Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Sang Majikan

Cinta Sang Majikan

Trauma masa lalu menghancurkan hidup Amber Aileen hingga ia nyaris mengakhiri segalanya. Di tengah keputusasaan, Gavin Austin hadir sebagai penyelamat. Meski dikenal sebagai pria dingin tanpa ampun, Gavin justru bersikap lembut pada Amber, memicu kemarahan ibu dan tunangannya. Sebuah insiden satu malam mengikat takdir mereka lebih dalam. Namun, saat Amber mengandung, sebuah kabar mengejutkan dari Gavin mengancam janji kebahagiaan yang pernah diucapkannya.
Bab
Bagikan

Bab 2

“Kamu membawa siapa, Mega?”

Kali ini, bukan Gavin yang bertanya, melainkan Kala yang menatap sinis. Tidak ada keramahan sama sekali dari wajah wanita itu. Hal yang sama juga ditunjukkan Eveline. Wanita itu pun tidak menatap bersahabat ke arah Amber, membuat Amber menundukkan kepala. Tangannya meremas rok bermotif bunga miliknya, berusaha menghilangkan perasaan tidak nyaman.

Mega yang ditanya pun menatap ke arah majikannya dan menjawab, “Namanya Amber, Nyonya. Dia saudara saya dari kampung dan saya membawanya ke sini. Saya ingin bertanya, apakah di sini masih ada pekerjaan untuk dia?”

“Tidak ada,” jawab Kala dengan cepat. Dia bahkan tidak memikirkan mengenai keputusannya lebih dulu.

“Berapa usia kamu?” Gavin yang sejak tadi memperhatikan pun mulai angkat bicara, membuat Kala menatap ke arah putranya lekat.

“Gavin,” panggil Kala dengan suara memperingatkan.

Namun, Gavin tidak mempedulikan hal itu sama sekali. Dia menatap ke arah Amber, tidak beralih. Sejak gadis itu datang, Gavin benar-benar dibuat tidak ingin berpaling. Dia merasa ada hal yang menarik dari Amber yang benar-benar memiliki magnet tersendiri.

“Sekarang dia berusia dua puluh lima tahun, Tuan,” jawab Mega, masih mempertahankan kesopanannya.

“Dua puluh lima tahun,” ulang Gavin dan semakin mengamati Amber. Dia melihat tubuh wanita itu dari atas ke bawah.

Amber yang ditatap sebegitu dalam semakin dibuat tidak nyaman. Dia terus saja meremas roknya pelan dan semakin menundukkan kepala. Dia tidak berani menatap manik mata tajam dari pria di depannya.

“Amber, apa yang bisa kamu lakukan?” tanya Gavin kembali, tetapi kali ini ditunjukkan pada Amber.

Amber yang sejak tadi gugup pun menelan saliva pelan. “Saya bisa memasak, bersih-bersih. Apa pun yang diperintahkan, saya bisa, Tuan,” jawab Amber lirih.

“Kamu yakin?” Gavin menaikkan sebelah alis dan menatap Amber lekat.

“Yakin,” jawab Amber tanpa pikir panjang.

Gavin yang mendengar hal itu pun menganggukkan kepala. Dia mendesah kasar dan mengalihkan pandangan. “Kalau begitu, kamu berikan dia kamar, Mega. Beritahu juga apa yang harus dia lakukan,” putus Gavin dengan tenang.

Amber terdiam, cukup terkejut dengan apa yang diputuskan Gavin. Bibirnya bahkan langsung mengulas senyum lebar dan membungkukkan tubuh. “Terima kasih, Tuan,” ucap Amber, benar-benar bahagia.

“Terima kasih, Tuan.” Mega yang mendengar pun ikut bahagia. Dia meraih tangan Amber dan menari gadis itu agar ikut dengannya.

Gavin hanya diam dan memilih asyik menikmati makanan di depannya. Namun, hal berbeda ditunjukkan Kala dan Eveline. Kala yang sudah melihat Amber dan Mega pergi langsung menatap ke arah putranya lekat.

“Gavin, mama sudah menolaknya. Kenapa kamu malah menerimanya?” tanya Kala serius.

Gavin yang baru menelan makanannya menatap ke arah sang mama. “Aku rasa tidak ada salahnya kita membiarkan dia bekerja, Ma. Lagi pula, aku merasa kalau di sini juga kekurangan orang,” jawab Gavin enteng.

