Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cintaku Terhenti Di Kamu

Cintaku Terhenti Di Kamu

Putra Prayoga berubah menjadi pria dingin yang gemar mempermainkan wanita setelah Elena Nugroho memutuskan hubungan secara sepihak. Elena terpaksa berbohong tentang pernikahan karena perbedaan status sosial, lalu menghilang ke luar negeri. Lima tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Namun, kasih sayang Putra telah berganti menjadi kebencian mendalam. Elena kini bimbang, apakah ia harus mengungkap kebenaran di balik perpisahan itu atau tetap memendam cintanya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Bab 02

Elena masuk kedalam kos-kosan tempatnya tinggal. Kamar dengan luas tiga kali empat tersebut jadi saksi bisu. Bagaimana dirinya bekerja keras untuk bisa lulus seleksi beasiswa. 

Elena duduk di tepi ranjang, kasur kecil yang sedikit keras itu adalah tempat ternyaman baginya. Dia harus banyak-banyak bersyukur bisa memiliki tempat tinggal. Karena banyak di luar sana yang tidak memiliki tempat tinggal. 

Jam menunjukkan pukul setengah enam sore. Dia harus bergegas untuk pergi bekerja part time disebuah cafe. Demi untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup, Elena bekerja setelah pulang dari kampus.

Langkah kaki Elena terhenti karena mobil yang tiba-tiba menghadang langkahnya. Elena mundur beberapa langkah saat mengetahui siapa penumpang mobil tersebut. 

"T-tante Ratna," gumam Elena dengan gugup.

"Hai, siapa namamu tadi. Duh saya lupa," seru Ratna berpura-pura lupa dengan nama Elena.

"Elena, Tante!" jawab Elena pelan.

"Ah iya Elena, maaf yah. Saya sering lupa dengan nama-nama orang yang tidak penting. Saya lebih suka mengingat nama orang-orang yang menguntungkan bagi saya," sarkas Ratna.

"Ada perlu apa Tante datang kemari?" tanya Elena to the points.

Aura Ratna sangat tidak mengenakan bagi Elena. Dia ingin segera pergi dari hadapan wanita itu. Terlebih tatapan wanita itu yang begitu tidak menyukai dirinya. 

"Apa kamu tidak ingin mempersilahkan saya masuk ke dalam rumahmu? Disini sangat panas" tutur Ratna sambil mengibaskan kedua tangannya.

"Baiklah, silahkan ikuti saya." Dengan enggan Elena mempersilahkan Ratna untuk masuk ke dalam kamar kostnya.

Mereka harus melewati tangga untuk sampai ke lantai tiga tempat dimana kamar kost Elena berada. 

"Bagaimana bisa putraku berpacaran dengan orang miskin seperti kamu. Tempat ini benar-benar kotor, aku harus segera membuang semua pakaianku dan juga seluruh pernak-pernik ditubuhku agar tidak ada kuman yang menempel," gerutu Ratna. 

Elena hanya bisa menahan emosinya mendengar hinaan yang dilontarkan oleh Ratna. Dia punya firasat akan ada hal yang lebih mengerikan daripada ini. Elena sampai di depan kamar kostnya. Setelah membuka kunci pintu, dia mempersilahkan Ratna untuk masuk.

Ratna mengamati kamar dengan ukuran kecil tersebut. Elena berjalan mengikuti Ratna, dia lalu menarik kursi belajar dan mempersilahkan Ratna untuk duduk.

"Silahkan duduk Tante, maaf tempatnya sedikit sempit," ucap Elena dengan nada rendah.

"Sedikit sempit? Ini bukan sedikit tapi sangat-sangat sempit dan pastinya disini banyak kuman bersarang. Aku benar-benar terkontaminasi datang ke rumah ah tidak ini tidak layak disebut rumah. Apa yah sebutannya, kandang ayam. Iya benar kandang ayam," cemooh Ratna.

"Sebenarnya kedatangan Tante kemari untuk apa?" tanya Elena dengan emosi yang mulai naik mendengar hinaan dari Ratna, ibu dari pria yang dia cintai.

Tanpa Ratna katakan pun, dia sudah sangat tahu jika dirinya bukanlah orang yang pantas bersanding dengan Putra. Tapi, bukankah cinta tidak memandang hal itu?

