Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian

Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian

Tiga tahun Wenny Cladia merawat Hendro Jamil, miliarder Kota Livia yang terbaring koma. Namun, setelah siuman, Hendro justru berpaling pada cinta pertamanya yang baru kembali. Sadar dirinya hanya dimanfaatkan dan menjadi bahan cemoohan, Wenny memilih mundur dan mengirimkan surat cerai dengan alasan sang suami impoten. Saat Hendro yang murka datang mencari istrinya, ia terkejut mendapati Wenny yang dulu dianggap buruk rupa kini telah menjelma menjadi dokter ahli medis yang sangat memukau.
Bab
Bagikan

Bab 5

Wenny mengerutkan kening, "Apa yang aku lakukan?"

Hendro menggertakkan gigi dan berkata, "Siapa suruh kamu berpakaian begitu genit?"

‘Apa?’

‘Genit?’

"Hendro, tolong jelaskan kata-katamu!"

Hendro menunduk dan melirik rok mininya, "Pahamu hampir terekspos. Apa kamu berharap orang lain memperhatikan kakimu?"

Rok yang dikenakan Wenny agak pendek. Fany yang pilihkan untuknya.

"Wenny hanya tidak memperlihatkan kakinya, sehingga Hana merasa dirinya hebat. Mari kita lihat malam ini siapa yang memiliki kaki paling indah di Kota Livia," kata Fany

Wenny mengangkat alisnya, "Tampaknya Pak Hendro telah memperhatikan kakiku."

Hendro tertegun.

Wenny bersandar di dinding, tampak anggun dan malas. Dia perlahan mengangkat kaki kanannya, telapak kaki kanannya yang bertumit tinggi bergesekan dengan pergelangan kaki Hendro.

Hendro mengenakan celana panjang hitam, dia tampak sangat tenang dan mulia.

Jari-jari kaki Wenny yang putih dan lembut bergerak ke sepanjang pergelangan kakinya, membelai betisnya dengan mesra.

Itu semacam godaan.

Itu juga provokasi.

Hendro menatap dengan dingin, "Kau mau apa?"

Wenny mengangkat sudut bibirnya, "Pak Hendro, kamu lebih suka kakiku atau kaki Hana?"

Hendro menatapnya. Dahi berbentuk M membuat wajahnya yang mungil tampak lebih menawan. Sosok seperti dewi, tapi berani menggodainya. Wenny tampak jernih dan menawan.

Hendro telah melihat sekilas kecantikan yang tersembunyi di balik matanya tadi malam, tetapi dia tidak menyangka Wenny akan secantik itu.

Hendro punya perasaan sepertinya pernah melihat wajah Wenny sebelumnya.

Mata indah Wenny pun berbinar-binar sambil tersenyum, "Pak Hendro, apa Hana pernah melilitkan kakinya di pinggangmu?"

Hendro mendengus dan mencondongkan tubuh untuk menatap Wenny dari dekat. "Wenny, kok kamu begitu genit? Seharian mikirin pria dan bahkan memesan delapan model pria buat memuaskanmu!"

Hendro tidak menjawab pertanyaan tentang dia dan Hana. Mungkin ini perlindungan terbaik yang bisa diberikan seorang pria pada seorang wanita.

Kisah cintanya dengan Hana begitu menggebu-gebu. Kaki Hana yang indah pasti melingkar erat di pinggangnya. Kalau tidak, bagaimana mungkin Hendro begitu terobsesi padanya.

Hana sungguh bahagia karena pria dingin seperti Hendro begitu setia padanya.

Hendro pasti tidak pernah menggunakan kata "genit" pada Hana.

Meskipun Wenny tersenyum, matanya yang jernih tampak dingin dan suram. "Ya, Pak Hendro tidak sanggup memuaskanku, aku tentu harus mencari pria lain! Ayo cepat-cepat bercerai. Pria yang tidak bisa memuaskan harus segera diganti. Yang selanjutnya pasti lebih baik!"

‘Wenny menghinanya lagi!’

‘Yang selanjutnya pasti lebih baik?’

‘Wanita ini sungguh tercela!’

Hendro mengulurkan tangan dan mencubit dagu Wenny. "Kamu menantangku? Tampaknya kamu penasaran apakah aku bisa melakukannya."

‘Apa?’

Wenny tercengang.

Hendro mendekatkan diri ke bibir Hana dan menggodanya, tetapi kata-kata yang diucapkannya sangat dingin, "Jangan bermimpi, aku tidak akan menyentuhmu, orang yang aku cintai itu Hana."

Orang yang dicintainya itu Hana.

