Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta  Sang Dokter Untuk Gadis Nakal

Cinta Sang Dokter Untuk Gadis Nakal

Hidup Ayyara hancur setelah menjadi korban pelecehan oleh kekasihnya sendiri. Ia hamil tanpa tahu siapa ayah bayinya karena telah dijadikan bahan taruhan. Di tengah keputusasaan untuk mengakhiri hidup, seorang dokter tampan dan istrinya datang menyelamatkan nyawanya. Secara mengejutkan, sang istri justru memintanya untuk menikah dengan suaminya karena alasan tertentu. Kini Ayyara terjebak dalam dilema besar atas tawaran pernikahan yang tak terduga tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Si.. Siapa kalian?" Tanyaku gugup, sungguh aku merasa sangat takut sekali.

"Kamu tak perlu tau siapa kami, tugasmu disini hanyalah melayani kami berdua!" Pria itu mendorong tubuhku keranjang.

"Kamu disini di jadikan jaminan oleh Andrean, dia kalah taruhan, jadi kamulah bayarannya," Ujar lelaki yang satunya.

"Apa..!" Itu nggak mungkin, Andrean nggak mungkin seperti itu," Kataku, seraya meraih ponsel yang ada di atas nakas.

"Biarkan dia menelpon, paling mau menghubungi si Andrean." Ucap teman lelaki yang hampir mendekatiku.

Aku mencoba menghubungi Andrean, namun nomornya tidak aktif. Aku jadi yakin, Andrean telah menjebakku.

"Sekarang kamu percaya kan, Andrean telah menyerahkan kamu malam ini untuk kita." Ucap pria itu.

"Bram, kamu duluan saja, biar aku jadi penontonnya!"

"Baiklah Pras!"

"Ayo sayang mari kita bersenang-senang!"

"Jangan! tolong aku, aku mohon jangan lakukan itu," Ucapku mengiba pada mereka.

"Jangan coba-coba menolak, kalau tidak ingin kita berbuat kasar padamu. Aku hanya ingin menikmati tubuhmu, bukan menyiksamu, jadi menurut lah! Kalau tidak, aku akan menyakitimu." ancamnya.

Karena takut akhirnya aku hanya pasrah membiarkan Bram menikmati tubuhku, aku hanya bisa menangis pilu, sungguh aku tak menyangka Andrean bisa sekeji ini padaku.

Aku keluar meninggalkan hotel tempat Andrean membawaku kemarin, entah kemana sekarang aku harus pergi. Aku berjalan tak tentu arah, hingga terdengar suara mobil berhenti di depanku. Rupanya aku hampir tertabrak, karena sedang kalut, aku tak menyadari kalau aku berjalan ditengah jalan.

"Kamu nggak apa-apa?" Tanya seorang wanita yang keluar dari mobil tersebut.

"Aku tidak apa-apa," jawabku.

"Sepertinya kamu sedang ada masalah? "Kalau mau pulang, nanti saya antar, mau kan?" tanya wanita itu.

"Aku nggak tau mau kemana Mbak, aku bingung!" Ucapku.

"Apa kamu mau ikut pulang bersamaku? "Untuk sementara kamu bisa tinggal di rumahku. Kenalin, namaku Mayang, panggil saja Mbak Mayang." Ujarnya.

"Aku Ayyara Mbak." Balasku.

Karena tak punya tujuan akhirnya aku memilih untuk ikut mbak Mayang kerumahnya.

"Ini rumahku Ara, aku hanya tinggal berdua dengan ART, suamiku kerja di luar kota, pulangnya sebulan sekali.

" Ra, kalau Mbak boleh tau, kamu sepertinya sedang ada masalah? Ceritakan sama mbak, siapa tau mbak bisa bantu?" Ucapnya.

Apa mungkin aku harus menceritakan semua kejadian yang kualami sama mbak Mayang.

"Ara sepelik apapun masalahmu, kalau kamu mau bercerita setidaknya itu bisa membuatmu sedikit lega,"

"Mbak benar, Ara akan cerita semua sama Mbak," Ucapku.

Kemudian kuceritakan semua kejadian yang menimpaku, semuanya tanpa terkecuali, aku tak dapat menahan rasa sakitku ketika kuceritakan semua pada mbak Mayang, air mataku jatuh bercucuran.

"Tega sekali pacarmu itu Ra. Orang seperti dia seharusnya di beri pelajaran." ucap Mbak Mayang geram.

