Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta yang Dipaksakan Berakhir Tragis

Cinta yang Dipaksakan Berakhir Tragis

Sejak kecil, Wira dan Raisa tidak pernah akur. Saat dijodohkan, Wira menolak keras sementara Raisa justru menerima tantangan itu. Di hari pernikahan, Wira melepas puluhan ayam untuk mempermalukan pengantinnya, tetapi Raisa dengan tenang menganggap ayam tersebut sebagai suaminya. Sikap dingin Raisa membuat Wira mencibir dan memperingatkan bahwa dia akan menyesal. Tiga tahun berlalu, setelah memergoki Wira berselingkuh untuk ke-99 kalinya, Raisa akhirnya memahami arti penyesalan itu.
Bab
Bagikan

Bab 3

Di seberang telepon, terdengar napas berat.

Raisa berpikir, kalau saat ini dia berdiri tepat di hadapan Wira, mungkin dia sudah dicekik mati sebelum satu bulan berlalu.

Sebelum Wira sempat melontarkan sumpah serapahnya, Raisa tertawa. "Wira, kali ini aku nggak main-main. Tapi, aku punya satu syarat."

Wira tidak menjawab.

Raisa tidak peduli, melanjutkan kata-katanya, "Aku mau kamu temani aku melakukan sepuluh hal. Setelah sepuluh hal itu selesai, aku akan mengambil akta cerai. Aku janji setelah itu, aku akan benar-benar lenyap dari hidupmu."

Kalimat itu terlalu menggiurkan.

Wira mengerutkan kening. "Sepuluh hal terlalu banyak, lima saja."

Raisa terkekeh-kekeh. "Oke."

Hal pertama, Raisa meminta Wira menemaninya ke sebuah gala amal. Dia berdandan dengan sangat anggun. Ketika Wira menjemputnya, jari-jarinya sibuk menggesek layar ponsel, matanya bahkan tidak melirik ke arah Raisa.

Raisa tidak peduli. Dia tahu dari mulut Wira tidak akan pernah keluar kata-kata manis. Namun anehnya, saat sudah duduk di mobil, Wira akhirnya melirik dan langsung mengerutkan alis.

"Kamu diet ya? Wajahmu pucat banget. Jelek."

Jari-jari Raisa menegang, tetapi pandangannya tetap lurus ke depan. Dia tidak menanggapi.

Saat turun dari mobil, Wira menarik tangannya. Ketika melihat wajah Raisa yang menegang, dia bertanya dengan nada menghina, "Kenapa? Bukannya kita pernah pegangan tangan? Yang lebih dari ini juga sudah pernah. Ngapain sok kaget?"

Tangan Raisa yang dingin dibungkus oleh telapak tangan Wira yang hangat. Ini memang bukan pertama kalinya Wira memegang tangannya, tetapi ini pertama kalinya dia melakukannya secara sukarela.

Orang-orang di sekeliling mereka memandang heran saat melihat keakraban aneh antara mereka berdua.

Acara lelang dimulai. Raisa melihat barang yang diinginkannya. Tanpa sadar, dia mengangkat papan lelang, tetapi seorang pria di sampingnya sudah lebih dulu mengangkatnya.

Itu adalah lukisan peninggalan seorang pelukis luar negeri yang telah wafat. Banyak orang menyukainya dan berlomba menawar.

Namun, pada akhirnya Wira yang berhasil memenangkannya dengan harga tinggi. Ada kehangatan aneh menyusup ke dalam hati Raisa.

"Wi ...."

"Kirimkan lukisan ini ke rumah Keluarga Taulany di Kota Nemar."

Tangan Raisa yang hendak diulurkan langsung membeku di udara. Ternyata lukisan itu bukan untuknya. Hatinya dipenuhi kegetiran, seolah-olah ingin menenggelamkan seluruh dirinya.

Dia tiba-tiba berdiri dan melangkah ke luar. Wira mengerutkan alis dan mengejar, langsung mencengkeram lengannya.

"Belum selesai, kamu mau ke mana?"

Raisa berusaha menarik diri, tetapi tak berhasil melepaskan diri dari cengkeramannya.

Wira mulai kesal. "Kamu yang minta aku ke sini, sekarang malah marah sendiri? Sakit jiwa!"

Kata "sakit jiwa" itu seperti tusukan tajam ke dalam hati Raisa.

"Ya, aku memang sakit." Raisa melepaskan tangannya dengan paksa dan berjalan pergi tanpa menoleh.

Selama seminggu, Raisa tidak menghubungi Wira. Dia juga sudah pindah dari rumah mereka. Awalnya Wira tak terlalu peduli. Namun, setiap kali memikirkan empat hal yang tersisa, dia merasa tidak tenang.

Seolah-olah kalau tidak cepat-cepat diselesaikan, Raisa akan kembali menempel padanya seperti dulu. Akhirnya, dia tidak tahan dan menelepon Raisa.

Saat panggilan masuk, Raisa baru saja selesai menjalani radioterapi. Penyakitnya semakin memburuk, sekujur tubuhnya terasa nyeri.

