Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta wanita kutubuku

Cinta wanita kutubuku

Elia menghabiskan hari-harinya bekerja di sebuah gedung perkantoran megah tanpa menarik perhatian siapa pun. Namun, segalanya berubah saat ia dipertemukan dengan Edward, putra dari pemilik perusahaan tersebut. Keduanya mulai menjalin kedekatan intens karena harus mengelola sebuah proyek besar yang sama. Tanpa disadari, benih-benih cinta mulai tumbuh di hati Elia terhadap Edward, dan ternyata sang pewaris kaya itu pun merasakan hal yang sama.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Nak,itu siapa? tumben di antar naik mobil."Mama bertanya kepada Elia,dengan maksud apakah itu calon suaminya.

"Oh itu bos Elia ma,kenapa ma."

Mama bahagia saat mendengarnya ternyata itu bosnya Elia,setelah itu Elia bingung dan pegang pundak mama.

"Ma,kenap ma? mama enggak apa-apa kan?"

"Enggak,udah sanah mandi terus makan."

Elia hanya diam dan bingung ada apa dengan mamanya,padahal dirinya tidak melakukan apapun,kepada mamanya.

Saat di meja makan,akhirnya mereka makan sembari makan,mama nanya tentang orang yang mengajak Elia pulang.

"Nak."

"Iya ma."

"Kalau kamu sama bos kamu,kayaknya cocok deh nak."

Elia yang mendengar itu sontak tersedak dan mama hanya diam,sembari menumpukan tanganya di pipinya.

"Kan,setiap mama bilang cocok pasti kamu yang enggak suka,kenapa sih nak? bos kamu pasti ganteng ya,makannya kamu batuk?"

"Bukan gitu ma,siapa tau bos Elia udah punya calon buat nikah."

"Kan baru calon nak,bukan udah sah! tenang aja,jodoh kamu itu dia!"

Elia hanya mengeleng kepala,sembari lanjut makan Enggak lama,Della mengirim pesan kepada Elia,setelah mengirim pesan Elia selesai makan.

"Ma,Elia duluan ya nanti taro aja di situ ma,Elia bisa cuci piring kok."

"Mau kemana El? baru juga pulang,udah pergi lagi?"

"Ketemu Della ma."

"Kirain ketemu bos kamu yang tadi,pakai mobil itu."

Elia hanya mengerutkan dahinya,enggak lama setelah pergi mamanya berencana ingin ke kantor Elia,untuk bertemu dengan bos yang mengantar anaknya pulang kemarin,pilihan anaknya salah atau tidak.

.

.

"Ada apa Del? lu panggil gua ke sini."

Della hanya mendekap Elia dengan erat,Elia bingung ada apa sembari melihat wajahnya Della. Della terlihat cemas dan bingung harus melakukan apa.

"Dell,kenapa sih? lu baik-baik aja kan."

"Justru itu,gua mau nanya lu baik-baik aja kan?"

"G-gua? baik-baik aja kok,emang gua kenapa?"

Della menghela nafas,sembari menepuk jidatnya dengan pelan,Elia mangkin bingung dengan Della,sembari itu mengajak Della duduk.

"Ayo duduk ayo,biar lu lebih tenang."

"Hmm,gimana gua mau tenang kalau sahabat gua sama bos gila itu! dia suruh lu apa? suruh lembur ya? apa ngelakuin tugas yang macam-macam?"

"Enggak kok,bos enggak sejahat yang lu kira tau."

Pandangan awal Della,tentang bos gila,menjadi diam dan tidak bisa berkata apa-apa,sembari pegang jidat Elia.

"El,lu enggak di apa-apain kan? kok seketika lu jadi bilang begitu tentang bos."

"Iya,gua ngerti kok lu pasti enggak percaya,tapi bos enggak seburuk kata orang,apa yang orang bicarain tentang dia itu bohong,dan aslinya dia baik kok gua juga tadi ha-habis pergi makan sama dia,setelah pulang kerja."

Della yang mendengar itu sontak bahagia menutup mulutnya,dengan kedua tanganya sembari menguncang-guncang tangan Della.

"Dell,ini serius enggak sih? enggak bercanda kan?"

"Iya,gua serius,masa gua bercanda sama lu,Del."

"Aaa akhirnya ada yang benaran cinta sama lu,tapi kenapa harus bos gila itu ya! kenapa enggak oranglain?"

Elia yang mendengar itu juga bingung,sembari pesan makan,mereka melanjutkan perbincangan yang barusan.

