
Cinta Rahasia Dibalik Identitas Tersembunyi
Bab 3
Pagi itu, seusai dia istirahat dan tidur, setelah kakinya keseleo, Putri Daniella menggeliat di atas tempat tidurnya.
Waktu menunjukkan pukul 06.15 pagi. Meskipun sudah terbangun pagi sekali, tapi dia tidak berencana ke kampus. Karena dia pikir kakinya masih sakit.
Dia pun ogah-ogahan beranjak dari tempat tidurnya. Lulla menelpon menanyakan kabarnya, karena sejak kemarin pagi mereka belum sempat telponan atau bertukar kabar lewat pesan.
"Princess Ella, kamu gak kuliah hari ini?" tanya Lulla. "Gak, lagi sakit," jawabnya.
"Sakit! Sakit apa? Sejak kapan? Kok gak ngabarin?" tanya sahabatnya sejak sejak kecil itu.
"Kakiku sakit, gara-gara si sopir baru," sebutnya.
"Sopir baru? Princess punya sopir baru? Sejak kapan? Kok gak cerita pada kita?" katanya.
"Yah sejak kemarin. Tapi aku sudah suruh Paman Gustav pecat dia," sebut Putri Daniella.
"Aku ke sana ya, temani kamu. Tapi gak sama Julia. Dia ada tugas praktek hari ini," sebut Lulla.
"Ok deh, aku tunggu," katanya.
Putri Daniella lalu menarik selimutnya, bergeser pelan-pelan, duduk di tepi tempat tidur, menurunkan kakinya ke lantai, hendak berdiri.
Tapi, begitu dia berdiri, ajaib, kakinya tidak sakit lagi. Dia baik-baik saja saat melangkah dan berjalan.
"Hah!!, kok gak gak sakit lagi. Sembuh secepat ini?" teriaknya gak percaya. Dia bahkan bisa lompat serta berlarian kecil.
Dia lalu mandi, memakai dress motif kembang tanpa lengan, sarapan pagi, lalu duduk santai membaca majalah mode terbaru.
"Si sopir itu benar ya, pas bangun tidur pagi ini, semua rasa nyeri dan sakit karena keseleo kemarin sembuh," batinnya.
Tapi meski begitu, dia tetap gak akan biarin pria itu tetap jadi sopirnya. Tak berapa lama kemudian, Lulla datang.
"Mana kaki yang sakit?Apa sudah di rontsen. Gak ada yang retat atau patah kan?" tanya Lulla khawatir," tanya Lulla.
"Kaki kiri ini keseleo terpeleset dari tangga. Kemarin dokter bilang gak ada yang retak atau patah. Lagian Sudah sembuh juga kok," katanya, nyengir.
"Secepat itu? Baguslah berarti gak parah dan semoga baik-baik saja," harap Lulla.
"Emang kenapa ganti sopir? Mister Jannick udah gak kerja lagi, berhenti atau di rotasi?" tanya Lulla.
"Paman merotasinya, jadi sopir Bibi Maria," sebut Putri Daniella.
"Kalau sudah sembuh, ayo kita jalan-jalan ke aquarium, makan di restoran atau nonton pertandingan hoki," ajak Lulla.
"Ayok, mending kita ke jalan-jalan aja," katanya setuju ide itu.
Mereka berdua ke garasi mobil, bersiap ke luar istana. Namun, putri Daniella kaget, si sopir itu masih berdiri di mobil Dia lalu memprotes hal tersebut kepada Pangeran Gustav.
"Paman! Kenapa dia masih di sini, tetap jadi sopirku juga. Padahal aku sudah minta paman memberhentikan dia," mempertanyakan alasan paman belum memecat sopir itu.
"Deedee Sayang, paman mau tanya, apa dia yang minta kamu untuk lewati lorong rahasia itu? Apakah dia yang nyuruh kamu naik tangga? Apa dia gak nawaun kamu dan mau bantuin kamu saat turun tangga?? Apakah dia yang membiarkan kamu terpeleset sehingga kakimu keseleo. Semua itu salahmu sendiri kan? Bukan salah dia," bela pamannya.
"Dia yang lapor itu ke paman. Dia pasti membela dirinya sendiri kan, bilang ke paman semua itu salahku, gitukan?" kata Putri Daniella sebal.
"Dia gak membela dirinya sendiri, dia justru mengakui dia yang salah gak bisa jaga kamu. Dia minta maaf dan pasrah kalau akhirnya di pecat," ungkap pamannya.
"Iya emang dia yang salah kok," katanya Putri Daniella tetap pada pendiriannya.
"Saat kakimu keseleo, dia bantu memijat kakimu. Apa kamu lama sembuh sampai berhari-hari? Kamu sudah bisa jalan normal, tidak sakit lagi. Sudah sembuh kan," sebut Paman Gustav.
