Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cintaku Tersesat di CEO Gila

Cintaku Tersesat di CEO Gila

Ziana Hauwel terjebak dalam obsesi mendalam Andreas Johnson, seorang CEO yang bersumpah tidak akan pernah melepaskannya. Meski merasa tertekan oleh cinta yang posesif, Zia tak mampu membohongi tubuh dan hatinya yang haus akan sentuhan pria itu. Di tengah kegilaan sang miliarder, Zia bergelut dengan batinnya yang perlahan mulai luluh. Akankah hubungan penuh gairah ini berakhir dengan kebahagiaan sejati atau justru kehancuran? Simak kisah romansa dewasa yang intens ini.
Bab
Bagikan

Bab 3

Andreas melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata, di antara mereka tak ada yang berbicara sampai Zia yang memulai.

"Terima kasih tuan, terima kasih banyak karena anda telah menolong saya." kata Zia tulus.

Tetapi Andreas menanggapinya dengan smirk yang sulit untuk di artikan, Andreas terus menatap kedepan tanpa menghiraukan apa yang di katakan oleh gadis yang di samping nya.

Zia berbicara lagi kepada Andreas "tolong bawa aku kekampus kembali, nanti dari sana biar aku pulang sendirian." katanya lagi tetapi tetap tak mendapatkan tanggapan dari orang yang di temaninya berbicara.

Andreas tetap menjalankan mobilnya sesuai kehendaknya dan kemana yang dia ingin kan, sampai di sebuah rumah yang terbilang mewah tetapi jauh dari pemukiman dan kota.

Zia takut sangat ketakutan karena dirinya di bawa pergi jauh sampai di tempat yang tak dia ketahui.

"Ii ini di mana? Kenapa kk ka kamu tak membawaku kekampus sa..... " perkataan Zia terhenti karena sudah Andreas dengan cepat menimpali nya, "Kamu siapa? Hah yang memerintah ku." timpal Andreas dengan suara dinginnya.

Deg! Jantung Zia berdetak kencang karena dirinya tak mengira kalau akan masuk kekandang Biaya, ibarat lepas dari kandang macan masuk kekandang buaya.

Tak terasa air mata Zia mengalir dari pelupuk matanya, karena meratapi nasibnya "tt tolong ba bawa aku pulang, aa aku takut." lagi kata Zia dengan terbata bata bercampur takut.

Andreas hanya meliriknya dengan sekilas, "Ayo turun atau kamu mau aku yang menyeret mu turun dari sini." respon Andreas dingin.

Bertambah takut lah Zia karena kali ini dirinya pasti tak akan selamat dari bahaya, karena hanya ada mereka berdua saja di tempat ini.

Kesabaran Andreas telah habis dirinya segera turun dan menyeret Zia keluar dari mobilnya kemudian masuk kedalam Mansionnya.

Zia berteriak dengan kencang berharap ada yang mendengar nya dan mau menolongnya dari cengkraman lekaki gila yang tak di kenalnya itu.

"Tolong! Tolong! Seseorang ku mohon tolong......." teriak Zia tetapi tak ada yang mengguris nya.

Andreas menghempaskan tubuh rapuh Zia keatas ranjang king zisenya, kemudian mengungkunya sambil mulumat paksa bibir Zia yang sejak tadi menggodanya ingin mencicipinya.

"Hmm ehmm hmm, ku mohon lep--as" mohon Zia tetapi Andreas tak menghiraukan nya.

Andreas terus melumat dengan kasar bibir manis Zia, Andreas menggeram tertahan karena rasanya memang sangat nikmat.

"Sial! Ternyata gadis ini memang benar benar memabukkan pantas saja Ambar begitu cemburu kepadanya." monolognya dalam hati.

"Ku mohon lep paskan aku, aku gak punya salah apa apa sama kamu! Kenapa kamu berbuat begini kepada ku?" mohon Zia tetapi lagi-lagi Andreas hanya tersenyum smirk yang sulit untuk di artikan.

Andreas tak tahan dirinya langsung menggendong ala karung beras, kemudian pergi menuju kamar utama di Mansion ini.

