Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Sang Pewaris Lumpuh

Cinta Sang Pewaris Lumpuh

Erios Danbert, pria kaya yang lumpuh, harus mencari istri meski hatinya tertutup rapat. Takdir mempertemukannya dengan Emery Olivia La Carlistee, putri keluarga pembunuh bayaran yang mengincar kekuasaan Erios. Awalnya Emery hanya memanfaatkan situasi, namun ia justru terjebak dalam pusaran bahaya yang mengintai sang pewaris. Meski saling curiga dan mengejar ambisi pribadi, benarkah ada cinta tulus saat topeng dan motif asli Emery akhirnya terungkap?
Bab
Bagikan

Bab 2

Di waktu yang sama, di sebuah hotel bintang lima.

Emery Olivia La Carlistee, putri keluarga pembunuh bayaran Carlistee yang terkenal misterius dan kejam, tengah bermalam di sebuah kamar bersama seorang pria gagah dan tampan. Namun, sepertinya mereka tidak di sana untuk meluapkan hasrat, karena sang pria terlihat ketakutan di bawah tubuh sang wanita yang duduk di perutnya.

"Jadi... kau bilang tidak akan memberikan perusahaan itu untukku?" Emery menekan dada pria di bawahnya dengan tangan kirinya, memainkan telinga pria itu dengan tangan kanannya, dan berbisik lembut.

Pria itu adalah Olander Cassiene, salah satu pemilik puluhan usaha di bawah naungan keluarga Cassiene. Dan pria berkuasa itu, saat ini tengah gemetar oleh birahi dan ketakutan yang merambati seluruh sel tubuhnya. Tubuhnya telanjang bulat, tak pernah terbayangkan olehnya, wanita yang begitu lembut satu jam yang lalu bisa berubah demikian brutal saat ini. Parahnya, dia tidak bisa bergerak di bawah himpitan paha Emery. Seolah paha itu besi penjara yang sulit tergoyahkan.

"A-aku tidak pernah menjanjikan perusahaan itu, Emery. To-tolong jangan lakukan ini padaku," ucap Olander lirih, napasnya sesak oleh tekanan tangan wanita itu. Dia tidak mengerti, kenapa tangan indah nan cantik itu begitu kuat menekan dadanya.

"Mmmm, jadi... kau bilang sekarang kau melupakannya?" ucap Emery, kini lebih dekat di telinga Olander, membuat napas pria itu semakin berat. Terlebih, buah dada tanpa penutup Emery begitu menempel di dadanya, begitu halus dan lembut.

Glek.

"Ti-tidak. Bukan begitu. Aku hanya meminta waktu, kita baru bertemu sekali ini, aku tidak mungkin mem-memberikan perusahaan itu begitu saja. Ak-aku—"

"Ehem?" potong Emery, menarik dadanya menjauh dari pria itu. "Intinya, kau tidak akan memberikan perusahaan itu. Bukankah aku sudah bilang, aku menginginkannya? Aku akan membangun sebuah hotel di sana, dan perusahaan kecilmu menghalanginya. Bukankah tidur denganku sudah penawaran yang sangat menyenangkan?"

Emery tersenyum licik.

Olander yang diliputi birahi saat ini, menatap Emery yang begitu anggun membuat akal sehatnya tidak berfungsi. Dan, melihat kekuatan wanita itu, membuatnya tersadar jika dia harus melakukan sesuatu jika ingin keluar dengan selamat dari sana. Dia mendengar banyak berita tentang keluarga Carlistee, tapi sebelumnya tidak pernah terpikirkan kebenaran dari berita itu. Berita yang mengatakan keluarga Carlistee bisa membunuh lawan hanya dalam kedipan mata. Namun, melihat sosok Emery saat ini, dia meyakini sendiri berita itu.

"Ba-baiklah, aku akan memberikan perusahaanku yang lebih besar, tapi jangan perusahaan itu. Perusahaan itu baru saja aku bangun dengan keringatku sendiri. Emery, aku berjanji aku—"

Emery memotong ucapan pria Olander dengan menempelkan telunjuknya di bibir pria itu, menyuruhnya diam.

"Aku sangat kaya, aku tidak membutuhkan perusahaan besarmu, Olander sayang.... Aku hanya menginginkan perusahaan itu karena aku harus merubuhkannya demi hotelku. Apa kau masih belum paham?"