"Pokoknya aku gak suka dia tetap jadi sopirku. Please pecat dia!" katanya sembari memohon.
"Paman tidak akan memecatnya. Jadi sesuai kesepakatan kita. Biarkan dia kerja selama seminggu sebagai ujicoba," katanya.
Putri Daniella tidak bisa berkata-kata dan mencari alasan lagi.
Mau tidak mau dia harus menerima dan bersabar pria itu tetap jadi sopirnya, paling tidak selama seminggu.
Jadilah selama seminggu ini, Erik menjadi sopirnya, yang masih tak bisa diterimanya dengan ikhlas dan sepenuh hati.
Mengantarnya ke kampus, ke acara ulang bangsawan, ke peresmian taman, mengunjungi penderita kanker di rumah sakit, ke acara amal atau ke tempat lainnya.
Selama itu juga, dia hanya bicara dengan sopir itu saat memberi perintah saja, sisanya hanya duduk di jok belakang mobil, sibuk dengan ponselnya.
***
Putri Daniella Cecilia, selama ini dikenal sebagai putri kerajaan yang perfeksionis.
Karena sikapnya itu, Putri Daniella si perfeksionis, dianggap sedikit arogan dan sombong, meski dia punya sisi positif sering menyumbang untuk badan amal, pecinta anak kecil dan hewan.
Daniella menginginkan dan mempunyai standar tinggi dan sempurna dari dirinya sendiri, terhadap apa yang dia lakukan atau terhadap orang lain, berdasarkan standar tertentu yang terlalu tinggi.
Dia tak mau gagal dan melakukan semua hal, dia ingin selalu menyenangkan orang lain, takut ditolak dan dikritik.
Dia selalu merasa bangga, dan tak merasa puas, ingin selalu tampil sempurna di depan semua orang.
Dia merasa harus menjadi yang terbaik dari orang lain, merasa harus selalu menjadi yang nomor satu, butuh pengakuan dari orang lain jika dirinya memang sempurna.
Hal itu terbentuk karena saat masih kecil, orang-orang terdekatnya menilai dan menghargai dia berdasarkan pencapaian dan apa yang dia miliki.
Saat kecil dulu, orang sekitarnya, bahkan orang tuanya sering kali tidak menghargai usahanya sebagai anak, saat tidak memberikan hasil memuaskan.
Satu-satunya orang yang menghargai dia apa adanya, tanpa menuntut ini itu, tanpa membebaninya target berlebihan, hanya pamannya Gustav, adik kandung ayahnya.
Dia memiliki minat sangat besar di bidang fashion, seni dan sejarah.
Saat ini, gadis penyuka olahraga raga berkuda itu kuliah di salah satu dari lima universitas terkemuka, yang menjadi tempat kuliah para bangsawan.
Dia mengambil jurusan sejarah. Suatu hari nanti, dia ingin jadi sejarawan, peneliti sejarah atau penulis buku sejarah.
Putri Daniella anak ketiga Raja Henrik Wilhelm III, dua kakaknya, Pengeran Shawn Lucas, 28 tahun, sudah menikah dengan seorang model, Emilie Freya, punya seorang anak perempuan berusia 1,5 tahun.
Kakak perempuannya, Putri Dania Camilla, 25 tahun, sedang menjalin hubungan dengan atlet tennis nomor satu dunia, yang kini mendapat gelar kehormatan sebagai bangsawan karena prestasinya.
Putri Dania itu cantik, ramah, seorang filantropis dermawan, dicintai rakyatnya.
Putri Daniella mempunyai kekhawatiran, harus memiliki pencapaian yang lebih besar dibandingkan kedua kakaknya.
Itulah yang pada akhirnya membentuknya menjadi seorang yang perfeksionis.
Daniella memiliki banyak follower di Instagram lebih dari 2,3 juta pengikut, yang secara teratur selalu diperbaharuinya dan memposting kegiatannya.
Foto yang dipostingnya selalu fashionable, foto saat dia hadir di beberapa acara, selalu mendapat ratusan ribu bahkan jutaan like.
Karena itu, wajar saja jika beberapa waktu lalu, Putri Daniella tampak sangat dongkol saat membaca majalah khusus fashion dan gaya hidup edisi minggu ini, ditemani dua sahabatnya Julia dan Lulla.
Mereka bertiga sedang di kamar pribadi sang putri, yang didominasi warna putih gading dan abu-abu, duduk di atas tempat tidur mewah dan besar itu.
Gadis berambut pirang dan bermata hijau itu, selalu merasa percaya diri dengan penampilan dan rambutnya.
Sehingga dia tak pernah berkeinginan merubah atau mengganti warna rambutnya itu.
Selain fokus dengan kuliahnya, sebagai putri kerajaan, Daniella juga kerap menghadiri jamuan makan malam resmi, pembukaan suatu acara, menghadiri acara peresmian, dan menyambut kunjungan pejabat tinggi negara lain
Di istana, Putri Daniella dimanjakan dengan segudang fasilitas super mewah.