Ya baru berciuman saja Andreas sudah sangat bergairah, dan sangat horny apalagi jika Andreas melihat aset penting Zia.

Andreas langsung membuang Zia begitu saja di atas kasur yang empuk dan berukuran king disebut, ketika sudah berada di kamar yang biasa dirinya tempati.

Brukh.... Tubuh Zia di lempar bak karung beras di atas kasur yang empuk.

Zia terus  memundurkan tubuhnya untuk menghindari serangan Andreas, tetapi sia-sia karena Andreas dengan cepat menarik kaki Zia kemudian dirinya langsung menyerang Zia seperti singah yang lapar.

Andreas merobek paksa baju zia kemudian melumat kembali bibirnya, setelah itu rok yang di kenalan Zia pun di sobek paksa oleh Andreas.

Kini Zia telah tak berpakaian sehelai benang pun, ya kini tubuh Zia sudah dalam keadaan polos, dan hal itu sukses membuat juniornya Andreas berdiri dengan tegak siap tempur.

Tanpa melakukan powerplay Andreas langsung menerobos gawang Zia tetapi sulit.

Sekali.....

Dua kali....

Sampai ke tiga kalinya, Andreas belum bisa menembus gawang Zia.

Andreas merutuki dirinya karena na*sunya sudah di ubun-ubun "shitt kenapa bisa meleset sih? Eh tunggu dulu apa mungkin gadis ini masih? Gak gak mungkin." rutuk Andreas.

Zia hanya menangis karena melawan pun percuma, sebab dirinya sudah kehabisan tenaga dan terkulai lemes, akibat serangan Andreas yang membabi buta kepada tubuhnya.

Andreas melakukannya lagi dirinya penasaran apakah benar gadis ini masih vi**gin ataukah sama seperti para jalangnya.

Dengan lirih dan menahan rasa sakit yang teramat Zia memohon kepada Andreas untuk di hentikan "kk ku mohon hentikan! Ii ini sssttt ssa sangat sakit."

Tetapi lagi-lagi percuma karena Andreas malah bertambah semangat, untuk menaklukkan buruan nya kali ini.

"Jangan berharap sayang, sekarang kamu milikku, nanti setelah aku bosan barulah aku akan membuangmu." kata Andreas sadis dan bertambah sakit lah di sekujur tubuh Zia.

Berkali-kali Andreas coba akhirnya dengan sekuat tenaga, akhirnya Andreas bisa menembus gawang Zia.

Yang membuat Zia memekik tertahan "akkkhh ssst ssa sakit." dan air matanya mengalir bertambah deras.

Zia menangisi takdirnya hidupnya yang sangat sial dan buruk, zia mencaci maki dirinya ketika dirinya mulai terbawa oleh permainan Andreas.

Tanpa sadar dirinya melenguh dan mendesis "aahhhh.... Ssssttt." suara desahan laknat yang di sesalkan oleh Zia.

"Akhhh.... ternyata kamu nikmat banget baby, sangat nikmat dan ternyata kamu masih vi**gin." racau Andreas bahagia karena dirinya baru merasakan bermain dengan seorang pera**n.

Sedangkan Zia terus memohon untuk di hentikan karena dirinya benar-benar sudah tak sanggup "tt tolong hentikan!" pinta Zia dan akhirnya pingsan.

Andreas yang mendengar masih tak menghiraukan nya dan masih terus memompa tubuh lemah di bawah kungkungan nya.

Sadar tak ada suara isak tangis Andreas melihat kearah bawah dan "sial lagi enak-enaknya malah pingsan nih orang." rutuk Andreas yang menambah tempo genjotan nya dan tak lama "aaahhhhh....... Nikmat sungguh nikmat." racau Andreas mendesah panjang.

Setelah mendapatkan pelepasannya Andreas turun dari tubuh Zia, dia menyelimuti tubuhnya dan dirinya bergegas kekamar mandi.

*

*

*

Ambar berjalan mondar mandir di dalam kamarnya, dirinya begitu gelisah dan khawatir.

