Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta yang Dipaksakan Berakhir Tragis

Cinta yang Dipaksakan Berakhir Tragis

Sejak kecil, Wira dan Raisa tidak pernah akur. Saat dijodohkan, Wira menolak keras sementara Raisa justru menerima tantangan itu. Di hari pernikahan, Wira melepas puluhan ayam untuk mempermalukan pengantinnya, tetapi Raisa dengan tenang menganggap ayam tersebut sebagai suaminya. Sikap dingin Raisa membuat Wira mencibir dan memperingatkan bahwa dia akan menyesal. Tiga tahun berlalu, setelah memergoki Wira berselingkuh untuk ke-99 kalinya, Raisa akhirnya memahami arti penyesalan itu.
Bab
Bagikan

Bab 6

Raisa menunduk. Dia pernah melihat Wira membawa Jennifer ke taman hiburan, dengan sabar dan tanpa lelah memotret Jennifer di sana.

Dia bukannya ingin bersaing dengan Jennifer. Hanya saja ... pergi ke taman hiburan bersama Wira adalah impian masa kecilnya.

Permintaan keempat ini bukan untuk sekarang, melainkan untuk memenuhi mimpi Raisa saat kecil.

Wira mungkin berada di samping Raisa, tetapi hatinya entah sudah melayang ke mana. Matanya tidak pernah lepas dari layar ponsel. Raisa memanggilnya berkali-kali untuk mengambil foto. Baru setelah panggilan keempat atau kelima, Wira mengalihkan pandangan kepadanya.

Saat malam tiba dan langit mulai gelap, Wira sudah mendesaknya tiga kali untuk pulang, tetapi Raisa mengabaikannya.

Sampai akhirnya, lampu di kincir ria menyala. Dengan mata berbinar, Raisa menunjuk ke arah sana. "Temani aku naik itu, habis itu kita pulang."

Melihat cahaya harapan dalam mata Raisa, Wira terdiam di tempat. Beberapa saat kemudian, dia berkata, "Raisa, kalaupun kita duduk di puncak tertinggi kincir ria itu, aku tetap nggak akan jatuh cinta padamu."

Waktu seolah-olah berhenti. Sudut mata Raisa terasa hangat dan basah. Dia segera memalingkan wajah. "Kamu mikir apa sih? Aku cuma belum pernah naik saja!"

Suara telepon memecah kesunyian. Jennifer yang berada di seberang sana terdengar panik, entah berkata apa. Setelah menutup telepon, Wira buru-buru pergi. Kali ini, bahkan tanpa satu kata maaf.

Ketika kincir ria mencapai puncaknya, Raisa menatap lampu-lampu kota yang berkelap-kelip di bawah. Air matanya jatuh perlahan di pipinya. Dengan suara nyaris tak terdengar, dia berucap, "Raisa, selamat ulang tahun."

....

Setelah hari itu, Raisa dilarikan ke rumah sakit karena demam tinggi. Suara mesin-mesin medis di sekitarnya seperti tak terdengar di telinganya.

Dalam kesadarannya yang kabur, dia seperti melihat Wira datang menjenguk. Melihat dirinya dalam kondisi sekarat, tak ada sedikit pun belas kasihan di mata Wira.

Sebaliknya, pria itu tertawa. "Mampus! Orang jahat memang pantas mendapat karma! Sebaiknya kamu cepat mati, jadi aku nggak perlu buang waktu untuk permintaan terakhirmu yang membosankan itu."

Dalam mimpi itu, Raisa menggertakkan gigi karena marah. Namun, hatinya benar-benar getir. Dia memaksakan diri bangun, membuka matanya perlahan. Sayangnya, orang yang dia harapkan tidak ada di sana.

"Syukurlah! Akhirnya kamu bangun juga! Kamu tahu kamu sudah tidur berapa lama?"

Raisa adalah tipe yang keras kepala. Di lingkungan sosial mereka yang penuh persaingan dan ambisi, kekuatan dan status sangat menentukan.

Keluarga Sutrisno bangkrut, sementara Wira bermusuhan dengannya. Semua orang tahu kalau Wira akan menjadi orang pertama yang mentertawakan kehancuran mereka. Itu sebabnya, mereka buru-buru menjauh dari Raisa.

Satu-satunya yang masih peduli dan berbicara dengannya hanyalah suster yang merawatnya selama ini.

Mendengar ucapan suster itu, Raisa menoleh dengan panik. "Hari ini tanggal berapa?"

Yola mengira Raisa sedih karena tahu waktu hidupnya tak banyak lagi. Dia menahan ekspresinya dan perlahan berucap, "Tanggal 28. Raisa, kamu ...."

"Di mana wigku?" sela Raisa.

Yola tertegun sejenak, lalu menjawab, "Ada di sini, aku bantu kamu simpan."