Lusinan pelayan selalu siap melayani dan menyediakan segala kebutuhannya.
Mulai dari membereskan kamar, menghidangkan makanan, hingga menyiapkan pakaian, semua dilakukan dengan sigap oleh staf istana yang bertugas melayani sang putri.
Tak hanya itu, dia juga punya glam team pribadi yang siap mempercantik penampilannya setiap hari, mulai dari riasan, tatanan rambut, dan busana, semua beres.
Maka tidaklah mengherankan, jika dia selalu tampil cantik dan prima setiap saat, tampil tanpa cela.
Publik selalu dibuat terpukau oleh pilihan busana Daniella yang kadang simpel, namun tetap memancarkan nuansa elegan.
Karena itu, dia tak habis pikir, editor majalah fashion dan gaya hidup yang cukup terkenal itu, selalu saja membuat ulasan jelek tentang gaya berbusananya.
Hanya dia seorang dari semua yang ada di istana dan para bangsawan di Skandinavia yang selalu mendapat ulasan negatif dari majalah itu.
Entah ada dendam apa editor majalah yang sering terlihat jutek saat bertemu dengannya tersebut, hingga seburuk itu menggambarkan penampilannya, di berbagai kesempatan. Bahkan gaya berpakaiannya saat ke kampuspun tak luput dari kritikan mereka.
Khusus untuk majalah edisi minggu ini, beberapa foto yang ditampilkan di sana, saat dia menghadiri acara badan amal untuk penderita kanker muda, menjadi bahan ejekan mereka.
Majalah itu menyorot, membahas khusus dan menzoom anting-anting berjenis stud yang classy nan elegan dengan taburan berlian yang semarak membuat tampilan anting tersebut semakin berkilauan.
Tapi di artikel majalah itu, justru membuat keterangan dan ulasan yang sungguh tak elok dibaca, menggambarkan dirinya sebagai sosok putri cantik yang muncul dari jaman es.
Gadis 19 tahun, putri bungsu Raja Henrik Wilhelm III dan Permaisuri, Ratu Sofia itu benar-benar tak bisa menahan gusar.
"Masak gara-gara anting berlian putih yang kupakai, dia bilang aku norak, terlihat kuno, seperti perempuan jaman purba, tak berkelas, aku dengan anting itu terlihat lebih tua dari usiaku. Kan lebay banget," protes Putri Daniella.
"Iya, emang lebay," sahut Julia.
"Ulasannya makin mengada-ngada dan gak ngotak aja sih akhir-akhir ini," katanya jengkel.
Padahal, hasil jepretan sejumlah fotografer serta paparazi di sejumlah media, situs online, media sosial, majalah, disambut positif oleh publik dan netizen yang memuji busana dan penampilannya yang anggun serta elegan.
Publik menilai tampilannya saat itu, dia begitu sempurna dengan terlihat feminin dan stylish, mengenakan gaun long sleeve fit-and-flare. karya desainer terkenal.
Daniella mengenakan gaun selutut, lengan panjang, leher yang terlihat, dan pinggang berikat, warna kream, memakai anting berjenis stud yang classy dengan taburan berlian, memakai high heels dan membawa tas.
"Gila ya, bisa-bisanya mereka membuat ulasan jelek seperti ini hanya gara-gara anting yang kupakai," gerutunya, melempar majalah yang dipegangnya ke lantai.
"Iya, tuh pasti kerjaan Mariela, editor majalah itu. Dia kan emang suka banget mencari-cari kekuranganmu, sering bikin ulasan negatif dalam hal gaya dan berbusanamu," sambung Lulla.
"Yang bikin aku tambah sebal, bisa-bisanya mereka menggandeng fotoku dengan foto gadis itu, membandingkan penampilanku dengannya," kesalnya.
"Aku gak ngerti sesempurna apa sih si Sabrina itu dibandingkan kamu. Seolah dia gadis paling sempurna di muka bumi ini, Tanpa cela apapun. Heran," sahut Julia.
"Iya, Aku juga gak ngerti standar cantik dan sempurna itu harus berambut hitam lurus, mata biru, pipi tirus kayak si Sabrina itu," kata Daniella gregetan.
"Iya, selalu saja mereka membandingkanmu dengan gadis itu. Apalagi sekarang Sabrina digosipkan sedang menjalin hubungan istimewa dengan putra mahkota, Pangeran Magnus Felix," sebut Julia lagi.
Sabrina Isabella, gadis cantik, pintar, psikolog, cucu Perdana Menteri Nordik, yang masih keturunan bangsawan, yang dirumorkan sebagai pacar rahasia pangeran Felix, putra Mahkota Kerajaan Nordik, pria yang disukai putri Daniella.
***
Anda Mungkin Juga Suka