Olander menggelengkan kepala. "Tidak, jangan Emery. Aku mohon aku akan memberikanmu apa pun, tapi tidak dengan perusahaan itu."

Emery menarik napas dalam, menatap mata Olander dalam, membuat pria itu semakin was-was. Kemudian Emery melekatkan bibirnya di bibir pria itu dengan lembut, mencumbunya, melilitkan lidah, dan menikmati permainannya yang dibalas lidah Olander dengan buruan nafsu.

Desahan tak tertahankan keluar dari rongga bibir Olander sebelum cecapan kembali merebut kuasa atas seluruh rongga mulutnya, membuatnya mabuk kebayang. Hingga sebuah sayatan membuatnya membuat matanya terbelalak lebar. Andai saja bibirnya tidak dihisap begitu kuat oleh Emery, dia yakin suaranya mampu membuat serigala menegakkan bulunya dan ikut meraung.

"Arghhhh!!!" Olander melepaskan suara terakhirnya begitu Emery melepaskan bibirnya. Mata pria itu menatap kosong menatap langit-langit kamar hotel.

Darah merayap membasahi lantai hotel, berasal dari sayatan di leher Olander yang terbuka lebar.

Emery menatap korban di bawahnya dengan senyuman manis dan polos.

"Sayang sekali aku harus membunuhnya. Ck, tidak apalah, aku akan mendapatkan perusahaan itu besok," gumam Emery, mengusap dada Olander dengan tangan kanannya yang berlumur darah. Pisau kecil di tangannya segera dia bersihkan dengan pakaian Olander yang teronggok tak jauh dari sana.

Emery kemudian bangkit dan meraih ponselnya.

"Aku tidak sengaja membunuhnya. Aku akan keluar sekarang juga," ucapnya di ponsel itu. Sebelum seseorang di seberang menjawab, dia sudah mematikan panggilan dan meringis.

"Ck, mereka selalu saja mengeluh," keluh Emery, menyambar gaun merah seksinya yang terdampar indah di bawah sebuah meja. Dia memperhatikan gaun itu saksama. Merasa kecewa karena lagi-lagi gaun itu tidak bisa dia gunakan untuk memuaskan pasangannya.

Dalam beberapa menit saja, Emery sudah berpakaian lengkap. Tubuh indah dengan kaki jenjangnya terlihat begitu memikat, didukung wajah cantik dan polos dengan tatapan mematikan, sungguh perpaduan berbahaya. Rambut cokelat bergelombang panjangnya dia biarkan tergerai begitu saja. Lipstick yang sudah terhapus dari bibirnya, segera dia tumpuk dengan pulasan baru. Bibirnya kini merah merona. Dia menatap wajahnya di cermin, senyuman yang tampil di cermin itu begitu manis. Dia pun mengakui sendiri kecantikannya. Mata cokelat cerah itu pun dibingkai dengan kelopak mata yang indah. Terlebih alis matanya yang sedikit tebal, membuat wajahnya begitu indah.

"Aku bisa membunuh siapa pun dengan wajah ini," gumamnya bangga.

Beberapa saat kemudian, tiga ketukan terdengar di pintu. Emery segera tahu siapa yang berada di luar. Dia pun segera menyambar tas merah kecilnya dan melenggang keluar dari kamar. Begitu pintu terbuka, dua orang pria dengan wajah nyaris sama, tampak menyambut dengan kerutan di dahi mereka. Mereka membawa peralatan kebersihan.

"Aku akan ke mobil. Cepat selesaikan kurang dari setengah jam," perintah Emery, sebelum salah satu dari mereka membuka mulut.

Emery berjalan cepat menyusuri koridor, meninggalkan dua orang berjas hitam itu. Mereka adalah dua dari tiga ajudan kepercayaan Emery. Kyle dan Ezio, si kembar dengan paras rupawan dan jenaka. Tubuh mereka tinggi menjulang ditambah otot yang menghias dada dan perut, menunjukkan keprofesionalan mereka sebagai bodyguard. Rambut cepak hitam mereka tertata rapi, kecuali Kyle yang lebih suka rambutnya sedikit berantakan. Keduanya memiliki senyum menggoda dan ramah, mata hitam yang selalu berkilat jenaka. Namun, saat ini tatapan mata mereka terlihat tidak senang, mereka mendesah berulang kali.

