Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Rumit Tiga Sekawan

Cinta Rumit Tiga Sekawan

Setelah kondisi kesehatannya berangsur membaik, Wenny Sanjaya dihadapkan pada pilihan penting mengenai perjodohan masa kecilnya yang diatur oleh keluarga. Melalui sambungan telepon, sang ibu, Maya Sanjaya, menawarkan opsi untuk membatalkan rencana pernikahan tersebut jika Wenny keberatan pulang ke Kota Jintara. Namun, secara tak terduga Wenny menyetujui perjodohan itu. Ia hanya meminta waktu selama dua minggu untuk menuntaskan segala urusan pribadinya di Kota Hanis sebelum melangsungkan pernikahan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Melihat dua pria di depannya yang terlihat tegang, Wenny berkata dengan tenang, "Ini hanya foto saja, bisa difoto lagi nanti."

"Karena sudah habis terbakar, nanti kita foto ulang saja. Kebetulan kita sudah lama nggak pergi liburan."

Yoga mencoba menenangkan situasi dan Sandro segera menambahkan, "Kali ini kita juga bisa ajak Hana. Dia sering bilang kalau dia belum pernah pergi liburan sebelumnya."

Mendengar kata-kata Sandro, Wenny kembali tersenyum pahit, menertawakan dirinya sendiri.

Yoga dan Sandro mengira dia setuju dengan usulan ini, dan langsung menghela napas lega.

Ketika mereka hendak masuk ke dalam, mereka melihat beberapa kotak besar yang tiba-tiba ada di ruang tamu. Tadi pagi saat mereka keluar, kotak-kotak ini belum ada di sana.

"Apa lagi ini?" Keduanya bertanya serempak.

Wenny melirik sejenak, lalu berkata, "Oh, aku sudah mengundurkan diri, rencananya mau cari pekerjaan baru."

Bukankah sebelumnya dia sangat menyukai pekerjaan ini?

Pertanyaan yang sama terlintas di benak Yoga dan Sandro.

Hari ini, sikap Wenny terasa sangat berbeda, dan entah kenapa, hati Yoga dan Sandro mulai gelisah.

Sandro hendak bertanya lebih lanjut, tetapi dering telepon tiba-tiba memecah keheningan.

Yoga menjawab telepon dan terdengar suara Hana di seberang yang panik dan kebingungan.

"Yoga, di rumahku tiba-tiba mati lampu. Aku takut sekali … aku harus bagaimana?"

Sandro, yang mendengarnya, langsung bereaksi cepat dan berbicara mendahului Yoga, "Hana, jangan takut. Aku akan segera ke sana."

Yoga mengernyitkan dahi, wajahnya yang biasanya tenang jelas menunjukkan ketegangan.

Karena begitu khawatir terhadap Hana, Yoga dan Sandro langsung mengambil kunci mobil dan buru-buru pergi.

Sementara itu, Wenny tetap tenang, dan setelah mereka pergi, dia menelepon tantenya.

Saat kecil, dia diasuh oleh tantenya, Reyna yang memperlakukannya dengan sangat baik, seperti anak sendiri.

Sekarang, karena akan pergi, dia ingin berpamitan dengan baik.

Mendengar bahwa Wenny ingin pulang untuk menikah, tantenya berbicara dengan berat hati, tetapi rasa kagetnya lebih besar. "Wenny, apa Yoga dan Sandro tahu kamu mau pulang untuk menikah?"

Wenny terdiam sejenak sebelum menjawab, "Mereka nggak tahu. Tante, tolong bantu aku merahasiakan ini. Aku nggak mau ada masalah lagi."

Setelah mendengar itu semua, Tante Reyna di ujung telepon terdiam sejenak.

Tante menghela napas panjang. "Aduh, memang, dari kecil hingga besar kamu itu kesayangan mereka. Siapa pun bisa melihat bahwa kedua anak itu menyukai kamu. Kalian selalu bersama, aku bahkan berpikir kamu akan memilih salah satu dari mereka untuk dinikahi, sayang sekali ...."

Wenny tersenyum tipis dan berkata dengan tenang, "Nggak ada yang perlu disayangkan. Kami memang nggak cocok."

Mendengar itu, Tante tidak memaksa lagi, hanya berkata, "Wenny, Tante tahu kamu pada akhirnya akan pulang. Tapi, Tante nggak menyangka akan secepat ini. Tante sudah melihatmu bertumbuh sejak kecil. Sebelum kamu pergi, mampir dulu ya. Kalau kamu sudah kembali ke Kota Jintara nanti, kita nggak tahu kapan bisa bertemu lagi ...."

