Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Rumit Tiga Sekawan

Cinta Rumit Tiga Sekawan

Setelah kondisi kesehatannya berangsur membaik, Wenny Sanjaya dihadapkan pada pilihan penting mengenai perjodohan masa kecilnya yang diatur oleh keluarga. Melalui sambungan telepon, sang ibu, Maya Sanjaya, menawarkan opsi untuk membatalkan rencana pernikahan tersebut jika Wenny keberatan pulang ke Kota Jintara. Namun, secara tak terduga Wenny menyetujui perjodohan itu. Ia hanya meminta waktu selama dua minggu untuk menuntaskan segala urusan pribadinya di Kota Hanis sebelum melangsungkan pernikahan.
Bab
Bagikan

Bab 2

Wenny menutup pintu, lalu memakai earphone. Dia tidak ingin mendengar keramaian di luar.

Karena sudah memutuskan untuk pulang dan menikah, maka pekerjaannya di sini harus dia tinggalkan. Namun, dia tetap ingin menyelesaikan tugas-tugasnya dahulu agar tidak merepotkan orang lain.

Dia duduk di depan jendela besar, menyelesaikan pekerjaannya sendirian.

Matahari di luar mulai tenggelam, langit pun perlahan menjadi gelap.

Wenny melepas earphone-nya, bangkit dan meregangkan tubuh. Setelah sekian lama, akhirnya pekerjaannya selesai.

Suasana di lantai bawah kini benar-benar sudah hening.

Secara refleks dia membuka ponselnya untuk bersantai sejenak.

Saat itu, muncullah pesan dari Hana. Wenny pun langsung membukanya.

[Kenapa kamu nggak kasih 'like' di postinganku?]

Baru satu menit pesan itu dikirim, pesan lainnya masuk.

[Maaf ya, Kak Wenny, aku salah kirim, jangan marah ya?]

Wenny membuka akun media sosial Hana, ingin melihat apa yang dia posting.

Yang terlihat di depan mata adalah kolase foto dalam format sembilan kotak.

Semua foto itu menampilkan hadiah-hadiah dari Yoga dan Sandro.

Sebuah gaun putri berwarna merah muda yang sangat mewah terbentang, seperti hamparan awan merah muda.

Untuk melengkapi gaun itu, Yoga juga memberikan sepasang sepatu kristal bertabur berlian. Kilauan berlian itu memantulkan cahaya yang memesona, memberikan kesan mewah.

Kemudian, mobil sport merah di foto itu, jelas-jelas adalah hadiah dari Sandro.

Di foto bagian tengah, Hana berdiri di antara Yoga dan Sandro, kedua tangannya memeluk kedua pria tersebut sambil tersenyum manis.

Keterangan fotonya: [Yay, hari ini aku juga jadi seorang putri.]

Wenny tahu bahwa Hana sengaja mengunggah ini untuk memancing kemarahannya.

Dulu, dia mungkin benar-benar kesal melihat tingkah Hana yang penuh manipulasi ini. Dia juga tidak tahan melihat Yoga dan Sandro memberikan perhatian khusus yang seharusnya hanya untuknya, kepada Hana yang baru mereka kenal sebulan.

Namun, sekarang dia sudah akan pergi, jadi tidak ada lagi yang perlu dia pedulikan.

Kemudian, dia menyentuh layar ponsel dengan ujung jarinya, ikon hati merah langsung menyala.

Mulai sekarang, hubungannya dengan Yoga dan Sandro hanya sebatas teman biasa saja. Pilihan sulit itu kini akan menjadi beban Hana.

Keesokan harinya, Wenny mengajukan surat pengunduran diri ke kantor.

Setelah pulang ke rumah, dia mengumpulkan semua foto mereka bertiga bersama.

Mereka sudah saling mengenal selama lebih dari dua puluh tahun. Jumlah foto bersama mereka tidak terhitung banyaknya, sampai memenuhi lebih dari sepuluh album tebal.

Saat dia membuka album itu, ada foto masa kecil di mana Yoga dan Sandro menemaninya bermain rumah-rumahan. Ada juga foto saat mereka bertiga memenangkan penghargaan di masa SMP. Termasuk foto perjalanan mereka bertiga saat kuliah ….

Wenny melihat satu per satu foto itu. Semua kenangan itu terasa begitu nyata dalam pikirannya.

Namun, sekarang semua itu tidak lagi penting.

Satu per satu foto itu dia bakar, lalu dibuang ke tong sampah, membentuk tumpukan api kecil.

Lidah api terus melahap gambar di foto itu, sampai hanya abu yang tersisa.

Yoga dan Sandro tiba hampir bersamaan, dan kebetulan melihat hal ini.

Setelah melihat dengan jelas apa yang dia lakukan, Yoga segera berjalan mendekat, suaranya sedikit bergetar, "Apa yang kamu lakukan!"

Wenny meliriknya sekilas dan menjawab dengan tenang, "Aku nggak melakukan apa-apa. Foto-foto ini sudah berjamur, jadi aku bakar saja."