"Ara, apa tidak sebaiknya, kamu pulang ke orang tuamu?"

"Tidak Mbak, mereka sudah tidak perduli padaku,"

"Baiklah, untuk sementara, kamu boleh tinggal disini,"

Mendengar perkataan mbak Mayang aku merasa senang, untuk sementara mungkin lebih baik aku tinggal disini, aku tidak mau ketemu Andrean lagi.

Seminggu berlalu, sejak kejadian itu, aku tinggal di rumah mbak Mayang, setiap hari mbak Mayang kerja, aku hanya diam dirumah.

"Mayang belum pulang Mbak?"

Degh.

Jantungku berdetak kencang, suara itu, sepertinya aku tidak asiing. Karena penasaran kucoba menoleh, "Itu kan lelaki yang waktu itu, ya Tuhan kenapa dia ada disini."

"Ara, ini mas Bram, papanya Alvin," ucap Mbak ART itu.

Lelaki itu terkejut melihatku, sama seperti aku juga tadi terkejut melihatnya. Namun aku mencoba bersikap biasa, seolah-olah aku tak mengenalnya.

"Aku Ara mas, sepupunya mbak Mayang,"

Pesan mbak Mayang, kalau nanti papanya Alvin pulang, aku harus mengatakan, kalau aku sepupunya, supaya suaminya tidak melarangku, tinggal di sini.

"Aku Bram. Selamat datang ya, semoga kamu betah tinggal disini." Ucapnya dengan tatapan yang sulit diartikan, mungkin dia tak suka aku disini atau justru dia malah senang aku disini.

Entahlah, lelaki yang bernama Bram itu, lelaki yang telah menjadikanku pelampiasannya, dan itu ternyata suaminya mbak mayang. Ya Tuhan, orang sebaik mbak Mayang, kenapa harus punya suami brengsek seperti mas Bram, batinku.

Aku segera berlari masuk kekamar, pikiranku kacau, aku takut bila aku terus disini, pasti Bram akan mengulangi perbuatannya, atau kalau tidak dia pasti akan mengatakan pada Andrean kalau aku berada disini. " Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan? Aku harus segera pergi dari sini secepatnya," Saat kubuka pintu hendak keluar, aku dikejutkan oleh mas Bram, yang sudah berdiri dibalik pintu, dengan tatapan mata yang tajam.

"Kamu mau kemana?"

"Maaf mas, aku mau keluar sebentar," Ucapku seraya menunduk.

"Kamu jangan coba-coba kabur, kalau tidak mau, aku laporkan pada Andrean!"

Mendengar ucapannya hatiku terasa hancur, baru saja aku merasa aman, sekarang bahaya besar malah mengancamku. Ibarat peribahasa, keluar dari kandang harimau, masuk ke mulut buaya, itulah nasib yang kini menimpaku.

"Mas, biarkan aku pergi, tolong jangan ganggu aku lagi!" Ucapku mengiba.

"Kalau mau aman tetap disini!"

Mas Bram mendorongku masuk kembali kekamar , kemudian dia mengunci pintu.

"Mas, aku mohon tolong biarkan aku pergi," Pintaku.

"Kamu akan lebih aman disini, aku janji aku takan memberitahu pada Andrean, asalkan kamu mau melayaniku!"

Mas Bram kembali melakukan aksinya, sebisa mungkin aku meronta, agar jangan sampai dia menyentuhku. Namun apalah dayaku, kekuatan mas Bram jauh lebih besar, dan dia melakukannya lagi.

Aku hanya bisa menangis, merasa jijik dengan diriku, aku benci dengan keadaanku, aku harus segera pergi dari sini secepatnya.

"Pakai bajumu! rapikan kembali tempat tidurmu! Ingat! bersikaplah biasa saja, aku nggak mau sampai Mayang curiga," Ancam Bram, sebelum keluar dari kamar.

***

"Ara, kamu didalam kan?"

Kudengar suara mbak Mayang memanggilku.

"Iya Mbak, maaf aku ketiduran."

"Kamu sudah bertemu mas Bram kan?" tanyanya.

"Iya Mbak, sudah, tapi sepertinya mas Bram keluar lagi mbak,"

"Iya tadi mas Bram telepon, katanya lagi di rumah temannya, ya udah kamu lanjut istirahat aja, mbak mau mandi dulu!"

"Maafkan aku mbak, karena suamimu aku jadi berbohong padamu." ucapku dalam hati.

