Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Memang Begitu

Cinta Memang Begitu

Kematian tragis mengakhiri hidupku yang penuh persaingan sia-sia melawan Emma Moore, anak angkat kesayangan orang tuaku yang bahkan menerima donor retinaku dan menikahi kakak kandungku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Terlahir kembali di masa lalu, aku memutuskan untuk tidak lagi memedulikan mereka atau memperebutkan kasih sayang yang tak pernah jadi milikku. Fokus pada diri sendiri justru membuka jalan menuju babak baru yang penuh kebahagiaan tak terduga.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Hiks, hiks. Ayah, Ibu, ini gelap sekali. Mataku sakit. Aku takut."

Orang tuaku yang pikirannya sudah dikuasai rasa iba, bahkan tidak memikirkan, kalau matanya mendadak sakit, bagaimana Emma bisa sampai ke kamar mereka dengan lancar di rumah asing ini?

Namun, mereka hanya memeluk Emma dengan penuh kasih sayang, hampir menangis karena panik.

"Jangan takut, Emma. Ayah dan Ibu ada di sini."

Dengan tubuh bergetar, Emma makin meringkuk di pelukan ibuku, tampak sangat ketakutan.

"Ayah, Ibu ... Aku benaran boleh tinggal di rumah ini? Hiks, hiks ... Barusan Aubrey ...."

Mendengar ini secara diam-diam, hatiku langsung mencelos. Detik berikutnya, ayahku langsung menerobos masuk ke kamarku, menarikku dari tempat tidur saat aku masih pura-pura tidur.

"Kamu bilang apa ke Emma? Kenapa kamu begitu nggak tahu diri? Emma dari kecil sudah sakit-sakitan, hidupnya juga malang. Apa kamu nggak bisa mengalah sedikit?"

"Sudahlah, jangan begitu. Aubrey masih kecil. Ajari saja, nanti juga mengerti."

Meskipun ibuku bicara seolah menenangkan ayahku, tangan ibuku tetap memeluk Emma erat-erat, sama sekali tidak ada niat untuk membelaku.

Akhirnya, mereka membawa Emma ke kamar mereka, sementara aku yang masih pakai piyama tipis, ditinggal di luar. Dulu, ibuku selalu datang tengah malam untuk memastikan aku tidur nyenyak dan menyelimutiku sebelum pergi. Namun, kini, mereka seolah lupa kalau aku masih anak berusia tujuh tahun, yang juga takut gelap, takut dingin, dan butuh kasih sayang orang tua.

Di kehidupan sebelumnya, Emma juga sering begitu. Awalnya, pura-pura penyakit matanya kambuh, lalu memanfaatkan rasa iba orang tuaku untuk mengarang cerita bohong untuk menjelekkanku.

Aku yang masih kecil mulai sadar akan ancaman ini. Sejak dia datang, di mata orang tuaku, aku yang tadinya anak manis dan menggemaskan mulai berubah jadi anak nakal.

Lalu, aku mulai bersaing diam-diam dengan Emma, tak mau kalah dalam hal apa pun. Apa pun yang dia punya, aku juga harus punya. Emma sangat pandai berpura-pura di depan orang lain, selalu tampak lembut, pemalu, dan penuh pengertian. Itu membuat orang tuaku jadi makin merasa bersalah padanya.

Aku habiskan hidupku untuk bersaing dengannya, tetapi tetap tak bisa menang. Bahkan kakak laki-lakiku, yang dulu begitu menyayangiku, akhirnya jatuh hati pada Emma.

Di dunia seni, semua orang tahu bahwa Keluarga Moore memiliki seorang anak angkat genius yang tampak rapuh nan memikat bernama Emma dan seorang putri kandung yang kasar, iri hati, dan bodoh bernama Aubrey.

Di kehidupanku kali ini, aku memutuskan untuk tidak lagi bersaing dengan Emma. Aku ingin hidup sesuai keinginanku sendiri.

Keesokan paginya, terdengar tawa riang Emma bersama orang tuaku dari ruang makan. Saat aku turun ke bawah diam-diam, aku melihat Emma duduk di kursiku, menggunakan peralatan makan favoritku.

Begitu aku muncul, suasana hangat itu langsung berubah, seolah akulah orang asing yang menyusup ke dalam keluarga mereka.

Raut wajah ibuku sempat terlihat canggung.

