Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cintaku Bagai Layangan Putus

Cintaku Bagai Layangan Putus

Delapan tahun pernikahan Bella hancur setelah mengetahui suaminya, mafia Alvaro Winata, berselingkuh dengan saudara tirinya, Cindy Martadina. Alvaro mengkhianati Bella demi memperkuat posisinya di keluarga, menganggap sang istri hanya alat pelindung. Alih-alih menangis, Bella memilih bertindak senyap. Lewat kesepakatan rahasia di pasar ilegal, ia bersiap menghilang selamanya dari dunia dalam dua minggu, meninggalkan semua pengkhianatan di belakangnya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Rasa tertekan menggumpal di dada. Aku tetap menunduk, berpura-pura tidak melihatnya, tetapi Alvaro tentu saja menyadarinya.

“Ayah, Ibu.” Ekspresi Alvaro serius, suaranya mengandung otoritas seorang pemimpin. “Jika kalian tidak hargai istriku lagi, jangan salahkan aku kalau balas perlakuan kalian.”

Setelah keheningan berat menyelimuti ruangan, Raden menghantam meja dengan keras, membuat aku terkejut.

“Jaga nada bicara kamu. Apa kau benar-benar akan khianati keluargamu sendiri demi wanita ini?”

Alvaro menggenggam tangan aku dengan erat, tidak memberi kesempatan untuk menarik diri, lalu menjawab dengan tenang, “Ayah, dia adalah cinta sepanjang hidup aku.”

“Menyakitinya sama saja dengan menyakiti diriku sendiri.”

“Jika ini terjadi lagi, jangan salahkan aku bila berbalik melawan kalian.”

Kemampuan sandiwaranya selalu begitu sempurna, begitu mulus. Siapa pun yang melihat adegan ini pasti mengira dia benar-benar mencintai aku.

Sayangnya, dia tidak tahu bahwa jari-jariku dingin bukan karena orang tuanya, tapi karena dia.

Alvaro berdiri di depan aku seperti pelindung yang tak tertandingi, namun bukan rasa aman yang kurasakan darinya.

Melihat suasana ketegangan di udara, Melisa segera mengubah tatapan dinginnya menjadi senyuman palsu.

“Alvaro, kau salah paham,” katanya sambil mendekat, dan hendak memeluk aku. “Bella bagi aku seperti anak sendiri.”

Aku membiarkan dia menyentuh bahu aku. Begitu kaku. Tanpa ada rasa kehangatan. “Makan malam sudah siap. Mari kita masuk.”

Di ruang makan, cahaya lampu kristal memantul lembut. Satu-satunya suara yang terdengar hanyalah dentingan perak dengan porselen yang jernih.

Melisa terus menimbulkan suara kecil yang mengganggu dengan peraknya, membuat genggaman aku pada garpu semakin erat.

“Bella, sayang,” ucapnya sambil memotong daging panggang. “Bagaimana perasaanmu sekarang? Apakah kamu sudah pulih dengan baik?”

Aku tahu apa yang dia maksud. Sudah enam bulan sejak kami kehilangan putri kami.

“Aku baik-baik saja, terima kasih perhatiannya.” Aku mengambil sepotong wortel.

“Baiklah.” Dia meletakkan peralatan makan. “Keluarga membutuhkan ahli waris, Bella. Kau tahu garis keturunan Keluarga Winata tidak boleh terputus.”

Genggaman Alvaro pada gelas anggurnya mengencang. “Ibu, kami baru saja kehilangan anak kami.”

“Justru karena itu.” Suara Melisa menajam. “Kalian harus segera punya anak lagi. Bella, sebagai Nyonya Pemimpin Keluarga Winata, itu tugas kamu.”

Dia berhenti sejenak. “Selain itu, kalau kau jaga putrimu lebih baik, dia tidak akan mati.”

Udara di meja makan langsung membeku. Kata-katanya menusuk hatiku seperti pisau. Tapi, sebelum aku sempat bicara, Alvaro bangkit dengan cepat, kursinya berderak keras di lantai.

“Cukup!” Suaranya berat oleh amarah yang ditahan. “Kita sedang makan. Jangan bicara omong kosong seperti itu.”

Raden terkekeh sinis. “Alvaro, kamu sebut ini omong kosong? Kau sudah hina orang tua kamu sendiri berkali-kali demi orang luar.”

