Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Dari Masalalu

Cinta Dari Masalalu

Ratih tidak pernah menduga bahwa perasaannya terhadap Arsenna, teman masa SMA yang ia sukai, akan kembali terusik setelah sebelas tahun berlalu. Pertemuan tak terduga membawa mereka ke dalam rangkaian mimpi aneh yang saling bertautan secara misterius. Di antara batas realita dan dunia fantasi yang tidak biasa, mampukah mereka memahami takdir ini? Ikuti perjuangan Ratih dan Arsenna dalam mencari jawaban atas ikatan masa lalu demi bersatu di masa kini.
Bab
Bagikan

Bab 1

Semesta ini baginya adalah kutukkan. Dia mendengar dan mengabulkan harapan yang entah. Sementara keinginan yang benar-benar, tidak dikabulkan.

Apa perjanjianya di lauhul mahfuz.

Mungkinkah, dalam perjanjian itu, aku hanya mencintai orang sekali?

Lalu selesai?

Aku tidak melewati usia, saat semua berpusat pada diriku, mengalami semua remaja alami, nonton bioskop bersama, makan berdua dan sekedar keliling kota hanya untuk temu kangen. Aku tidak mengalami berteriak-teriak senang saat teman pria menyanyikan sebuah lagu untuk gadisnya. Tidak mengalami, ketika bukuku dipinjam lalu buku itu ditulis dengan penuh pesan. Betapa hambarnya hidup seperti itu.

Dunia berputar hanya dengan Arsenna sebagai pusatnya. Selalu ke bangku pinggir jalan, seolah dia selalu ke sana dan mengejutkan.

Seolah terkutuk dalam ketidakbahagiaan seorang gadis dengan mengabaikan semua kegembiraan remajaku. Begitulah semua itu terus berjalan! Menyedihkan.

***

Itu harusnya musim panas. Tetapi matahari sering kali tidak muncul. Suasana yang menakutkan, cuaca begitu dingin dan ... sepi.

Musim pandemi baru beberapa bulan tiba di negaranya. Dia muncul di depan rumah.

“Beberapa karyawan di ‘R’ kan.”

R kepanjangannya adalah rasionalisasi, kata yang lebih halus dari PHK.

“Aku masuk dalam daftar, meski tak punya kesalahan apa-apa.” lirih.

“Nggak bisa gitu dong, kok main R aja”

Ratih hanya menatap sedih.

“Andin nggak bisa seenaknya. Itu bukan perusahaan dia. Juga bukan perusahaan keluarga. Pliss, deh.” Laras setengah berteriak.

“Bukan Andin.” Ratih menggeleng.

Laras diam. Selalu merasa dilema, tak bisa berpura-pura membelanya, juga tak bisa mengenyahkan perasaan, bahwa dia juga menyayangi perempuan rapuh itu.

Dear Diary

Tidak banyak yang bisa kulakukan dalam masa pandemi, kecuali menjadi salah satu makhluk rebahan dengan semua denting suara piring dan desisan minyak dari penggorengan. Atau kacaunya suara rumpian tetangga yang berteriak-teriak dari rumah mereka. Ada rasa sedih, kehilangan rutinitas yang bisa membuatku bersemangat bangun dan menyiapkan segala sesuatu.

Dalam mimpi-mimpi buruk. Aku terus bermimpi masih menjadi bagian dari ruang kantor dan mendengar beberapa gosip. Memeriksa angka-angka dan deadline dari semua laporan harian dan mingguan. Masih bersemangat memberi catatan-catatan kecil dari setiap tanggal itu, mana yang sudah mendekati deadline dan mana yang tidak.

Melihat lipatan-lipatan rapi baju yang dijadwalkan setiap hari dari tanggal satu tanggal tiga puluh. Outfit yang mesti berbeda, rapi dan terencana.

Itu terulang lagi, sekali ini aku tak bisa kembali!

Aku menangis kadang-kadang, mimpi-mimpi buruk itu begitu menyesakkan. Apa aku terlalu serakah, karena menginginkan dua hal sekaligus.

Ah, Ars. Aku rindu, apa yang harus aku lakukan.

Laras menghentikan bacaannya, menatap wajah beku di depannya. Mungkin dia tak pernah mengira akan mati semuda itu, hidupnya akan panjang dan masih banyak kesempatan. Mungkin dia pikir, masih bisa menulis mimpi-mimpinya.

Namun, meninggal tetap saja hal yang paling misterius dan tak bisa dibantah!