"Aubrey, kenapa kamu bangun sepagi ini? Emma belum punya peralatan makan sendiri, jadi dia pakai punyamu dulu. Kamu pakai punyanya kakakmu, ya?"

"Nggak mau. Aku nggak suka mengambil barang orang lain."

Begitu aku mengatakan ini, semua orang langsung sadar bahwa aku sedang menyindir Emma. Ayahku tampak masih kesal karena penindasanku terhadap Emma kemarin. Raut wajahnya yang biasanya ramah langsung berubah muram.

Aku melirik ke makanan di meja. Di sana ada susu, roti lapis, dan telur goreng dengan daging sapi asap. Itu semuanya adalah makanan kesukaan Emma. Aku sendiri tidak bisa minum susu, jadi biasanya sarapan dengan bubur.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 1001 hari tanpa mani
9.6
Berada di tengah kegelapan pekat bukanlah bukti bahwa seseorang memikul dosa yang tak terampuni. Kisah ini mengajak kita untuk memperluas sudut pandang dalam melihat realitas yang ada. Terkadang, kebenaran tersembunyi di balik bayangan yang kita takuti. Hanya dengan membuka mata lebih lebar, Anda dapat menyadari keberagaman fenomena serta spektrum warna yang sebenarnya terpampang nyata di hadapan Anda, menyingkap misteri yang selama ini terkunci.
Sampul Novel Hasrat Dunia Lain
8.8
Jelajahi sebuah dimensi fantasi yang menjanjikan kepuasan mendalam bagi siapa pun yang berani memasukinya. Kisah ini membawa pembaca melampaui batas realitas untuk menemukan berbagai sensasi luar biasa yang tak terbayangkan sebelumnya. Dikemas dengan narasi romansa yang intens dan menggugah, karya ini secara eksklusif ditujukan bagi pembaca dewasa yang mencari pelarian penuh gairah di dunia lain yang misterius namun memikat hati.
Sampul Novel Istri ke 96 Sang Raja Muda
9.4
Di Kerajaan Khorasan, Fatima El Sayeed hidup terasing karena fisiknya yang dianggap kurang menarik dan latar belakang ibunya. Meski dikucilkan ayahnya, ia memiliki daya imajinasi luar biasa. Suatu hari, seorang raja kejam yang gemar membunuh pasangannya memilih Fatima sebagai istri ke-96. Terinspirasi dari kisah 1001 malam, Fatima kini harus berjuang bertahan hidup melalui kemampuan bercerita demi meredam amarah sang raja gila dan menyelamatkan nyawanya sendiri.
Sampul Novel Pembalasan Dendamku terhadap Suami Pengkhianat
9.0
Setelah dikhianati hingga tewas oleh suaminya dan selingkuhannya yang berprofesi sebagai dokter, seorang ibu mendapatkan kesempatan kedua untuk kembali ke masa lalu. Ia terbangun tepat pada hari penandatanganan dokumen donor organ putrinya. Menyadari bahwa vonis mati otak sang putri hanyalah manipulasi kejam demi memberikan jantung anaknya kepada putri selingkuhan suaminya, ia bersumpah tidak akan tertipu lagi. Di kehidupan baru ini, ia siap melancarkan aksi pembalasan dendam yang dingin demi menyelamatkan putri tercintanya dan menghancurkan para pengkhianat.
Sampul Novel Pendewaan
8.8
Zen Luo, seorang bangsawan yang jatuh kasta, kini terhina sebagai budak sekaligus sasaran latihan fisik sepupunya. Namun, sebuah kecelakaan mengubah tubuhnya menjadi senjata mistis yang tak terpatahkan. Di tengah kekacauan dunia akibat persaingan antar klan, Zen bangkit membawa misi balas dendam dan ambisi besar. Dengan fisik sekuat pusaka, ia menantang para pendekar kuat demi meraih keabadian. Mampukah ia menaklukkan takdir dan menjadi legenda?
Sampul Novel Tawanan Pria Setengah Dewa
9.6
Pasca dijual oleh ibu tirinya dalam pelelangan mahal, Pandora kini terikat pada sosok pria misterius bermata spektrum. Hidupnya terjebak dalam kontrak hitam di atas putih yang penuh rahasia. Keajaiban aneh muncul saat sentuhan pria itu terasa seperti dekapan sayap lembut yang nyata. Di balik pengabdian ini, sang pria menuntut hal mustahil: Pandora harus mengandung benihnya meski ia masih perawan. Sebuah takdir rumit yang menjeratnya dalam dunia mistis.