"Tapi ya El,kalau lu sama bos,gua orang yang bahagia sih,tapi pasti lu akan jarang main sama gua."

Muka Della yang cemberut membuat Elia tidak tega kepada Della,sembari pegang kedua bahu Della. Elia tersenyum kepada Della.

"Dell,lu tenang aja,gua pasti akan menunggu lu sampai punya pacar,biar lu duluan gua belakangan aja gimana?"

"Hah? serius? tapi jangan deh,gua terkesan egois enggak sih kayak gitu Dell?"

Elia mengeleng kepala dan tersenyum,sembari makan Elia melihat ke arah sekeliling. sembari menjelaskan kepada Della.

"Enggak ada yang egois kok,menurut gua baik-baik aja selagi,dua pihak bisa terima kenapa enggak?"

"Enggaklah El,gua bercanda gua malah dukung kalau lu punya pacar,nanti gua cari setelah lu udah sama bos,gua dukung deh."

.

.

"Nak,kemana aja? kok baru pulang jam segini."Mama khawatir kepada anak satu-satunya ,selain menjadi mama,mama juga menjadi papa. karena papanya sudah pisah dengan dari Elia kecil.

"Iya ma,maaf ya lain kali Elia akan kabarin mama,biar mama enggak marah oke ma."

"Iya nak."

Elia pergi ke kamar,setelah itu ada pesan dari bos,Elia bingung ada apa dengan sikap bos yang sangat hangat kepadanya.

"Hi El,malam maaf ya aku ganggu kamu,kamu udah tidur El?"

"Belum bos,ada apa?"

"Hmm,besok jangan telat ya."

"Siap bos."

Bos Edward merasa senang,bisa mengirim pesan kepada Elia,orang yang selalu di carinya,namun sepertinya Elia sudah lupa dengan bos Edward.

.

.

"Nak,sarapan nak!"Mama yang merasa kesal dengan Elia,di panggil sekali enggak cukup,enggak tau berapa kali,bisa cukup.

Elia beranjak dari kasurnya,sembari bersih-bersih dan pergi ke kantor,karena dirinya sudah janji kepada bos,tidak telat.

"Nak,kenapa setiap hari,telat terus bangunya,capek loh mama banguninya,apa harus pacar kamu yang bagunin,biar enggak telat?"Mama mengerutkan dahinya,sembari melahap makanan dengan lahap.

Elia yang mendengar itu sontak kaget,sembari makan mama tersenyum melihat ke arah Elia,yang fokus makan.

"Apaan sih ma,aku sama bos aku enggak ada apa-apa,kami hanya karyawan sama atasan aja."

"Nak,kenapa sih enggak sadar-sadar itu bos kamu suka nak,sama kamu." Mama berkali-kali meyakinkan Elia,Elia masih ngeyel dan tetap mengeleng kepala.

Diluar ramai-ramai,sedangkan Elia dan mama melihat dari jendela rumah,mama tersenyum kepada Elia,Elia bingung dan bos melambai kepada Elia.

"Bentar ya ma,Elia keluar dulu dan berangkat ke kantor juga,bye ma."

Mama hanya tersenyum,melihat calon suami Elia yang tampan,jarang di temui dan bersyukur menyukai anaknya.

"Bos,kenapa bos ke sini?"

"Aku mau jemput kamu El."

"Hah? bos serius? jangan bos,saya nanti di bicarain orang kantor gimana?"

Bos mengerutkan dahinya,Elia sontak pegang kedua tangan bos,bos melihat itu merasa kaget dan tersenyum dalam hati.

"Saya,bukan mau nyakitin hati bos,saya cuman enggak mau pangkat bos di kantor,hanya menjadi fasilitas saya juga enggak suka dengan rumor yang orang bicarakan kepada bos,untuk ini aja jangan bos,karena saya bisa pergi sendiri."

"Hmm,kamu malu ya pergi sama saya?"

Semua warga melihat keromantisan mereka,senyum-senyum sedangkan mama Elia juga senyum-senyum di jendela rumah,terpaksa Elia menarik bos ke dalam mobil.

"Bos,kenapa sih nekat banget kerumah saya,tetangga saya itu bawel tau,belum lagi mereka nikah nanya saya kapan nikah."

Elia sontak menutup mulutnya bos tersenyum mendengarnya,sembari itu bos melihat kearah Elia,pegang kepala Elia.

"Kamu emang belum ada pacar?"