Refleks, Sandro mencoba merebut foto yang tersisa di tangan Wenny, tetapi tidak disangka Wenny malah sengaja menggoyangkan tangannya, menjatuhkan semua foto yang tersisa ke dalam api yang menyala.

Api dengan cepat menyebar, sama sekali tidak memberi mereka kesempatan untuk menyelamatkan apa pun.

Sandro masih mencoba meraih foto yang belum habis terbakar, tetapi suhu yang panas membuatnya menarik kembali tangannya.

"Meski sudah berjamur, nggak perlu dibakar! Semua ini punya kenangan!"

Dia berbicara dengan penuh kesedihan, matanya sudah berkaca-kaca.

Yoga juga menatap api dengan rasa kehilangan, tetapi tidak bisa melakukan apa pun.

Mendengar itu, Wenny merasa agak lucu. Meski dia, yang hidup dan nyata, berdiri tepat di depan mereka, kedua orang itu bisa berulang kali menyakiti dirinya demi Hana.

Sementara sekarang, hanya karena sekumpulan foto ini saja, mereka bisa terlihat sangat terpukul.

Tiba-tiba dia penasaran. Jika mereka tahu bahwa dia telah memutuskan untuk pulang dan menikah, bagaimana reaksi mereka?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO 1 Miliar Won
9.5
Kim Liu, pengacara muda yang selalu berbakti, terpaksa menyetujui perjodohan demi ibunya yang sakit parah. Ia menikah dengan Jung Jisung, CEO TJ Group yang kaya namun trauma akibat penculikan masa kecil. Meski awalnya dingin dan penuh rumor, Jisung perlahan luluh oleh ketulusan Liu. Namun, pernikahan rahasia mereka diguncang oleh kebencian ibu mertua, gangguan mantan kekasih Liu, serta intrik Song Minseo yang ambisius. Bisakah cinta tumbuh di tengah rahasia dan tekanan harta?
Sampul Novel Dia yang Dibawa Pulang, Aku yang Dilupakan
7.9
Sejak Siti Kusuma hadir di hari ulang tahunnya yang ke-16, hidup gadis ini berubah drastis. Sikap ketiga saudara laki-lakinya berbalik dingin; Jason mendorongnya hingga jatuh dari tangga, sementara Anto mengusirnya dari rumah. Kepergiannya secara diam-diam dianggap remeh oleh keluarganya yang justru pergi berlibur ke Franzia. Namun, mereka tidak tahu bahwa ia telah menandatangani kontrak mati sebagai ahli kimia termuda di perusahaan saingan berat mereka, memicu penyesalan yang terlambat.
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
8.6
Hari pernikahan yang seharusnya indah berubah menjadi mimpi buruk. Secara sepihak, orang tua dan tunanganku memutuskan untuk mengganti posisi mempelai wanita dengan kakak kandungku yang sedang sakit keras. Karena aku menolak mentah-mentah keputusan tidak adil ini, mereka tega mengikatku di dalam rumah agar pernikahan tetap berjalan tanpa hambatan. Namun, kemalangan tidak berhenti di situ. Saat mereka pergi merayakan pesta, seorang penjahat menyusup dan menghabisi nyawaku dengan kejam. Ketika keluargaku akhirnya kembali untuk melepaskanku, mereka hanya mendapati jasadku yang telah membusuk.
Sampul Novel Istri Yang Berjuang Sendiri
9.1
Kehidupan pernikahan ini terasa sangat hambar karena suamiku enggan menafkahiku dan lebih memilih menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Puncak penderitaanku bermula saat dia mendesakku mengambil utang bank demi membelikannya sebuah mobil. Meski sudah berkorban, pengabdianku justru dibalas dengan pengkhianatan pahit saat aku memergokinya berselingkuh dengan wanita lain. Kini, aku berdiri di persimpangan jalan, mempertanyakan nasib rumah tangga kami yang hancur.
Sampul Novel Jangan Tinggalkan Aku
9.3
Pasca kecelakaan maut yang merenggut orang tuanya, Alvira harus menanggung biaya pengobatan kakaknya yang koma. Di tengah himpitan ekonomi, ia nekat menjual diri di klub malam demi uang cepat. Tak disangka, ia bertemu Damian Verrell, Presdir dingin yang menawarinya kontrak sebagai simpanan dengan bayaran tinggi. Demi keselamatan sang kakak, Avi rela mengorbankan kehormatannya dan terjebak dalam dunia Damian yang penuh kuasa namun memiliki hati yang tertutup rapat.
Sampul Novel Kembalinya Sang Mantan
9.7
Dua tahun berlalu sejak putus, Cica yang kini berusia dua puluh tahun harus menghadapi kenyataan pahit bertemu kembali dengan Soleh, mantan kekasihnya saat SMA. Pertemuan mereka jauh dari kata romantis karena Cica terperosok ke selokan berlumpur akibat asyik bermain ponsel. Alih-alih langsung menolong, Soleh justru menggoda Cica dengan gombalan receh yang memancing emosi. Tak terima, Cica menarik Soleh hingga mereka berdua sama-sama kotor oleh lumpur busuk itu.