“Tapi mama tidak suka dengannya, Gavin. Dia itu masih muda dan pasti tidak akan benar dalam mengerjakan tugas. Bagaimana kal….” Kala menghentikan ucapan ketika Gavin sudah mengangkat tangannya.

Gavin menatap ke arah sang mama. Raut wajah yang semula tenang, kini berubah menjadi datar dan menatap dingin. Kala yang melihat hal itu pun langsung terdiam, cukup tahu dengan emosi yang dimiliki putranya.

“Di rumah ini, aku yang menentukan keputusan, Ma. Jadi, aku tidak mau ada yang meragukannya. Aku cukup tahu apa yang harus aku lakukan dan apa yang tidak harus aku lakukan,” ucap Gavin dengan tegas. Dia pun langsung bangkit dan melangkahkan kaki, menuju ke arah tangga yang terletak tidak jauh dari tempat makan.

Kala yang melihat tingkah putranya pun hanya mampu diam dan membuang napas perlahan. Sedangkan Eveline yang sejak tadi memperhatikan hanya bungkam. Terlihat jelas keterkejutan di wajah wanita itu.

***

Mega membuka pintu kamar, membuat Amber yang sejak tadi menunggu pun menatap sekitar. Hanya ruang kosong yang diisi dengan ranjang dan sebuah lemari kecil di sudut ruangan. Tidak ada hal mewah di ruangan itu, tetapi mampu membuat Amber kembali menunjukkan senyum lebar.

“Sekarang, ini kamar kamu, Amber. Aku harap kamu suka dengan tempat ini,” ucap Mega, membuka pintu semakin lebar.

Namun, Amber hanya diam dan tidak mengatakan apa pun. Dia memilih masuk dan memperhatikan kamar itu lekat. Hingga dia yang sudah puas pun kembali menatap ke arah Mega berada dan melangkah pelan. Sampai dia yang berada di depan Mega membuka tangan lebar dan memeluk wanita itu erat.

“Terima kasih,” ucap Amber.

Mega yang mendengar ikut tersenyum. Dia melepaskan dekapan dan menatap Amber lekat. “Aku tenang kalau kamu suka dengan tempat ini, Amber. Aku harap, kamu juga bisa melakukan tugas di sini dengan baik. Jangan membuat Nyonya Kala dan Tuan Gavin marah,” sahut Mega.

“Tuan Gavin itu pria yang tadi?” tanya Amber memastikan.

Mega langsung menganggukkan kepala dan bergumam pelan. Dia langsung mengatakan semua tentang keluarga itu. Kebiasaan, kesukaan dan bahkan semua rutinitas yang ada. Dia juga memberitahu temperamen kedua majikannya itu. Amber pun hanya memperhatikan dengan seksama dan menganggukkan kepala kecil.

“Kamu sudah mengerti?” tanya Mega ketika selesai menjelaskan.

“Aku mengerti,” jawab Amber, membuat Mega tersenyum.

“Mega.”

Mega yang mendengar seseorang memanggilnya pun mengalihkan pandangan.

“Tuan Gavin memintamu membawakan kopi ke kamarnya,” ucap sang pelayan yang lain.

“Aku akan seegra ke sana,” sahut Mega cepat, membuat pekerja itu melangkah pergi.

“Boleh aku yang coba buatkan?” tanya Amber, menatap Mega lekat.

Mega terdiam sejenak, menatap ke arah Amber ragu. Pasalnya, gadis itu baru saja datang dan dia takut membuat masalah. Namun, melihat Amber yang begitu antusias, dia menjadi tidak tega, membuatnya menganggukkan kepala.

“Tapi ingat, Amber. Jangan buat kesalahan apa pun dan jangan buat Tuan Gavin marah. Dia tidak suka minuman manis,” putus Mega.

Amber hanya mengangguk patuh, mengingat dengan jelas apa yang dikatakan Mega dengannya. Dia mulai melangkahkan kaki, keluar kamar dan menuju ke arah dapur bersama dengan Mega. Dalam hati, dia berdoa semoga Gavin menyukai minuman yang dia buat.

Sedangkan di tempat lain, Eveline masih diam dan memasang raut wajah cemas. Bahkan, Kala yang sejak tadi mengajak berbicara pun diabaikan. Hingga Kala yang sadar dengan hal itu menghentikan aktivitas dan menatap Eveline lekat.

