Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta & Selingkuh

Cinta & Selingkuh

Hati Stela hancur berkeping-keping saat menyaksikan pengkhianatan suaminya secara langsung. Melihat pria yang ia cintai memadu kasih dengan wanita lain membuat dunianya seketika runtuh. Meski terluka hebat, Stela memilih untuk tidak langsung pergi. Ia memutuskan bertahan demi sebuah misi balas dendam yang terencana. Stela bertekad membuat suaminya menyesali perbuatannya dan merasakan kepedihan mendalam yang selama ini ia tanggung sendirian.
Bab
Bagikan

Bab 2

Terbangun dari tidurnya, Stela Wen berteriak sangat kencang hingga bergema ke seluruh ruangan. Stela Wen nampak panik saat mendapati dirinya tengah bertelanjang di balik selimut. Dalam keadaan panik, Stela menarik selimut dan meremas dengan kuat bagian tepiannya. Pandangannya menoleh ke kanan dan kiri memastikan sedang berada di mana saat ini.

"Kenapa aku ada di sini?" Stela Wen menggigit bibir dan beberapa kali mengintip ke balik selimut--memastikan dirinya benar-benar telanjang atau tidak.

Stela Wen mendadak ketakutan. "Di mana bajuku?"

Stela Wen merangkak turun dari atas ranjang dengan melingkarkan kuat selimut besar tersebut. Pandangannya tengah berkeliling mencari keberadaan bajunya.

Tidak ada. Gaun berwana merah yang semalam membalut tubuhnya raib entah di mana. Masih dalam keadaan panik, Stela Wen sampai mengobrak-abrik kamar besar nan luas yang sama sekali tidak ia kenali.

"SIAL!" maki Stela Wen. "Ini pasti karena aku mabok!" Stela Wen menggeram sambil mengentak-hentakkan kakinya dengan frustrasi.

"Ya Tuhan, aku harus bagaimana?" Stela Wen mulai menangis. Ia terjatuh terduduk di atas lantai sambil mencengkeram kuat selimut yang masih menutupi tubuhnya.

Setelah semalam hatinya hancur karena ditinggal suami berselingkuh, kini Stela Wen harus dibuat gelisah dan bingung karena tidak tahu apa yang sudah terjadi semalam usai dirinya dalam pengaruh alkohol.

"Sebaiknya aku segera pergi!" Stela Wen bangkit lalu mengusap wajah dengan satu tangannya.

Karena sudah bingung harus bagaimana, pada akhirnya Stela Wen memberanikan diri membuka sebuah lemari besar dengan ukiran klasik di setiap tepiannya. Saat dua pintu lemari itu terbuka, dua bola mata Stela spontan membelalak sempurna sampai tidak sadar selimut yang menutupi tubuhnya merosot jatuh ke lantai. Dua tangan Stela Wen kini tengah mendarat menutup bibirnya yang terbuka lebar.

"I-ini ... ini pakaian pria se-semua?" Stela Wen terbata-bata.

"Oh astaga!" Stela kemudian tersadar lalu segera menarik selimut tersebut kembali.

Stela mulai panik lagi. Ia semakin takut dan bingung. Seluruh lemari berisi pakaian pria, itu tandanya semalam ia bersama pria asing di kamar ini.

"Aaaaaa!!" Stela Wen spontan berteriak lalu mengatup kembali bibirnya rapat-rapat.

"Aku harus bagaimana?" Stela menggigit bibir bawah. "Siapa pria yang bersamaku semalam?"

"Tidak, aku tidak boleh diam saja." Stela buru-buru menarik satu kemeja berwarna putih, lalu memakainya dengan cepat.

Kemeja yang kini sudah ia pakai, menutup tubuhnya hingga sampai di bawah lutut. Itu menandakan kalau pemilik kemeja tersebut pastinya berpawakan tinggi tegap.

"Aish, apa yang sudah aku pikirkan!" Stela Wen menjitak kepalanya yang tiba-tiba malah memikirkan sosok pria pemilik kemeja tersebut.

Selesai merapikan rambut dan penampilannya yang sempat kacau, kini Stela Wen buru-buru keluar dari kamar. Sesampainya di luar, Stela Wen baru menyadari kalau tempat yang sedang ia pijak adalah sebuah rumah mewah. Dan Stela dibuat terkejut lagi saat tiba-tiba ada dua orang pelayan wanita mendekat ke arahnya.