Elia mengeleng kepala,bos sontak bahagia merasa dirinya memiliki kesempatan untuk mendekati Elia,masuk ke dalam hatinya.

"Hmm,kenapa enggak mau cari?"

"Enggak ada yang suka sama saya bos,saya ini enggak cantik siapa juga orang yang suka sama saya."

"Kata siapa? kamu enggak cantik? buktinya anggota tubuh kamu lengkap,kenapa kamu ngerasa diri kamu enggak cantik,yang anggota tubuh enggak lengkap aja anggap diri mereka cantik,masa kamu enggak bersyukur sama diri kamu?"

Elia hanya diam mendengar perkataan bos,sampai di kantor bos meliahat ke arah Elia,sembari pegang tangan Elia dengan erat.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Godaan Ranjang Sang CEO-tamat
8.0
Demi menyelamatkan ayahnya dari kanker paru-paru, Gwen Florine terpaksa menerima tawaran Nicholas Kennedy, mantan kekasih yang meninggalkannya sepuluh tahun silam. Nich bersedia menanggung biaya operasi sebesar lima puluh ribu dolar asalkan Gwen bersedia menikahinya. Gwen setuju, namun dengan syarat pernikahan mereka hanyalah kontrak belaka. Di tengah luka lama yang belum sembuh, mampukah Gwen menjaga hatinya agar tidak kembali terjerat pesona sang CEO?
Sampul Novel Ilusi Cinta: Mengungkap Topeng Kekasihku yang Licik
8.9
Karlee merasa hancur setelah dikhianati tunangannya hingga ia bertemu Brian Olson yang karismatik. Mereka sepakat menjalani pernikahan kontrak secara impulsif setelah menghabiskan malam bersama. Brian tampak sangat perhatian, namun semua itu ternyata hanyalah bagian dari rencana liciknya. Saat mengetahui dirinya hamil, Karlee yang murka langsung menuntut cerai. Brian yang penuh penyesalan kini memohon pengampunan agar mereka tidak berpisah selamanya.
Sampul Novel Mawar Hitam Berdarah
9.7
Maria memilih bercerai setelah lelah disiksa batin oleh mertua dan suaminya yang tidak adil. Dianggap cacat karena belum memiliki anak, ia pun harus menelan pil pahit saat sang suami menikah lagi secara sepihak. Namun, takdir mempertemukannya dengan bos menyebalkan yang perlahan mampu meluluhkan hatinya. Saat benih cinta mulai tumbuh, sang mantan suami justru datang memohon untuk kembali. Kini, Maria terjebak di antara cinta baru atau masa lalunya.
Sampul Novel Mengasuh CEO amnesia
9.7
Hidup Aurora berubah sejak menyelamatkan pria misterius di malam Valentine. Tak disangka, pria amnesia itu adalah Roberto, CEO kaya raya. Meski sempat terpisah paksa selama lima tahun, takdir mempertemukan mereka kembali di Gemini Group. Namun, Roberto yang sekarang sangat dingin dan tak mengenalinya. Aurora pun hancur saat menyadari cinta pertamanya telah melupakan janji mereka, bahkan kini ia telah memiliki tunangan yang siap bersanding di sisinya.
Sampul Novel Menghidupkan Kembali Cinta yang Hilang
8.8
Hati Regina hanya milik Malvin. Memasuki tahun kedua pernikahan, ia hamil. Namun, sebelum kabar bahagia itu terucap, Malvin justru meminta cerai demi cinta pertamanya. Kecelakaan tragis membuat Regina bersimbah darah, tapi Malvin mengabaikannya demi wanita lain. Bangkit dari maut, Regina menata hidup hingga sukses besar. Melihat Regina bahagia dengan pria lain, Malvin didera cemburu. Ia mengacaukan pernikahan Regina dan memohonnya kembali bersimpuh di altar.
Sampul Novel My Beautiful Bride
9.7
CEO Ethan Daniel dikenal dingin dan kasar akibat trauma masa lalu. Saat kakeknya menagih janji pertunangan masa kecil, Ethan awalnya tak peduli. Namun, Anna yang sederhana justru memikatnya karena berani menolak kekayaan dan pesona sang konglomerat. Penolakan Anna memicu rasa penasaran Ethan yang tak terbiasa diabaikan. Di tengah upaya Ethan mengejar Anna, bayang-bayang luka lama kembali menghantui. Mampukah ketulusan Anna menyembuhkan trauma Ethan?