
Cinta wanita kutubuku
Bab 2
"Bos,panggil saya?" dengan suara takut salah bicara.
Bos terlihat lebih tenang,daripada yang tadi saat di depan banyak orang,Elia merasa bingung dengan bos,ada apa dengan bos tadi manggil sekarang diam.
Bos melihat ke arah Elia,tersenyum dan Elia mangkin bingung,ada apa bos ketawa mengapa tidak bicara apa-apa malah diam aja,serasa Elia kayak badut.
"El,duduk aja kali kenapa kamu berdiri terus,emang enggak capek berdiri terus?"
"E-eh ya bos."
Elia duduk di depan bos,sedangkan bos sedang sibuk kerja,Elia bingung kalau bos emang sibuk,kenapa bos memanggil dirinya untuk keruanganya.
"Bos Edward ada apa cari saya?"
"Enggak kok,saya cuman mau liat kamu aja."
"M-maaf bos ini tentang tadi ya,maaf bos saya tidak tau kalau bos,bos baru saya. saya taunya bos akan datang dua minggu lagi,enggak taunya lebih cepat.
Bos tersenyum melihat Elia yang merasa dirinya salah dan terus minta maaf,sembari melihat ke arah Elia.
"Udah,kamu mau sampai kapan minta maaf sama saya? saya aja enggak masalah,kenapa kamu gelisah kayak gitu? emang saya menakutkan banget ya,sampai kamu juga takut sama saya?"
Elia yang melihat bos malah bingung dan melihat ternyata bos,enggak sejahat rumor yang ada,tapi mengapa bos tidak di sukai banyak orang ya.
"El."
"Iya bos,ada apa?"
"Kamu mikir apa? "
Elia hanya mengeleng kepala dan senyum,sembari itu bos melihat ke arah jam tangan,sontak tersenyum kepada Elia.
"El,udah sore,kamu enggak pulang?"
"I-iya bos ini mau pulang."
"Bareng ayo,biar sekalian jadi saya pulang juga,saya capek El kalau harus di kantor terus,kamu enggak kasihan sama saya?"
Elia bingung,ada apa dengan sikap bos,kenapa dirinya sangat baik kepada Elia,harusnya ia bersama Della,mengapa dengan Elia yang kutubuku.
"Bos,teman saya belum pulang Della,gimana kalau bos pulang sama dia aja,pasti dia senang pulang sama bos."
"Kamu tolak saya secara halus ya El,padahal saya mau antar kamu pulang,kenapa kamu suruh saya pulang sama oranglain,emang saya terlihat seperti supir di mata kamu."
Elia yang mendengar itu merasa sakitnya bos,sampai akhirnya Elia merasa enggak enak dan menghela nafas kepada dirinya.
"Maaf bos,saya enggak bermaksud yaudah kalau bos,mau antar saya pulang. saya pulang sendiri aja biar bos enggak di anggap seperti supir? gimana bos?"
Bos bukan marah,malah tertawa dengan terbahak-bahak. Della yang mendengar itu bingung ada apa di dalam,apakah Elia baik-baik saja sama bos gila itu.
"Iyaudah ayo pulang El."
"I-iya bos."
Keluar dari kantor Elia harap masih ada Della,ternyata Della udah pulang duluan,karena takut dengan bos,akhirnya ia bergegas pulang dan meninggalkan Elia berdua dengan bos.
"Mana Della? udah pulang kan dia,berarti kamu enggak ada alasan untuk tolak saya,pulang bareng ya? mau kan?"
Elia hanya menganggukan kepala yang artinya ia setuju,pulang bersama bos Edward,walau sebenarnya dirinya enggak akan nyangka pulang dengan bos,selama ini Elia yang di kenal,hanya wanita kutubuku yang enggak mungkin,ada panggeran putih yang suka,pas di suka sama bos sendiri.
Elia mengeleng kepala dan bos tersenyum,sembari menahan kepala Elia.Elia melihat ke arah bos,sembari itu bos tersenyum kepada Elia.
"Kamu kenapa El? nanti pusing loh,kepalanya kayak gitu."
"Maaf bos,tadi saya lagi kepikiran sesuatu cuman sesuatu yang aneh."
"Hmm,kalau saya boleh tau apa?"
Elia melihat ke arah bos,bos juga sembari menyetir curi-curi pandang ke Elia,menghelus kepala Elia yang diam.