Padahal, Hendro tidak perlu mengatakannya, Wenny juga tahu semuanya. Hati Wenny terasa seperti disengat lebah. Rasa sakitnya tidak kentara, tetapi sangat kuat.

Pada saat ini juga, terdengar sebuah suara yang menyenangkan, "Hendro."

Wenny mendongak dan melihat Hana.

Hana adalah mawar merah di Kota Livia, seorang wanita yang cantik. Dia belajar menari sejak kecil, sehingga tubuhnya semakin lembut.

Hendro segera melepaskan Wenny dan melangkah ke samping Hana. Dia menatap Hana dengan kelembutan yang belum pernah dilihat Wenny, "Sudah datang?"

Hana mengangguk, lalu menatap Wenny, "Siapa ini?"

Awalnya Hana tidak mengenali Wenny.

Tapi, Wenny tidak akan pernah melupakan Hana.

Sebenarnya, Wenny dan Hana bukan saudara kandung.

Andy bukanlah ayah kandung Wenny, melainkan ayah tirinya.

Bertahun-tahun yang lalu, Wenny juga memiliki keluarga yang sangat bahagia. Ayahnya Nando Cladia dan ibunya Landy saling menghormati.

Ayahnya sangat menyayangi Wenny, menggendongnya setiap hari, "Wenny sayangku harus bahagia."

Kemudian suatu hari, Ayahnya meninggal dunia secara tiba-tiba. Lalu adiknya, Andy pindah ke rumah Ayahnya bersama putrinya Hana, ibunya juga menjadi ibu Hana.

Ibu menikah lagi dengan pamannya.

Sejak saat itu, ibunya menyayangi Hana dan tidak menyayanginya lagi.

Hana mendapat nilai 99 pada ujian tersebut, Wenny mendapat nilai 100. Ibunya akan memukul tangan Wenny dengan penggaris dan berkata, "Tidak bisakah kamu mengalah pada adikmu? Kenapa nilaimu lebih tinggi dari adikmu?"

Hana sakit dan menjalani kemoterapi, jadi rambutnya dibotakkan. Dia menangis karena dirinya menjadi jelek. Ibunya langsung membotakkan rambut Wenny dan berkata, "Kamu harus menjadi jelek bersama adikmu, supaya adikmu tidak menangis."

Setiap malam, Ibu, Hana dan Andy tidur, bermain dan bercanda bersama. Wenny berdiri sendirian di luar pintu rumah, memeluk boneka yang dibelikan ayahnya, sambil menangis, "Bu, Wenny takut."

Kemudian, Hana memanggil ibunya dengan sebutan "Ibu". Ibunya sangat senang, tetapi Hana berkata, "Ibu hanya boleh punya seorang putri."

Hari itu hujan turun deras, ibunya membawa Wenny ke pedesaan dan meninggalkannya di sana.

Wenny berlari mengejar mobil itu sambil menangis histeris, "Bu, jangan tinggalkan Wenny... Wenny penurut, Wenny akan selalu mengalah pada Adik... Bu, peluk aku, Wenny takut..."

Wenny yang masih kecil terjatuh dengan keras ke dalam kolam berlumpur sambil memeluk bonekanya. Dia menyaksikan ibunya menghilang di depan matanya.

Wenny tidak akan melupakan Hana.

Pada saat ini, Alex berlari mendekat, "Kak Hana, dia... kakakmu Wenny!"

Hana terkejut, "Kamu Wenny?"

Wenny tahu bahwa Hana selalu meremehkannya.

Saat kecil, Wenny selalu dikalahkan olehnya, sedangkan Hana selalu sangat menonjol. Lalu, Hana berkencan dengan Hendro, pangeran dari Keluarga Jamil. Anak yang tumbuh dalam kasih sayang itu bersikap sombong dan manja.

Alex sekali lagi terkesima dengan keanggunan Wenny. Dia berbisik, "Aku tidak menyangka Wenny begitu cantik."

Ingatan Hana tentang masa kecilnya menjadi kabur karena dia tidak pernah perhatikan kakaknya yang tidak disayangi ini, tetapi bukankah kakaknya seorang wanita jelek dari pedesaan?

Hana menghampiri Wenny dan menatapnya dengan tatapan sombong, "Wenny, aku tidak menyangka kamu akan berpakaian sepertiku."

Wenny, "..."

‘Terserah kamu saja.’

Wenny menegakkan punggungnya yang ramping dan tersenyum tanpa berkata apa-apa. Cahaya dari koridor menyinari wajahnya yang cantik, seperti lingkaran mutiara.

Dia bukan lagi Wenny kecil seperti dulu.

