Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Sedalam Doa

Cinta Sedalam Doa

Penyesalan mendalam menghantui hidupku setelah mencampakkan Naira demi Qirani, yang justru mengkhianatiku usai lulus kuliah. Meski mencoba meniti karier di Pekanbaru untuk melupakan luka, hatiku tetap tertambat pada Naira. Saat mendengar pernikahan Naira batal, aku berjuang keras memperbaiki diri dan memohon doa agar hatinya melunak. Setelah setahun penuh perjuangan dan kesabaran, Naira akhirnya membuka hati. Kami pun menikah dan hidup bahagia bersama putri kecil kami.
Bab
Bagikan

Bab 2

Waktu cepat berlalu. Tetapi aku tetap tidak berani menemuiNaira secara langsung. Aku selalu saja mencoba curi-curipandang dengannya. Saat ada di kantin sekolah, saat upacarabendera, saat Naira lewat di depan kelasku, dan ada kalanya juga aku yang sengaja lewat di depan kelasnya hanya semata inginmencari kesempatan bertemu dengan Naira. Tapi semua itu tidakpernah berhasil.

Sudah dua bulan saja sekolah tahun ajaran baru berjalan. Akutetap saja menjadi lelaki jomblo. Teman-temanku sudah berapakali gonta-ganti pacar. Misalnya Reno sudah balikan lagi denganmantannya. Selepas seminggu ia putuskan lagi mantannya dan jadian dengan adik kelas. Aku hanya bisa geleng-geleng kepala. Memang Reno tidak berperasaan, begitu umpatku. Tetapi akutidak benar-benar berani mengungkapkannya kepada Reno.

Jika aku bilang Reno kurang ajar, maka aku balik yang akankena serang dengan mulutnya yang setajam pisau dapur. NantiReno akan mengata-ngatai aku lagi jomblo permanen. Aku kesaldipanggil jomblo permanen. Bukan spidol aja yang permanen, tetapi aku juga dibilang jomblo permanen. Kalau masalahmenjelekkan teman memang Reno biang keroknya.

Sebelum pulang sekolah kami rapat kelas. Kami harusmempersiapkan lomba antar kelas, Porseni SMA. Porseni ataudisebut Pekan Olahraga dan Seni. Setiap cabang olahraga dan seni diperlombakan antar kelas. Ada kategori bola kaki, futsal, basket, tenis meja, volly ball, tari, baca puisi, drama, dan pidatokebangsaan.

Kami hanya diberikan waktu seminggu untuk mempersiapkankelas untuk mengikuti setiap kategori lomba. Aku hanya ikutkategori futsal dan bola kaki. Selebihnya aku menolak ketikaketua kelas menyuruhku mewakili kelas untuk kategorimembaca puisi. Aku malu jika nanti penampilanku tidak baik. Berbeda dengan bola kaki dan futsal, aku sudah suka dan hobisejak SMP. Sekarang aku sudah menjadi salah satu pemainandalan di timku. Maka aku harus membuktikan kualitaspermainanku pada Porseni SMA tahun ini.

***

Pertandingan bola kaki antara kelas XIA dengan XB, suarapembawa acara terdengar nyaring memberikan informasi denganpengeras suara. Aku terkejut. Tim dari kelasku harus berhadapandengan kelasnya Naira. Aku memanggil teman-teman tim sepakbola untuk segera menuju lapangan bola kaki. SMA kami memiliki lapangan bola sendiri. Jadi jika anak SMA inginberlatih atau bertanding tinggal izin kepada pihak sekolah sajauntuk memakainya.

"Ayo, cepat kamu pasang sepatu Reno! Nanti takutnya wasitmenggugurkan tim kita jika telat masuk lapangan," akumenegaskan Reno yang masih berlama-lama. Ia mengajakpacarnya untuk menonton tim kami bermain. Awalnya pacarnyatidak mau ikut menonton. Reno terus merayunya dan akhirnyapacarnya ikut juga menonton. Aku geleng-geleng kepala melihattingkahnya.

Wasit meniup peluit menandakan babak pertama akan dimulai. Aku deg-degan. Napasku naik turun. Aku menjadi kapten timbola untuk kelasku. Menjadi seorang pemimpin di lapangantidaklah mudah. Harus tetap tenang dan tidak boleh terpancingemosi. Jika terjadi apa-apa antara timku dengan tim lawan akuyang harus turun tangan untuk menenangkan.

Bola terus dioper dari kaki ke kaki. Timku mendominasipermainan. Aku sebagai gelandang serang menjadi pengaturserangan. Aku membawa bola ke arah pertahanan lawan. Reno sudah berdiri bebas di depan gawang. Aku mengumpan ke arahReno yang sedang berlari. Bolanya datar tetapi cukup kencang. Reno bebas dari perangkap offside. Bola antara Reno dan penjaga gawang.

