Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta & Pengorbanan Alya

Cinta & Pengorbanan Alya

Alya terjebak dalam keputusasaan saat ibunya, Kartika, butuh biaya medis besar dan donor organ langka. Di tengah krisis ini, Niko, pengusaha kaya yang mendambakan anak, menawarkan kesepakatan menjadi ibu pengganti demi kesembuhan Kartika. Meski ragu, Alya setuju demi nyawa ibunya. Namun, benih cinta tak terduga tumbuh di antara mereka, memicu dilema emosional. Saat rahasia besar terungkap, pandangan mereka tentang arti cinta dan keluarga pun berubah selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Pagi itu, Alya duduk di beranda rumah sakit yang ramai, di antara deretan bangku logam dan pepohonan kecil yang tumbuh dengan gigih, seperti mencoba bertahan hidup di tempat yang tak pernah benar-benar mereka miliki. Udara pagi yang segar berbaur dengan bau antiseptik dan riuh rendah suara pengunjung yang hilir-mudik. Alya menatap langit yang masih kelabu, seolah mencoba mencari jawaban di antara awan yang bergerak perlahan. Semua yang baru saja terjadi masih terpatri dalam pikirannya, seperti sebuah mimpi buruk yang tak bisa diabaikan.

Sejak Niko mengunjungi rumah sakit kemarin, pikirannya dipenuhi oleh perasaan yang bercampur aduk-kekhawatiran, harapan, kebingungan, dan juga rasa bersalah. Dia mengingat setiap kata yang diucapkan Niko, yang seolah-olah mengalir dalam darahnya, membekas di dalam jiwa. "Aku bisa membantu," kata pria itu, suaranya serak namun penuh makna. Tapi bagaimana bisa Alya, yang sudah merasakan betapa sulitnya hidup dengan kekurangan, menerima tawaran yang terdengar seperti jalan keluar dari cerita yang salah?

Suara pintu kaca yang terbuka menarik perhatian Alya. Seorang pria dengan jas hitam melangkah masuk ke area tempat duduk, ekspresinya serius, dan mata yang tajam seolah bisa menembus rahasia terdalam Alya. Niko. Pria yang tampaknya memiliki segala sesuatu, kecuali mungkin kebahagiaan sejati, berdiri di hadapannya, membawa sebuah aura kekuasaan yang sulit disangkal.

Alya memandangnya dengan ragu, napasnya terputus-putus. "Kau datang lagi, Niko?" suaranya sedikit lebih tegas dari yang ia maksudkan, tapi hatinya sedang berkecamuk, mencari pegangan di tengah badai perasaannya.

"Maaf kalau aku mengganggu. Tapi aku perlu tahu keputusanmu, Alya," jawab Niko, suara lembutnya mengandung urgensi yang sulit disembunyikan. Ia duduk di kursi di hadapan Alya, dan ada jarak di antara mereka, jarak yang tak bisa diisi meskipun mereka duduk begitu dekat.

"Keputusan?" Alya mendesah, menundukkan kepala. Hatinya seperti tercekik. Seperti ada yang menekan dadanya hingga sesak. "Aku tidak tahu harus bagaimana, Niko. Ibu aku... dia... dia sudah hampir kehilangan segalanya, dan aku merasa seperti satu-satunya cara untuk menyelamatkannya adalah dengan menerima tawaranmu ini."

Niko menatapnya dengan tatapan yang lebih lembut. "Kau tak sendirian, Alya. Aku tahu ini sulit. Tapi lihatlah, ibumu sudah berjuang begitu keras. Ini bukan hanya tentang uang, ini tentang kesempatan untuk membuatnya hidup."

Alya mengangkat wajahnya, matanya basah. "Tapi apa yang akan terjadi padaku? Aku... aku bukan hanya ibu pengganti. Aku juga manusia, Niko. Aku punya rasa, punya hati. Ini tidak sesederhana yang kau pikirkan."

Mata Niko melembut, ada sedikit penyesalan di sana. "Aku tahu. Dan aku tidak bisa mengabaikan kenyataan bahwa apa yang aku minta darimu tidak mudah. Tapi aku... aku juga tahu bagaimana rasanya kehilangan. Aku tidak ingin kau merasakan kehilangan itu lagi."

Tiba-tiba, Alya merasakan getaran di ponselnya. Ia mengangkat tangan, melihat pesan singkat dari dokter. Matanya membulat saat membaca kalimat yang membuat darahnya terasa membeku: "Kondisi ibu Anda memburuk. Segera datang ke ruang perawatan."

Tanpa pikir panjang, Alya bangkit berdiri. Niko segera berdiri mengikuti langkahnya, tatapan penuh kekhawatiran. "Alya, tunggu-"

"Tidak, aku harus pergi," ucapnya dengan suara yang hampir seperti bisikan. Kakinya terasa lemas, namun dia memaksa dirinya untuk berjalan. Rasa takut yang mendalam menguasai tubuhnya, meresap ke dalam tiap urat nadi. Ibu. Dia tidak bisa membayangkan kehilangan ibunya sekarang.