Laras menatap wajah pucat yang dikelilingi alat medis dari kaca kecil depan ICU. Ah, rasanya rindu dengan mata coklat yang sering penuh cahaya. Penuh cinta yang tak terkatakan.

“Rasanya sangat tidak menyenangkan,” katanya sambil tertawa.

Setiap kali melihat cermin, Ratih merasa waktu telah begitu jauh berlalu. Dunia yang tua dan gersang.

Dia berbohong tentang semuanya. Menyembunyikan status dan perasaannya. Selalu berlari, dan tak jua menemukan tempat.

“Ras, apa rasanya mati?”

“Ras, pernah nggak kamu coba berbaring di bawah langit biru?”

“Ras, apa yang sedang dipikirkan Senna?”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menjadi Luna Orang Lain
9.5
Tujuh tahun mengabdi, Sylvie justru dikhianati Ethan Hudson demi serigala muda. Tanpa memohon, ia membuang simbol ikatan mereka dan pergi selamanya. Ethan dan kawan-kawannya bertaruh Sylvie akan kembali menangis dalam tiga hari, namun perkiraan itu meleset. Saat Ethan mulai panik dan menghubungi Sylvie, Victor Wilson yang merupakan rivalnya justru menjawab. Di pelukan Victor, Sylvie telah memulai hidup baru, meninggalkan Ethan yang kini meraung dalam penyesalan mendalam.
Sampul Novel DIBALIK TOPENGNYA
8.2
Kehidupan Sarah berubah total saat ia menemukan sebuah buku mantra misterius milik Evander. Sosok pria itu masih menjadi teka-teki besar yang tak terpecahkan. Apakah dia sebenarnya seorang pangeran yang menderita, atau justru badut kejam yang haus akan darah? Sarah terus bertanya-tanya apakah Evander adalah pemilik sah dari rumah berhantu tersebut, ataukah dia hanya orang asing yang disewa untuk mengusir roh jahat yang bersemayam di sana.
Sampul Novel Hasrat Dunia Lain
8.8
Jelajahi sebuah dimensi fantasi yang menjanjikan kepuasan mendalam bagi siapa pun yang berani memasukinya. Kisah ini membawa pembaca melampaui batas realitas untuk menemukan berbagai sensasi luar biasa yang tak terbayangkan sebelumnya. Dikemas dengan narasi romansa yang intens dan menggugah, karya ini secara eksklusif ditujukan bagi pembaca dewasa yang mencari pelarian penuh gairah di dunia lain yang misterius namun memikat hati.
Sampul Novel Hello Again, Husband!
9.5
Natta hancur saat memergoki pengkhianatan Hasbi. Keajaiban jam misterius membawanya kembali ke masa SMA, memberinya peluang untuk membalas dendam. Namun, saat menggali masa lalu suaminya, ia justru menemukan trauma mendalam yang selama ini tersembunyi. Pesona Hasbi muda membuatnya bimbang antara amarah atau jatuh cinta lagi. Natta harus memilih: menuntaskan dendamnya atau merajut kembali kebahagiaan di tengah misteri kesalahpahaman yang mulai terungkap.
Sampul Novel JARAN GOYANG PENARI JAIPONG
8.3
Terbakar api cemburu melihat Abimanyu memadu kasih dengan sahabatnya sendiri, Kamila nekat menempuh jalan hitam. Ia mengamalkan Ajian Jaran Goyang pemberian Nyai Winarsih, sosok tua yang secara misterius tetap berparas jelita. Kamila tidak menyadari bahwa tindakannya menyeretnya ke dalam pusaran sumpah masa lalu sang nyai. Obsesi buta ini membangkitkan petaka kuno yang telah terkubur puluhan tahun, mengancam nyawa demi sebuah cinta yang dipaksakan.
Sampul Novel Lenyap Bersama Kenangan
8.4
Kematian Ridho mengungkap rahasia memilukan lewat buku hariannya. Selama amnesia, ia mencintai Yolanda namun dipaksa menikah demi perjodohan keluarga. Disalahkan oleh mertua atas wafatnya sang suami, sang istri yang didera rasa bersalah nekat mengakhiri hidup di batu nisan Ridho. Namun, ia justru terbangun di masa lalu, tepat saat Ridho baru pulang dari desa nelayan setelah kecelakaan pertamanya. Kali ini, ia memilih mundur dan merelakan suaminya bersatu dengan wanita pilihan hatinya.