Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cintai Aku, Suamiku

Cintai Aku, Suamiku

Kehidupan pernikahan Suci dan Ricko didera ketegangan hebat saat Ricko menuduh istrinya telah berubah. Namun, Suci justru merasa sikap Ricko-lah yang mendingin sejak mereka menikah. Ricko tak membantah dan mengisyaratkan alasan di balik sikapnya tersebut. Suci menyadari bahwa sosok Lona kembali menjadi pemicu keretakan hubungan mereka. Di tengah tetesan air mata yang tak terbendung, Suci harus menghadapi kenyataan pahit bahwa bayang-bayang masa lalu suaminya belum juga sirna.
Bab
Bagikan

Bab 3

Ceklek

Suara knop pintu yang dibuka oleh Ricko. Ricko melangkahkan kakinya memasuki kamar. Hal pertama yang dilihatnya adalah Suci yang sedang duduk di atas tempat tidur sembari memangku laptop di atas pahanya. Dia berjalan melewati Suci, tanpa menyapa satu patah kata pun. Seolah menganggap kalau tidak ada siapa-siapa di kamar itu. Dengan tanpa rasa bersalah sedikitpun, Ricko melangkahkan kakinya memasuki ruang ganti untuk berganti baju.

Suci sempat menoleh ke arah pintu saat mendengar pintu dibuka dari arah luar. Lalu kembali menatap laptop setelah tahu Ricko suaminyalah yang membuka pintu kamarnya itu. Suci tak ambil pusing dengan kehadiran Ricko yang memasuki kamar. Toh, sudah dua bulan lamanya dia satu kamar dengan suaminya itu. Walau bisa dikatakan selama dua bulan ini tidak ada interaksi antara suami istri pada umumnya pada hubungan suami istri antara Suci dan Ricko.

Harus gimana lagi menghadapi Ricko? Hatinya sudah beku dengan mama Lona di dalamnya. Mau nyerah? Gimana caranya ngomong sama Ayah dan Bunda? Mana Ayah sibuk sama tugasnya terus, sampai nggak bisa pulang ke kota. Kasian juga kan kalau aku cuma ngomong sama Bunda, bisa-bisa bunda shock saat aku bilang kalau aku ingin pisah dari Ricko. Apalagi umur pernikahan aku ini belum genap seumur jagung. Batin Suci terus berpikir. Sembari jemari tangan lentiknya itu memainkan laptop yang ada di atas pahanya.

Di saat Suci tengah mencari solusi untuk masalah pernikahan yang menurutnya sangat sulit itu, lain hal nya dengan Ricko. Ricko yang kala itu sudah selesai berganti pakaian malah berdiri di pintu ruang ganti pakaian. Menatap Suci dari kejauhan. Entah apa arti dari tatapan mata itu tidak ada yang tahu.

Misal nih, kalau aku pisah. Terus aku jadi janda gitu? Aku nggak mau jadi janda! Inget umur dong Ci? Umur aku aja belum genap 21 tahun. Apa kata temen-temen aku nanti? Dan, status janda itu bukan keinginan aku. Aku cuma ingin menikah sekali dalam seumur hidup aku. Tapi apakah mungkin untuk saat ini keinginan aku itu terwujud? Apalagi suami aku Ricko. Apa bisa bertahan? Batin Suci terus melamun.

Saat Suci sedang sibuk melamun, ada suara yang memecah konsentrasi Suci. Suara yang terdengar sedikit keras di telinga Suci.

"Selesaikan tugas dulu. Baru lanjut ngelamun. Gue nggak mau ya kelompok kita itu hancur karena bab jatah yang lo garap itu belum selesai." Yang ternyata itu adalah suara Ricko mengingatkan Suci agar tidak melamun saat sedang mengerjakan tugas kuliah.

"Iya!" jawab Suci dengan acuh tak acuh.

Ricko yang dulu kemana sih perginya? Dia kan tahu kalau bagian yang kayak begini itu aku nggak tahu dan nggak bisa. Jangankan nawarin bantuan, negur aja wajahnya kaku banget gitu. Suci membatin lagi. Menatap wajah sahabat yang sudah jadi suami itu dengan tatapan mata datar.