“Eveline, kenapa kamu diam?” tanya Kala, menatap penasaran.

Eveline yang ditanya pun langsung menatap ke arah Kala berada dan membuang napas kasar. “Aku hanya sedang berpikir, kenapa Gavin begitu membela Amber, Tante. Padahal, biasanya dia tidak pernah menentang keputusan Tante. Kali ini, dia melakukannya.”

“Apa menurut Tante, Gavin menyukai wanita itu?” tanya Eveline dengan penuh hati-hati.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Segitiga Yang Rumit
9.6
Alana Putri Pratama terjebak dalam pernikahan hambar dengan Raihan Wijaya, manajer muda yang hanya menjadikannya alat untuk memancing cemburu mantan kekasihnya. Raihan yang terobsesi masa lalu mengabaikan Alana sepenuhnya hingga sang cinta pertama kembali muncul mengusik mereka. Di tengah kerapuhan ini, hadir Daniel Sanjaya, CEO tampan yang mulai mendekati Alana. Akankah Raihan sadar sebelum Alana berpaling, ataukah bayang masa lalu akan menghancurkan segalanya?
Sampul Novel Hypersex Of CEO (Penjerat Cinta & Gairah)
8.6
Permainan Truth Or Dare yang awalnya iseng justru menjerat Thea dalam gairah membara bersama Alvaro. Berawal dari satu kecupan panas, sang CEO justru membelenggu Thea dalam dunia BDSM yang penuh kenikmatan. Status Thea pun berubah menjadi istri pura-pura untuk menutupi obsesi Alvaro. Namun, di balik hubungan fisik yang intens dan penuh dominasi tersebut, benih cinta yang nyata mulai tumbuh. Mampukah mereka menghadapi perasaan yang kian besar di balik ikatan palsu ini?
Sampul Novel Jangan Main-Main Dengan Dia
8.9
Yolanda dibuang ke desa terpencil setelah tahu ia hanya dijadikan alat bisnis oleh orang tua angkatnya. Tak disangka, ia justru menemukan jati diri sebagai pewaris keluarga konglomerat yang sangat berpengaruh. Meski dihujani kasih sayang, ia harus menghadapi kecemburuan adiknya. Yolanda pun bangkit membalas dendam dengan bakatnya yang luar biasa. Pesonanya memikat seorang miliarder ternama yang kini memojokkannya demi mengungkap rahasia besar Yolanda.
Sampul Novel Jodohku Seorang Janda Kaya Raya
8.6
Lintar, seorang pemuda gigih, jatuh hati pada Dewi, CEO sukses yang berstatus janda. Meski pertemuan awal mereka canggung, benih cinta tumbuh di antara keduanya. Namun, asmara mereka terhalang restu paman Lintar yang menentang keras hubungan tersebut. Tak gentar, Lintar berjuang meyakinkan orang tuanya demi mempertahankan cintanya pada sang janda kaya. Ikuti perjalanan emosional Lintar menggapai kesuksesan dan kebahagiaan sejati bersama wanita pilihannya.
Sampul Novel Mendadak Presdir
9.7
Melly Sabira hidup dalam kekangan finansial oleh suaminya, Alan, serta penindasan dari kakak iparnya, Lian. Di tengah penderitaan tersebut, Melly diam-diam membangun bisnis kecantikan hingga sukses secara nasional. Konflik memuncak saat Lian mencoba menjodohkan Alan dengan Siska, yang ternyata bawahan Melly. Merasa terhina, Siska melakukan aksi kejam yang merenggut nyawa orang-orang terdekat Melly. Kini, Melly harus menghadapi tragedi besar di balik kesuksesannya.
Sampul Novel Mutiara Istri Yang Dijual
8.5
Kebahagiaan Tiara hancur saat Andre, suaminya sendiri, menjualnya kepada pengusaha bernama Dewa demi melunasi utang. Meski awalnya pahit, benih cinta mulai tumbuh di hati Tiara saat hidup bersama Dewa. Namun, Dewa justru mengusir Tiara yang tengah hamil saat mantan kekasihnya kembali. Bertekad membesarkan bayinya sendirian, Tiara menata hidup baru. Saat kandungannya berusia tujuh bulan, Dewa datang memohon kembali, namun Tiara tak akan menyerah semudah itu.