Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Semu yang Kukira Abadi

Cinta Semu yang Kukira Abadi

Pernikahan Richelle dan Dave tertunda untuk ke-33 kalinya setelah Richelle ditabrak mobil di malam sebelum pernikahan. Setelah bertahan dari 19 patah tulang dan tiga kali masuk ICU, Richelle mencoba berjalan di koridor rumah sakit. Di sana, dia tidak sengaja mendengar percakapan Dave yang mengenakan jas dokter putih dengan temannya. Richelle terkejut menyadari bahwa tunangannya sendirilah yang sengaja menabraknya dan hampir menenggelamkannya dulu. Dengan dingin, Dave berujar bahwa kali ini tidak ada penundaan lagi.
Bab
Bagikan

Bab 5

Saat membuka mata lagi, Richelle sudah terbaring di ranjang rumah sakit. Seluruh tubuhnya terasa seperti remuk. Dia bahkan sudah tidak tahu lagi ini kali keberapa dia masuk rumah sakit.

Saat itu, ponselnya tiba-tiba berbunyi. Itu panggilan dari petugas polisi yang biasa dia beri uang untuk menjaga ibunya. "Bu Richelle, ibumu di penjara sedang mendapat 'perlakuan khusus'. Apa kamu menyinggung seseorang?"

Napas Richelle sontak terhenti. "Kamu bilang apa?"

"Ada orang yang menyuruh atasan untuk 'mengurus' ibumu. Sekarang dia nggak diberi makan, ditindas oleh teman satu sel, dan setiap hari dipaksa berjemur di bawah matahari selama sepuluh jam!"

Kata-kata itu seperti petir di siang bolong. Dunia Richelle seakan-akan berputar. Suara di ponsel semakin lama semakin jauh.

Pintu kamar rumah sakit tiba-tiba terbuka dengan keras. Dave masuk.

Richelle perlahan mengangkat kepalanya, menatapnya, dan tiba-tiba semuanya menjadi jelas. "Kamu yang melakukannya."

Hanya Dave yang mampu melakukan hal seperti ini. Apalagi dia masih menganggap Richelle yang mengancam Stevie.

Wajah Dave tidak menunjukkan sedikit pun rasa bingung atau terkejut.

Richelle menatapnya seperti menatap orang asing. Suaranya bergetar. "Ibuku pernah menolong keluargamu. Kamu nggak bisa memperlakukannya seperti ini. Kesehatannya sangat buruk. Dia nggak akan sanggup menahan siksaan seperti itu."

Dave berjalan mendekat, lalu menekan pipi Richelle. Matanya dingin. "Benar, dia memang berjasa pada keluarga kami. Tapi bukan pada Stevie. Kalau kamu punya masalah, datanglah padaku. Semua ini aku yang tanggung. Tapi kenapa kamu harus menyakiti orang yang nggak bersalah?"

Pada akhir kalimatnya, cengkeramannya begitu kuat hingga wajah Richelle terasa seperti akan remuk.

Richelle menatapnya dengan mata penuh keteguhan. "Aku nggak mengambil foto itu, juga nggak pernah mengancam Stevie. Kalau kamu nggak percaya, periksa saja rekaman CCTV di depan hotel."

"Kalau bukan kamu, siapa lagi? Stevie berkepribadian lembut, nggak pernah punya masalah dengan siapa pun, kecuali kamu." Tatapan Dave dingin.

Tidak peduli seberapa keras Richelle membela diri, dia sudah memutuskan untuk tidak memercayai wanita itu.

Richelle menahan senyuman getir. Air mata menetes dari sudut matanya dan jatuh di punggung tangan Dave.

Dave merasakan kehangatan itu, seolah-olah ada sesuatu di dalam hatinya yang tersentuh sesaat, lalu padam lagi.

"Baiklah, aku tahu aku salah. Tolong suruh mereka lepaskan ibuku. Aku nggak akan pernah mendekati Stevie lagi."

Richelle menunduk, akhirnya menyerah. Dia tidak ingin lagi melawan karena semuanya hanya sia-sia. Dia hanya ingin ibunya selamat. Dia masih ingin membawa ibunya pergi dari sini.

Melihat Richelle mulai melunak, genggaman Dave pun mengendur. Nadanya ikut melembut. "Aku juga nggak ingin menyakiti Bibi. Tapi Stevie nggak bersalah. Dia juga nggak akan muncul lagi dalam kehidupan kita nanti. Kalau kamu nggak mau berhubungan dengannya, nggak apa-apa. Tapi jangan lukai dia."

Richelle merasakan keningnya disentuh lembut oleh kecupan singkat. Dia hanya mengangguk dengan tatapan kosong, seperti boneka tanpa jiwa.

Sayangnya, meskipun dia sudah begitu patuh, dia tetap saja gagal menyelamatkan ibunya. Keesokan harinya, Richelle menerima telepon dari penjara. Sepanjang perjalanan ke sana, pikirannya kosong. Ketika tersadar kembali, dia sudah berada di depan kamar jenazah.

Di atas ranjang dorong yang baru saja dibuka kainnya, terbaring ibunya. Wajahnya pucat tanpa suara ataupun napas. Richelle jatuh berlutut. Tangannya gemetar. Dia sampai tidak berani menyentuh tubuh ibunya.

