
Cintaku Tersesat di CEO Gila
Bab 2
Pagi pagi Ziana berangkat kekampus seperti biasanya, dan saat tib di kampus dirinya di hadang oleh beberapa orang yang sangat membencinya.
Sebab Ziana di kampus banyak yang menyukainya, salah satunya adalah Aldo cowok yang banyak di gandrungi oleh cewek-cewek di kampusnya.
Tetapi tidak untuk Ziana yang memperlakukan Aldo biasa saja, dan tak ada rasa tertarik.
"Hei! Jalang berhenti luh, gue mau ngomong sama luh." tahan beberapa wanita yang di tujukan kepada Ziana.
Ziana tetap berjalan karena mengira bukan dirinya yang di maksud, karena mereka memanggil jalang, sedangkan dirinya bukan jalang.
Wanita yang bernama Ambar langsung mencekal tangan Zia karena tak berhenti, "Hei gue manggil elu, kok luh gak berhenti sih." kata Ambar ketika sudah, mencekal tangan Ziana.
Ziana mengernyitkan kening nya bingung karena dengan jelas dirinya tadi mendengar kalau teman nya memanggil nama jalang. Apakah artinya dirinya yang di maksud? Ah.... Ziana terkejut karena baru paham.
"Apa luh bilang tadi? Jalang! Jadi maksud luh, gue ini jalang ya? Berarti kalau gue jalang luh apa dong?" sarkas Ziana tak tinggal diam.
Ambar tak terima di bandingkan dengan dirinya, yang jelas jelas dirinya mengira jauh di atas Zia.
Ambar mengangkat tangannya ingin menampar Zia, tetapi sebuah suara menghentikan niatnya itu.
Ya tiba tiba Aldo datang memanggil Zia untuk ikut dengannya "Zia luh sudah datang ya? Yuk luh ikut gue sekarang." ajak Aldo pergi meninggalkan Ambar.
Ambar yang melihat Zia pergi bersama lelaki yang di incar nya bertambah sakit hati dan benci kepada zia.
"Sialan! Tu perempuan lihat aja akan ku buat hidup loh dalam kesengsaraan." sumpah Ambar yang benci terhadap Zia.
"Lepas, ih.... Apaan sih kamu main tarik-tarik main pergi aja." kata Zia sambil menghempaskan tangan Aldo yang menarik tangan Zia.
Aldo melihat kearah tangannya yang di hempaskan secara kasar oleh Zia "Dih dasar gak tau terima kasih banget kamu." kata Aldo kasar kepada Zia.
"Kalau gak ada aku yang tolongin kamu tadi, luh udah di gampar sama si Ambar." sambung Aldo lagi memperjelas.
Zia hanya acuh dan tak terlalu peduli, toh kalau seandainya tadi dia di gampar dia bisa balas kalau rasanya sakit, begitu pikir Zia.
Zia langsung pergi tanpa berterima kasih kepada Aldo, Aldo yang di perlakuan seperti tak di anggap merasa geram.
"Awas luh akan ku buat kamu bertekuk lutut di depanku." kata Aldo pada dirinya sendiri.
Ambar berjalan dengan lunglai masuk kedalam rumah tantenya, yaitu rumah Andreas Jhonson tepatnya rumah orang tuanya.
Alifa yang kebetulan lagi bersantai di rumahnya melihat sepupunya masuk kedalam rumahnya dengan muka kusut nya "Kenapa tuh muka, kayak baju yang kusut aja." tanya Alifa.
Ambar berdecak malas kepada Alifa "ck! Ini semua karena teman luh ni, yang sok kecantikan dan sok pemes itu, huh!" jawab Ambar dengan malas.
"Teman aku? Siapa?? Gak ada deh." balas Alifa
"Ya elaaah jadi Zia bukan temen eluh ya? Pada hal gue biasa lihat luh sama dia kok." kata Ambar memastikan.
Alifa memutar bola matanya malas kemudian berdecak kepada sepupunya itu "ck! jangan luh kira gue biasa bareng dia luh sudah bilang gue temanan sama dia, gue ya cuma biasa aja kok sama dia! Gak lebih." balas Alifa.