"Ok baiklah, saya akan to the points. Pergi dari kehidupan Putra, jangan pernah berhubungan lagi dengannya. Jika tidak, beasiswa yang kamu dapatkan akan saya cabut. Saya bisa menyuruh orang dalam di sana untuk mengeluarkan kamu dari kampus dengan berbagai alasan. Kamu tahukan siapa saya?" ancam Ratna. 

"Mengapa anda melakukan hal ini kepada saya?" tanya Elena dengan frustasi.

"Karena kamu miskin dan kesalahan yang lebih fatal lagi, kamu memiliki hubungan dengan anak saya. Putra sudah dijodohkan dengan orang lain yang kehidupannya jauuuh lebih segala-galanya dari kamu. Jadi saya harap kamu dengarkan peringatan saya ini. Putuskan Putra dan enyahlah dari hadapannya." 

Ratna keluar dari kamar kost Elena. Meninggalkan wanita itu dengan jutaan rasa sakit yang menghantam hatinya. 

Apa salahnya jika orang miskin mencintai?

Apa salahnya jika orang miskin jatuh cinta?

Apakah begitu hina, jika dirinya mencintai orang yang juga mencintai dirinya.

Ting!

Sebuah pesan masuk ke ponselnya, Elena menghapus air mata yang jatuh ke pipinya dengan kasar. Elena membuka pesan masuk, dahinya mengerut saat melihat sebuah nomor baru mengirimkan pesan kepadanya. Elena membaca pesan tersebut.

"Kamu lihat kertas ini, kamu akan kehilangan kertas ini berikut hak didalamnya jika kamu tidak mengikuti semua perintah saya." 

Elena mengepalkan tangannya kuat membaca pesan dari Ratna. Ingin rasanya dia berteriak sekeras-kerasnya. Meneriaki kehidupan yang begitu tidak menguntungkan baginya. 

Dia hidup seorang diri dan harus berjuang mati-matian hanya demi bisa tetap tinggal di tempat yang Ratna sebut sebagai kandang ayam.

Biasanya dia tidak pernah serendah ini dalam berpikir. Karena diluar sana, begitu banyak orang yang tidak beruntung dalam hidupnya. Bahkan untuk makan saja mereka kesusahan, apalagi tempat tinggal. Bisa tidur dengan nyaman tanpa ada gangguan dari petugas dinas sosial saja, rasanya mereka sangat-sangat bersyukur. Meski hanya tidur di trotoar atau emperan toko.

Ting!

Pesan masuk kembali berbunyi, Elena membuka pesan tersebut dan rupanya pesan itu dari Putra.

"Elena aku sudah di depan gang menuju rumahmu, keluarlah!" 

Elena terduduk di lantai, menangisi kelemahan dirinya yang tidak berdaya dengan ancaman Ratna.

"Apa yang harus aku lakukan sekarang?" gumam Elena dengan frustasi.

Elena teringat dengan pesan dari dosen yang menawari dirinya untuk ikut program transfer mahasiswa ke Malaysia. Dia belum mengatakan kepada Putra tentang hal ini. Jadi dia akan mengambilnya agar dia bisa jauh dari Putra.

Elena membalas pesan dari Putra.

"Maaf, aku sudah sampai cafe sejak tadi. Sebaiknya kamu pulang saja."

Tidak berapa lama pesan tersebut di balas oleh Putra.

"Baiklah, aku pulang! Jaga dirimu baik-baik, jangan sampai terluka saat bekerja!" 

Elena meletakan sembarang ponsel miliknya. Dia membenamkan wajahnya pada tempat tidur disampingnya.

Keesokan harinya, Elena menyerahkan berkas yang harus dirinya penuhi sebagai syarat keberangkatan ke Malaysia. Semalam dia sudah berunding ini dan itu dengan dosen yang merekomendasikan program tersebut. 

Kebetulan hari ini Putra tidak memiliki kelas. Jadi, Elena bisa leluasa mengerjakan semuanya. 

Jadwal keberangkatannya masih satu minggu lagi. Dia harus mencari cara untuk bisa memutuskan hubungan dengan Putra. Elena pergi ke cafe tempatnya bekerja. Dia akan menemui Antoni dan meminta bantuan pria itu.

"Hai Lena, tumben kamu datang ke cafe lebih awal. Apa kamu tidak kuliah?" sapa Antoni saat melihat Elena masuk kedalam cafe dan langsung menghampiri dirinya.