"Emery sepertinya harus tahu kapan mengontrol sifat ingin membunuhnya itu. Sungguh membahayakan," ucap Ezio, menarik plastik dari dalam troli dan memasukkan mayat Olander ke dalam plastik super besar itu.

"Kau benar, tapi aku menyukai Emery yang ganas seperti itu. Aku tidak sabar menunggu kehebohan di mansion Carlistee nanti," sahut Kyle tertawa terbahak.

Ezio menatap saudara kembarnya, "Jangan lupa kita juga akan terkena hukuman. Kau tahu terakhir apa yang kita dapatkan?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bodyguard Mafia Seksi
8.4
Drystan Cordner tidak menyangka akan menjadi pengawal pribadi Avyana Burcardo, putri mafia yang gemar mengoleksi pria tampan. Di tengah godaan Avyana yang intens, Drystan berjuang keras menjaga profesionalitas meski hatinya goyah. Avyana sendiri merasa geram karena Drystan terus menekankan batasan status atasan dan bawahan di antara mereka. Akankah Avyana berhasil mengubah sosok Drystan yang polos menjadi pria yang lebih agresif dalam hubungan ini?
Sampul Novel Collateral Fate
9.5
Letnan Arya Pradipta dari pasukan khusus mengemban misi berisiko tinggi demi menyelamatkan Alana Weston, relawan yang diculik teroris internasional. Namun, operasi rahasia ini berubah menjadi perjuangan hidup mati saat mereka terjebak di zona musuh yang berbahaya. Arya segera menyadari bahwa penculikan Alana bukan sekadar aksi kriminal biasa, melainkan bagian dari konspirasi politik besar yang mengancam keselamatan mereka di tengah pelarian.
Sampul Novel Dipaksa Menikahi Mafia Kejam
9.1
Niat tulus Grazella Elnara Wesley menolong pria asing justru menyeretnya ke dalam neraka. Gabriel Leonard Mattew, pemimpin mafia kejam asal Italia, terobsesi menjadikannya istri karena kemiripan fisik dengan masa lalunya. Meski dipaksa menikah, mahasiswi psikologi ini tetap teguh menjaga hatinya dari dominasi sang mafia. Di tengah perjuangan menyembuhkan adiknya, Grazella harus bertahan menghadapi kekejaman Leon yang menganggap dirinya tuhan.
Sampul Novel ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA
9.4
Tekanan sang kakek memaksa konglomerat Sayudha Wistara menikahi Diandra Safaluna, wanita bercadar yang penuh misteri. Yudha terus dibuat terperangah oleh kemampuan luar biasa dan prinsip unik sang istri. Pesona Diandra perlahan meruntuhkan niat Yudha untuk bercerai setelah dua tahun tanpa kontak fisik. Namun, ia tidak menyadari identitas asli Diandra. Akankah Yudha tahu bahwa istrinya adalah sosok tangguh yang memimpin kakeknya sendiri di dunia mafia?
Sampul Novel Istri Jaminan Sang Laksamana
8.2
Admiral Shawn Miller, Jenderal bintang satu termuda AS, terjebak perjanjian gelap dengan mafia Yousef Kanishka. Demi data rahasia negara, ia menyetujui pernikahan rahasia dengan putri Kanishka, Kiran, sebagai jaminan. Syaratnya mutlak: Shawn dilarang menyentuh istrinya tersebut. Tanpa pernah bertemu sebelumnya, Shawn terpana saat menyadari jaksa cantik di pengadilan militer adalah sosok wanita yang kini terikat secara hukum dengannya.
Sampul Novel Pendekar Dataran Tengah
8.5
Jiu Cien nekat menikahi bibi gurunya meski ditentang keras oleh dunia. Namun, kebahagiaan mereka hancur saat sang istri yang tengah hamil dibantai oleh orang-orang iri. Terpukul oleh tragedi itu, Jiu Cien harus bangkit untuk membalas dendam pada para penghancur hidupnya. Ikuti perjuangan hebat Jiu Cien dalam menapaki jalan kependekaran hingga ia berhasil mencapai puncak tertinggi dan diakui sebagai sosok nomor satu dengan julukan Pendekar Dataran Tengah.