Wenny tersenyum, suaranya terdengar sedikit manja. "Tentu saja, Tante. Aku punya beberapa hadiah untuk Tante. Aku juga sebenarnya nggak ingin berpisah dengan Tante."

Setelah itu, tantenya masih terus berbicara panjang lebar sebelum akhirnya menutup telepon.

Baru saja dia menutup telepon, telepon lain sudah masuk.

Kali ini, dari direktur perusahaan tempat Wenny bekerja.

"Wenny, karya desainmu sebelumnya memenangkan penghargaan mewakili perusahaan. Piala penghargaannya baru saja sampai. Karena kamu sudah mengundurkan diri dan belum mengambilnya, aku minta anak magang untuk mengantarnya ke rumahmu."

Begitu direktur selesai bicara, bel pintu berbunyi.

Wenny menutup telepon, membuka pintu, dan melihat Hana berdiri di sana sambil memegang piala penghargaan itu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO 1 Miliar Won
9.5
Kim Liu, pengacara muda yang selalu berbakti, terpaksa menyetujui perjodohan demi ibunya yang sakit parah. Ia menikah dengan Jung Jisung, CEO TJ Group yang kaya namun trauma akibat penculikan masa kecil. Meski awalnya dingin dan penuh rumor, Jisung perlahan luluh oleh ketulusan Liu. Namun, pernikahan rahasia mereka diguncang oleh kebencian ibu mertua, gangguan mantan kekasih Liu, serta intrik Song Minseo yang ambisius. Bisakah cinta tumbuh di tengah rahasia dan tekanan harta?
Sampul Novel Dia yang Dibawa Pulang, Aku yang Dilupakan
7.9
Sejak Siti Kusuma hadir di hari ulang tahunnya yang ke-16, hidup gadis ini berubah drastis. Sikap ketiga saudara laki-lakinya berbalik dingin; Jason mendorongnya hingga jatuh dari tangga, sementara Anto mengusirnya dari rumah. Kepergiannya secara diam-diam dianggap remeh oleh keluarganya yang justru pergi berlibur ke Franzia. Namun, mereka tidak tahu bahwa ia telah menandatangani kontrak mati sebagai ahli kimia termuda di perusahaan saingan berat mereka, memicu penyesalan yang terlambat.
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
8.6
Hari pernikahan yang seharusnya indah berubah menjadi mimpi buruk. Secara sepihak, orang tua dan tunanganku memutuskan untuk mengganti posisi mempelai wanita dengan kakak kandungku yang sedang sakit keras. Karena aku menolak mentah-mentah keputusan tidak adil ini, mereka tega mengikatku di dalam rumah agar pernikahan tetap berjalan tanpa hambatan. Namun, kemalangan tidak berhenti di situ. Saat mereka pergi merayakan pesta, seorang penjahat menyusup dan menghabisi nyawaku dengan kejam. Ketika keluargaku akhirnya kembali untuk melepaskanku, mereka hanya mendapati jasadku yang telah membusuk.
Sampul Novel Istri Yang Berjuang Sendiri
9.1
Kehidupan pernikahan ini terasa sangat hambar karena suamiku enggan menafkahiku dan lebih memilih menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Puncak penderitaanku bermula saat dia mendesakku mengambil utang bank demi membelikannya sebuah mobil. Meski sudah berkorban, pengabdianku justru dibalas dengan pengkhianatan pahit saat aku memergokinya berselingkuh dengan wanita lain. Kini, aku berdiri di persimpangan jalan, mempertanyakan nasib rumah tangga kami yang hancur.
Sampul Novel Jangan Tinggalkan Aku
9.3
Pasca kecelakaan maut yang merenggut orang tuanya, Alvira harus menanggung biaya pengobatan kakaknya yang koma. Di tengah himpitan ekonomi, ia nekat menjual diri di klub malam demi uang cepat. Tak disangka, ia bertemu Damian Verrell, Presdir dingin yang menawarinya kontrak sebagai simpanan dengan bayaran tinggi. Demi keselamatan sang kakak, Avi rela mengorbankan kehormatannya dan terjebak dalam dunia Damian yang penuh kuasa namun memiliki hati yang tertutup rapat.
Sampul Novel Kembalinya Sang Mantan
9.7
Dua tahun berlalu sejak putus, Cica yang kini berusia dua puluh tahun harus menghadapi kenyataan pahit bertemu kembali dengan Soleh, mantan kekasihnya saat SMA. Pertemuan mereka jauh dari kata romantis karena Cica terperosok ke selokan berlumpur akibat asyik bermain ponsel. Alih-alih langsung menolong, Soleh justru menggoda Cica dengan gombalan receh yang memancing emosi. Tak terima, Cica menarik Soleh hingga mereka berdua sama-sama kotor oleh lumpur busuk itu.