"Kenapa? Seperti itu, gue kira luh soulmate sama tuh si Zia, ternyata gak ya." kata Ambar lagi.
Alifa hanya mengangguk setuju akan perkataan Ambar.
Mereka pun terdiam tak ada yang berbicara lagi, Alifa sibuk akan benda pipih yang di pegang untuk memasuki dunia online sosmed.
Sedangkan Ambar sibuk memikirkan bagaimana cara memberi pelajaran kepada Zia gadis kampung yang tak pantas ada di sekitarnya.
Di saat Ambar sibuk memikirkan cara bagaimana cara memberi kan pelajaran kepada Zia, tiba-tiba saja muncul ide gila untuk melancarkan aksinya "Ahaaa aku dapat ide dan pastinya ini akan berhasil, iya pasti berhasil." monolog Ambar kepada dirinya sendiri.
Alifa yang ada di samping nya hanya miliriknya sekilas tanpa berniat untuk ikutan dalam urusan sepupunya itu pikirkan.
"Fa, emm kak Andreas di mana? Aku ada perlu nih sama dia penting banget!" kata Ambar bertanya.
"Mana aku tau, kak Andreas ada di mana? Lagian dia bukan anak kecil kok yang kalau mau pergi harus laporan dulu." jawab Alifa panjang lebar.
Ambar hanya mencebik kan bibirnya ketika mendengar jawaban panjang sepupunya yang tak mau di ajak kompromi itu.
"Huh! Ni anak di tanya baik-baik jawabnya panjang banget, udah kayak protokol upacara aja." balas Ambar.
Alifa tak menjawabnya dirinya sibuk mendengarkan musik dari dalam ponselnya melalui earphone.
Alifa memilih acuh kepada Ambar karena dirinya sudah tah bagaimana watak dari Ambar sepupunya itu.
Ambar yang melihat dirinya hanya di cuekin oleh Alifa, memilih pergi meninggalkan Alifa sendiri, Ambar memutuskan untuk pergi kekantor kakak sepupunya yaitu Andreas.
Kini Ambar telah sampai di perusahaan kakak sepupunya, dirinya masuk kedalam dan tanpa harus melapor ke lobby terlebih dahulu, dirinya langsung saja masuk kedalam berjalan terus menaiki lift menuju ke ruangan kakak sepupunya itu di lantai 8 ruangan CEO.
Tanpa mengetuk pintu Ambar masuk ke dalam "Hai kakak sepupuku yang tampan? Apa kabar nih?" sapa Ambar basa basi dan langsung duduk di atas pangkuan Andreas.
Andreas hanya berdehem dan melihat kearah adik sepupunya ini "hemmm ada apa? kamu datang kemari." tanya Andreas.
Cup... Ambar langsung mengecup sudut bibir Andreas kemudian turun dari pangkuan kakak sepupunya itu, karena apa yang dirinya ingin sudah terpenuhi.
Ya walau Ambar belum memberi tahu kan apa yang dirinya inginkan, baginya sudah karena dengan bertanya nya Andreas itu sama saja iya.
"Aku ingin kakak menghukum seorang gadis kak, karena gadis itu sudah merebut kekasihku." pinta Ambar manja kepada Andreas.
"Gadis? Dia masih seorang gadis?" tanya Andreas dengan kening mengkerut dalam.
"Entahlah dia masih gadis atau tidak yang jelas aku ingin kamu menghukum nya kak, karena dia telah merebut kekasihku." jawab Ambar.
Tak selang berapa lama Ambar melanjutkan perkataannya "entah apa yang gadis itu berikan kepada kekasihku, sehingga dia berpaling dari aku? Apa mungkin dia memberikan tubuhnya ya? Bisa jadikan." sambung Ambar yang berpura-pura berpikir serta sedih, demi menarik simpati dari kakak sepupunya.
"Baiklah aku akan membantu kamu tapi kamu harus mencarikan aku teman kencan buat nanti weekend, hmmm teman kamu juga boleh." kata Andreas menyanggupi permintaan sepupunya itu.
"Benarkah?? Baiklah dengan senang hati mereka teman temanku mau jika berkencan dengan cowok seperti kamu kak." balas Ambar antusias.