Suci yang sedang dilanda rasa kesal pun melanjutkan mengerjakan tugasnya. Dia kini terlihat sedang sangat serius mengerjakan tugasnya. Sedangkan Ricko, terlihat Ricko sedang bermain handphone sembari duduk di atas sofa yang ada di kamar itu.

***

Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Ricko pun menoleh ke arah Suci yang sedang fokus mengerjakan tugasnya. Walaupun dari pendengaran Ricko sudah beberapa kali dia mendengar Suci yang menguap, namun istrinya itu masih tetap berusaha untuk menyelesaikan tugas kuliahnya.

Ricko pun meletakan handphone nya di atas nakas. Setelah itu beralih berjalan ke arah tempat tidur, mengambil satu buah bantal dan berjalan lagi ke arah lemari untuk mengambil selimut. Lalu, Ricko kembali ke sofa mengambil posisi merebahkan tubuhnya di atas sofa itu. Dan tidak lama setelah itu, Ricko sudah pergi ke alam bawah sadarnya.

Aku rasa aku sudah benar-benar kehilangan sahabat dan juga seorang kakak laki-laki. Batin Suci. Menatap Ricko yang sudah tertidur lelap di atas sofa.

Dua bulan lamanya Ricko dan Suci sudah menikah. Dan dua bulan juga lamanya Ricko memilih tidur di sofa. Bukan karena apa Ricko memilih untuk tidur di sofa, dia hanya berjaga-jaga takut terjadi sesuatu diantaranya dan juga Suci. Sebenarnya bila dia hanya memikirkan diri sendiri, dia berhak atas Suci, karena dia berstatus suami sah dari Suci. Mau bagaimanapun Ricko adalah laki-laki normal maka dari itu dia memilih pisah tidur dengan Suci. Dia tidak mau bila keinginannya terkabul nanti, dia merasa merugikan seseorang. Dia ingin terbebas dari tuntutan apapun nantinya. Keinginan terbesarnya adalah bisa terlepas dari pernikahan yang mengikatnya dengan Suci, dan bisa mencari Lona untuk kembali dengan wanita yang bertahta di hatinya itu.

"Bila memang dia bukan jodohku, tunjukan jalan terbaik-Mu untukku dan dirinya, Tuhan. Aku tidak mau menjadi orang yang mengemis cinta dari seseorang. Walaupun seseorang itu adalah suamiku sendiri," ucap Suci lirih.

Suci menutup laptopnya, namun masih dibiarkannya di atas tempat tidur. Dia benar-benar mengantuk untuk saat ini. Padahal hanya tinggal sedikit lagi tugasnya itu sudah selesai. Tapi, karena kantuk yang melandanya dia memutuskan untuk tidur dan akan dilanjutkan saat tiba subuh nanti.

"Persetan sama tugas ini. Mataku sudah mengantuk. Bisa dilanjut besok subuh saja," kata Suci pada dirinya sendiri, lalu dia mengambil posisi untuk tidur.

***

Grabbb

Mata Ricko secara tiba-tiba terbuka. Matanya menyisir ruang kamarnya itu, matanya mendapati Suci yang sudah tertidur dengan laptop yang masih berada di samping tempat dia tidur.

Matanya menelisik dinding kamar, menatap jam dinding. Yang ternyata jam sudah menunjukan pukul tiga dini hari.

Tugas Suci udah selesai? Kok dia udah enak-enak tidur begitu? Mana bagian punya dia itu kan pas bagian kelemahan dia. Kalau belum selesai harus dikerjain nih, takutnya dia belum selesai ngerjain dan imbasnya kelompok dapet nilai C. Gak lucu kan kalau semua anggota kelompok dapat nilai rendah cuma gara-gara satu anak yang tugas bagiannya nggak beres? Ricko membatin dalam hatinya.

Lalu dia berjalan ke arah tempat tidur, tempat Suci berada. Diambilnya laptop milik Suci dan mulai mengecek tugas yang dikerjakan oleh Suci tadi

Huft...

Ricko hanya bisa menghela napas setelah melihat hasil kerja Suci.

"Selalu saja begini kalau sudah dapat bagian yang ini." Ricko berkata lirih saat melihat hasil kerja istrinya itu.

Ricko pun mengerjakan ulang tugas kelompok bagian milik Suci. Dari wajahnya terlihat sedang sangat serius. Jari-jemarinya terlihat sangat lincah memainkan laptop milik istrinya itu.

