta sampai ke alam mimpi.

Aslan membuka matanya ketika jam masih menunjukkan pukul 2 malam. Dia tidak bisa tidur dengan nyenyak. Seluruh Badan Aslan terasa pegal-pegal. Bagaimana tidak pegal? Aslan tidur di sofa yang hanya muat menampung badannya saja. Aslan mengutuk pemilik hotel ini yang hanya menyediakan kursi sofa yang kekecilan menurutnya.

Mata Aslan melihat Claritta yang tidur nyenyak diranjang. Aslan menilai tidur Claritta, pasti sangat nyenyak. Jelas saja Claritta tidur dengan nyenyak. Dia tidur diranjang yang sangat lembut dan nyaman. Yang berbanding terbalik 190 derajat dengan dirinya yang tidak bisa tidur. Bagaimana bisa tidur? Sofa ini begitu menyiksa dirinya.

Aslan berjalan ke arah Claritta. Dia melihat wajah Claritta sebentar. Dia memanggil nama Claritta tiga kali untuk memastikan Claritta sudah tidur pulas apa belum. Setelah selesai memastikan Claritta tidur dengan pulas. Hati Aslan bersorak gembira. Aslan kemudian mengambil bantal dan selimut yang masih berada di sofa.

Aslan membawa bantal dan selimut itu menuju ke ranjang. Ya, Aslan berniat tidur diranjang. Aslan sudah tidak sanggup jika harus tidur di sofa sampai pagi. Setelah menata posisi badannya dengan nyaman. Akhirnya Aslan bisa tidur dengan nyaman dan pulas. Tak terasa Aslan merengkuh tubuh Claritta dan mendekapnya. Mereka berdua tidur saling berdekapan tanpa saling mengetahui. Mereka mengira yang sedang di dekapnya adalah guling.

Sang mentari telah menampakkan dirinya di ufuk timur. Sinar berwarna kuning itu perlahan menyinari penduduk bumi. Sinar yang membawa semangat dan harapan baru bagi orang-orang yang sedang menjalani kehidupan di dunia ini. Berharap datangnya sebuah harapan baik yang akan mereka lalui hari ini. Harapan dan doa akan selalu ada bagi mereka yang menjalani hidup dengan penuh perjuangan.

Mata Claritta mengerjap dengan perlahan. Dia terbangun karna panggilan alam, yang memaksa dirinya untuk segera menuntaskan hajatnya. Dia menguap dengan lebar tanda masih ada sisa-sisa kantuk yang menyerang.

Claritta merasa sesuatu yang berat menindih perutnya. Dia menurunkan pandangan matanya ke arah perut miliknya. Menyibakkan selimut untuk mengetahui benda apa yang telah mengganggu kenyamanan perutnya.

“Aakhhhhh....”pekik Claritta.

Dia refleks menutup mulutnya yang sedang berteriak kencang. Agar suaranya tak membangunkan manusia yang sedang tidur terlelap seperti pingsan di sampingnya ini.

Dengan buru-buru Claritta memindahkan tangan besar yang terasa menyesakkan. Dia memindahkan tangan besar itu dengan kasar.

Dan anehnya, orang yang sedang tidur di sampingnya ini tak terganggu sama sekali dengan kegaduhan yang Claritta buat.

Aslan bahkan tak terusik sedikit pun dengan ini. Dia begitu menikmati tidurnya. Memang Aslan jika sudah tidur seperti orang pingsan yang tak akan terganggu dengan hal-hal atau suara apa pun.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Miskin, tapi Bohong
8.2
Maya adalah pewaris kaya yang memilih menyembunyikan identitas aslinya, namun ia justru mendapat perlakuan kejam dari mertua dan suaminya sendiri. Dirga, sang suami yang dahulu memohon untuk menikahinya, ternyata hanya mengincar harta tabungan Maya dan meremehkannya. Meski menderita, Maya terpaksa bertahan demi melindungi sosok yang ia cintai. Akankah ia mampu melepaskan diri dari belenggu keluarga Dirga, atau selamanya terjebak menjadi budak mereka?
Sampul Novel Dendam Sang Pelukis: Cinta yang Ditebus
8.6
Alana Maheswari terjebak dalam pernikahan ketiga yang tragis. Damian, sang tunangan, justru menyiksanya demi menenangkan Elina. Setelah karier melukisnya dihancurkan dan tubuhnya ditinggalkan bersimbah darah di hutan, Alana menolak menyerah. Demi melindungi keluarga dan bisnisnya, ia menghubungi sosok misterius dari masa lalu. Ia sepakat menyerahkan seluruh asetnya dan melakukan pernikahan kontrak demi pelarian dan balas dendam yang setimpal.
Sampul Novel Dua Sahabat yang Bercerai
8.7
Mely dan sahabatnya, Winda, memutuskan untuk menikah dengan dua bersaudara dari Keluarga Wicaksono yang kaya raya. Namun, di hari pernikahan mereka, Riko Wicaksono yang merupakan seorang dokter justru pergi meninggalkan Mely demi membantu mantan kekasihnya mencari anjing yang hilang. Kepergian Riko memicu serangan jantung fatal pada nenek Mely hingga meninggal dunia. Diliputi rasa duka dan kekecewaan mendalam atas sikap dingin suami mereka, kedua sahabat ini sepakat untuk mengajukan gugatan cerai, meninggalkan penyesalan mendalam bagi dua bersaudara Wicaksono.
Sampul Novel HOT DUDA
9.6
Taran merupakan pengusaha sukses yang ingin mendukung karier musik adiknya, Kejora, setelah viral di YouTube. Ia pun mempekerjakan Resti sebagai manajer. Awalnya, hubungan mereka tegang karena Taran merasa Resti terlalu ikut campur. Namun, berkat Kejora, keduanya justru semakin akrab. Meski ada Ben yang mencoba menghalangi, benih cinta antara Taran dan Resti kian tumbuh kuat, terutama saat mereka menghabiskan waktu bersama selama berada di Bali.
Sampul Novel Istri Kedua Tuan Gio
8.5
Demi menyelamatkan ibu dan anaknya yang sakit, Liana terpaksa memohon bantuan finansial kepada Rafael. Namun, pria berkuasa itu memberikan penawaran yang mengejutkan. Rafael bersedia menanggung seluruh biaya pengobatan dengan syarat Liana harus bersedia menjadi istri keduanya. Terjepit dalam situasi sulit, Liana harus menghadapi kenyataan pahit dalam ikatan pernikahan yang tak terduga. Akankah ini menjadi awal kebahagiaan atau justru luka yang lebih dalam?
Sampul Novel Love my adoptive father
7.9
Alexander Lux mengadopsi Bella Laurent dari panti asuhan sejak usia tiga belas tahun untuk mengobati luka hatinya. Meski awalnya Alex berjanji tak ingin menikah lagi, kebersamaan mereka justru menumbuhkan benih cinta terlarang yang sangat mendalam. Kehadiran Bella membawa warna baru bagi Alex hingga hubungan mereka menjadi sangat intim. Namun, romansa ini terancam saat orang tua Alex memaksanya dijodohkan dan sang mantan kekasih kembali muncul mengusik mereka.