Karena tak ada kabar dari sepupunya Andreas, yang dirinya dapat kabar dari Aldo yang tengah mengajak paksa Ziana pergi kesuatu tempat.

"Sial! Andreas di mana kamu? Kenapa kamu sangat susah di hubungi, huh!." monolog Ambar resah.

Ambar tak tahu kalau Andreas sudah bersama Zia bakan sudah memporak-porandakan Zia sampai dalam keadaan tidak sadar.

Ambar memutuskan untuk menchat Alifa, mencari tau keberadaan Andreas, siapa tau saja Alifa tahu karena mereka bersaudara. Lagi pikir Ambar yang tak masuk akal.

Alifa. {Apaan sih! Luh dari tadi ganggu mulu kamu.}

Ambar. {Gue cuma mau nanya apa Andreas ada di rumah gak?}

Aalifa. {Dih mana gue taulah kak Andreas kemana, lagian dia bukan anak kecil yang harus di pantau.}

Alifa. {Dahlah jangan ganggu!}

Akhir dari chat Alifa.

Ambar menggerutu dan menggeram tertahan "Sial! Di rumahnya juga gak ada, mana di apartemen nya juga gak ada karena tadi aku sudah kesana, kemana? kamu Andreas." gerutunya emosi.

Ya Ambar tengah emosi karena sampai sekarang Andreas belum menghubungi dirinya, entah kemana sepupunya itu pikir Ambar tak tahu.

Sedangkan di Mansion tempat kejadian terenggut nya kesucian Zia, Andreas keluar dari kamar mandinya yang tampak sudah sangat segar.

Ceklek! Pintu kamar mandi terbuka.

Andreas melihat kearah tempat tidur di mana dirinya bisa melihat gadis itu masih tertidur dengan nyenyak nya.

Andreas tak tahu kalau Zia tengah pingsan tak sadarkan diri, tanpa menghiraukan dirinya terus melangkah menuju walk in closet untuk memakai pakaian.

Andreas. "Halo tolong kamu bawakan makanan yang sehat di Mansion dan satu lagi mulai besok carikan pelayan part time untuk di Mansion yang paru bayah." 

Tanpa mendengar jawaban dari seberang telepon nya langsung di tutup oleh Andreas, Andreas tak mau mendengar komplain dari sahabatnya itu.

Ya yang di telepon oleh Andreas barusan adalah, sahabat nya yang tau Mansion nya di mana berada.

"Sialan nih! Orang telepon belum di jawab main matiin aja." gerutunya sang sahabat yang bernama Boby yang berprofesi sebagai seorang dokter.

Tak kurang waktu dari sejam kini Boby telah tiba di Mansion Andreas.

"Huh! Sejak kapan tuh anak ke Mansion ini? Pasti ada yang di sembunyikan nih orang." monolog Boby lagi.

Andreas yang melihat kedatangan sahabatnya, dia langsung bergegas turun ke lantai bawah untuk mengambil makanan pesanannya.

Andreas berdecak ketika melihat Boby malah melangkah masuk kedalam Mansion "ck! Untuk apa kamu masuk, sana pulang aku cuma nyuruh kamu untuk bawain makanan." kata Andreas tenang "apa? luh lihatin aku kayak gitu kenapa? Hah."

Boby tak menjawab tetapi matanya liar menatap kesegala arah, mencari penampakan siapa tau Andreas bersama dengan seseorang.

Andreas tampak mulai gelisah karena Boby tak mau juga pergi, matanya awas melihat kearah atas takut kalau gadis itu tiba-tiba terbangun.

"Luh, gak ada yang kamu sembunyiin kan As! Awas aja luh kalau umpetin sesuatu sama gue." kata Boby menyelidik kearah Andreas.

Andreas dengan segera menggeleng "gak, gak adalah masa gue bohongin luh sih!" tetapi matanya terus menatap kearah atas.

Boby yang tanggap tanpa peduli dia langsung berlari keatas kamar Andreas. Andreas yang sadar ikut berlari mengejar Boby.