Raisa menggerakkan jarinya, menerima wig itu. Kepalanya tertunduk, ekspresinya sulit ditebak.

"Yola, selama aku nggak sadarkan diri, ada yang datang menjengukku nggak?" Nada suaranya begitu hati-hati, tangannya mencengkeram wig itu dengan erat.

Yola merasa sedih melihatnya begitu berharap. Namun, dia tidak ingin membohongi Raisa.

"Raisa, Wira nggak datang." Selesai berkata, Yola buru-buru memalingkan wajah untuk menutupi matanya yang mulai basah.

Bukan hanya tidak datang, bahkan saat Yola menelepon dan mencoba memberi kode, Wira tidak pernah mau menanggapi.

"Pingsan? Jangan bercanda! Raisa nggak mungkin pingsan!"

"Aku sibuk, nggak punya waktu buat main-main sama dia. Kecuali buat permintaan terakhir itu, aku nggak akan lakuin apa-apa. Bilang ke dia, jangan caper!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Air Mata Kerinduan
9.2
Novel modern Air Mata Kerinduan mengisahkan keresahan seorang istri ketika suaminya mendatangkan seorang terapis laktasi pria ke rumah. Meski telah mengutarakan ketidaknyamanannya dan meminta pengganti, ia justru dituduh berlebihan oleh sang suami. Konflik memuncak ketika suaminya pergi untuk perjalanan dinas. Di malam itu, sang terapis laktasi bertindak jauh melampaui tugas profesionalnya, menggunakan mulut hingga diam-diam membuka gaun tidurnya tanpa sepengetahuan sang suami.
Sampul Novel Baby CEO: Kehamilan yang Tak Diinginkan
8.4
Evalia terjebak dalam kehamilan tak terduga setelah menolak cinta Hanson Dirgantara. Meski Hans bersikeras ingin bertanggung jawab demi calon bayinya, Eva yang membenci kelicikan pria itu tetap menolak menikah. Di tengah ambisi Hans yang menggunakan kekayaan keluarganya untuk menaklukkan Eva, gadis yatim piatu ini justru berusaha menggugurkan kandungannya. Mampukah Eva lepas dari obsesi Hans dan meraih mimpinya menjadi dokter, atau ia akan selamanya terkendali?
Sampul Novel Bayangan Mafia Mengintai Setiap Nafasku
9.7
Terjebak di pusaran mafia yang kelam, aku merindukan kehidupan damai di balik layar. Namun, segalanya berubah saat ibuku menikahi mantan bos mafia. Kaelion Verez Montefalco, pewaris takhta kejam dari Italia Selatan, kini menjadi saudara tiriku yang obsesif. Dia mengontrol setiap gerak-gerik dan napas yang kuhela. Di saat aku berjuang mempertahankan kebebasan, Kaelion justru menggunakan kekuasaannya untuk menjeratku dalam dominasi yang dingin dan tak terelakkan.
Sampul Novel Dendam Menantu Miskin
8.5
Akibat kemiskinannya, Rendra Gumilar dipaksa bercerai oleh Tuan Brata, mertuanya yang angkuh. Meski berat hati, buruh pabrik ini terpaksa berpisah dengan Viona serta bayi mereka yang masih kecil. Diusir dan dihina, Rendra tidak menyerah pada nasib. Ia bertekad bangkit menjadi pria sukses demi merebut kembali keluarga kecilnya. Mampukah Rendra membuktikan harga dirinya di hadapan mertua yang dulu meremehkannya, ataukah ia justru akan kehilangan mereka selamanya?
Sampul Novel Hasrat Istriku
8.4
Naya terjebak dalam dilema besar antara karier impian dan kehidupan rumah tangganya. Demi menjaga posisi di perusahaan, ia terpaksa merahasiakan status pernikahannya dari rekan kerja. Meski sangat mencintai Ghiyas, ambisi profesional Naya terus menguji kesetiaannya. Kini, di tengah usia pernikahan yang masih sangat muda, ia dipaksa keadaan untuk menentukan pilihan sulit. Akankah Naya mempertahankan pekerjaannya atau justru memilih keutuhan cintanya?
Sampul Novel Janji yang Diingkari, Hati yang Sejati
8.7
Pasca penglihatannya pulih, Della terkejut mendapati Hurst Owen, adik kekasihnya, yang justru menjadi suaminya. Rahasia terbongkar saat ia mendengar Brady Owen lebih memilih Betty Kirk ketimbang dirinya yang buta demi dia. Meski Brady berjanji kembali dalam sebulan dan menganggap pernikahan adiknya palsu, Hurst mulai menyimpan rasa. Tanpa mengungkap kesembuhannya, Della justru membawa Hurst meresmikan ikatan mereka demi menjadi istri sejatinya.