Suaranya serak. Air matanya menetes di wajah ibunya yang dingin, tak mampu membawa sedikit pun kehangatan kembali. "Ibu ... bukankah Ibu bilang mau pergi bersamaku .... Bangunlah .... Kita sebentar lagi akan pergi .... Kenapa ... kenapa ...."

Di sampingnya, petugas polisi menjelaskan dengan lirih, "Serangan panas. Saat ditemukan, sudah terlambat."

Hari itu juga, Richelle membakar jenazah ibunya. Upacara pemakaman hanya dihadiri olehnya seorang diri.

Sebelum pemakaman dimulai, dia menelepon Dave 19 kali. Semuanya tidak diangkat. Saat hendak menutup telepon, dia melihat video terbaru di akun Stevie.

Video itu diambil di sebuah konser besar. Di sebelah Stevie, seorang pria menunduk dan menatapnya dengan lembut. Itu adalah Dave yang dicari-cari oleh Richelle.

Suara dalam video bising, lampu-lampu berkelap-kelip. Semua itu mengingatkannya pada masa lalu, ketika dia pernah mengundang Dave menonton pertunjukan band-nya di klub musik live.

Dave menjawab, "Kamu tahu aku nggak suka tempat yang ramai dan berisik."

Sekarang, dia rela menemani Stevie ke konser yang padat orang seperti itu. Richelle menatap layar, tersenyum getir, lalu tidak menelepon lagi.

Di rumah duka, dia membeli sebuah kalung, lalu memasukkan abu ibunya ke dalam kalung itu dengan tangannya sendiri. "Ibu, aku akan bawa Ibu pergi."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BAHAGIA SETELAH DUKA
8.3
Hubungan asmara Gabriel dan Nadya terhalang tembok besar restu keluarga akibat perbedaan keyakinan. Demi meminang Nadya yang merupakan penganut agama yang taat, Gabriel rela berpindah keyakinan dan berkomitmen menjadi imam yang baik. Namun, pengorbanan besar tersebut harus dibayar mahal. Keputusannya membuat Gabriel kehilangan haknya sebagai ahli waris Indofarma Grup dan namanya pun resmi dicoret dari daftar keluarga besarnya.
Sampul Novel Desakan Perceraian dari Saudara Laki-Laki
9.1
Diceraikan saat hamil dan diusir oleh ibu mertua serta putri angkatnya, Sita Hartanto mengira hidupnya hancur. Namun, kebenaran terungkap bahwa Sita adalah putri kandung Keluarga Syailendra yang hilang. Enam kakak laki-lakinya yang berkuasa dan kaya raya siap melindunginya dari segala penindasan. Saat sang mantan suami memohon untuk rujuk kembali, ia harus menghadapi restu dari para kakak Sita yang protektif dalam novel romantis miliarder yang penuh intrik ini.
Sampul Novel Di Balik Kenangan
9.1
Selama tiga tahun, Evelyn setia merawat Aidan yang mengaku amnesia hingga menjadi kekasih rahasianya. Namun, kenyataan pahit terungkap bahwa ingatan Aidan sebenarnya utuh. Evelyn hancur saat mengetahui Aidan dan kekasihnya adalah dalang kematian ayahnya. Dengan tekad bulat, Evelyn mengumpulkan bukti dan menjebloskan mereka ke penjara tepat di hari pernikahan. Meski Aidan akhirnya menyadari cintanya, bagi Evelyn, penyesalan itu sudah tidak berguna lagi.
Sampul Novel Malam Untuk Danira
9.8
Danira hanyalah gadis desa yang merantau demi mengadu nasib di kota. Sialnya, keadaan menyeretnya ke dalam pekerjaan kelam yang tak pernah ia inginkan. Danira terjebak tanpa jalan keluar, seolah tenggelam dalam jurang yang begitu dalam. Namun, sebuah malam tak terduga datang dan menjungkirbalikkan garis hidupnya secara drastis. Takdir baru ini membawa perubahan besar yang tak terbayangkan bagi siapa pun, memberikan pelajaran hidup yang sangat berharga.
Sampul Novel Nafkahku Bukan Nafkah Ibumu
9.3
Niar terjebak dalam depresi berat saat suaminya, Deni, bekerja di luar kota. Tinggal bersama mertua dan ipar yang kejam, uang belanja tujuh juta miliknya dirampas hingga hanya tersisa 500 ribu rupiah. Meski Niar berusaha menutupi penderitaannya dengan bungkam, Deni akhirnya menyadari perubahan sikap sang istri. Ia pun bertekad menyelamatkan Niar dari tekanan keluarganya. Akankah Deni mampu membebaskan Niar dari penderitaan batin ini?
Sampul Novel Possessive Wife
8.3
Kehidupan pernikahan Ana berubah drastis setelah ia mengikuti Andra, suaminya yang berprofesi sebagai polisi, bertugas ke pedalaman Papua. Akibat berbagai rumor yang beredar, Ana yang dulunya tangguh kini berubah menjadi sosok istri yang sangat posesif, pencemburu, dan emosional. Ia sering memancing keributan demi perhatian, namun Andra selalu menghadapi sikap labil istrinya dengan kesabaran luar biasa, menjadi penenang di tengah kobaran api kecemburuan Ana.