
Cinta Yang Terlambat Bersinar
Bab 2
Setelah menutup telepon, Luela buru-buru menyeka air matanya. Dia mengambil dokumen-dokumennya dan bersiap untuk pergi.
Namun, begitu pintu kamar dibuka, dia justru berpapasan langsung dengan pria yang berdiri di depan kamarnya.
Leher Jack dipenuhi bekas ciuman yang terlihat jelas di mata Luela.
Meski dirinya sudah menyiapkan hati untuk kenyataan bahwa Jack dan Sabrina sudah melewati malam bersama, saat melihat itu langsung, Luela tetap tak kuasa menahan diri. Dia pun mengalihkan pandangannya.
Gerakan kecil itu jelas tak luput dari pandangan Jack. Ditambah dengan matanya yang tampak kemerahan, pria itu pun langsung mengerti.
Nada suaranya dingin, tapi kini terselip peringatan, "Luela, suka nggak suka, aku dan Sabrina sudah bersama."
"Aku bakal menikahinya. Jadi, selama kamu masih tinggal di rumah ini, kamu harus menghormatinya. Jangan pernah ulangi hal-hal konyol seperti dulu lagi."
Luela menunduk, lalu menjawab dengan tenang, "Iya, Om Jack."
Seketika, panggilan Om Jack terdengar begitu asing di telinga Jack.
Dia menunduk, menatap wajah gadis di hadapannya.
Dia bahkan sudah lupa kapan terakhir kali gadis itu memanggilnya dengan sebutan itu.
Dulu, saat Luela baru pindah ke rumahnya, dia selalu memanggilnya, "Om Jack" dengan manis.
Namun setelah perasaannnya berubah, Luela mulai memanggil langsung nama pria itu dan tak pernah memanggilnya om.
Jack mengernyit, baru saja mau berbicara, tetapi suara perempuan dari belakang memecah keheningan yang tegang di antara mereka.
"Jack, aku sudah bawa koperku. Aku tidur di kamar yang mana?"
Jack langsung tersadar kembali dan merangkul Sabrina yang berjalan mendekat. Dengan lembut, Jack menjawab, "Kamu suka kamar yang terang, kebetulan pencahayaan kamar Luela paling bagus. Aku suruh dia pindah ke kamar tamu saja, biar kamu bisa tinggal di sini."
Sabrina tampak tersenyum puas, tetapi dia tetap berpura-pura sungkan, "Aduh, jadi nggak enak hati dengan Ela."
"Ela yang lebih dulu tinggal di sini, aku yang seharusnya tinggal di kamar tamu."
Usai bicara, Sabrina pun hendak berjalan turun ke lantai bawah, tetapi tiba-tiba dia berteriak kecil.
Jack menariknya kembali dan memeluknya lagi, berkata, "Kamu itu calon istriku, bakal jadi nyonya di rumah ini. Masa iya kamu tidur di kamar tamu?"
"Tapi Ela sudah lama tinggal di kamar ini, kalau tiba-tiba disuruh pindah, apa dia nggak keberatan?"
Mendengar itu, Jack melirik ke arah gadis yang berdiri di depan pintu dan berkata, "Kenapa harus keberatan? Dia juga harus mulai terbiasa, terbiasa kalau aku bakal menikah, terbiasa ada nyonya baru di rumah ini dan terbiasa dengan kenyataan bahwa dia itu hanyalah orang luar."
Bulu mata Luela bergetar halus, lalu tersenyum tipis penuh kepedihan.
Orang luar ...
Benar juga, dirinya memang orang luar.
Luela menarik napas pelan dan menjawab, "Aku kemas barang sekarang juga dan pindah ke kamar tamu."
Lagipula, dia juga bakalan pergi sebentar lagi, kembali ke sisi ayahnya. Dia tidak akan pernah mau kembali dan menginjak tempat ini lagi.
Tempat ini adalah rumah milik Jack dan Sabrina.
Beberapa hari berikutnya, Luela sibuk bolak-balik ke kedutaan untuk mengurus dokumen pindahnya. Dia sengaja pergi pagi-pagi dan pulang larut malam, hanya demi tak bertemu dengan Jack.
Namun, sekeras apapun usahanya menghindar, Luela tetap harus menyaksikan secara langsung kemesraan Jack dan Sabrina.
Saat Sabrina kurang nafsu makan, Jack rela mengeluarkan banyak uang untuk mendatangkan berbagai koki ternama ke rumah demi memasakkan makanan untuknya.
Saat Sabrina merasa kurang enak badan, Jack bahkan membatalkan kontrak kerja sama bernilai triliunan demi menemani Sabrina sepenuh hati di rumah.
Saat Sabrina menyebutkan sebuah perhiasan secara spontan, tak sampai sepuluh menit, perhiasan itu sudah ada di tangan dan diberikan untuknya.
Luela hanya menyaksikan semuanya dalam diam, tanpa membuat keributan.
Sambil menunggu proses pemindahannya selesai, dia mulai membereskan barang-barangnya.
Dia terlebih dulu mengemas koper, lalu mengumpulkan semua surat cinta dan sketsa-sketsa yang dulu dia buat untuk Jack, memasukkannya ke dalam sebuah kotak dan membawanya keluar untuk dibuang.
Namun, begitu sampai di depan pintu, dia malah bertemu dengan Jack yang baru saja pulang membawa kue untuk Sabrina.
Luela berpura-pura tak melihatnya. Tanpa menoleh sedikit pun, dia melangkah ke luar.
Namun detik berikutnya, Jack menahan tangannya dan pergelangannya terasa sakit.
"Kamu sengaja menghindariku beberapa hari ini?"
Anda Mungkin Juga Suka





