
CINTA LINA
Bab 3
Disekolah yang terkenal banyak orang kaya dan yang naik angkot hanya sedikit . Namun watak dari teman nya itu tidak patut di contoh karena sering sekali membully teman nya.
"padahal cuma pakai angkot kenapa teman ku seperti nya tidak suka dengan angkot bahkan sampai menjelekan ku saat aku naik angkot, padahal menurut aku biasa saja apa menurut dia malu dengan semua itu ah pantas saja aku dibilang begitu" kata lina dalam hatinya seraya berkata.
Zafran cinta monyet yang aku temui saat di smp kenyataan nya muncul lagi di smk sini . Dan kenapa aku baru menyadari nya . Rasanya aneh sekali pertama kali aku melihatnya . Dia pun ikut melihat ke arah aku begitu terasa hati ini dag dig dug. Dia pun berjalan ke arahku saat itu .
"hmmm lina ya? Eh sama siapa" kata zafran sembari menggendong tasnya itu
"hehe iya zafran kenapa aku baru ngelihat kamu ya kaya aneh aja gitu" kata lina
"maksud kamu aneh gimana orang biasa aja aku aku udah lihat kamu sih sebenernya tapi emang kamu nya aja si yang kayanya nggak pernah lihat aku, emang kamu dikelas terus atau bagaimana" kata zafran
Zafran berbadan tinggi sekitar seratus enam puluh lima sentimeter jauh lebih tinggi dibanding aku . Sampai sekarang mungkin dia cepat tinggi nya dibanding aku . Ya aku pikir pertumbuhan nya lebih cepat laki-laki dibanding perempuan. Rasanya sunggu aneg aku melihatnya wajah memang sama tak ada perubahan namun rambut nya berubah kulit putih bersih yang dulu aku lihat itu pun masih tetap sama . Hmmm begitu rasanya melihat cinta monyet bersemi kembali hahaha. Kenapa sampai saat ini aku masih menyukainya senyuman yang membuat hati aku pun berbunga-bunga , canda tawanya yang semakin mengundang untuk ikut tertawa saat melihatnya tertawa. Aku semakin tak percaya kenapa semua ini terjadi lagi . Mungkin rasanya cinta pertama yang makin lagi dan lagi terjadi . Begitu juga hal yang dirasakan.
"ya aneh aja kita satu sekolahan kenapa bisa-bisa nya nggak lihat aku , jangan-jangan emang kamu yang nggak pernah keluar kelas malah di dalam kelas terus kan " kata zafran saat itu
"nggak juga lah, masa iya aku dalam kelas terus nggak begitu lah" jawab lina
"yaudah aku buru-buru mau masuk kelas" kata zafran
"oh ya oke" jawab lina
Lina pun menjawabnya dengan oke oke saja sampai tak memikirkan hal hal lain tentang zafran. Apakah zafran juga sama saat itu menyukaiku atau tidak aku juga tidak mengetahuinya . Ataupun dia malu basa basi lagi denganku . Dia tinggal di kelas satu sekolah dengan teman sd ku ternyata . Teman sd ku pun tidak tahu bahwa zafran adalah orang yang dulu pernah singgah seperti bisa dibilang cinta monyet . Saat itu pun teman sd ku yang bernama dwi tak menyadarinya . Dwi lebih pendek dari tubuhku berbadan agak gendut yang sering dijulukin si cebol. Hmm tapi dia tidak marah dijulukin seperti itu namun aku tidak pernah sama sekali memanggilnya dengan julukan itu . Menurutku tidak baik . Akupun memanggil dengan sebutan nama aslinya dibanding nama julukannya yang pastinya. Tak bisa berkata apa apa . Aku pun memanggil nya
"dwii.. Dwii hey!" kataku sembari berlari mengejar dwi yang saat itu mau masuk ke kelasnya
"lina? Iya ada apa lin yaampun sampai segitunya ya lari lari kenapa sih emangnya" kata dwi sembari meringis giginya pun terlihat seperti gigi kelinci
" emm nggak apa apa" jawab lina
"bohong banget nih bocah kalaupun nggak ada apa-apa ya pasti nggak segitunya lari kali bilang ayo cepetan ada apa ngomong" kata dwi
"hmm yaudah lah kalau kamu maksa dwi" kata lina
"apaan nah aku nggak maksa geer banget cuma mau bilang ayo cepetan ngomong apa yang harus kamu ngomong bukan maksa gitu maksudnya halah kamu kegeeran banget lah kalau gitu mah" kata dwi
"ya kan emang maksa yaudah kalau begitu lah aku jelasin kenapa sampai aku lari padahal aku cuma mau bilang ke kamu kalau dikelasnya kamu ada yang namanya zafran ya? Iya bukan? Ada apa enggak? Bener ada dwi?" kata lina menanyakan hal itu yang bikin penasaran lina
"oh ada iya kenapa sih emang? Kenapa hayo? Suka ya kamu lin? Atau gimana nih ceritanya emmm kebetulan dia si kayanya banyak suka jadi kalau kamu suka sepertinya perlu di pertimbangkan juga sih hehehe" jawab dwi saat itu sembari tertawa namun tangan menutupi mulutnya agar fidak teetawa terbahak bahak.
"apaan si orang cuma tanya doang cuma negasin aja emang iya ada yang namanya zafran ya?" kata lina sembari menegaskan kembali
"aku baru kepikiran kalau zafran teman cinta monyet kamu ya hehehe kenapa aku sampai lupa ya padahal kan aku tahu dulu kaya gimana " kata dwi saat itu
"hidih hidih pake ngungkit segala nih orang bisa bisanya juga masih keinget masa masa itu ah kamu mah udah lupain aja kita bahas yang lain" kata lina
Saat itu aku begitu meyakinkan bahwa memang hatiku baik baik saja saat melihat zafran yang tentunya cinta monyet ku .
"ya nggak apa apa lah kamu juga seneng kan kalaupun harus ngungkit masalah itu ya harus lah biasanya emang kan cinta monyet juga bakal balik ketemu lagi nantinya karena cinta belum sempurna jadi bisa balik lagi deh, kan ketemu satu sekolah haha lucu ya kalian tapi sih aku yakin kalian emang cocok sih cinta monyet yang belum kelar makanya dikelarin sekarang aja mumpung masih bisa ketemu lah heheh" kata dwi saat itu
"yampun ngomong kek jalan tol panjang amat sampai segitunya kau ini , nggak tahu lagi lah ngomong apa ini cinta monyet sih cinta monyet tapi ya nggak gitu juga ah kamu dwi" jawab si lina
"udah nggak usah bohongin perasaan kamu yang dulu sampai sekarang keoada zafran hahaha semenjek kehadiran zafran pun dunia terasa milik berdua kan? Apa lagi yang harus difikirkan tentang zafran yang ganteng nan putih itu sih mba linaa?" kata dwi yang selalu terus menerus supaya lina dan zafran bersatu lagi
"sumpah ya dwi kamu nyebelin banget udah ah diem heh diem nanti si zafran denger, kamu ya" sembari berusaha untuk menutup mulut si dwi saat itu yang terus meners berbicara tentang zafran
"yaaa biarin orang tujuannya biar zafran denger ko jadi ya rame kan kalaupun harus denger apa yang aku omongin tadi jadi dia tih juga ngerasa jadinya gitu hlo lin peka maksudnya ke perempuan kan kamu juga penginnya gitu kan ya" kata dwi
Anda Mungkin Juga Suka