“Orang luar?” Mata Alvaro terbakar dengan kemarahan. “Berapa kali aku harus bilang? Bella adalah istri aku, Nyonya Pemimpin keluarga ini!”

“Aku sudah bilang kepada kalian berdua, Bella takut sakit. Aku tidak akan membuatnya melalui itu lagi sampai aku benar-benar yakin dia sudah pulih. Jika kita tidak bisa punya anak lagi, ya sudah.”

Tangan aku gemetar, tapi aku memaksa diri untuk tetap terlihat tenang.

Lalu aku berbicara tiba-tiba, “Jangan khawatir. Kalian semua akan mendapatkan apa yang kalian inginkan segera.”

Semua langsung terdiam. Tiga pasang mata menatap aku. Alvaro menoleh padaku, tatapan matanya penuh kebingungan. “Bella?”

Aku tidak menatapnya, dan melanjutkan perkataan aku sendiri. “Aku janji.” Aku menyicip sedikit anggur merah. “Dua minggu lagi, Keluarga Winata akan memiliki ahli waris baru.”

Alvaro hendak bicara lebih banyak ketika teleponnya berdering.

Dia melihat nama penelepon, dan ekspresinya berubah.

Aku tahu siapa itu. Aku juga tahu dia akan pergi dalam tiga detik.

Tiga. Dua. Satu. Seperti yang kuduga.

Alvaro bangkit tepat waktu. “Bella, aku harus urus sesuatu terkait keluarga. Kamu di sini dan selesaikan makan malam kamu. Aku akan kembali jemput kamu nanti.”

Dia mencium dahi aku, lalu tanpa menunggu jawaban aku, mengambil jas dan pergi.

Saat pintu menutup, topeng Melisa dan Raden ikut terlepas.

“Kau boleh berhenti berpura-pura sekarang.” Melisa menertawakan dengan ejekan. “Apakah kau benar-benar bisa punya anak lagi? Atau itu hanya omong kosong lain?”

“Aku tidak punya alasan untuk berbohong pada kamu.” Aku berdiri. “Kalau tidak ada hal lain, aku pergi dulu.”

“Tunggu.” Raden menghadang jalan aku. “Bella, sebaiknya kau sadar diri.”

“Selama Alvaro tidak ada di sini, kau bukan siapa-siapa di keluarga ini,” kata Melisa sambil berdiri di depan hadapan aku. “Hanya orang luar yang menyedihkan.”

“Kalau bukan karena Alvaro melindungi kamu, kamu pikir kamu masih bisa hidup hari ini?” Suara Raden penuh dengan ancaman. “Kuburan Keluarga Winata penuh dengan wanita yang tidak tahu diri.”

Aku menahan mual dan melewati mereka.

Satu jam kemudian, sopir mengantar aku kembali ke vila.

Ketika mobil berhenti, aku membuka pintu untuk turun, dan tangan aku menyentuh sesuatu di celah kursi.

Aku menariknya keluar. Itu adalah bekas bungkusan kondom, bukan merek yang pernah kita gunakan. Artinya begitu jelas.

Lebih tepatnya, itu adalah fakta yang tidak perlu dibuktikan lagi.

Baru sekarang aku tahu Alvaro menyukai hal seperti ini.

Selama delapan tahun pernikahan kita, aku selalu yang konservatif. Tempat tidur besar di kamar utama adalah satu-satunya tempat kami bersama.

Pernah aku bertanya apakah kami sebaiknya mencoba hal baru, khawatir dia mungkin merasa bosan.

Pada waktu itu, ini jawabannya. “Sayang, jangan paksakan diri kamu sendiri untuk melakukan hal yang tidak kamu suka. Yang aku inginkan hanyalah kamu, tidak peduli di mana.”

Namun sekarang, mobil, sofa, meja makan, ruang kerja… semuanya telah menjadi medan tempur dia dengan Cindy.

Padahal dia suami aku selama delapan tahun, tapi ternyata aku tidak pernah benar-benar mengenalnya.

Sudah larut malam ketika Alvaro pulang ke rumah.

Melihat aku duduk di sofa ruang tamu, dia segera menghampiri.

“Sayang, maafkan aku.” Ia duduk di samping aku. “Aku tidak seharusnya meninggalkan kamu sendirian di sana.”

Dia menarik aku ke dalam pelukannya, memegang aku dengan erat. “Apakah orang tua aku ada bilang apa-apa?”

“Tidak apa-apa.” Suara aku hampa.