Setelah malam tiba, aku menunggu waktu yang tepat, untuk segera pergi dari rumah ini, aku menunggu sampai mbak Mayang dan mas Bram tidur.

"Sepertinya mereka sudah tidur, aku harus secepatnya pergi dari rumah ini," gumamku.

Aku berhasil keluar rumah, tanpa ketahuan. Aku berjalan menyusuri jalan, entah kemana aku harus pergi. Tiba-tiba aku dikejutkan oleh suara sepeda motor, berhenti tepat di depanku, dan aku sangat terkejut melihat orang yang kini berada di depanku.

"Akhirnya, kita bertemu lagi,"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akhir Cinta yang Getir
8.3
Hubungan Arissa hancur setelah menunggu pacarnya, Eldino Marven, selama tiga jam. Pria miliarder yang dikira lumpuh itu rupanya bisa berdiri demi menolong Adena Horian. Lewat rekaman video intim yang provokatif, Arissa menyaksikan Eldino mencium Adena yang mengenakan gaun pengantin rancangannya. Mengetahui dirinya hanya dianggap sebagai pengasuh gratis yang tidak layak dinikahi, Arissa membuang kue buatannya dan menghubungi ibunya untuk menyetujui tawaran kencan buta.
Sampul Novel Aku Mengandung Setelah Diusir Mamamu
9.1
Adelia baru menjalani tiga bulan nikah kontrak dengan CEO Arsenio Arfandra saat ibunda sang suami mengusirnya akibat kebohongan yang terungkap. Sebulan kemudian, Adelia hamil anak Arsenio, namun pria itu justru menolaknya mentah-mentah. Meski Arsenio akhirnya menyesal dan ingin kembali, Adelia justru muncul sebagai mempelai manajer bernama Vino. Kini Arsenio harus menghadapi kenyataan pahit saat Adelia merahasiakan identitas ayah kandung Giovanni.
Sampul Novel Buah Cinta Pengkhianatan Suamiku
9.3
Setelah berjuang melewati enam kali program bayi tabung selama lima tahun, Kate justru mengambil keputusan mengejutkan untuk menggugurkan kandungannya. Di saat impian yang dinantinya terwujud, ia memilih untuk melepaskan calon bayinya dan memesan tiket pesawat untuk pergi jauh. Kate menjadwalkan operasi tersebut tepat pada hari ulang tahun pernikahannya dengan Stuart, sebuah momen krusial untuk mengakhiri segalanya di tempat hubungan mereka bermula, yakin bahwa sang suami akan menyetujuinya.
Sampul Novel Disgraced Wife
7.9
El Barack Gunadhya Nagara terpaksa membeli Bellina Devanka Ammari dari bibinya demi memenuhi tuntutan kakeknya akan pewaris Nagara Group. Dalam pernikahan singkat yang penuh penderitaan ini, Bellina harus merelakan hubungannya dengan Kevin Sanjaya. Meski batinnya tersiksa karena hanya dianggap sebagai mesin penghasil keturunan, situasi mulai berubah saat El menjadikannya sosok spesial. Akankah Bellina tetap pergi, atau justru jatuh cinta pada pria yang menyelamatkannya?
Sampul Novel Gadis Bangsawan
8.6
Seorang wanita menawan bergaun mewah menghina Amore Cardozo Pienza di depan umum pada hari ulang tahunnya yang ke-17. Ia mengejek Amore sebagai anak tiri manja yang hanya bisa menggambar bebek aneh. Ayah kandung Amore dan para tamu pun tertawa terbahak-bahak melihat coretan tersebut. Namun, dengan ketenangan luar biasa, Amore membungkam semua ejekan lewat satu pernyataan tajam yang mengungkap rahasia gelap sang ibu tiri sebagai seorang psikopat berbahaya.
Sampul Novel Hati yang Sedang Berperang
8.9
Di Midyat, Bahar Asian hidup terhimpit kebencian kakeknya, Nasuh, sebagai anak haram keluarga penguasa. Takdir mempertemukannya dengan Emir Demir, pemuda yang kembali demi membalas kematian orang tuanya pada keluarga Asian. Meski terjebak dendam, benih cinta justru tumbuh di tengah manipulasi dan perjodohan. Kini, mereka harus memilih antara setia pada darah atau mengikuti hati. Akankah rahasia masa lalu menghancurkan segalanya atau justru memutus rantai dendam?