"Bisa tolong bantu aku," pinta Elena to the points.

"Minta tolong apa? Sepertinya serius sekali," ujar Antoni dengan tatapan serius.

"Baiklah, ikut aku ke ruanganku dan kita bicarakan di dalam saja. Sepertinya sangat serius pembicaraannya," ajak Antoni. 

Mereka berjalan menuju ruangan Antoni, kebetulan dia adalah pemilik cafe tersebut dan karena kebaikan Antoni lah dirinya bisa menyewa kamar kost dan bekerja di cafe.

"Sekarang jelaskan, apa bantuan yang ingin kau pinta dariku?" perintah Antoni.

Elena menceritakan segalanya kepada Antoni, tentang hubungannya dengan Putra dan juga ancaman yang ibunya Putra berikan kepadanya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Berlian yang Tersamarkan
9.3
Dahulu pewaris manja, Evelyn jatuh miskin setelah dijebak putri asli dan diusir orang tua angkatnya. Namun, ia bangkit dengan mengungkap identitas rahasianya sebagai peretas, desainer, dan dokter jenius. Saat orang tua angkatnya menuntut hartanya, Evelyn menolak dengan tegas. Ia pun mencemooh mantan tunangannya yang memohon kembali. Di tengah kemenangannya, seorang pria berkuasa datang melamar, menawarkan masa depan baru yang tak terduga bagi sang berlian.
Sampul Novel Bukan Pernikahan Kontrak Satu Bulan
9.2
Kayana adalah wanita karier yang sangat menghindari komitmen asmara. Namun, desakan sang ayah memaksanya menyewa Dirza, seorang pria miskin, untuk menjadi suami bayaran. Kayana merancang kesepakatan pernikahan singkat yang hanya berlangsung satu minggu hingga satu bulan saja. Meski Dirza merasa bersalah karena mempermainkan kesakralan janji suci, Kayana tetap teguh pada rencananya. Mengapa ia lebih memilih pria sederhana dibandingkan pria kaya sebagai pasangannya?
Sampul Novel En-PD181
7.9
Sebagai agen papan atas, karier saya terancam saat model pendatang baru Lucas menuntut pemecatan saya hanya karena masalah jaket. Dengan sombongnya, ia memamerkan hubungan spesialnya dengan pemilik perusahaan di tengah pesta. Namun, ia tidak menyadari siapa lawan bicaranya. Tanpa ragu, saya langsung menghubungi pria terkaya di negeri ini untuk mundur dari proyek film besarnya. Kini, nasib investasi mereka berada di ujung tanduk akibat keangkuhan tersebut.
Sampul Novel Hidden Baby Girl
9.1
Laras memutuskan pergi menjauh saat David menyuruhnya melenyapkan janin di rahimnya. Namun, pelarian itu tak lantas membawa ketenangan karena bayangan masa lalu terus mengejarnya. Bertahun-tahun berlalu, takdir justru mempertemukan mereka kembali dalam situasi yang telah berubah total. Akankah mereka memilih bersatu demi sang buah hati, atau justru tetap pada jalan masing-masing meski benih cinta sebenarnya masih tersimpan rapat di dalam lubuk hati mereka?
Sampul Novel Istri Cadangan
9.8
Nadia hancur saat memergoki suaminya, Reza, bermesraan dengan Karina di kamar tamu rumah mereka sendiri. Alih-alih menyesal, Karina dengan angkuh mengklaim cinta Reza, sementara Reza justru meminta izin untuk menikahinya. Meski dikhianati secara keji, Nadia menolak untuk hancur dan menyerah. Dengan tekad yang membara, ia bangkit menghadapi penghinaan itu dan bersumpah akan membalas rasa sakit hati serta pengkhianatan mereka dengan tuntas.
Sampul Novel Let's Watch the Stars Forever
7.9
Seorang gadis muda yang terus bergulat dengan rasa benci pada dirinya sendiri menemukan titik balik saat bertemu pemuda yang berbagi minat mendalam pada astronomi. Melalui keindahan langit malam, Ataya perlahan belajar menghargai jati dirinya. Di tengah proses penyembuhan luka batin tersebut, ia menyadari bahwa perasaannya telah berkembang menjadi cinta yang tulus bagi sang laki-laki yang selalu hadir menemani setiap langkah perjalanannya.