Sekitar satu jam lamanya Ricko pun sudah selesai mengerjakan tugas milik Suci. Merasa matanya sudah tidak mengantuk, Ricko pun beralih membuka-buka apa saja yang bisa dibuka dari laptop milik Suci itu.

Ricko membuka galeri. Ada satu album yang mencuri perhatiannya. Nama album itu adalah Kenangan Masa SMA. Sudut bibirnya sempat terangkat saat membaca nama album itu. Mungkin kenangannya bersama Suci saat SMA terlintas di pikirannya. Tanpa ragu, Ricko pun membuka album itu.

Dan tiba-tiba,

"Loe ngapain mainin laptop gue, Ric?"

Bersambung

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akhir dari Penantianku
9.8
Menjalani hubungan bertahun-tahun membuat seseorang yakin telah menemukan pasangan hidup yang ideal. Namun, realita pernikahan jauh lebih rumit saat dua kepribadian asing harus menyatu dalam satu atap. Ujian demi ujian mulai menggoyahkan fondasi rumah tangga mereka hingga konflik tak lagi terbendung. Meski telah lama bersama, perbedaan yang tajam memicu kegagalan fatal yang membuat perpisahan menjadi satu-satunya jalan keluar yang tak terelakkan.
Sampul Novel Aku Diabaikan Saat Setia
9.2
Bertahun-tahun Tisni harus menelan pahitnya pengabaian dari sang suami yang justru membiarkannya menghabiskan waktu bersama pria lain. Rasa sepi yang mendalam dan ketidakpedulian pasangannya perlahan menghancurkan kesetiaan yang ia jaga. Kini, Tisni berada di titik jenuh dan berniat untuk pergi mengakhiri penderitaannya. Apakah keputusannya untuk meninggalkan pernikahan itu merupakan sebuah kesalahan? Kisah perjuangan hati yang mencari kebahagiaan sejati.
Sampul Novel Istri Dari Masa Depan
8.2
Pasca terjatuh dari tangga, Li Mei terbangun di rumah reyot yang asing. Alih-alih di rumah sakit, ia justru mendapati Bai Changyi, pria tampan yang mengaku sebagai suaminya, bersiap menceraikannya karena menyangka Li Mei mencoba bunuh diri. Meski bingung, Li Mei menolak berpisah dan memilih bertahan demi ambisinya. Di era kuno ini, mampukah ia mengubah nasib dan mewujudkan impian menjadi pengusaha kaya raya bersama suaminya yang penuh rahasia?
Sampul Novel Kesalahan di Malam Sebelum Akad
8.4
Hidup Ardi berubah drastis setelah sebuah insiden fatal akibat pengaruh alkohol. Ia tidak sengaja memasuki kamar yang salah dan menodai Citra, pengasuh anak kembar milik adik angkatnya. Padahal, tepat esok hari Ardi dijadwalkan untuk menikahi Maya, tunangannya. Kini ia terjebak dalam dilema moral yang besar. Ardi harus memilih antara melanjutkan rencana pernikahan dengan Maya atau justru mempertanggungjawabkan kesalahannya dengan menikahi Citra.
Sampul Novel Psikopat & Gadis Desa
8.9
Christian Kim, pewaris kaya yang bengis, memaksa Moon melayaninya melalui ancaman. Murka atas wafatnya sang nenek, gadis desa ini nekat menikam Christian demi balas dendam. Namun, upaya gigih sang tuan muda untuk meraih cintanya mulai meluluhkan hati Moon. Di tengah gejolak rasa, terungkap fakta bahwa Moon memiliki ikatan rahasia dengan keluarga besar Kim. Akankah kebenaran mengejutkan ini menghancurkan asmara mereka atau justru mempererat hubungan yang ada?
Sampul Novel Rasa Tertinggal
8.9
Sarah harus menelan pahitnya kenyataan setelah sebuah kekeliruan fatal menghancurkan hubungannya dengan Reyhan. Selama dua tahun, ia memendam beban rahasia itu sendirian sejak cinta mereka kandas. Takdir kemudian membawa mereka pada pertemuan kembali yang tak terduga, namun situasi kini telah jauh berbeda. Di tengah luka lama yang belum sembuh, mampukah mereka menghadapi perasaan yang masih tersisa dalam kondisi yang tidak lagi berpihak pada mereka?