"Nona sudah bangun?" salah satu dari mereka bertanya.

Stela Wen yang bingung nampak mengerutkan dahi. Dua pelayan itu semakin membuat pikiran Stela Wen kacau.

"Si-siapa kalian?" tanya Stela Wen.

"Kami pelayan di rumah ini," jawab mereka bersamaan.

Rumah siapa ini? Stela Wen kian bingung. Rumahnya begitu besar dan mewah. Interiornya sangat megah dan riasan di dalamnya begitu modern. Tidak sadar, Stela Wen sampai menyapu pandangan ke seluruh ruangan.

"Maaf, Nona. Apa Nona mau sarapan?" tawar pelayan tersebut membuyarkan lamunan Stela Wen.

Stela Wen buru-buru menggeleng. "Aku mau pergi saja dari sini. Di mana pintu ke luarnya?"

Dua pelayan tersebut saling pandang untuk sesaat sebelum kemudian mempersilahkan Stela Wen pergi.

Stela Wen ingin berhenti mengingat-ingat kejadian semalam yang membuat dirinya sampai bisa berada di kamar asing tanpa busana. Stela yang kini sama sekali tidak memiliki uang, hanya bisa berjalan menyusuri trotoar tanpa alas kaki. Busa dikatakan, nasib Stela Wen benar-benar sial.

Meski sudah berjalan sejauh mungkin, tidak ada satu orang pun yang berinisiatif menolongnya. Kehidupan di kota ini memang lebih banyak orang memilih acuh dari pada ikut campur urusan orang lain.

"Apa dia sudah pergi?" tanya Peter sesampainya di rumah.

"Sudah, Tuan. Nona Stela Wen saya biarkan pergi sesuai perintah Tuan," jawab pelayan tersebut.

Tidak bertanya lagi, Peter berjalan menaiki anak tangga. Ia berjalan sambil melonggarkan dasi yang masih melingkar di lehernya. Kemudian Peter merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel.

"Apa kau mengikutinya?" tanya Peter pada seseorang di balik ponsel. "Ikuti sampai dia benar-benar sudah aman."

Tut! Ponsel terputus dan Peter melemparnya ke atas kasur.

"Hanya karena wanita itu, aku sampai merasa cemas." Peter menjatuhkan diri di atas sofa.

Perasaan kadang tidak bisa ditebak. Pun dengan perasaan Peter pada Stela Wen. Cih! Wanita bodoh yang memiliki pria brengsek!

Peter duduk setengah membungkuk sambil memijat kepalanya yang terasa pening.

"Apa aku terlalu bodoh?" gumam Peter sambil menatap ranjang yang semalam ada seorang wanita terbaring di atasnya. "Dia wanita bersuami, bagaimana aku bisa tertarik padanya?"

Tidak ingin larut dalam pikirannya yang kacau, Peter kemudian memutuskan untuk berendam di bak mandi.

Di sisi lain, kini Stela Wen sudah sampai di rumah ke dua orang tuanya. Melihat tampilan Stela Wen, tentunya membuat sang ibu bertanya-bertanya.

"Ada apa dengan bajumu?" tanya Janete. "Kenapa kau terlihat kacau?" Ia mulai curiga.

Stela Wen acuh dan masuk ke dalam rumah begitu saja. "Tidak ada apa-apa."

Janete menutup pintu lalu menyusul Stela Wen. "Apa kau bertengkar dengan suamimu?" tanya Janete.

"Tidak, Ibu," desah Stela Wen. "Aku hanya salah pakai baju tadi. Aku buru-buru kesini karena ingin mengambil baju lamaku untuk pergi diner bersama suamiku."

Meski jawaban Stela Wen sangat melenceng jauh dari kenyataannya, tapi Janete tetap percaya.

"Stela, kau di sini?" Ayah muncul dari dalam kamar. "Ada apa dengan tampilanmu?" Bukan hanya Janete yang heran melihat tampilan Stela Wen tapi Bowen juga.

"Tidak ada apa-apa, ayah," jawab Stela Wen yang kemudian melangkah menuju kamarnya yang sudah berbulan-bulan tidak ia kunjungi.

"Ada apa dengan dia?" tanya Bowen Wen pada istrinya. "Aneh sekali."