Saat tangan Boby ingin mencapai gagang pintu Andreas langsung memberi peringatan "Jangan masuk Bob, kalau luh masuk habis luh di tangan gue."

Tetapi Boby tak menghiraukan dirinya tetap membuka pintu kamar Andreas dan "wow! Luh—" perkataan Boby terhenti karena tak tahu harus berbicara apa.

Andreas langsung berlalu masuk kedalam kamar nya "hahhh." desah nafas panjang Andreas, untung saja dirinya tadi sempat memakaikan baju gadis itu.

Jika tidak pasti si Boby sudah melihat tubuh mulus gadis itu.

"Sudahlah ini bukan urusan kamu, sana luh balik aja." balas Andreas sarkas.

Tetapi Boby tak mengindahkan apa yang di katakan Andreas sahabat gilanya itu, Boby malah maju mendekati gadis yang tengah tertidur. Dan berapa terkejutnya dirinya ketika melihat gadis itu bukan sedang tertidur melainkan sedang pingsan.

Boby berdecak kepada Andreas karena sahabatnya ini benar-benar gila "ck! As luh benar-benar gila ya, dia itu bukannya tertidur tapi pingsan."

"Parah kamu, gimana kalau anaknya orang meninggal." sambung Boby lagi.

Andreas hanya menatap datar sahabatnya, tak ada rasa bersalah atau perasaan takut sama sekali, Andreas mengangkat bahunya acuh "aku tak peduli! Lagian dia sudah menjadi bekasku kok."

Boby menggelengkan kepalanya melihat respon Andreas, akhirnya Boby maju mendekati tempat tidur dan memeriksa gadis tersebut dan membuka selimut yang membungkus tubuhnya.

Boby dan Andreas terkejut melihat tubuh bagian bawah gadis tersebut, banyak mengeluarkan darah.

"Astaga As... Kamu beneran gila ya." kata Boby tak habis pikir.

Andreas juga terkejut dirinya tak menyangka akan hal ini yang akan terjadi "aa—aku gak tau Bob." balas Andreas terbata-bata.

Boby yang melihat kali ini respon Andreas seperti ketakutan, menyunggingkan senyum miringnya "huh! Tadi aja kamu sok, sekarang ketakutan."

"Apa yang harus kita lakukan Boby? Tolong cepat kamu periksa dia." perintah Andreas segera tak terbantahkan.

Boby tak protes dirinya cepat melakukan apa yang di perintahkan oleh Andreas, tetapi ketika Boby ingin melihat bagian inti gadis tersebut Andreas melarangnya karena dirinya tak mau ada yang melihat selain hanya dirinya.

"Jangan kamu lihat inti dari gadis itu, biar aku saja. Kamu tinggal katakan saja apa yang harus di lakukan." larang Andreas, Boby mengangguk paham karena tak ingin ribut "baiklah." balas Boby.

Akhirnya Boby mengatakan semua apa yang harus di lakukan oleh Andreas, mulai dari membersihkan darah mengalir sampai mengompresnya dengan air hangat, yang paling terpenting adalah menghentikan pendarahan nya terlebih dahulu.

Andreas melakukan semua apa yang di katakan oleh Boby, tak ada perasaan jijik atupun takut.

Setelah melakukan apa yang di perintahkan oleh Boby, pendarahan di inti gadisnya telah terhenti. Andreas bernafas dengan legah "hahhh ada bagusnya juga kamu kesini." kata Andreas legah.

Boby hanya diam saja tetapi matanya terus menatap kearah Zia "hem... Gadis ini lumayan cantik juga, kalau kamu gak mau aku siap untuk mengambil nya."

Perkataan Boby barusan membuat Andreas geram, dan emosi dengan kasar Andreas menyuruh Boby segera pulang "kamu pergilah dari sini? Dia juga sudah tak apa-apa."

Boby hanya mengangguk setuju, tetapi sebelum nya dirinya memberikan sebuah kertas yang berisikan resep obat untuk gadis tersebut.