Ruangan perawatan penuh dengan kesunyian yang mencekam. Kartika terbaring di ranjang, matanya terpejam, dan pernapasannya terdengar lemah, seolah setiap helaan nafas adalah usaha terakhir untuk tetap bertahan. Alya duduk di sampingnya, meremas tangan ibunya dengan lembut, seolah berharap dapat mengalirkan tenaga, kasih sayang, dan harapan melalui sentuhan itu.

"Ibu, aku di sini, aku tidak akan pergi. Aku janji. Jangan tinggalkan aku, Ma..." Alya berkata, suaranya terputus-putus, penuh dengan air mata yang mengalir tanpa bisa dikendalikan.

Tiba-tiba, mata Kartika terpejam rapat, dan seulas senyum kecil muncul di bibirnya. Seperti ingin menyampaikan pesan terakhir, ia meremas tangan Alya sekali lagi sebelum akhirnya, dalam hembusan nafas yang sangat pelan, matanya terpejam untuk terakhir kalinya.

Waktu seakan berhenti. Dunia di sekitar Alya menjadi sepi, hanya ada dirinya dan kenangan tentang ibunya yang tinggal di dalam hati. Kepergian Kartika meninggalkan kekosongan yang tak bisa diisi dengan apa pun. Dan dalam kebisuan itu, Alya merasakan sebuah kebenaran pahit-bahwa setiap pilihan yang diambilnya akan melukis takdirnya sendiri, baik itu dalam kebahagiaan atau dalam penyesalan yang tak termaafkan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel GADIS POLOS MILIK TUAN MUDA
9.6
Cinta adalah mahasiswi pekerja keras yang berjuang demi kesembuhan neneknya. Tanpa disadari, kepolosannya dimanfaatkan oleh sang paman yang tega menjualnya demi uang. Di tengah kemalangan, ia bertemu pengusaha kaya yang jatuh hati dan melindunginya. Namun, hubungan mereka penuh rintangan, mulai dari persaingan bisnis yang kejam hingga gangguan keluarga besar sang nenek yang terus menyudutkan Cinta atas kesalahan yang tak pernah ia perbuat.
Sampul Novel Habis Manis Sepah Dibuang
8.8
Setelah dipermalukan oleh seorang klien yang menyiramnya dengan air, Jocelyn tidak mendapatkan pembelaan dari Michael. Pria itu justru memeluk asistennya dengan mesra dan mencaci ketidakmampuan Jocelyn di depan umum, bahkan mengancam akan memecatnya. Merasa muak dengan perlakuan tidak adil tersebut, Jocelyn menyeka wajahnya, menenggak segelas alkohol, lalu membalas dengan menyiramkan minuman keras itu tepat ke wajah Michael sebelum akhirnya menyatakan mundur dari perusahaan.
Sampul Novel Hasrat Tak Henti-Hentinya Sang Taipan Manipulatif
8.1
Demi menyelamatkan bisnis ayahnya, Irene terpaksa menjalin hubungan dengan pengusaha perkasa bernama Braydon. Di balik sosoknya yang tangguh, Braydon menyimpan gejolak emosi yang hanya diperlihatkan pada Irene. Meski terjebak dalam manipulasi sang taipan, Irene justru jatuh hati sebelum akhirnya hancur saat mengetahui pertunangan Braydon. Ia pun pergi dan bertemu musuh bebuyutan Braydon, Dr. Mitchell, memicu persaingan sengit dua pria demi memenangkan hatinya.
Sampul Novel Jangan Tinggalkan Aku
9.3
Pasca kecelakaan maut yang merenggut orang tuanya, Alvira harus menanggung biaya pengobatan kakaknya yang koma. Di tengah himpitan ekonomi, ia nekat menjual diri di klub malam demi uang cepat. Tak disangka, ia bertemu Damian Verrell, Presdir dingin yang menawarinya kontrak sebagai simpanan dengan bayaran tinggi. Demi keselamatan sang kakak, Avi rela mengorbankan kehormatannya dan terjebak dalam dunia Damian yang penuh kuasa namun memiliki hati yang tertutup rapat.
Sampul Novel Misi Rahasia sang Pewaris
9.3
Zara, ahli waris kaya raya, memilih menyamar jadi staf biasa demi memantau kondisi internal perusahaannya. Di sana, ia berurusan dengan Arman, manajer dingin yang sangat ambisius. Namun, situasi menjadi rumit saat Zara menemukan ancaman internal yang membahayakan bisnis keluarga. Kini ia terjepit dalam dilema besar: mengungkap jati dirinya demi menyelamatkan aset perusahaan atau tetap bersembunyi di balik topengnya. Rahasia gelap industri pun mulai terkuak perlahan.
Sampul Novel Mr. Reagan
8.2
Reagan Adam dikenal sebagai miliarder rupawan yang dipuja banyak wanita. Namun, di balik pesonanya, ia adalah dalang pembunuhan berantai yang mencekam London. Hidupnya berubah saat bertemu Clara, gadis toko bunga yang ceria. Awalnya Clara adalah target buruan, namun Reagan justru terobsesi memilikinya. Kini, Clara terjebak dalam dekapan monster tampan yang mengklaim seluruh hidupnya. Akankah ia pasrah menjadi milik pria berbahaya yang bisa menghabisinya kapan saja?