"Kamu kenapa sih El,lucu banget."
Elia bingung,enggak lama handphone bos,berdering dari klien,setelah itu Elia hanya melihat pemandangan lewat jendela mobilnya.
Bos Edward yang melihat itu,tidak fokus dan menghelus kepala Elia,Elia melihat ke arah bos sontak bos sadar,kembali telepon kepada klien.
"Maaf pak,ada apa pak?
Setelah melanjutkan telepon,akhirnya sampai di tempat makan Elia bingung,kenapa bos mengajaknya ke sini dan bukan pulang.
"Loh pak? bapak enggak salah ajak saya ke sini? ngapain saya ke sini pak? apa enggak aneh ya pak,seorang karyawan pergi bersama bosnya pak?"
"Hmm,enggak kok kamu di tempat kerja memang,karyawan saya tapi kalau di luar,kamu sama saya sama jadi,menurut saya kamu enggak perlu berpikir seperti itu El,aku enggak suka kamu mikir kayak gitu."
Bos pegang tangan Elia,Elia hanya diam sembari melihat tangan bos yang gampang banget,mengenggam tanganya dengan erat.
"Maaf El,enggak sengaja."
"Iya pak,enggak apa-apa saya yang harusnya minta maaf,kan saya enggak pantes di pegang bapak,yang ada nanti tangan bapak kena kuman karena saya."
Bos yang mendengarkan itu sontak mengerutkan dahinya,sembari itu Elia bingung,mengapa bos seperti marah apa dirinya salah berbicara.
Sembari mencari tempat duduk,melihat menu bos terus melihat ke arah Elia,Elia juga melihat ke arah menu dengan senyum semeringai.
"Kamu suka El,makan di tempat kayak gini?"
"Hmm,suka kok bos kalau bos sendiri suka? kok bos tau tempat ini? biasa makan sini,eh maaf bos saya jadi bawel emang suka gini mulutnya,maafin saya ya bos."
Bos tersenyum,mendengar Elia berbicara tanpa henti,membuat bos senang,dengan perkataan Elia,setelah itu bos melihat ke arah Elia.
"Enggak apa-apa saya senang kok kalau kamu bicara dengan santai kayak gitu sama saya,kan saya udah bilang kamu kalau di luar tetap jadi diri kamu dan status kita sama,jadi kamu jangan merasa enggak enak sama saya,ngerti kan El?"
"Iya pak,tapi tetap aja saya enggak enak,saya takut kebiasaan nanti saya malah terkesan,enggak sopan sama bapak."
Bos hanya tertawa tidak lama makanan mereka datang,akhirnya mereka menyantap makanan mereka.
"Ayo Elia,aku antar."
"Hah? enggak usah bos saya bisa sendiri kok,bos tenang aja oke bos."
"Hmm ini bukan penolakan tapi saya perintahin,jadi kamu harus mau."
Elia juga tidak mungkin menolak karena ini bos barunya,akhirnya Elia mengiyakan ajakan bos,sampai dirumah Elia.
"Ini rumah kamu El?"
"Iya bos,ada apa?"
"Saya boleh main?"
"Hah? bos mau main ngapain? jangan bos rumah saya enggak nyaman,kecil dan juga sempit ngapain bos,masuk kerumah saya."
Bos tertawa sembari itu Elia bingng,ada apa dengan bos yang sedaritadi hanya tertawa padahal Elia tidak sedang melucu.
"Iyaudah kalau saya enggak boleh masuk,saya pulang deh kalau gitu,kamu besok jangan telat ke kantor ya,awas kalau telat saya hukum."
"I-iya bos siap pasti bos,saya enggak akan telat kok bos,saya janji."
"Baik kalau gitu,yaudah deh kalau gitu masuk gih ke dalam,saya masih ada rapat sama klien,maaf ya enggak bisa berbicara banyak sama kamu."
Elia hanya tersenyum dengan terkekeh,enggak lama keluar dari mobil bos,sembari melambai ke arah bos dan bos tersenyum jalan melewati Elia.
Elia bingung dan jalan ke arah pagar rumah,sedangkan mama yang mengintip di kaca jendela hanya tersenyum,seperti ada maksud,masuk kedalam rumah dan melihat ke arah mama yang tersenyum membuat Elia takut,sekaligus kaget dengan senyuman mama tersebut,kepadanya.
Anda Mungkin Juga Suka