Reno memang larinya sedikit lambat dan belum benar-benarbelum siap menerima sodoran bola dariku. Akhirnya penjagagawang keluar dari sarangnya dan mengamankan gawangnya. Serangan pertama tim kami gagal total.

Kini kami mendapatkan tekanan dari tim kelas XB. Seranganbalik dari tim lawan membuat pertahanan kocar-kacir. Karena gelandang dan penyerang dari timku sudah terlanjur di depan. Butuh waktu untuk kembali membantu pertahanan.

"Ayo, ayo, ayo, XB bisa. XB jadi pemenang, XB sang juara," para suporter dari kelas XB bersorak-sorak di tepi lapangan. Ada Naira Asqalani di antara yang bersorak-sorak itu. Aku jadikaget. Ini bisa membuat malu timku, terutama diriku jika timkukalah. Teman-teman kelasku tidak ada yang bersorakmenyemangati kami yang sedang bermain.  Suporter tim lawansemakin heboh saja.

"Gol..." Suporter tim XB suaranya menggema. Timkukebobolan. Skor sementara satu kosong untuk kelas XB. Tim lawan merayakan gol mereka. Aku menunduk lesu. Keasyikanmenyerang dan lambat kembali bertahan membuat timku harusmemungut bola dari gawang. Aku mengusap kening yang berkeringat.

"Ayo...ayo...! Kita pasti bisa mengembalikan kedudukan," akumenyoraki teman-temanku yang terkulai lesu. Baru sepuluhmenit pertandingan berjalan. Kami sudah kebobolan satu gol. Inimembuat mental timku jatuh. Aku harus berjuang sekuat tenagadi lini tengah.

Naira terus saja menyoraki timnya. Aku jadi gugup. Aku harusbisa membuat Naira terkesan padaku. Aku berjuangmemenangkan duel di lini tengah. Permainan lawan semakintenang saja. Mereka memperlambat tempo permainan. Tim lawan mencoba mengulur-ulur waktu. Membuat timku semakinpanik.

Reno tidak bergerak lagi. Ia dikawal oleh dua orang pemainbelakang lawan. Ruang gerak Reno sangat sempit. Aku kesulitanuntuk mengumpan bola ke lini serang. Andino membantuserangan dari sisi kiri. Aku melihat pergerakan Andino. Akumengumpan bola atas ke Andino yang berlari kencang ke depan.

Andino bisa mengontrol bola dengan baik. Andino mencobamengolah bola dan mengecoh pemain belakang lawan. Reno memiliki sedikit ruang gerak. Ada celah besar di dalam kotakpinalti. Aku terus bergerak menusuk ke kotak pinalti.

Andino mengumpan bola ke Reno. Reno terus dikawal. Ia sulitmengontrol bola. Tapi Reno hanya menyentuh bola sedikit dan mengubah arah sedikit ke tengah. Aku datang dengan barlarikencang. Aku punya ruang untuk menendang bola ke dalamgawang.

Pemain belakang lawan segera mencoba menutupi ruangtembakku. Aku mencoba pura-pura menendang bola dan memutar sedikit arah ke kananku. Dua pemain terkecoh secarabersamaan. Lalu aku punya kesempatan untuk menendangdengan kaki kiri. Aku mengarahkan tendangan mendatar ke sisikiri penjaga gawang.

Penjaga gawang membaca tendanganku dan ia melompat untukmenepisnya. Ujung jari penjaga gawang bisa menyentuh bola, dikarenakan tendanganku terlalu kencang sehingga bola tidakbegitu berubah arah. Bola masuk ke dalam gawang. Skor berubah menjadi satu sama.

Suporter kelasku bersorak-sorak dan menyanyikan namaku. Akujadi bersemangat. Rasa lelah ditubuhku langsung hilang. TerlihatNaira dan teman-temannya terlihat kesal karena tim kami bisamenyamai kedudukan.

Permainan semakin sengit saja. Pelanggaran demi pelanggarantercipta. Perebutan bola selalu saja terjadi. Aku kesulitan untukmengola bola dan mengumpan. Tapi berkat stamina dan dayatahan tubuhku yang selalu dijaga membuat daya tahanku sangatbaik. Aku terus bergerak membuka ruang di lini tengah. Akutidak kelelahan walau selalu bergerak untuk bertahan dan membantu serangan.

Stamina tim lawan kehabisan. Aku memiliki banyak ruanguntuk bergerak. Aku bawa bola menusuk ke dalam jantungpertahanan lawan. Dua pemain belakang sedang menjaga Reno. Andino juga menusuk masuk ke kotak pinalti. Pemain bertahanlawan sulit untuk mengawal pergerakan kami.

Aku terus membawa bola, meliuk-liuk, membuka ruang, lalumenendang bola sekuat-kuatnya. Bola melaju di udara dengankencangnya. Sulit untuk dilihat penjaga gawang. Penjagagawang tidak menyangka aku akan menendang bola denganjarak sejauh itu.