"Ini resep segera kamu tebus obatnya agar inti gadis itu tak infeksi dan parah nantinya." kata Boby.

Andreas menerimanya "ok thanks, aku akan menyuruh anak buahku untuk menebusnya sekarang." balas Andreas mengerti.

Akhirnya Boby pergi dari Mansion Andreas, tetapi dirinya berjanji akan datang lagi besok.

Bersambung__

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Cinta Biasa
9.7
Demi melunasi utang sang ayah angkat, Maya yang baru berusia 22 tahun terpaksa mengorbankan karier dan masa depannya untuk menjadi istri ketiga seorang CEO dingin di Negara A. Pengusaha ternama ini dikenal tak pernah puas hanya dengan satu wanita. Di tengah kehidupan rumah tangga yang penuh rintangan dan misteri yang terus menghantui, Maya tetap berusaha mempertahankan kebaikannya meski sering dipandang rendah. Akankah ia mampu bertahan dalam pernikahan ini?
Sampul Novel Hasrat Terlarang dengan Atasan
8.8
Hidup Venina Anastasya berubah drastis setelah satu malam terlarang dengan atasannya, Erlangga Krisdiantoro. Terjebak dalam pesona pria itu, Venina mengabaikan kenyataan bahwa Erlangga telah memiliki wanita lain. Hubungan penuh gairah ini mengancamnya dengan skandal besar, namun ia tak berdaya melepaskan diri. Di sisi lain, Erlangga bimbang memilih Venina atau kekasih lamanya yang kembali. Apakah Venina hanya pelarian sementara tanpa ada cinta sejati bagi Erlangga?
Sampul Novel Ilusi Cinta: Mengungkap Topeng Kekasihku yang Licik
8.9
Karlee merasa hancur setelah dikhianati tunangannya hingga ia bertemu Brian Olson yang karismatik. Mereka sepakat menjalani pernikahan kontrak secara impulsif setelah menghabiskan malam bersama. Brian tampak sangat perhatian, namun semua itu ternyata hanyalah bagian dari rencana liciknya. Saat mengetahui dirinya hamil, Karlee yang murka langsung menuntut cerai. Brian yang penuh penyesalan kini memohon pengampunan agar mereka tidak berpisah selamanya.
Sampul Novel Istri Kecil Penebus Hutang
8.1
Lavira Amrin adalah gadis polos yang malang. Akibat hutang sang ayah, ia dipaksa menjadi barang penebusan dan menikah dengan Avram, seorang penguasa bisnis misterius yang dikenal sangat tertutup bahkan kejam. Hidup Lavira penuh penderitaan karena ketidakadilan ayah kandung serta kekejaman ibu dan adik tirinya. Kini, ia terjebak dalam pernikahan dengan pria haus darah tersebut. Mampukah Lavira bertahan menjalani takdir barunya bersama sang penguasa gelap?
Sampul Novel Pemikat Hati: Tak Mau Apa Pun Selain Kamu
9.2
Dikhianati oleh tunangan dan sahabat hingga tewas mengenaskan, ia mendapatkan kesempatan kedua melalui reinkarnasi. Begitu terbangun, ia nyaris dicekik oleh suaminya sendiri. Setelah selamat, ia segera menandatangani surat cerai demi memulai hidup baru. Tak disangka, warisan besar dari ibunya mengubah nasibnya secara drastis. Ia pun sukses membalas dendam dan meraih kejayaan. Namun, saat karier dan asmaranya memuncak, sang mantan suami tiba-tiba muncul kembali.
Sampul Novel Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder
8.3
Riani dikhianati oleh kekasih yang selama ini ia nafkahi demi sahabatnya sendiri. Di tengah luka, ia nekat menikahi Rizky, pria asing yang berjanji menanggung segala kebutuhannya. Meski awalnya ragu, Riani justru menemukan sosok suami idaman yang protektif dan suportif hingga kariernya melejit. Namun, misteri menyelimuti identitas Rizky yang selalu punya solusi ajaib. Kejutannya muncul saat ia melihat wajah suaminya di sampul majalah bisnis dunia sebagai miliarder.