
Cinta Kita Sudah Punah
Bab 5
Jika sekarang dipikir-pikir, semua itu hanya karena Ferry lebih menyukai Anggi. Berhubung orang yang dicintai Ferry adalah Anggi, maka semua orang dan hal-hal lainnya menjadi tidak penting jika dibandingkan dengan Anggi.
Ibu mertua berusaha sekuat tenaga membujuk Ferry untuk pergi menemuiku. Namun, Ferry tetap saja tidak bergeming. Notifikasi WhatsApp Ferry berbunyi. Ferry meliriknya dan raut wajahnya langsung terlihat marah.
“Jangan bicara lagi, Bu. Vania nggak mau menyesali perbuatannya. Karena aku menyelamatkan Anggi duluan, sekarang dia ingin menceraikanku. Vania juga mengancamku kalau aku nggak mengusir Anggi dari rumah, dia akan menggugurkan bayi dalam perutnya. Benar-benar wanita yang kejam.” Ferry begitu marah hingga wajahnya menjadi merah padam.
Aku merasa agak bingung dan menghampiri Ferry untuk melihat WhatsApp-nya. Ternyata, memang akulah yang mengirimkan pesan itu padanya.
Aku sendiri sudah mati. Aku pun menatap Anggi. Aku curiga semua ini direkayasa dan dimainkan sendiri oleh Anggi. Tidak ada seorang pun yang akan melakukan semua ini, kecuali dirinya.
“Kamu ini, dasar anak pembangkang! Kamu ingin membuatku marah setengah mati? Kalau terjadi apa-apa pada Vania dan bayi dalam kandungannya, kamu akan sangat menyesal sampai nggak punya tempat untuk menangis.”
“Bu, Ibu itu cuma khawatir tanpa alasan. Dia sudah mulai mengancamku. Mana mungkin terjadi sesuatu padanya?”
Aku mencibir di dalam hati. Meski kami ini suami istri, Ferry tidak pernah mengerti dan tidak percaya padaku sedikit saja.
“Ferry, pergilah cari Vania. Ibu selalu merasa gelisah di dalam hati. Vania nggak mungkin bertindak gegabah seperti ini.”
Aku menatap ibu mertua. Aku dan ibu mertua memiliki hubungan yang cukup baik. Setidaknya, dia lebih memahami orang seperti apa aku ini, dibanding suamiku sendiri. Melihat rambutnya yang sudah banyak beruban, aku merasa agak kasihan kepadanya.
Sebenarnya, aku sama sekali tidak ingin tinggal di sini. Aku tidak tahu, kapan jiwaku akan menghilang. Aku ingin pergi menemui ibuku.
Ibu sendirian sejak ayah meninggal. Ibu pasti tidak akan bisa menerima kematianku.
Akan tetapi, aku tidak bisa meninggalkan Ferry.
Pada akhirnya, ibu mertua juga tidak berhasil membujuk Ferry untuk menemuiku.
Anda Mungkin Juga Suka