“Bella, kau tahu aku akan selalu di sisi kamu,” ucapnya sambil mencium rambut aku. “Kau orang paling penting bagi aku di dunia ini.”

Pelukannya seharusnya terasa hangat, seharusnya buat aku merasa aman.

Namun yang kurasakan hanyalah rasa dingin yang menusuk, seperti jeruji sangkar yang perlahan-lahan menutup, hampir membuat aku merasa sesak.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Beautiful ESCAPE
8.3
Akibat rasa penasaran, Louisa Gonzales menyaksikan pembunuhan oleh gangster Italia di hotel tempatnya bekerja. Wanita 24 tahun ini dipaksa menjadi pengikut setia sang pemimpin mafia, Dominic Theodoretti, yang memanfaatkan keahlian Louisa sebagai mantan hacker. Saat terjebak di Sisilia, Louisa harus menghadapi ancaman yang lebih kejam. Di tengah konflik maut, ia mengungkap rahasia kehamilannya kepada Dominic demi bertahan hidup dan memulai misi pelarian mereka.
Sampul Novel Calamity Of Love
9.4
Camilio Danielle Osvaldo adalah jenius ber-IQ 150 dengan prestasi militer gemilang. Namun, patah hati mendalam akibat ditinggal wanita tercinta mengubah hidupnya. Mike, petinggi Black Nostra, mengajaknya bergabung ke sindikat mafia global tersebut. Meski awalnya menolak karena nurani, Camilio akhirnya luluh setelah melihat solidaritas luar biasa di sana. Di balik aksi kriminal, ia menemukan kehangatan keluarga yang tak terduga dalam kelompok tersebut.
Sampul Novel Dekapan Gairah Mafia Kejam
9.7
Isabella Moretti kehilangan segalanya saat Lorenzo Ricciardi, mafia sadis, menghabisi orang tuanya. Bukannya dibunuh, Isabella justru dijadikan tawanan pribadi sang penguasa dunia bawah tanah. Meski Lorenzo dikenal kejam, sisi lembutnya mulai meluluhkan hati Isabella hingga tumbuh gairah di tengah dendam. Namun, situasi rumit saat Isabella hamil anak Lorenzo. Kini ia terjebak antara misi balas mati keluarga atau menyerah pada cinta sang iblis yang telah mencuri hatinya.
Sampul Novel Istri Pelunas Hutang Mafia
8.0
Demi melunasi utang pamannya, Aurora terjebak dalam pernikahan paksa dengan mafia kejam, Lucian Moretti. Tak disangka, Lucian ternyata sudah lama mencintainya secara rahasia. Namun, saat benih cinta mulai tumbuh, rahasia masa lalu muncul mengguncang hubungan mereka. Di tengah ancaman musuh yang mengintai, Aurora justru menyembunyikan penyakit mematikan yang mengancam nyawanya. Kini Lucian harus berjuang melawan maut demi menyelamatkan wanita yang ia cintai.
Sampul Novel Kau Pilih Dia, Aku Bawa Anakmu Pergi!
9.7
Malam sebelum pernikahan megah mereka, Jeny menemukan pesan mesra dari Via di ponsel Leo, tunangannya yang merupakan pewaris Keluarga Moro. Meski Leo berjanji akan menyelesaikan masalah ini demi menghormati mendiang wakilnya, pengkhianatan nyata justru terjadi di altar. Saat telepon dari Via berdering mengancam bunuh diri, Leo pergi begitu saja meninggalkan Jeny di hadapan semua orang. Kecewa mendalam, Jeny memutuskan hubungan saat itu juga. Ia memilih menghilang sepenuhnya dari kehidupan Leo, membawa pergi rahasia besar bahwa ia sedang mengandung anak dari pria yang telah mencampakkannya.
Sampul Novel Keturunan Terakhir!
9.5
Zha, ketua mafia Legion Of Death yang dijuluki Gadis Pecinta Asap, berambisi memburu keturunan terakhir Klan Jangkar Perak demi membalas dendam kematian ayahnya. Pencariannya hanya berbekal petunjuk tato jangkar misterius. Namun, sebuah insiden peluru mengungkap keberadaan chip manipulasi yang tertanam di tubuhnya sejak bayi. Saat chip itu diangkat, tato jangkar justru muncul di kulit Zha sendiri. Siapakah pewaris sejati yang ia cari? Zha kini harus menghadapi kenyataan pahit.