Penjaga gawang tengah sibuk membaca pergerakan Reno dan Andino sehingga ia tidak menyangka aku senekat itu untukmenendang bola dari jarak jauh. Bola melaju kencang ke sudutkanan atas penjaga gawang. Bola masuk ke dalam gawang tanpabisa ditepis penjaga gawang. "Gol...gol..."

Kami bersorak-sorak gembira. Aku melompat tinggi ke udarauntuk merayakan gol keduaku. Teman-teman memelukku daribelakang. Kami unggul dua satu dari tim XB.

Pertandingan semakin ketat. Kartu kuning banyak dikeluarkanwasit. Hingga babak kedua berakhir skor dua satu untukkemenangan timku dari kelas XB. Aku menjadi pemain terbaikuntuk pertandingan tadi. Aku bisa mencetak dua gol. Dan berkatkepiawaianku mengolah bola di lini tengah bisa membuat timkumenang dan sanggup bertahan dengan baik.

Naira memandangiku saat aku keluar lapangan. Aku curi-curi pandang dengan Naira. Aku merasa bangga telah bermain baik. Apalagi aku bisa membuat Naira kagum padaku, aku yakin itu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 180 Hari Menuju Akad
9.3
Kania Salsabila terjebak dalam dilema besar saat orang tuanya menjodohkannya dengan seorang ustadz secara sepihak. Di usia 27 tahun, hatinya justru terpaku pada Aryaguna Wiratmaja, sahabat setia yang selalu ada untuknya. Meski enggan, Kania terpaksa menuruti keinginan orang tuanya dengan syarat waktu 180 hari bersama Arya. Kedekatan intens itu kian menyulitkan Kania untuk melepas sosok malaikat pelindungnya demi pernikahan yang tak diinginkannya.
Sampul Novel Bucinnya Cowok Temprament
9.2
Bastian Theo Raymond dan Liliana Mahendra terpisah selama lima tahun akibat kecelakaan yang memicu amnesia. Takdir mempertemukan mereka kembali saat Theo jatuh hati pada Lili yang kini menjadi dokter. Demi meminang Lili, Theo rela menyerahkan sepuluh miliar kepada ayah Lili. Meski temperamen, Theo berubah menjadi sangat bucin. Di sisi lain, Lili mulai merangkai kepingan ingatan masa lalunya melalui sentuhan Theo guna mempertahankan pernikahan rumit mereka.
Sampul Novel Invisible Rich Man
9.5
Davin, pewaris takhta bisnis global, memilih menyamar sebagai petugas kebersihan demi menemukan cinta yang tulus. Di Jakarta, ia bertemu Vania, wanita yang menerima dirinya apa adanya tanpa memandang status sosial. Meski Vania berhasil melewati berbagai ujian kesetiaan yang diberikan Davin, hubungan mereka kini menghadapi rintangan baru yang lebih besar. Keluarga konglomerat Davin muncul menentang keras kedekatan mereka dan berusaha memisahkan keduanya.
Sampul Novel Jerat Cinta Chef Impoten
8.5
Bara adalah pria berusia awal tiga puluhan yang tampak sempurna namun menyimpan rahasia besar. Di balik ketampanannya, ia menderita disfungsi ereksi yang mengancam harga dirinya sebagai lelaki. Zoya terkejut saat menyadari perubahan tak terduga pada kondisi Bara yang selama ini tidak berdaya. Akankah Bara berhasil menyembuhkan aset masa depannya dan menemukan kebahagiaan sejati? Ikuti perjalanan Bara menghadapi konflik cinta yang manis dan penuh rintangan.
Sampul Novel Kutemukan kebahagiaan ku
9.0
Prinsip bahwa individu baik akan dipertemukan dengan pasangan yang setara kini benar-benar menjadi nyata dalam hidupku. Setelah melewati fase penuh air mata akibat mencintai pria yang salah, Tuhan akhirnya menjawab doa-doaku. Kini, hadir sosok lelaki tulus yang senantiasa peduli dan menghujaniku dengan kasih sayang yang luar biasa. Inilah akhir dari penantian panjangku, sebuah kebahagiaan sejati bersama seseorang yang mampu menghargai keberadaanku sepenuhnya.
Sampul Novel Lepas dari Cinta yang Telah Retak
8.0
Tiga bulan berlalu tanpa pertemuan antara aku, suamiku Arga Pratama, dan putri kami, Dora. Saat Arga akhirnya mengajakku berkumpul di vila, aku mempersiapkan segalanya demi menyambut Dora kembali. Namun, setibanya mereka, Dora justru berpaling dariku dan memeluk erat pelayan kami, Maya. Sikap dingin Arga yang acuh tak acuh memperjelas bahwa aku tidak lagi diinginkan di tengah mereka. Ketika Arga memintaku menunggu di tepi jalan selagi mereka pergi, aku menyadari bahwa batas kesabaranku telah habis.