"Masih ada empat hal lagi. Raisa, jangan coba-coba main tipu muslihat ya."

Raisa terdiam sejenak. "Aku mau pergi ke Tiber."

Wira mengernyit. "Sekarang?"

"Ya, sekarang juga."

Wira benar-benar merasa Raisa sudah gila. Namun, demi cerai, demi terlepas dari wanita itu, dia langsung membeli tiket ke Tiber tanpa berpikir panjang.

Raisa memakai pakaian yang tebal dan tertutup. Saat dia sampai, Wira sudah tampak kesal karena menunggunya.

"Kamu ngapain sih? Aku mau jemput, kamu nolak. Sekarang malah datang telat begini."

Mendengar omelannya, Raisa hanya diam dan menyerahkan koper ke tangannya. "Bawel."

Wira tersenyum dingin, lalu secara refleks mengambil semua barang bawaan Raisa. Gerakan spontan itu bahkan tak disadari olehnya sendiri.

Pesawat hampir lepas landas. Tiba-tiba, ponsel Wira berdering. Raisa berdiri di dekat gerbang, memandangnya dari kejauhan.

Wira menggenggam erat ponselnya, tubuhnya menegang. "Maaf, Raisa. Aku nggak bisa ikut ke Tiber."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Air Mata Kerinduan
9.2
Novel modern Air Mata Kerinduan mengisahkan keresahan seorang istri ketika suaminya mendatangkan seorang terapis laktasi pria ke rumah. Meski telah mengutarakan ketidaknyamanannya dan meminta pengganti, ia justru dituduh berlebihan oleh sang suami. Konflik memuncak ketika suaminya pergi untuk perjalanan dinas. Di malam itu, sang terapis laktasi bertindak jauh melampaui tugas profesionalnya, menggunakan mulut hingga diam-diam membuka gaun tidurnya tanpa sepengetahuan sang suami.
Sampul Novel Baby CEO: Kehamilan yang Tak Diinginkan
8.4
Evalia terjebak dalam kehamilan tak terduga setelah menolak cinta Hanson Dirgantara. Meski Hans bersikeras ingin bertanggung jawab demi calon bayinya, Eva yang membenci kelicikan pria itu tetap menolak menikah. Di tengah ambisi Hans yang menggunakan kekayaan keluarganya untuk menaklukkan Eva, gadis yatim piatu ini justru berusaha menggugurkan kandungannya. Mampukah Eva lepas dari obsesi Hans dan meraih mimpinya menjadi dokter, atau ia akan selamanya terkendali?
Sampul Novel Bayangan Mafia Mengintai Setiap Nafasku
9.7
Terjebak di pusaran mafia yang kelam, aku merindukan kehidupan damai di balik layar. Namun, segalanya berubah saat ibuku menikahi mantan bos mafia. Kaelion Verez Montefalco, pewaris takhta kejam dari Italia Selatan, kini menjadi saudara tiriku yang obsesif. Dia mengontrol setiap gerak-gerik dan napas yang kuhela. Di saat aku berjuang mempertahankan kebebasan, Kaelion justru menggunakan kekuasaannya untuk menjeratku dalam dominasi yang dingin dan tak terelakkan.
Sampul Novel Dendam Menantu Miskin
8.5
Akibat kemiskinannya, Rendra Gumilar dipaksa bercerai oleh Tuan Brata, mertuanya yang angkuh. Meski berat hati, buruh pabrik ini terpaksa berpisah dengan Viona serta bayi mereka yang masih kecil. Diusir dan dihina, Rendra tidak menyerah pada nasib. Ia bertekad bangkit menjadi pria sukses demi merebut kembali keluarga kecilnya. Mampukah Rendra membuktikan harga dirinya di hadapan mertua yang dulu meremehkannya, ataukah ia justru akan kehilangan mereka selamanya?
Sampul Novel Hasrat Istriku
8.4
Naya terjebak dalam dilema besar antara karier impian dan kehidupan rumah tangganya. Demi menjaga posisi di perusahaan, ia terpaksa merahasiakan status pernikahannya dari rekan kerja. Meski sangat mencintai Ghiyas, ambisi profesional Naya terus menguji kesetiaannya. Kini, di tengah usia pernikahan yang masih sangat muda, ia dipaksa keadaan untuk menentukan pilihan sulit. Akankah Naya mempertahankan pekerjaannya atau justru memilih keutuhan cintanya?
Sampul Novel Janji yang Diingkari, Hati yang Sejati
8.7
Pasca penglihatannya pulih, Della terkejut mendapati Hurst Owen, adik kekasihnya, yang justru menjadi suaminya. Rahasia terbongkar saat ia mendengar Brady Owen lebih memilih Betty Kirk ketimbang dirinya yang buta demi dia. Meski Brady berjanji kembali dalam sebulan dan menganggap pernikahan adiknya palsu, Hurst mulai menyimpan rasa. Tanpa mengungkap kesembuhannya, Della justru membawa Hurst meresmikan ikatan mereka demi menjadi istri sejatinya.