"Oke, kita deal ya. Ingat kamu carikan teman kamu yang paling cantik dan sexi ya untuk weekend minggu depan ini." kata Andreas.
Ambar mengangguk semangat, dan langsung berpamitan pulang, tetapi sebelum nya dirinya mengirimkan sebuah foto seorang gadis, yaitu target utama nya yang tadi yang dirinya bicarakan bersama Andreas.
"Oh ya aku sudah kirim foto gadis itu dan alamat apartemen nya, terserah kak Andreas mau apakan dia, karena dia milikmu." kata Ambar sambil mengedip kan matanya sebelah.
Ambar pamit kepada Andreas dengan maju dan mencium bibir Andreas melumat nya sebentar kemudian selesai.
Ya Ambar sebenarnya sangat tergila gila kepada Andreas, tetapi dia urung bersama Andreas, karena Andreas bila bercinta sangatlah kasar dan gila.
Ya dirinya pernah sekali bercinta bersama dengan Andreas dan itu merupakan yang terakhir baginya juga.
Seperginya Ambar, Andreas terus memandangi foto yang di kirim olehnya tadi, Andreas tersenyum memandangi foto tersebut karena gadis yang di maksud sepupunya itu sangat cantik dan manis hanya saja kurang terawat.
Tetapi Bagi Andreas tak masalah di poles sedikit maka kecantikan nya akan terlihat bahkan sangat cantik, begitu pikir Andreas.
Akhirnya tanpa menunggu lama Andreas langsung bergegas ke kampus gadis tersebut, yang tertanya satu kampus dengan adiknya juga.
Andreas terus memandangi 1/1 gadis-gadis yang melintas, memandangi dan meneliti setiap yang lewat.
Sampai target yang dia incar muncul dari dalam kampus dan hendak keluar, tetapi gadis tersebut di cekal oleh seorang lelaki.
"Huh! Rupanya benar kamu seorang jalang." sarkas Andreas yang meyakinkan dirinya sendiri.
Andreas tak tinggal diam dirinya terus mengikuti kemana perginya mereka, sampai di sebuah parkiran apartemen.
Sedangkan Ziana yang di bawa paksa oleh Aldo untuk ikut dengan nya, sampai di sebuah parkiran apartemen Ziana ingin berlari tetapi terlambat karena Aldo lebih gesit dari dirinya.
Ziana terpojok dan Aldo langsung melakukan aksinya, mencium dengan paksa serta menyobek bajunya dan dengan paksa dirinya ingin menyeret Ziana naik ke apartemen nya.
Andreas yang tak tahan melihat nya dirinya langsung turun dari mobil dan langsung mencekal Aldo.
Aldo tak terima dirinya di halangi karena inilah momen yang dia tunggu-tunggu, dirinya ingin menaklukkan Ziana agar Ziana bisa menjadi miliknya seutuhnya begitu niat Aldo.
Tetapi semuanya sirna karena kehadiran orang yang tak di kenal yang sebenarnya juga mengincar gadis yang sama yaitu Ziana atau biasa di panggil Zia.
"Siapa kamu, hah! Beraninya ikut campur dia itu gadisku jadi terserah aku mau ngapain aja sama dia." kata Aldo terkejut karena mendapatkan bogem mentah.
"Huh! Gadismu? Jangan mimpi kamu, jika dia beneran gadismu pasti dia tidak akan menolak untuk kamu sentuh." balas Andreas dengan tenang.
Sedangkan Zia hanya mengangguk setuju akan apa yang di katakan Andreas.
Tanpa di suruh Zia langsung berlari dan naik ke mobil yang di remot oleh Andreas, Zia tak sadar kalau dirinya lepas dari kandang macan masuk ke kandang buaya.
Sedangkan Andreas dia berduel bersama Aldo, Andreas menghajar Aldo sampai babak belur dan meninggalkan nya begitu saja.
Andreas berjalan masuk kedalam mobilnya tanpa sadar Andreas tersenyum smirk karena melihat buruannya terperangkap dengan sendirinya.
'Huh kena kamu gadis malang.'
Andreas membatin sambil melihat kearah Zia kemudian langsung melajukan mobilnya.
Bersambung--
Anda Mungkin Juga Suka