Hana, "Wenny, kudengar kamu akan bercerai dengan Hendro. Apa kamu tidak bisa hidup tanpa pria? Kenapa mencari model pria di bar? Kalau aku, mending mencari sebuah pekerjaan."

Hana menatap Hendro dan berkata dengan ramah, "Hendro, Wenny sudah merawatmu selama ini. Sekalipun dia seorang pengasuh, kamu juga harus carikan pekerjaan untuknya."

Pandangan Hendro tertuju pada wajah Wenny.

Alex, "Kak Hana, sekarang butuh kualifikasi akademis untuk mencari pekerjaan, apa kualifikasi akademis Wenny?"

Hana sepertinya teringat sesuatu yang menarik, dia tersenyum sombong, "Wenny putus sekolah pada usia 16 tahun."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menikahi Kakak Pembunuh
8.6
Malam pernikahan berubah maut saat Carlos Fowler membiarkan aku tewas di tangan penculik demi wanita lain. Di saat terakhir, kakak laki-lakinya yang lumpuh, Vincent, datang membalaskan dendamku. Kini aku terlahir kembali untuk memperbaiki takdir. Di depan altar, kubatalkan pernikahan dengan Carlos secara mengejutkan. Aku justru melamar Vincent yang terabaikan di kursi rodanya. Carlos mengira ini hanya gertakan, namun ia akan segera kehilangan segalanya.
Sampul Novel Dipaksa Melayani CEO-Cinta Satu Malam
9.1
Sefia adalah Wedding Organizer sukses yang nasib cintanya berakhir tragis. Tepat semalam sebelum menikah, ia memergoki Wisnu berselingkuh dengan asistennya sendiri. Hancur karena dihina, Sefia yang kalap menawarkan dirinya kepada pria asing di dalam lift. Namun, candaan itu berujung petaka saat pria setinggi 180 cm tersebut benar-benar membawanya ke ranjang. Kini Sefia terjebak dalam konsekuensi satu malam yang mengancam masa depannya tepat di hari pernikahan.
Sampul Novel I am always waiting for you (I'm fine 2)
7.8
Aldy Fathee, CEO arogan dari Fathee Grup, menjadi makin kejam sejak ditinggal Ara Valeria. Ara pergi tanpa kabar demi mengobati HIV akibat trauma masa lalu. Takdir mempertemukan mereka kembali dalam proyek besar saat Aldy telah bertunangan dengan Melly. Meski Aldy ingin mendekat, Ara kini bersikap dingin dan tak tersentuh. Setelah sebuah kecelakaan menimpa Ara, Aldy bertekad mengungkap rahasia di balik sikapnya. Akankah cinta mereka bersatu atau Ara kembali menghilang?
Sampul Novel Kehidupan Istri Seorang Milyarder
8.4
Demi imbalan seratus juta, seorang wanita menyelamatkan pria yang ternyata miliarder paling berpengaruh di kota. Sang presiden kaya yang terobsesi mulai mengejarnya dan menawarkan mahar fantastis untuk menikah. Meski ditagih janji uangnya, sang wanita tegas menolak lamaran karena tidak tertarik pada sosoknya. Namun, pria dominan itu justru menaikkan tawaran menjadi satu miliar dan dengan berani mengajukan dirinya sendiri sebagai hadiah tambahan hadiah.
Sampul Novel Keluarga Sewaan
8.0
Prima Jayashree, CEO muda Jayashree Company, menghadapi tekanan besar untuk segera menikah demi kelangsungan takhta perusahaan. Dalam keputusasaan, ia berlibur ke Tokyo dan menemukan jasa sewa keluarga. Prima memutuskan menyewa seorang istri serta anak untuk menemaninya. Namun, saat masa sewa berakhir, muncul ide nekat untuk membawa mereka ke Indonesia. Mampukah Prima mengubah sandiwara ini menjadi kenyataan tanpa terbongkar oleh sang ayah?
Sampul Novel Nyawa Dibalas Nyawa
8.1
Dua tahun silam, Indah dipaksa sang ibu meninggalkan kekasihnya demi menikahi Rendra, pria buta yang merupakan tunangan adiknya, Mella. Namun, setelah Rendra mendadak bisa melihat kembali, keluarganya justru menuntut Indah mengembalikan posisi tersebut kepada Mella. Sang ayah bahkan murka dan menganggap Indah tidak layak menjadi Nyonya Saputra. Di tengah tekanan itu, Indah yang mengidap penyakit mematikan memilih menyerah tanpa beban, bersiap menyaksikan kehancuran mereka dari balik kematiannya.