Janete duduk di sofa. "Mungkin semalam dia habis bercinta dengan suaminya lalu paginya datang kesini lupa berganti pakaian."

Bowen Wen tertawa kecil. "Benar juga kau."

"Sungguh pikiran yang kacau!" cerocos Stela Wen setelah mendengar percakapan kedua orang tuanya itu.

Sambil berganti pakaian, Stela Wen masih saja nyerocos hal macam-macam.

"Memang baru saja bercinta, tapi bukan denganku. Melainkan dengan wanita jalang yang gila!" Stela Wen melempar kemeja putih itu ke sembarang tempat.

"Mereka dengab tega bermain cinta di belakangku. Sementara aku ... hiks."

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Istri Yang Lemah
7.8
Elara tidak akan menyerah pada kemewahan hidupnya dan bertekad mempertahankan status pernikahannya. Di sisi lain, Vesper justru menyusun rencana licik agar sang istri segera meminta cerai demi menikahi kekasih rahasianya. Setelah tujuh bulan membina rumah tangga, perselisihan hebat antara pasangan ini pun pecah. Mereka terjebak dalam pusaran pengkhianatan, ambisi besar, dan konflik cinta yang menguji ketahanan Elara di tengah tekanan sang suami.
Sampul Novel Dendam Istri Yang Dikhianati
8.7
Dunia Amora hancur saat menyaksikan Aries berselingkuh dengan adik tirinya, Arin, di kamar mereka sendiri. Pengkhianatan suami yang dianggap setia ini semakin menyakitkan karena keterlibatan ibu tirinya, Resti, yang sengaja merencanakan muslihat tersebut. Merasa kebaikannya dibalas dengan durjana, Amora tidak tinggal diam. Amarahnya memuncak menjadi dendam membara. Ia mulai menyusun rencana matang untuk menghancurkan Resti, Arin, dan Aries sebagai pembalasan atas luka hatinya.
Sampul Novel Ibuku dijadikan pengasuh anak anak kakakku
8.9
Alih-alih dirawat dengan penuh kasih, ibu justru dipaksa menjadi pengasuh bagi kedua anak Sarah. Kakakku itu sungguh tega menyiksa ibu di saat aku sedang berjuang jauh di luar negeri. Namun, masa-masa penderitaan ibu akan segera berakhir. Kepulanganku kali ini membawa misi tunggal untuk menuntut keadilan. Aku tidak akan tinggal diam dan siap membalas setiap tetes air mata serta perlakuan buruk yang telah Sarah lakukan kepada ibu tercinta.
Sampul Novel Istriku Dewi Perang yang Sakti
7.9
Lima tahun mendekam di penjara menempa Dirga Maharaja menjadi panglima perang tertinggi Negara Naga sekaligus ahli medis tanpa tanding berkat bimbingan seorang guru misterius. Namun, kebebasan yang dinantinya justru diawali dengan pengkhianatan pahit dari sang istri. Di tengah kehancuran itu, takdir mempertemukannya dengan seorang wanita luar biasa yang siap mendampinginya menghadapi rintangan apa pun. Dirga pun bersumpah untuk mempersembahkan kebahagiaan terbaik di dunia baginya.
Sampul Novel My Absurd Ning
9.4
Zora Alifia dikenal sebagai santriwati pembuat onar yang kerap memicu kekacauan di pesantren. Kelakuannya sering kali membuat Emir, sepupunya yang juga seorang Gus, merasa sangat kewalahan. Meski sering ditegur, Zora tetap membangkang hingga hubungan keduanya diwarnai ketegangan. Emir pun melontarkan ancaman pernikahan untuk menertibkan Zora. Ajaibnya, gertakan itu mulai mengubah sikap Zora menjadi lebih rajin dan taat menjalani kehidupan di pondok.
Sampul Novel Sahabatku Calon Suamiku
8.4
Shila adalah wanita karier sukses yang hancur setelah memergoki Steven, kekasihnya, berselingkuh dengan temannya sendiri di apartemen yang ia biayai. Selama ini, Steven hanyalah parasit yang memanfaatkan cinta buta Shila. Di tengah luka itu, orang tua Shila datang menagih rencana pernikahan. Terdesak demi menghindari perjodohan, Shila nekat meminta Devan, sahabat setianya yang ternyata memendam rasa sejak lama, untuk menjadi calon suami pura-puranya.